ANGGIEV

Selamat datang di Anggiev Blog..Think about the good times !

Subscribe to RSS feed

Renungan Diri

Renungan diri
Umat manusia selalu mempunyai perhatian yang hebat akan dirinya sendiri. Kecakapan manusia untuk mengintrospeksi diri, keinginan individu untuk menjelajahi lebih mengenai intisari diri mereka, tanpa terkecuali menghasilkan berbagai penyelidikan mengenai kondisi manusia merupakan pokok jenis manusia secara keseluruhan. Renungan diri adalah dasar dari filsafat dan telah ada sejak awal pencatatan sejarah. Artikel ini misalnya, karena ditulis oleh manusia, dengan sendirinya tak dapat luput dari contoh refleksi diri.

Manusia kerap menganggap dirinya sebagai spesies dominan di Bumi, dan yang paling maju dalam kepandaian dan kemampuannya mengelola lingkungan. Kepercayaan ini khususnya sangat kuat dalam kebudayaan Barat, dan berasal dari bagian dalam cerita penciptaan di Alkitab yang mana Adam secara khusus diberikan kekuasaan atas Bumi dan semua makhluk. Berdampingan dengan anggapan kekuasaan manusia, kita sering menganggap ini agak radikal karena kelemahan dan singkatnya kehidupan manusia (Dalam Kitab Suci Yahudi, misalnya, kekuasaan manusia dijanjikan dalam Kejadian 1:28, tetapi pengarang kitab Pengkhotbah meratapi kesia-siaan semua usaha manusia).

Ahli filsafat Yahudi, Protagoras telah membuat pernyataan terkenal bahwa "Manusia adalah ukuran dari segalanya; apa yang benar, benarlah itu; apa yang tidak, tidaklah itu". Aristotle mendeskripsikan manusia sebagai "hewan komunal" (ζωον πολιτικον), yaitu menekankan pembangunan masyarakat sebagai pusat pembawaan alam manusia, dan "hewan dengan sapien" (ζωον λογον εχων, dasar rasionil hewan), istilah yang juga menginspirasikan taksonomi spesies, Homo sapiens.

Pandangan dunia dominan pada abad pertengahan Eropa berupa keberadaan manusia yang diciri-cirikan oleh dosa, dan tujuan hidupnya adalah untuk mempersiapkan diri terhadap pengadilan akhir setelah kematian. Pencerahan / pewahyuan digerakkan oleh keyakinan baru, bahwa, dalam perkataan Immanuel Kant, "Manusia dibedakan di atas semua hewan dengan kesadaran-dirinya, yang mana ia adalah 'hewan rasionil'". Pada awal abad ke-20, Sigmund Freud melancarkan serangan serius kepada positivisme mendalilkan bahwa kelakuan manusia mengarah kepada suatu bagian besar yang dikendalikan oleh pikiran bawah sadar.

Dari titik pandang ilmiah, Homo sapiens memang berada di antara spesies yang paling tersama-ratakan di Bumi, dan hanya ada sejumlah kecil spesies tunggal yang menduduki lingkungan beraneka-ragam sebanyak manusia. Rupa-rupa usaha telah dibuat untuk mengidentifikasikan sebuah ciri-ciri kelakuan tunggal yang membedakan manusia dari semua hewan lain, misal: Kemampuan untuk membuat dan mempergunakan perkakas, kemampuan untuk mengubah lingkungan, bahasa dan perkembangan struktur sosial majemuk. Beberapa ahli antropologi berpikiran bahwa ciri-ciri yang siap diamati ini (pembuatan-perkakas dan bahasa) didasarkan pada kurang mudahnya mengamati proses mental yang kemungkinan unik di antara manusia: kemampuan berpikir secara simbolik, dalam hal abstrak atau secara logika. Adalah susah, namun, untuk tiba pada suatu kelompok atribut yang termasuk semua manusia, dan hanya manusia, dan harapan untuk menemukan ciri-ciri unik manusia yang adalah masalah dari renungan-diri manusia lebih daripada suatu masalah zoologi

CINTA ITU.....

Oya, ada beberapa penjelasan tentang cinta. Kamu kayaknya nggak ada salahnya kalo tahu soal ini. Oke, biar nggak makan banyak tempat dan ngebusa mulu di prolognya, kita jembrengin dan pretelin satu per satu tentang karakter cinta ini. Siap ya. Go!

Cinta=perasaan sekaligus akal sehat
Bro, benar banget. Cinta emang soal rasa. Meski demikian, bukan berarti akal sehat ditaro di dengkul dong. Oya, karena cinta tuh sangat luas, maka penampakkannya juga ngikuti naluri yang dimiliki manusia. Misalnya aja nih, orang bisa cinta mati sama benda, juga bisa cinta sama Allah Swt, RasulNya, ortunya, kaum muslimin secara umum, dan juga sama lawan jenis. Cinta emang luas, Bro.

Betul banget, kita jatuh cinta dengan hati. Tapi agar tidak menimbulkan kekacauan di kemudian hari, kita diharapkan untuk juga menggunakan akal sehat. Bohong besar deh kalau kita bisa jatuh cinta dengan begitu saja tanpa bisa mengelak. Yang sesungguhnya terjadi, proses jatuh cinta dipengaruhi tradisi, kebiasaan, standar, gagasan, dan ideal kelompok dari mana kita berasal.

Nol besar pula kalau kita merasa boleh berbuat apa saja saat jatuh cinta, dan tidak bisa dimintai pertanggungan jawab bila perbuatan-perbuatan impulsif alias memperturutkan kata hati itu berakibat buruk suatu ketika nanti. Kehilangan perspektif bukanlah pertanda kita jatuh cinta, melainkan sinyal kebodohan. Waduh sadis banget bahasane.

Jadi nih, akal sehat tetap kudu kita jadikan pertimbangan juga biar nggak nyelenong ngikutin perasaan aja. Bisa bahaya besar, tuh!

Cinta membutuhkan proses
Setuju banget deh. Cinta emang butuh proses. Butuh waktu agar bisa tumbuh perasaan satu sama lain. Ini khususnya cinta dengan lawan jenis ya. Eh, kalo pun ada orang yang love at first sight, tentunya bukan cinta namanya, tapi ketertarikan. Karena ketertarikan orang bisa dengan begitu mudah muncul manakala ada obyek yang memang menurutnya menyenangkan. Tapi cinta nggak begitu ternyata. “Cinta itu tumbuh, berkembang dan merupakan emosi yang kompleks,” kata Bowman, salah seorang pakar psikologi.

Sobat, untuk tumbuh dan berkembang, cinta membutuhkan waktu. Jadi emang nggak mungkin kita mencintai seseorang yang tidak ketahuan asal-usulnya dengan begitu aja. Cinta nggak pernah menyerang tiba-tiba, nggak juga jatuh dari langit. Cinta datang kalo udah saling kenal dan memahami pribadi masing-masing meski nggak terlalu detil. Jadi, minimal emang kenal dulu: siapa sih si dia itu?

Itu sebabnya, cinta insya Allah bisa aja tumbuh kalo kita terus ketemu dan saling komunikasi. Teman dekat yang saling mencintai, itu hanya bisa dicapai setelah kedua partner itu lama hidup bersama. Sehingga tahu kebiasaannya masing-masing, tahu makanan favoritnya, warna kesukannya, sampe tahu jadwal tidurnya, tahu tempat nongkrongnya, dan segala hal yang berkaitan dengannya.

Begitu pun kalo kita mencintai Islam, akan semakin lengket dan bahkan bangga dengan Islam ketika kita udah lama ‘berkenalan’ (baca: belajar) dengan Islam. Nggak mungkin tumbuh cinta kepada Islam kalo kitanya aja nggak berusaha mengenal lebih dalam tentang Islam dengan cara mempelajarinya. Setuju nggak?

So, kalo ada orang bisa jatuh cinta pada saat ketemuan pertama kali, sebenarnya bukan sedang jatuh cinta tuh, tapi sedang tertarik satu sama lain dengan ketertarikan yang amat sangat luar biasa. Hal ini perlu ditindaklanjuti, yakni dengan berusaha untuk mengenal lebih dekat dan lebih dekat lagi. But, kudu tahu rambu-rambu juga dong kalo urusannya dengan lawan jenis yang bukan mahram. Sebab, nggak bisa bebas sesuka kita tuh. Boleh kenalan lebih dalam, kalo niatnya emang untuk menikah degannya. Ssstt... kalo untuk pacaran? Hah? Hari gini masih pacaran? Nggak lha yauw!

Cinta itu konstruktif
Well, kita kayaknya kudu setuju nih kalo cinta itu emang konstruktrif. Eh, jangan-jangan ada teman kita (atau kita sendiri?) yang mendadak jadi kreatif, ngedadak jadi suka pake wangi-wangian biar nggak BB, ngedadak juga jadi senang baca novel cinta. Padahal, sebelum tertarik dengan salah seorang dari lawan jenis, mandi sekali sehari aja udah untung banget. Wah, kok males mandi sih, Bro?

