Pantes gak pantes, Emang dasar gw lupa ...
Monday, 13. April 2009, 09:33:06
Nyempetin browsing sambil nunggu upload di Yahoo! Answer, ada pertanyaan menarik soal "pantes gak pantes"?
Jawaban gw soal pertanyaan tsb (dalih, omong-kosong, alasan, gak mau kalah, bla bla bla .. sebagai orang yang salah tentunya (karena lupa))
- belakangan ini tekanan dari kerjaan (kebetulan pas ralat laporan TA 2008, pemecehan pendapatan jasa polisi yang bikin ralat laporan bulan januari & pebruari 2009, dan tentu saja laporan bulan maret dan triwulan I). Seberapa penting laporan ini? mungkin bisa di katakan sebagai "muka" sebuah kantor pelayanan bulanan, triwulanan, semesteran, tahunan. Tekanannya bukan di soal bisa atau tidak bisa, tapi waktu dan tenaga. Dengan posisi sebagai pelaksana tunggal di seksi ini rasanya itu akan banyak menguras konsentrasi. Belum lagi merangkap loket buat melayani satker harian.
***
Produk laporan yang dimaksud merupakan laporan gabungan seluruh mitra kerja kami (kantor vertikal + tugas pembantuan se kabupaten). Neraca, Arus KAS, Realisasi Anggaran, Belanja, Pendapatan, Pengembaliannya plus Berita Acara. Tiap laporan lebih kurang 150 halaman lebih di bundel 3 rangkap, total bulan ini 15 bundel laporan.
- 2 (dua) proyek besar (kebudayaan & pariwisata + pekerjaan umum) yang saya kelola sendiri (dalam waktu yang bersamaan) beberapa waktu lalu sampai saat ini baru selesai 75-80%. Beberapa konflik terjadi, ada komplain, ada perasaan selalu tidak puas dengan suatu kondisi yang sebelumnya telah di sepakati. Pelanggaran komitmen, kesalahpahaman persepsi, dll. Lagi-lagi karena gw jual jasa (pelayan), daripada konsumen kecewa, lebih baik mengalah (dengan konsekuensi akan ada pekerjaan ekstra).
- Merintis (startup) bisnis, Kebetulan ada jalan, join dengan perusahaan komanditer pun saya jalani. Yah, walau warnanya belum jelas, setidaknya ada backup administrasi, anak buah dan fasilitas-fasilitas pendukungnya. Resiko pasti ada, tapi bukan bisnis namanya kalau tanpa resiko sama sekali.
- Rutinitas sehari-hari (sebagai PNS jam 7.30-17.00 senin-jumat, nyuci nyetrika, makan, transfer uang jajan adek, dll).
Dari poin-poin di atas, waktu sebagain habis untuk sibuk-sibukan sendiri. Sisanya buat istirahat.
Ya, gw perlu uang. Gw perlu kerja ekstra buat masa depan yang lebih baik. Itu saja ..
Hari itu, semalaman suntuk gw begadang. Gak peduli kamar berantakan, cucian blm di setrika, atau berat badan turun lagi, dll. Yang ada dipikiran waktu itu cm "kerja, kerja dan selesaikan secepatnya!".
Pagi saat orang-orang mulai beraktifitas, gw tepar. Jam 12 siang gw bangun, dan ...
Pertanyaannya sekarang:
- Berapa besar kesalahan orang yang memang dasar lupa?
- Berapa besar bila alasan tsb adalah manusiawi (wajar), bukan tindakan kriminal (KDRT), atau pelanggaran komitmen (misal selingkuh)?
- Apakah tidak ada cara lain dalam mengungkapkan kekecewaan?
- Bagaimana bisa seorang ibu tidak memaafkan anaknya? walaupun kekasih tidak bisa dipersamakan dengan seorang Ibu. Pernahkah beliau marah saat kita lupa mengucapkan,"Happy birthday nyak, beh!". Yang ada kita menuntut untuk merayakan hari ulang tahun kita kan?
- Cinta dan Uang bukan segalanya, tapi bagaimana saat yang bersamaan kita perlu keduanya? Tanyakan kepada semua laki-laki di dunia ini (khusus yang tidak nodong orang tua/kerabatnya), bagaimana rasanya membagi konsentasi ketika mempersiapkan materi untuk membentuk rumah tangga? Adakah yang stress?
Buat pasangan yang akan, sedang dan telah mengalami kejadian serupa tolong pendapatnya ya!
***
Ya, kesalahan memang harus dipertanggungjawabkan. Tapi nggak segitunya kale ....
Ayolah .. gak usah terbawa arus emosi dan menghakimi (dengan cara sendiri). Gak akan merubah keadaan ke arah yang lebih baik tho














Anonymous # 13. April 2009, 19:35
Satu lagi yg khas dari cowok. Kesannya seperti lagi mencari pembenaran diri :p
W Andi Agustian # 13. April 2009, 23:45
Lebih jauh mungkin ingin menunjukkan lupanya itu bukan tanpa alasan. Itu saja
**
"Moga dia mengerti!".
Amoya # 1. June 2009, 02:23
W Andi Agustian # 1. June 2009, 06:00
W i L i N # 15. June 2009, 03:51
kalo udah lupa mau gimana lagi...
namanya juga manusia...
W Andi Agustian # 16. June 2009, 11:20
W i L i N # 17. June 2009, 02:48
biarin deh....
W Andi Agustian # 28. June 2009, 03:53