Takut Pada Allah Swt
Friday, March 25, 2011 12:07:08 PM
Assalamualaikum Warahmatullhi Wabarakatuh
BismillahiRahmaniRahiim Takut kepada Allah adalah salah
satu bentuk ibadah yang tidak
terlalu diperhatikan oleh sebagian
orang-orang mukmin, padahal itu
menjadi dasar beribadah dengan
benar. Firman Allah Ta’ala:
"Karena itu janganlah kamu takut
kepada mereka, tetapi takutlah
kalian kepadaKu, jika kamu benar-
benar orang yang beriman".(Ali
‘ Imran 175).
Tanda-tanda takut kepada Allah:
1.Pada lisannya
Seseorang yang takut kepada
Allah mempunyai kekhawatiran
atau ketakutan sekiranya
lisannya mengucapkan perkataan
yang mendatangkan murka Allah.
Sehingga dia menjaganya dari
perkataan dusta, ghibah dan
perkataan yang berlebih-lebihan
dan tidak bermanfaat. Bahkan
selalu berusaha agar lisannya
senantiasa basah dan sibuk
dengan berdzikir kepada Allah,
dengan bacaan Al Qur ’an,
dan mudzakarah ilmu.
Rasulullah shallallahu ‘alaihi
wasallam bersabda, artinya:
"Barangsiapa yang dapat
menjaga (menjamin) untukku
mulut dan kemaluannya, aku
akan memberi jaminan
kepadanya syurga".(HR. Al
Bukhari).
Rasulullah shallallahu ‘alaihi
wasallam juga bersabda:
"Tanda sempurnanya Islam
seseorang adalah meninggalkan
sesuatu (perkataan) yang tidak
berguna". (HR. At Tirmidzi).
Kemudian dalam riwayat lain
disebutkan, artinya: "Barangsiapa
beriman kepada Allah dan hari
akhir maka hendaklah ia
berbicara yang baik, atau (kalau
tidak bisa) maka agar ia diam".
(HR. Al Bukhari dan Muslim).
Begitulah, sesungguhnya
seseorang itu akan memetik hasil
ucapan lisannya, maka hendaklah
seorang mukmin itu takut dan
benar-benar menjaga lisannya.
BismillahiRahmaniRahiim Takut kepada Allah adalah salah
satu bentuk ibadah yang tidak
terlalu diperhatikan oleh sebagian
orang-orang mukmin, padahal itu
menjadi dasar beribadah dengan
benar. Firman Allah Ta’ala:
"Karena itu janganlah kamu takut
kepada mereka, tetapi takutlah
kalian kepadaKu, jika kamu benar-
benar orang yang beriman".(Ali
‘ Imran 175).
Tanda-tanda takut kepada Allah:
1.Pada lisannya
Seseorang yang takut kepada
Allah mempunyai kekhawatiran
atau ketakutan sekiranya
lisannya mengucapkan perkataan
yang mendatangkan murka Allah.
Sehingga dia menjaganya dari
perkataan dusta, ghibah dan
perkataan yang berlebih-lebihan
dan tidak bermanfaat. Bahkan
selalu berusaha agar lisannya
senantiasa basah dan sibuk
dengan berdzikir kepada Allah,
dengan bacaan Al Qur ’an,
dan mudzakarah ilmu.
Rasulullah shallallahu ‘alaihi
wasallam bersabda, artinya:
"Barangsiapa yang dapat
menjaga (menjamin) untukku
mulut dan kemaluannya, aku
akan memberi jaminan
kepadanya syurga".(HR. Al
Bukhari).
Rasulullah shallallahu ‘alaihi
wasallam juga bersabda:
"Tanda sempurnanya Islam
seseorang adalah meninggalkan
sesuatu (perkataan) yang tidak
berguna". (HR. At Tirmidzi).
Kemudian dalam riwayat lain
disebutkan, artinya: "Barangsiapa
beriman kepada Allah dan hari
akhir maka hendaklah ia
berbicara yang baik, atau (kalau
tidak bisa) maka agar ia diam".
(HR. Al Bukhari dan Muslim).
Begitulah, sesungguhnya
seseorang itu akan memetik hasil
ucapan lisannya, maka hendaklah
seorang mukmin itu takut dan
benar-benar menjaga lisannya.