Boys and gals, seseorang yang mencintai bisa berbuat sebaik-baiknya demi kepentingan sendiri sekaligus demi (kebanggaan) pasangan. Dia bakalan berani berambisi, bermimpi konstruktif, dan merencanakan masa depan. Wuih, keren banget deh.

Eit, tapi tunggu dulu. Sebab, ada juga orang ketika jatuh cinta ternyata malah amburadul. Kok bisa sih? Hmm... orang model gini, bukannya berpikir dan bertindak konstruktif, tapi dia malah kehilangan ambisi, nafsu makan, dan minat terhadap masalah sehari-hari. Doi cuma memikirkan kesengsaraan pribadi. Impiannya pun tak mungkin tercapai. Bahkan impian itu bisa menjadi pengganti kenyataan. Parah banget, Bro!

Kalo ada orang yang jatuh cinta tapi malah bikin lemah dan loyo kayak gini, berarti dia belum mampu memaknai cinta. Jangan-jangan lebih banyak ngelamunnya karena terjerat mimpi-mimpi indah kalo sampe mencintai lawan jenis yang dia idamkan itu. Padahal, yang namanya cinta nggak begitu kok. Cinta itu konstruktif. Bisa membangun segala daya cipta dan kreativitas kita. Suer!

Cinta tak melenyapkan semua masalah
Konon kabarnya, penganut faham romantik percaya banget bahwa cinta bisa mengatasi masalah. Seakan-akan cinta itu obat bagi segala penyakit. Kemiskinan dan banyak problem lain diyakini bisa diatasi dengan berbekal cinta belaka. Faktanya, cinta nggaklah seajaib itu. Cinta hanya bisa membuat sepasang kekasih (suami-istri) berani menghadapi masalah. Permasalahan seberat apapun mungkin didekati dengan jernih agar bisa dicarikan jalan keluar. Orang yang tengah mabuk kepayang berarti nggak benar-benar mencinta-cenderung membutakan mata saat tercegat masalah. Alih-alih bertindak dengan akal sehat, dia mengenyampingkan problem. Betul nggak?
Maka, kalo misalnya kita mo nikah, selain cinta tentu kudu ada persiapan ilmu, mental, dan juga jaminan untuk nafkahnya, lho. Kalo modalnya cinta doang, harus dipertanyakan tuh, sebab menikah bukan cuma modal cinta. Suer. Kalo nggak punya beras, apa cukup dengan cinta? Nggak kan? Cinta tuh hanya akan memotivasi kita untuk mencari jalan keluar supaya bisa dapetin beras. Misalnya, bisa dengan nyari pinjeman uang, atau ngutang dulu ke warung sebelah, bahkan banyak juga orang yang kemudian dapetin beras spanyol alias separo nyolong (hehehe.. kalo yang terakhir ini sih jangan kamu lakuin deh)

Cinta cenderung konstan
Ya, cinta itu bergerak konstan, sobat. Maka kita patut curiga bila grafik perasaan kita pada sesuatu atau kekasih (suami-istri or calon suami dan calon istri) yang kita cintai tuh turun-naik sangat tajam. Kalau saat jauh kita merasa kekasih lebih hebat dibanding saat bersama, itu pertanda kita mengidealisasikannya, bukan melihatnya secara realistis.

Lantas saat kembali bersama, kita memandang kekasih dengan lebih kritis dan hilanglah segala bayangan hebat itu. Sebaliknya berhati-hatilah bila kita merasa kekasih hebat saat kita berdekatan dengannya dan tidak lagi merasakan hal yang sama saat dia jauh. Hal sedemikian menandakan kita terkecoh oleh daya tarik fisik. Cinta terhitung sehat bila saat dekat dan jauh dari pasangan (baca: suami-istri), kita menyukainya dalam kadar sebanding.

Nah, begitupun kalo kita mencintai Allah Swt, RasulNya, dan juga Islam. Cinta kita bisa dibilang hebat kalo sinyalnya terus-menerus kuat. Nggak ada blank spot-nya. Di mana pun selalu ada sinyal kecintaan kita kepada Allah Swt., RasulNya, dan juga Islam. Cirinya apa? Contoh cinta kepada Allah Swt. Pas kita lagi seneng, tetap inget sama Allah Swt. Lagi sedih juga selalu inget sama Allah Swt. Kalo sebaliknya? Berarti cinta kita nggak konstan. Kalo nggak konstan berarti ada yang error. Jadinya bisa kena sindir Allah Ta’ala deh dalam firmanNya:

“Dan di antara manusia ada orang yang menyembah Allah dengan berada di tepi; maka jika ia memperoleh kebajikan, tetaplah ia dalam keadaan itu, dan jika ia ditimpa oleh suatu bencana, berbaliklah ia ke belakang (menjadi kafir). Rugilah ia di dunia dan di akhirat. Yang demikian itu adalah kerugian yang nyata.” (QS al-Hajj [22]: 11)

So, cinta tuh seharusnya memang konstan. Kalo turun-naik grafiknya perlu dipertanyakan. Yuk, kita muhasabah diri. Oke?

Cinta tak bertumpu pada daya tarik fisik
Dalam hubungan cinta dengan lawan jenis, daya tarik fisik bisa jadi penting. Tapi bahaya bila kita menyukai lawan jenis hanya sebatas fisik dan membencinya untuk banyak faktor lainnya. Saat jatuh cinta, kita menikmati dan memberi makna penting bagi setiap kontak fisik. Kontak fisik, ketahuilah sobat, itu hanya terasa menyenangkan bila kita dan pasangan (baca: suami-istri) saling menyukai pribadi masing-masing. Maka bukan cinta namanya, melainkan nafsu, bila kita menganggap kontak fisik hanya memberi sensasi menyenangkan tanpa makna apa-apa. Dalam cinta, afeksi alias perasaan terwujud belakangan saat hubungan kian dalam antara sepasang suami-istri. Sedang nafsu menuntut pemuasan fisik sedari permulaan. Waspadalah buat yang masih senang pacaran. Sebab kontak fisik sering terjadi, sementara hal itu dinilai sebagai maksiat karena belum terikat tali pernikahan. Betul?

Cinta merhatiin kelanjutan hubungan
Orang yang benar-benar mencinta memperhatikan perkembangan hubungan dengan kekasihnya (baca: suami-istri atau calon suami dan calon istri). Dia bakal menghindari segala hal yang mungkin aja ngerusak hubungan. Sebisa mungkin dia melakukan tindakan yang bisa memperkuat, mempertahankan, dan memajukan hubungan.

But, orang yang sedang tergila-gila mungkin saja berusaha keras menyenangkan kekasih. Namun usaha itu semata-mata dilakukan agar kekasih menerimanya, sehingga tercapailah kepuasan yang diincar. Orang yang mencinta akan menyenangkan pasangan (yakni suami atau istri dan juga calon suami or calon istri) untuk memperkuat hubungan. Sip deh!

Cinta berani melakukan hal menyakitkan
Selain berusaha menyenangkan kekasih (suami-istri atau calon suami dan calon istri), orang yang sungguh-sungguh mencinta memiliki perhatian, keprihatinan, pengertian, dan keberanian untuk melakukan hal yang tidak disukai kekasih demi kebaikan. Seperti seorang ibu yang berkata “tidak” saat anaknya minta es krim, padahal sedang flu.

Begitu juga ketika kita berani menegur sahabat kita saat dia melakukan maksiat, meski risikonya harus mendapat bencinya--dan itu menyakitkan, itulah cinta.
Semoga pengenalan beberapa hal tentang cinta ini bisa menjadi inspirasi kita untuk lebih bersih dalam mencintai, yakni taat aturan Allah Swt. Berbahagialah karena kita memiliki cinta.

Kontroversi ?

Film "The Lost Tomb Of Christ" Ungkap Keberadaan Isteri dan Anak Yesus?


Satu lagi film setelah "Da Vinci Code" yg akan mengemparkan
Sutradara film "Titanic" James Cameron, kembali membuat film dokumenter yang diperkirakan akan menimbulkan kontroversi. Film terbarunya berjudul "The Lost Tomb of Christ" mengemukakan bukti-bukti bahwa Yesus sebenarnya menikah dan punya anak laki-laki. Kepercayaan yang selama ini sangat ditentang dalam ajaran Kristen.

Cameron bekerjasama dengan sutradara kelahiran Israel Simcha Jacobovici. Dalam keterangannya Senin (26/2), Cameron mengatakan, apa yang akan ditampilkan dalam film itu adalah hasil riset mereka berdua. Riset yang mereka lakukan mengarah pada penjelasan bahwa Yesus menikah dengan seorang perempuan bernama Maria Magdalena dan dari perkawinan itu lahir anak laki-laki bernama Yudas. Yudas bahkan dimakamkan bersama Yesus di sebuah pemakaman di Israel. Film dokumenter "The Lost Tomb of Christ" akan disiarkan melalui stasiun teve kabel AS pada hari Minggu lusa.

Substansi film ini, mengingatkan pada buku best seller "The Da Vinci Code" yang juga meyakini bahwa Yesus menikah dan punya anak. Sama seperti buku "The Da Vinci Code", yang juga sudah difilmkan, pihak gereja Katolik dan Protestan di AS mengecam klaim Cameron dan Jacobovici dalam filmnya.
Idenya dari Penemuan Makam

Kedua sutradara yang kerap mendapat penghargaan atas film-film dokumenter yang dibuatnya itu mendapat ide membuat film tersebut dari penggalian sebuah makam di Talpiot, Yerusalem pada tahun 1980, oleh para pekerja bangunan yang akan membuat kompleks apartemen di atas pemakaman itu. Dan makam yang digali itu, diyakini sebagai makam Yesus.

Cameron dan Jacobovici menyebut sejumlah bukti atas klaimnya itu, antara lain nama-nama yang tertera pada peti mati yang terbuat dari batu dan analisa-analis teknis. Duet sutradara itu bahkan mengklaim punya bukti hasil pemeriksaan DNA.

"Saya bukan arkeolog atau pakar injil. Tapi sebagai pembuat film dokumenter, saya selayaknya tidak takut untuk mengungkap kebenaran, " kata Cameron dalam keterangan persnya.

"Saya tahu, mereka akan mengatakan bahwa kami sedang melemahkan sebuah keyakinan sakral dalam ajaran Kristen. Persoalan ini jauh dari masalah keyakinan itu. Investigasi ini menunjukkan bahwa orang-orang ini benar-benar ada, " sambungnya.

Lima dari peti mati yang ditemukan dari pemakaman Talpiot, nama-namanya sama dengan nama-nama yang diyakini sebagai tokoh-tokoh dalam Perjanjian Baru yaitu, Yesus, Maria, Mathias, Yosef dan Maria Magdalena. Di peti keenam, tertulis dalam bahasa Aramaic yang bila diterjemahkan artinya "Yudas, putera Yesus. "

"Makam-makam itu bentuknya sama dengan tipikal makam di kawasan itu, " kata Aaron Brody, profesor bidang Injil dan arkeologi yang menjadi dosen tamu di Pacific School of Religion dan direktur California's Bade Museum pada Discovery News.

Jacobovici, sutradara, produser dan penulis skenario film "The Lost Tomb of Christ" mengatakan, berdasarkan analisis statistik terhadap nama-nama yang tertera dalam peti mati batu yang ditemukan, sangat tidak mungkin mereka adalah orang lain yang tidak ada kaitannya dengan keluarga Yesus seperti yang disebut-sebut dalam alkitab.

Menurutnya, ia dan timnya berhasil mendapatkan hasil analisa kimiawi dan DNA yang membuka kemungkinan bahwa Yesus dan Maria Magdalena adalah pasangan suami isteri.

Namuan, para pemuka agama Kristen menganggap lucu argumen yang dilontarkan Cameron dan Jacobovici, sama dengan argumen dalam buku dan film "The Da Vinci Code."

R. Albert Mohler, presiden Southern Baptist Theological Seminary menyebut film "The Lost Tomb... " sebagai "film dokumenter yang lucu" dan penuh dengan klaim-klaim "yang jauh dari kebenaran. "

"Test DNA, bagi saya, adalah hal yang paling menggelikan dari film ini. Anda harus punya dasar kuat atas sampel-sampel DNA agar bisa masuk akal. Tak seorang pun yang memiliki sampel DNA Maria, " ujarnya.

Sementara itu, prosefor arkeologi asal Israel, Amos Kloner menguatkan pernyataan Mohler. Ia mengatakan, makam-makam yang ditemukan itu adalah makam keluarga kalangan atas Yahudi. Ia mengatakan, tidak ada bukti yang bisa mendukung klaim bahwa makam itu adalah makam Yesus.

"Saya seorang cendikiawan. Saya melakukan hal-hal yang terkait dengan keilmuan dan tidak ada kaitannya dengan pembuatan film dokumenter. Omong kosong, membawa kisah-kisah keagamaan dan mengarahkannya pada sesuatu yang bersifat ilmu pengetahuan, " tukasnya dalam wawancara lewat telepon dengan AFP.

Kloner tetap berpendapat bahwa makam-makam itu makam kuno biasa. Jika ada kesamaan nama dengan "keluarga" Yesus, hanya faktor kebetulan saja.

"Siapa yang bilang Maria adalah Magdalena dan Yudas adalah anak Yesus? Hal itu tidak bisa dibuktikan. Nama-nama ini adalah nama-nama yang populer dan biasa digunakan pada abad pertama masehi, " tambah Kloner yang mengajar di Universitas Bar Ilan, Israel.(ln/arabworldnews/eramuslim)



Band Kontroversial

www.thetruemayhem.com
Mayhem adalah kelompok musik black metal dari Norwegia yang dibentuk pada 1983. Formasi awal mereka terdiri dari Manheim (drums) dan Necrobutcher (bass). Nama mereka diambil dari lagu "Mayhem With Mercy" oleh Venom. Mayhem adalah band yang sangat kontroversial karena keterlibatan mereka dalam berbagai pembunuhan, bunuh diri, pembakaran gedung gereja, dan tindakan kekerasan lainnya. Mayhem telah mengubah gaya musik mereka beberapa kali, dari black metal sampai industrial dan electronica.
Tahun-tahun awal (1981-1990)
Mayhem didirikan pada 1981 oleh gitaris/vokalis Euronymous, basis Necrobutcher, dan drummer Manheim. Euronymous kemudian berkonsentrasi pada gitar setelah vokalis Messiah (Eirik Nordheim) bergabung pada 1986, yang kemudian digantikan oleh Maniac (Sven Erik Kristiansen). Setelah dua demo, mereka merekam Deathcrush dengan perusahaan rekaman baru Euronymous, Posercorpse Music.



Jørn Stubberud (Necrobutcher), Øystein Aarseth (Euronymous), Per Yngve Ohlin (Dead), dan Jan Axel Blomberg (Hellhammer)Awalnya musik mereka dipengaruhi oleh genre death/speed metal, namun kemudian berkembang menjadi lebih unik. Tema-tema kekerasan dari death metal kemudian diimbuhi dengan nihilisme dan anti-agama, dipengaruhi oleh mitologi Norse, filosofi Friedrich Nietzsche, satanisme (walaupun Euronymous menolak paham satanisme Aleister Crowley dan Anton LaVey dan memandang setan dari perspektif Kristen).

Deathcrush yang diproduksi sejumlah 1000 keping terjual cepat, dan diterbitkan ulang pada 1993 oleh Posercorpse Music, setelah digabung dengan Deathlike Silence Productions dan toko rekaman Euronymous Helvete. Rencana Euronymous adalah menjadikannya "...like a black church in the future. We've thought about having total darkness inside, so that people would have to carry torches to be able to see the records."


Per Yngve Ohlin (Dead) dan Øystein Aarseth (Euronymous)Pada 1988, Manheim dan Maniac meninggalkan band ini; Manheim karena ingin mencari pekerjaan tetap, Maniac setelah gagal bunuh diri dan dimasukkan ke rumah sakit jiwa. Mereka digantikan oleh Dead dan Hellhammer.

Dead, seperti namanya, memiliki sifat melankolis dan menggemari tema-tema kematian, pembusukan, dan kegelapan. Bahkan Euronymous, yang tidak menyukainya, khawatir akan kesehatan jiwanya. Walaupun demikian Dead memiliki banyak teman dalam dunia black metal, walaupun dianggap sedikit naif.

Menurut Bard Eithun, "He (Dead) wasn't a guy you could know very well. I think even the other guys in Mayhem didn't know him very well. He was hard to get close to. I met him two weeks before he died. I'd met him maybe six to eight times, all in all. He had lots of weird ideas. I remember Aarseth was talking about him and said he did not have any humour. He did, but it was very obscure. Honestly, I don't think he was enjoying living in this world." [1]

Dead memiliki tingkah laku yang aneh; suatu kali ia mengubur pakaiannya di bawah tanah selama beberapa minggu sehingga ia dapat memakai pakaian tersebut yang sudah membusuk dalam suatu konser. Ia juga pernah memasukkan seekor gagak mati ke dalam kantong plastik untuk "menghirup hawa kematian" sebelum naik panggung. Hal ini makin memperkuat atmosfir musik Mayhem, dan lirik band ini berkembang menjadi satanisme, kegelapan, depresi, dan kejahatan. Dalam banyak pertunjukan mereka, kepala-kepala babi ditancapkan di atas tombak dan Dead melukai dirinya sendiri dengan pisau.

Formasi dengan Dead dan Euronymous menjadi terkenal. Setelah beberapa pertunjukan di Norwegia dan Jerman (di mana Live in Leipzig direkam), Mayhem mulai merekam album mereka yang pertama, De Mysteriis Dom Sathanas.[/ALIGN]

Anggota Mayhem (1981-1985)
Euronymous - gitar, vokal
Necrobutcher - bass
Manheim - drum

(1986) Messiah - vokal
Euronymous - gitar
Necrobutcher - bass
Manheim - drum

(1986-1987) Maniac - vokal
Euronymous - gitar
Necrobutcher - bass
Manheim - drum

(1987) Kittil - vokal
Euronymous - gitar
Necrobutcher - bass
Torben - drum

(1988-1991) Dead - vokal
Euronymous - gitar
Necrobutcher - bass
Hellhammer - drum

(1992) Occultus - bass, vokal
Euronymous - gitar
Hellhammer - drum

(1993) Attila Csihar - vokal
Euronymous - gitar
Count Grishnackh - bass
Hellhammer - drum

(1993) Attila Csihar - vokal
Euronymous - gitar
Blackthorn - gitar
Count Grishnackh - bass
Hellhammer - drum

(1994) Bubar
(1995-1997) Maniac - vokal
Blasphemer - gitar
Necrobutcher - bass
Hellhammer - drum

(1997-1998) Maniac - vokal
Blasphemer - gitar
Nordgaren - gitar
Necrobutcher - bass
Hellhammer - drum

(1998-2004) Maniac - vokal
Blasphemer - gitar
Necrobutcher - bass
Hellhammer - drum

(2004-sekarang) Attila Csihar - vokal
Blasphemer - gitar
Necrobutcher - bass
Hellhammer - drum


Formasi klasik (1991-1993)

De Mysteriis Dom SathanasPada bulan April 1991, Dead mati bunuh diri dalam usia 22 tahun dengan tembakan di kepala dan luka-luka di pergelangan tangan, disebabkan oleh pisau berburu yang baru ia beli hari itu. Ia bunuh diri di rumah yang ia sewa bersama anggota-anggota Mayhem lainnya di Kråkstad, dan meninggalkan pesan "Excuse all the blood, Cheers" walaupun anggota-anggota Mayhem lain mengatakan isinya lebih panjang, termasuk "the knife was too dull to finish the job so I had to use the shotgun". Euronymous adalah yang pertama menemukan jenazahnya, dan ia mengambil beberapa foto yang kemudian digunakan sebagai sampul album bootleg Dawn of the Black Hearts.

Menurut Occultus, yang menggantikan Dead sebagai vokalis Mayhem, "He (Dead) didn't see himself as human; he saw himself as a creature from another world. He said he had many visions that his blood has frozen in his veins, that he was dead. That is the reason he took that name. He knew he would die.."[2]

Peluru yang ia gunakan dikirim oleh seorang musisi dari Bergen, Norwegia bernama Kristian Vikernes (atau Varg Vikernes, Count Grishnackh; ex Old Funeral, satu-satunya anggota band black metal Burzum, yang kemudian membunuh Euronymous). Euronymous bersikap dingin dan oportunistis terhadap bunuh diri Dead; dalam beberapa wawancara ia mengatakan bahwa Dead bunuh diri karena musik death metal, jenis musik dari AS yang ditentang oleh black metal, semakin terkenal. Menurut Hellhammer, Euronymous mengambil beberapa potongan otak Dead dan membuat sop, dicampur dengan daging, sayuran, dan merica. "He'd always said he wanted to eat flesh, so he figured this was an easy way." Euronymous juga mengaku membuat kalung dari beberapa serpihan tengkorak Dead, dan mengirimnya ke beberapa musisi, misalnya band black metal Swedia Marduk.

Pada 1993, Live in Leipzig diterbitkan dan dipersembahkan kepada Dead. Kemudian diikuti oleh bootleg Dawn of the Black Hearts. Karena band ini mulai diselidiki oleh polisi dan media massa, Necrobutcher hengkang dan tinggal tersisa dua anggota.

Music sample:
De Mysteriis Dom Sathanas (info)


Tahun itu juga, proses rekaman untuk De Mysteriis Dom Sathanas dilanjutkan dengan Attila Csihar sebagai vokalis dan Count Grishnackh sebagai bassist.

Karena penyelidikan polisi pula, Euronymous terpaksa menutup toko rekamannya Helvete. Pada saat ini ia berhutang sekitar 30.000 NOK pada Grishnackh, namun menolak untuk membayar.

Pada 10 Agustus 1993, Grishnackh pergi dari Bergen ke apartemen Euronymous di Oslo bersama Blackthorn (Snorre Westvold, dari band Thorns. Dalam perjalanan selama 7 jam itu, ia mampir ke rumah beberapa teman, menciptakan alibi dengan menyewa video atas nama mereka. Sampai di rumah Euronymous, Grishnackh menusuknya dengan pisau. Menurut otopsi Euronymous ditusuk 23 kali, 2 di kepala, 5 di leher, dan 16 di punggung. Walaupun demikian, Vikernes mengaku Euronymous jatuh di atas pecahan-pecahan kaca dari sebuah lampu yang jatuh ketika mereka berkelahi. Hal ini, menurutnya, menyebabkan luka-luka tusukan di tubuhnya.

(He died on) the first floor. I chased him and he fell down in the glass fragments, and I ran past him. I turned around to face him again. He was standing and the other guy came running up. I didn't know whether he was going to attack me too; he was Øystein's best friend. He was with me accidentally. I thought he might attack me because he was Øystein's best friend, I was waiting for it. Øystein got up and the other guy just ran past. Then everything was clear to me. Øystein came against me and I attacked him, quite simply. I got his chest and then I pounded his skull. He just sat down, dying momentarily.

—Varg Vikernes, Lords of Chaos

Walaupun kecurigaan awal jatuh ke orang-orang Swedia, Grishnackh meninggalkan bukti berupa salinan kontrak yang berlumur darah (digunakan sebagai alasan mengunjungi Euronymous). Dalam waktu beberapa hari, polisi dapat dengan cepat menangkapnya dengan tuduhan pembunuhan. Ia tetap merekam musik di penjara sebagai proyek yang bernama Burzum. Dengan hanya satu anggota tersisa, Hellhammer, Mayhem efektif bubar.


Tahun-tahun berikutnya (1994-sekarang)

ki-ka Jørn Stubberud (Necrobutcher), Jan Axel Blomberg (Hellhammer), Attila Csihar (Attila), Rune Erickson (Blasphemer)Pada 1994, De Mysteriis Dom Sathanas akhirnya diterbitkan setelah ditunda beberapa kali karena keberatan dari pihak keluarga Euronymous, yang ingin agar rekaman bass oleh Count Grishnackh dihapus. Walaupun Hellhammer sebagai satu-satunya anggota yang tersisa saat itu menyanggupi hal ini, ia sebenarnya tidak bisa main bass dan tidak mengubah rekaman itu sedikitpun.

Pada 1995, Hellhammer memutuskan untuk menghidupkan kembali band ini. Untuk itu ia menggaet gitaris Blasphemer (Rune Erickson) dan dua mantan anggota Mayhem, Maniac dan Necrobutcher. Mereka merekam EP Wolf's Lair Abyss dan kemudian mereka menggelar beberapa konser di Eropa. Salah satunya di Milan, Italia, dengan bintang tamu Atilla Csihar, dan direkam untuk Mediolanum Capta Est.

Pada tahun 2000, album kedua mereka Grand Declaration of War, diterbitkan. Album ini dipengaruhi oleh genre progressive dan avant-garde metal, merupakan album konsep dengan tema perang dan kiamat. Maniac tidak lagi menyanyi dengan vokal black metal namun dengan lirik dibacakan, dan hampir semua lagunya segue ke lagu berikutnya. Tanggapan terhadap album ini bermacam-macam, mulai dari kritik karena pengaruh avant-garde dan electronic, sampai pujian dari kritikus Brian Russ yang mengatakan album ini adalah "really the first cohesive work the band has ever done" dan "a fitting culmination to their career thus far". Banyak orang menganggap bahwa unsur-unsur electronic dalam album ini dilebih-lebihkan karena hanya muncul di satu lagu, "A Bloodsword and a Colder Sun."

Empat tahun kemudian, Mayhem menerbitkan Chimera pada 2004, di mana mereka kembali ke gaya awal mereka, dengan produksi yang lebih baik. Chimera masih dipengaruhi oleh progressive metal, mungkin karena input dari Blasphemer. Pada 2004, Maniac dipecat dari Mayhem karena masalah dengan demam panggung yang menyebabkannya tergantung pada alkohol dan menolak tur. Dikatakan bahwa Necrobutcher mengusirnya dengan cara menendangnya ke bawah tangga setelah Maniac tidak mampu mengingat lirik lagu sebelum sebuah konser. Attila Csihar menggantikan Maniac.

Mayhem saat ini sedang merekam album baru, berjudul Ordo ab Chao, direncanakan terbit pada 2006. Pada 4 Mei 2006, Mayhem memiliki kontrak dengan Season of Mist records, sebuah perusahaan rekaman Perancis yang menerbitkan banyak album black metal. Saat ini belum ada tanggal terbit yang pasti.

Kontroversi
Seperti beberapa band black metal, Mayhem sering dihubungakan dengan neo-Nazisme. Tuduhan-tuduhan ini didasarkan oleh pernyataan-pernyataan rasis Hellhammer, foto Necrobutcher di depan Reichskriegsflagge dan merchandise band dengan emblem Totenkopf dan logo Nasjonal Samling. Logo ini dianggap ilegal di Norwegia karena rasis. Sampai saat ini tidak ada pernyataan resmi dari anggota-anggota Mayhem.

Hating Your Self

When we don’t know who to hate, we hate ourselves.? —Chuck Palahniuk

Gue benci diri gue sendiri, dan kayaknya gue ga sendirian. (Maksudnya ada orang lain yang membenci diri mereka juga, bukannya membenci gue hehe.)

Di 43Things.com setidaknya ada 135 orang yang menyatakan bahwa Stop hating myself sebagai tujuan mereka. Bahwa mereka pengen berenti ngebenci diri mereka sendiri.

Membenci diri sendiri kayaknya merupakan salah satu gejala manusia modern.

Lagipula how can we not hate ourself? Begitu banyak hal di luar sana yang kayaknya berkonspirasi membuat kita ngerasa ga enak sama diri kita sendiri.

Temen kuliah yg kayaknya lebih sukses, temen SMA yang lebih pinter, lebih cantik/ganteng, lebih keren, lebih banyak testimonialnya di *Friendster, pakar kurang ajar, berita korupsi, berita kriminal, tim sepak bola unggulan kalah, blog lain yg lebih keren (hehe), bencana alam, dan so on dan so on.

Dengan segitu banyak sebab untuk kita sebel ama diri kita sendiri, adalah sebuah keajaiban kita masih jadi mahluk yang bangun di pagi hari dan mau ketemu orang lain.

Terus apa obatnya? Banyak.

Salah satu pengobatan dari kebencian pada diri sendiri ini adalah dengan menyenderkan diri pada keburukan orang lain. bigsmile

Film-film, cerita fiksi dan infotainment sudah mengajarkan kita dengan telaten bahwa (gasp!) ga ada orang yg sempurna, dan Thank God for that!

Lihat lebih dekat dan kamu bakal menemukan banyak kekurangan semua orang. Ceburkan diri kamu dalam kenyataan itu, dan bersyukur: ya mendingan gue biasa-biasa tapi gak korupsi, ya mendingan gue masih jomblo daripada diselingkuhin, ya mendingan gue ga punya mobil orang harga bensin naik terus, ya mendingan gue bukan artis tapi ga kena AIDS dst.


Kalo perasaan kamu udah lebih enak maka selamat(!), kebencian diri kamu cuma berada pada level elementary. Masih ringan. Kurangi mikirin orang lain dan coba pikirin mereka yang lebih ga beruntung daripada kamu, maka kamu akan sembuh. (istilah keagamaannya adalah “bersyukur”.)

Tapi bagaimana kalo perasaan benci pada diri sendiri itu bukan datang dari luar, tapi dari dalam diri kamu sendiri?

Ini adalah level intermediate yang lebih berat.

Penyebab dari kebencian ini biasanya adalah sesuatu yang kita sesali. Sesuatu yg kita lakukan, atau yang tidak kita lakukan. Sesuatu yang kita tahu harusnya kita lakukan, tapi tidak kita lakukan.

Sesuatu yang kita tahu jelek untuk kita, tapi tetap kita lakukan juga.

Nah ada dua alternatif solusi dari masalah diatas.

Satu, yaa kerjain apa yang harusnya lakukan dong. Cari tahu kenapa kamu tidak lakukan yg harusnya kamu lakukan itu. Apa karena malas? Takut? Tidak percaya diri? Atau apa?

Cari penyebabnya dan hadapi.

Dan kalo kamu sukses mengatasinya, maka selamat! Anda layak dapat bintang.

Kamu adalah termasuk golongan mereka yang overachiever, yang percaya pada diri mereka sendiri, mau melakukan sesuatu dan berhasil melakukannya. Kamu termasuk 1% dari umat manusia dan juga akan mati duluan karena kanker. (hehehe kidding!)

Karena the rest of us ga bisa melakukan apa yang kamu lakukan, maka kami harus tetap membenci kamu(!) tentunya yang pertama dan kemudian membenci diri kami sendiri karena kenapa ga bisa seperti kamu.


Rahasianya adalah, karena kita membenci diri kita sendiri bukan karena sesuatu yg tidak kita lakukan atau kerjakan, tapi kita membenci diri kita sendiri justru karena diri kita sendiri.

We hate ourselves not because of what we do or what we don’t do, but because of who we are.

Dan kita ga bisa mengubah who we are.

We are what we are kata orang-orang bijak. Dengan naluri dan instink yang sudah menjadi bagian dari diri kita.

Kamu ga bisa jadi orang lain. Kamu ga bisa jadi saya dan saya ga bisa jadi kamu. Kita adalah kita.

Dan kalo kita membenci diri kita, karena kita adalah kita, maka… ya itu adalah kita. smile

Dan siapalagi yang bisa kita benci dengan bebas kalo bukan diri kita sendiri?

Dan setelah kamu menyadari ini, membenci diri sendiri bukan soal besar kok. Biasa aja. Agak membosankan malah. Ada yang baru ga?

Minimal dengan menyadari bahwa kita adalah kita dan ga ada yg bisa kita lakukan untuk mengubah kita, maka kita akan berhenti menghabiskan waktu setiap saat berusaha menjadi diri kita yang lebih baik dan mulai menikmati hidup apa adanya. (anjis kalimatnya panjang)

Dan sesekali, saat kamu bener-bener sebel ama diri kamu sendiri, dan bener-bener down salahin perasaan itu sama sesuatu yang ada diluar kendali kamu, seperti bulan purnama.

Oh, lagi bulan purnama, pantes gue down gini. Oh, lagi hujan pantes gue down gini. Oh, lagi tanggal tua, pantes gue down gini. Oh, lagi hari kamis, pantes gue down gini. Oh, lagi bulan Oktober, pantes gue down gini. Oh, lagi tahun genap, pantes gue down gini. Dst.

Dan kalo masih juga (MASIH?) benci sama diri kamu sendiri, kamu boleh salahin posting blog ini.

Di lain waktu kamu mikir, kok gue benci ya ama diri gue sendiri, inget posting ini. Posting ini penyebabnya!

Yap. Posting ini. Tepat disini, saat ini. Gue menyerahkan posting blog ini untuk kamu jadikan semua sebab kenapa kamu benci sama diri kamu sendiri.

Dengan satu syarat bahwa kamu harus tersenyum setelah mikir itu. Ayo senyum! smile

Senyum sekarang juga, karena besok bakal lebih buruk.





thanxs 4 mr Enda

TENTANG RELATIONSHIP

If the only way I can be with you is in my dreams, then I will sleep forever.
—anonymous


Hal pertama yang menarik dari relationship adalah kenyataan bahwa kata ini (seperti juga penis hehe) tidak memiliki padanan yang pas dalam bahasa Indonesia.

Misalnya, ketika kita menterjemahkan pilihan status di Friendster yaitu, in relationship.

Menurut kamus.net, maka terjemahan dari in relationship haruslah antara “dalam sebuah hubungan” atau “memiliki pertalian”, keduanya tidak mencakup kedalaman makna dari “in relationship” itu sendiri.

Hubungan apa? Pertalian apa?

In relationship mengindikasikan sebuah hubungan romantis dan seksual, unsur yang hilang maknanya dalam “hubungan” atau “pertalian”.


Hal kedua adalah dari sesuatu yang gue dapat dari om Steve Pavlina, seorang Blogger dan self-described personal development guru di postingnya tentang relationship.

Disitu dia bilang bahwa salah satu hal paling penting yang dia pelajari adalah relationship yang kita punya dengan orang lain adalah proyeksi dari relationship yang kita punya dengan diri kita sendiri. Relationship eksternal dan relationship internal adalah sebuah barang yang sama dengan nama yang berbeda.

Lebih jauh dia menambahkan bahwa semua relationship yang kita miliki hanyalah eksis dalam imajinasi, pikiran dan kepala kita. O how is this true.

Menurut dia, karena dua hal ini, eksternal dan internal itu sama, maka seperti apapun bentuk, jenis, dan kualitas yang kita harapkan dari relationship kita dengan orang lain itulah pula yang kita miliki dengan diri kita sendiri.

Konsekwensinya jika kita ingin meningkatkan kualitas relationship kita dengan seseorang, maka yang perlu kita lakukan adalah melakukan hal yang sama pada diri kita sendiri.

Kita ingin lebih disayang pacar, maka lebih sayangilah diri kita sendiri.

Kita benci sama seorang teman kerja yang nyinyir dan sirikan, maka mungkin kita perlu berhenti nyinyir dan sirik dengan diri kita sendiri.

Kita sebel sama pakar serba bisa yang selalu muncul di TV dan cari-cari perhatian, maka mungkin kita juga ingin tampil di TV dan disebut pakar?


Relationship kita dengan dengan orang lain adalah proyeksi relationship kita dengan diri kita sendiri, dan semua itu hanya eksis dalam kepala kita.

Bahkan untuk relationship yang sudah kita konfirmasikan (saya suka kamu, kamu suka saya ga?) pun kita tidak punya standar objektif untuk menilai relationship tersebut, thus relationship yang kita punya adalah relationship yang kita bayangkan.

Gue bahkan bisa mengklaim bahwa 90% dari seluruh relationship di dunia ini hanya berada dalam dunia alam pikiran dan tidak pernah terbukti di dunia nyata.

Itu kenapa ada cinta yang tidak terbalas dan ada dukun yang bertindak.

Dan karena cuma ada di kepala, relationship bisa hadir seketika dan sekejap dengan siapa saja dan apa saja yang kita mau.

Kamu bisa punya relationship dengan office boy di kantor kamu (menurut kamu dia baik, menurut dia kamu pelit kembalian beli nasi bungkus Rp 2000 aja diminta)

Kamu bisa punya relationship dengan SPG yang nawarin HP terbaru di mall (menurut kamu dia suka kamu, menurut dia kamu rupiah berjalan).

Kamu bisa punya relationship dengan boss kamu (menurut kamu dia wangi, gagah dan ganteng, menurut dia kamu mirip dengan anaknya)

Dan kamu juga punya relationship dengan bokap dan nyokap kamu, dengan kakak dan adik kamu, dengan anak kamu, dengan teman-teman kamu.

Jutaan relationship lahir, muncul, mati dan lenyap dalam sehari.

Ga hanya dengan tokoh nyata yang ada di hidup kamu, kita juga memiliki relationship dengan banyak pihak lain.

Dengan bintang sinetron yang muncul di acara gosip (pasti orangnya baik), dengan penyiar radio yang kamu dengar suaranya (pasti orangnya seksi), dengan model yang muncul di majalah (kok dia senyum mulu ya sama gue, duh matanya), dengan blog seleb yang kamu baca blognya (wah pasti orangnya baik budi dan tidak sombong, jagoan lagi pula pintar, hihihihi)

Setiap relationship bersifat pribadi dan kita yakini berjalan dua arah, karena itu di setiap relationship kita percaya bahwa mereka yang kita bayangkan ini memiliki relationship juga dengan kita.

Well, mungkin tidak sekarang karena kita belum pernah ketemu, tapi nanti kalo bersama kita percaya bahwa relationship nanti itu akan seperti yang kita pikirkan.

Ini sebabnya waktu SMP dan SMA dulu ada temen-temen gue yang cinta mati-matian dengan seorang gadis, tanpa merasa perlu memberitahukan perasaannya sama orangnya tersebut.

Kenal aja ga, ngomong aja ga pernah but yet karena besarnya perasaan yang dia rasa terhadap si gadis maka harusnya si dia yang dipuja bisa merasakan perasaannya, dan mereka merasa berada dalam sebuah relationship.


Relationship dalam kepala semata ini juga terjadi dengan banyak hal lain.

Dengan si putih, kucing piaraan yang seolah mengerti perasaan kita.

Dengan gitar yang jadi teman sejati menemani sepi di malam minggi (hihi biar berima).

Dengan motor tunggangan jantan setia mengantar kemana saja.

Dengan buku, komputer, dengan blog (!), dengan rumah, dengan kota.

Masing-masing kita merasa memiliki relationship dua arah dengan mereka semua dan percaya mereka pun dengan kita, padahal bagaimana bisa kalau mereka merasa saja tidak?


Dan yang terbesar dan paling akbar tentu relationship kita dengan Yang Diatas Sana (YDS).

Kita merasa bersalah ketika melanggar perintah-Nya. Yakin ketika kita berjalan di jalan-Nya. Percaya diri ketika mendapat petunjuk-Nya.

Kita meminta, memohon, menangis dan mengampun padanya.

Dengan cari kita masing-masing, kita membangun relationship dengan-Nya.

Walaupun relationship tidak ada padanannya dalam Bahasa Indonesia.




thanxs 4 Enda N !!

NASEHAT BUAT CEWEK

Untuk membentuk bibir yang menawan, Ucapkan kata-kata kebaikan.

Untuk mendapatkan mata yang indah, Carilah kebaikan pada setiap orang yang anda jumpai.

Untuk mendapatkan bentuk badan yang langsing, Berbagilah makanan dengan mereka yang kelaparan.

Untuk mendapatkan rambut yang indah, Mintalah seorang anak kecil untuk menyisirnya dengan jemarinya setiap hari.

Untuk mendapatkan sikap tubuh yang indah, Berjalanlah dengan segala ilmu pengetahuan, Dan anda tidak akan pernah berjalan sendirian. Manusia, jauh melebihi segala ciptaan lain, Perlu senantiasa berubah, diperbaharui, dibentuk kembali, dan diampuni.

Jadi, jangan pernah kucilkan seseorang dari hati anda Apabila anda sudah melakukan semuanya itu, Ingatlah senantiasa, Jika suatu ketika anda membutuhkan pertolongan, Akan senantiasa ada tangan terulur.

Dan dengan bertambahnya usia anda, Anda akan semakin mensyukuri telah diberi dua tangan, Satu untuk menolong diri anda sendiri, Dan satu lagi untuk menolong orang lain.

Kecantikan wanita bukan terletak pada pakaian yang dikenakannya, Bukan pada bentuk tubuhnya, atau cara dia menyisir rambutnya.

Kecantikan wanita terdapat pada matanya, cara dia memandang dunia. Karena di matanyalah terletak gerbang menuju ke setiap hati manusia, Di mana cinta dapat berkembang.

Kecantikan wanita, bukan pada kehalusan wajahnya, Tetapi kecantikan yang murni, terpancar pada jiwanya, Yang dengan penuh kasih memberikan perhatian dan cinta yang dia berikan Dan kecantikan itu akan tumbuh sepanjang waktu.





BASMI VIRUS TANPA ANTIVIRUS

Setelah merasa senang (?!?!) akan hadirnya anak-anak bangsa yang sudah mulai jago bikin virus, akhirnya bosen juga..... abisan gitu-gitu doang. Contoh : Kangen, Riyani Jangkaru, Brontok, trus Romantic Devil. Ah itu mah cemen abis.


Caranya gampang siapin aja :
1. Virusnya (kalo gak punya, bisa minta ama warnet2 terdekat hohoho)
2. Hijack Tools yang bs di download di
http://www.spywareinfo.com/~merijn/downloads.html
3. Tidak diperlukan keahlian yang amat sangat.

Ternyata virus-virus local emang memiliki ciri yang sangat khas diantaranya mendisablekan run, regedit, task manager, sama search. Untuk brontok penduplikatan diri hanya berbatas penduplikatan file .EXE tapi kalo Romantic Devils lebih canggih, virus ini selain menduplikatkan diri juga mengirimkan string ke registry seiring penduplikatannya itu, tapi cuman butuh 10 menit buatlinnya hohoho.

Oke langsung saja :

1. Aktifin HijackThis

2. Trus cari :

HKCU\Software\Microsoft\Windows\CurrentVersion\Policies,DisableRegedit=1, langsung klik [Fix checked], ini buat balikin fungsi regedit.

Trus Cari yang sekiranya mencurigakan, contoh bron-spizaetus, empty.pif, bronstab.exe. kalo kangen ccapps, kalo romantic devil sysria dll.

3. Sekarang masuk ke regedit (kita belum ngaktifin run, jadi lewat manual ke windows\regedit), trus cari yang aneh-aneh misal kalo brontok cari
values : bron-spizaetus, tok-cirrhatus, dll. Trus langsung hapus bleh

4. Nah buat balikin fungsi yang di matiin (Run, Search, Folder Options) cari di
HKEY_CURRENT_USER\Software\Microsoft\Windows\CurrentVersion\Policies\Explorer, trus langsung delete aja, atau ubah stringnya jadi (0). Misalnya
NoRun Reg_dword 0x00000000 (1) di ubah jadi NoRun Reg_dword 0x00000000 (0). Arti dari 1 adalah true dan 0 adalah false itu kata dosen COA gw.

5. Kemudian search *.exe, cari yang ukuran filenya sama dan ikon berbentuk folder tanpa dosa (20 kb, 40 kb, 80kb tergantung variantnya). Trus hapus.

6. Sekarang tinggal nunggu virus baru dan siap basmi.



Thx to All jasakom community dan S’to.










SAD MAN

No one knows what it's like
To be the bad man
To be the sad man
Behind blue HEART
And no one knows
What it's like to be hated
To be fated to telling only lies

But my dreams they aren't as empty
As my conscience seems to be
I have hours, only lonely
My love is vengeance
That's never free

No one knows what its like
To feel these feelings
Like i do, and i blame you!
No one bites back as hard
On their anger
None of my pain and woe
Can show through


No one knows what its like
To be mistreated, to be defeated
Behind blue eyes
No one knows how to say
That they're sorry and don't worry
I'm not telling lies

No one knows what its like
To be the bad man, to be the sad man
Behind blue heart

Dedicated for someone
cry

TAHU DIRI

o Anggiev cuma seorang yang belajar tentang hidup, di saat terlalu banyak hal dalam hidup yang sulit di pahami even my self. Pengetahuan tentang diri adalah kunci pengetahuan tentang Tuhan, sesuai dengan Hadits: "Dia yang mentetahui dirinya sendiri, akan mengetahui Tuhan," dan sebagaimana yang tertulis di dalam al-Qur'an: "Akan Kami tunjukkan ayat-ayat kami di dunia ini dan di dalam diri mereka, agar kebenaran tampak bagi mereka." Nah, tidak ada yang lebih dekat kepada anda kecuali diri anda sendiri. Jika anda tidak mengetahui diri anda sendiri, bagaimana anda bisa mengetahui segala sesuatu yang lain. Jika anda berkata" "Saya mengetahui diri saya"- yang berarti bentuk luar anda; badan, muka dan anggota-anggota badan lainnya - pengetahuan seperti itu tidak akan pernah bisa menjadi kunci pengetahuan tentang Tuhan. Demikian pula halnya jika pengetahuan anda hanyalah sekedar bahwa kalau lapar anda makan, dan kalau marah anda menyerang seseorang; akankah anda dapatkan kemajuan-kemajuan lebih lanjut di dalam lintasan ini, mengingat bahwa dalam hal ini hewanlah kawan anda?

Pengetahuan tentang diri yang sebenarnya, ada dalam pengetahuan tentang hal-hal berikut ini:

Siapakah anda, dan dari mana anda datang? Kemana anda pergi, apa tujuan anda datang lalu tinggal sejenak di sini, serta di manakah kebahagiaan anda dan kesedihan anda yang sebenarnya berada? Sebagian sifat anda adalah sifat-sifat binatang, sebagian yan glain adalah sifat-sifat setan dan selebihnya sifat-sifat malaikat. Mestai anda temukan, mana di antara sifat-sifat ini yan gaksidental dan mana yan gesensial (pokok). Sebelum anda ketahui hal ini, tak akan bisa anda temukan letak kebahagiaan anda yang sebenarnya.
Pekerjaan hewan hanyalah makan, tidur dan berkelahi. Oleh karena itu, jika anda seekor hewan, sibukkan diri anda dengan pekerjaan-pekerjaan ini. Setan selalu sibuk mengobarkan kejahatan, akal bulus dan kebohongan. Jika anda termasuk dalam kelompok mereka, kerjakan pekerjaan mereka. Malaikat-malaikat selalu merenungkan keindahan Tuhan dan sama sekali bebas dari kualitas-kualitas hewan. Jika anda punya sifat-sifat malaikat, maka berjuanglah untuk mencapai sifat-sifat asal anda agar bisa anda kenali dan renungi Dia Yang Maha Tinggi, serta merdeka dari perbudakan nafsu dan amarah. Juga mesti anda temukan sebab-sebab anda diciptakan dengan kedua insting hewan ini: mestikah keduanya menundukkan dan memerangkap anda, ataukah anda yang mesti menundukkan mereka dan - dalam kemajuan anda - menjadikan salah satu di antaranya sebagai kuda tunggangan serta yang lainnya sebagai senjata.

Langkah pertama menuju pengetahuan tentang diri adalah menyadari bahwa anda terdiri dari bentuk luar yang disebut sebagai jasad, dan wujud dalam yang disebut sebagai hati atau ruh. Yang saya maksudkan dengan "hati" bukanlah sepotong daging yang terletak di bagian kiri badan, tetapi sesuatu yang menggunakan fakultas-fakultas lainnya sebagai alat dan pelayannya. Pada hakikatnya dia tidak termasuk dalam dunia kasat-mata, melainkan dunia maya; dia datang ke dunia ini sebagai pelancong yan gmengunjungi suatu negeri asing untuk keperluan perdagangan dan yang akhirnya akan kembali ke tanah asalnya. Pengetahuan tentang wujud dan sifat-sifatnya inilah yang merupakan kunci pengetahuan tentang Tuhan.

Beberapa gagasan tentang hakikat hati atau ruh bisa diperoleh seseorang yang mengatupkan matanya dan melupakan segala sesuatu di sekitarnya selain individualitasnya. Dengan demikian, ia juga akan memperoleh penglihatan sekilas akan sifat tak berujung dari individualitas itu. Meskipun demikian, pemeriksaan yang terlalu dekat kepada esensi ruh dilarang oleh syariat. Di dalam al-Qur'an tertulis: "Mereka bertanya kepadamu tentang ruh. Katakan: Ruh itu adalah urusan Tuhanku." (QS 17:85). Yang bisa diketahui adalah bahwa ia merupakan suatu esensi tak terpisahkan yang termasuk dalam dunia titah, dan bahwa ia tidak berasal dari sesuatu yang abadi, melainkan diciptakan. Pengetahuan filosofis yang tepat tentang ruh bukanlah merupakan pendahuluan yang perlu untuk perjalanan di atas lintasan agama, melainkan muncul lebih sebagai akibat disiplin-diri dan kesabaran berada di atas lintasan itu, sebagaimana dikatakan dalam al-Qur'an: "Siapa yang berjuang di jalan Kami, pasti akan Kami tunjukkan padanya jalan yan glurus." (QS 29:69).

Untuk melanjutkan peperangan ruhaniah demi mendapatkan pengetahuan tentang diri dan tentang Tuhan, jasad bisa digambarkan sebagai suatu kerajaan, jiwa (ruh) sebagai rajanya serta berbagai indera dan fakultas lain sebagai tentaranya. Nalar bisa disebut sebagai wazir atau perdana menteri, nafsu sebagai pemungut pajak dan amarah sebagai petugas polisi. Dengan berpura-pura mengumpulkan pajak, nafsu terus-menerus cenderung untuk merampas demi kepentingannya sendiri, sementara amarah selalu cenderung kepada kekasaran dan kekerasan. Pemungut pajak dan petugas polisi keduanya harus selalu ditempatkan di bawah raja, tetapi tidak dibunuh atau diungguli, mengingat mereka memiliki fungsi-fungsi tersendiri yang harus dipenuhinya. Tapi jika nafsu dan amarah menguasai nalar, maka - tak bisa tidak - keruntuhan jiwa pasti terjadi. Jiwa yang membiarkan fakultas-fakultas yang lebih rendah untuk menguasai yang lebih tinggi ibarat seseorang yang menyerahkan seorang bidadari kepada kekuasaan seekor anjing, atau seorang muslim kepada tirani seorang kafir.

Penanaman kualitas-kualitas setan, hewan ataupun malaikat menghasilkan watak-watak yang sesuai dengan kualitas tersebut - yang di Hari Perhitungan akan diwujudkan dalam bentuk kasat-mata, seperti nafsu sebagai babi, ganas sebagai anjing dan serigala, serta suci sebagai malaikat. Tujuan disiplin moral adalah untuk memurnikan hati dari karat-nafsu dan amarah, sehingga bagaikan cermin yan gjernih, ia memantulkan cahaya Tuhan.

Barangkali di antara pembaca ada yang akan berkeberatan, "Tapi jika manusia telah diciptakan dengan kualitas-kualitas hewan, setan dan malaikat, bagaimana bisa kita ketahui bahwa kualitas malaikat merupakan esensinya yang sebenarnya, sementara kualitas hewan dan setan hanyalah aksidental dan peralihan belaka?" Atas pertanyaan ini, saya jawab bahwa esensi tiap makhluk adalah sesuatu yang tertinggi di dalam dirinya dan khas baginya. Kuda dan keledai kedua-duanya adalah hewan pengangkut beban, tetapi kuda lebih unggul dari keledai karena ia dimanfaatkan untuk perang. Jika gagal dalam hal ini, ia pun terpuruk ke tingkatan binatang pengangkut beban. Fakultas tertinggi di dalamnya adalah nalar yang menjadikannya bisa merenung tentang Tuhan. Jika fakultas ini dominan dalam dirinya, maka ketika mati dia tinggalkan di belakangnya segenap kecenderungan kepada nafsu dan amarah, sehingga memungkinkannya berkawan dengan para malaikat. Dalam hal pemilikan kualitas-kualitas hewan, manusia kalah dibanding banyak hewan, tetapi nalar membuatnya lebih unggul dari mereka, sebagaimana tertulis di dalam al-Qur'an: "Telah Kami tundukkan segala sesuatu di atas bumi untuk manusia" (QS 45:13). Tetapi jika kecenderungan-kecenderungannya yang lebih rendah yang menang, maka setelah kematiannya, dia akan selamanya menghadap ke bumi dan mendambakan kesenangan-kesenangan duniawi.

Selanjutnya, jiwa rasional di dalam manusia penuh dengan keajaiban-keajaiban pengetahuan maupun kekuatan. Dengan itu semua ia menguasai seni dan sains, ia bisa menempuh jarak dari bumi ke langit bolak-balik secepat kilat, dan mampu mengatur lelangit dan mengukur jarak antar bintang. Dengan itu juga ia bisa menangkap ikan dari lautan dan burung-burung dari udara, serta bisa menundukkan binatang-binatang seperti gajah, unta dan kuda.

Pancainderanya bagaikan lima pintu yang terbuka menghadap ke dunia luar. Tetapi ajaib dari semuanya ini, hatinya memiliki jendela yang terbuka ke arah dunia ruh yang tak kasat-mata. Dalam keadaan tertidur, ketika saluran inderanya tertutup, jendela ini terbuka dan ia menerima kesan-kesan dari dunia tak-kasat-mata; kadang-kadang bisa ia dapatkan isyarat tentang masa depan. Hatinya bagaikan sebuah cermin yang memantulkan segala sesuatu yang tergambar di dalam Lauhul-mahfuzh. Tapi, bahkan dalam keadaan tidur, pikiran-pikiran akan segala sesuatu yang bersifat keduniaan akan memburamkan cermin ini, sehingga kesan-kesan yang diterimanya tidak jelas. Meskipun demikian setelah mati pikiran-pikiran seperti itu sirna dan segala sesuatu tampak dalam hakikat-telanjangnya. Dan kata-kata di dalam al-Qur'an pun menyatakan: "Telah Kami angkat tirai darimu dan hari ini penglihatanmu amat tajam."

Membuka sebuah jendela di dalam hati yang mengarah kepada yan gtak-kasat-mata ini juga terjadi di dalam keadaan-keadaan yang mendekati ilham kenabian, yakni ketika intuisi timbul di dalam pikiran - tak terbawa lewat saluran-indera apa pun. Makin seseorang memurnikan dirinya dari syahwat-syahwat badani dan memusatkan pikirannya pada Tuhan, akan makin pekalah ia terhadap intuisi-intuisi seperti itu. Orang-orang yang tidak sadar akan hal ini tidak punya hak untuk menyangkal hakikatnya.

Intuisi-intuisi seperti itu tidak pula terbatas hanya pada tingkatan kenabian saja. Sebagaimana juga besi, dengan memolesnya secukupnya, ia akan bisa dijelmakan menjadi sebuah cermin. Jadi, dengan disiplin yang memadai, pikiran siapa pun bisa dijadikan mampu menerima kesan-kesan seperti itu. Kebenaran inilah yang diisyaratkan oleh Nabi ketika beliau berkata: "Setiap anak lahir dengan suatu fitrah (untuk menjadi muslim); orang tuanyalah yang kemudian membuatnya menjadi seorang Yahudi, Nasrani atau Majusi." Setiap manusia, di kedalaman kesadarannya, mendengar pertanyaan "Bukankah Aku ini tuhanmu?" dan menjawab "Ya". Tetapi ada hati yang menyerupai cermin yang telah sedemikian dikotori oleh karat dan kotoran sehingga tidak lagi memberikan pantulan-pantulan yang jernih. Sementara hati para nabi dan wali, meskipun mereka juga mempunyai nafsu seperti kita, sangat peka terhadap segenap kesan-kesan ilahiah.

Bukan hanya dengan nalar pengetahuan capaian dan intuitif saja jiwa manusia bisa menempati tingkatan palin gutama di antara makhluk-makhluk lain, tetapi juga dengan nalar kekuatan. Sebagaimana malaikat-malaikat berkuasa atas kekuatan-kekuatan alam, demikian jugalah jiwa mengatur anggota-anggota badan. Jiwa yang telah mencapai suatu tingkatan kekuatan khusus, tidak saja mengatur jasadnya sendiri, melainkan juga jasad orang lain. Jika mereka ingin agar seseorang yang sakit bisa sembuh, maka si sakit pun akan sembuh, atau menginginkan seseorang yang sehat agar jatuh sakit, maka sakitlah orang itu, atau jika ia inginkan kehadiran seseorang, maka datanglah orang itu kepadanya. Sesuai dengan baik-buruknya akibat yang ditimbulkan oleh jiwa yang sangat kuat ini, hal tersebut diistilahkan sebagai mukjizat dan sihir. Jiwa ini berbeda dari orang biasa dalam tiga hal:

Yang hanya dilihat oleh orang-orang lain sebagai mimpi, mereka lihat pada saat-saat jaga.
Sementara kehendak orang lain hanya mempengaruhi jasad mereka saja, jiwa ini, dengan kekuatan kehendaknya, bisa pula menggerakan jasad-jasad di luar mereka.
Pengetahuan yang oleh orang lain diperoleh dengan belajar secara sungguh-sungguh, sampai kepada mereka lewat intuisi.
Tentunya bukan hanya tiga tanda ini sajalah yang membedakan mereka dari orang-orang biasa, tetapi hanya ketiganya itulah yang bisa kita ketahui. Sebagaimana halnya, tidak ada sesuatu pun yang mengetahui sifat-sifat Tuhan yang sebenarnya, kecuali Tuhan sendiri, maka tak ada seorang pun yang mengetahui sifat sebenarnya seorang Nabi, kecuali seorang Nabi. Hal ini tak perlu kita herankan, sama halnya dengan di dalam peristiwa sehari-hari kita melihat kemustahilan untuk menerangkan keindahan puisi pada seseorang yan gtelinganya kebal terhadap irama, atau menjelaskan keindahan warna kepada seseorang yang sama sekali buta. Di samping ketidakmampuan, ada juga hambatan-hambatan lain di dalam pencapaian kebenaran ruhaniah. Salah satu di antaranya adalah pengetahuan yang dicapai secara eksternal. Sebagai misal, hati bisa digambarkan sebagai sumur dan pancaindera sebagai lima aliran yang dengan terus-menerus membawa air ke dalamnya. Agar bisa menemukan kandungan hati yang sebenarnya, maka aliran-aliran ini mesti dihentikan untuk sesaat dengan cara apa pun dan sampah yang dibawa bersamanya mesti dibersihkan dari sumur itu. Dengan kata lain, jika kita ingin sampai kepada kebenaran ruhani yang murni, pada saat itu mesti kita buang pengetahuan yang telah dicapai dengan proses-proses eksternal dan yang sering sekali mengeras menjadi prasangka dogmatis.

Kesalahan dari jenis lain, berlawanan dengan itu, dibuat oleh orang-orang yang dangkal yang - dengan menggemakan beberapa ungkapan yang mereka tangkap dari guru-guru Sufi - ke sana ke mari menyebarkan kutukan terhadap semua pengetahuan. Ia bagaikan seseorang yang tidak capak di bidang kimia menyebarkan ucapan: "Kimia lebih baik dari emas," dan menolak emas ketika ditawarkan kepadanya. Kimia memang lebih baik dari emas, tapi para ahli kimia sejati amatlah langka, demikian pula Sufi-sufi sejati. Seseorang yang hanya memiliki pengetahuan yang dangkal tentang tasawuf, tidak lebih unggul daripada seorang yang terpelajar. Demikian pula seseorang yang baru mencoba beberapa percobaan kimia, tidak punya alasan untuk merendahkan seorang kaya.

Setiap orang yang mengkaji persoalan ini akan melihat bahwa kebahagiaan memang terkaitkan dengan pengetahuan tentang Tuhan. Tiap fakultas dalam diri kita senang dengan segala sesuatu yang untuknya ia diciptakan. Syahwat senang memuasi nafsu, kemarahan senang membalas dendam, mata senang melihat obyek-obyek yang indah, dan telinga senang mendengar suara-suara yang selaras. Fungsi tertinggi jiwa manusia adalah pencerapan kebenaran, karena itu dalam mencerap kebenaran tersebut ia mendapatkan kesenangan tersendiri. Bahkan soal-soal remeh, seperti mempelajari catur, juga mengandung kebaikan. Dan makin tinggi materi subyek pengetahuan didapatnya, makin besarlah kesenangannya. Seseorang akan senang jika dipercayai untuk jabatan Perdana Menteri, tetapi betapa lebih senangnya ia jika sang raja sedemikian akrab dengannya sehingga membukakan soal-soal rahasia baginya.

Seorang ahli astronomi yang dengan pengetahuannya bisa memetakan bintang-bintang dan menguraikan lintasan-lintasannya, mereguk lebih banyak kenikmatan dari pengetahuannya dibanding seorang pemain catur. Setelah mengetahui bahwa tak ada sesuatu yang lebih tinggi dari Allah, maka betapa akan besarnya kebahagiaan yang memancar dari pengetahuan sejati tentang-Nya itu!

Orang yang telah kehilangan keinginan akan pengetahuan seperti ini adalah bagaikan seorang yang telah kehilangan seleranya terhadap makanan sehat, atau yang untuk hidupnya lebih menyukai makan lempung daripada roti. Semua nafsu badani musnah pada saat kematian bersamaan dengan kematian organ-organ yang biasa diperalat nafsu-nafsu tersebut. Tetapi jiwa tidak. Ia simpan segala pengetahuan tentang Tuhan yang dimilikinya, malah menambahnya.

Suatu bagian penting dari pengetahuan kita tentang Tuhan timbul dari kajian dan renungan atas jasad kita sendiri yang menampakkan pada kita kebijaksanaan, kekuasaan, serta cinta Sang Pencipta. Dengan kekuasan-Nya, Ia bangun kerangka tubuh manusia yang luar biasa dari hanya suatu tetesan belaka. Kebijakan-Nya terungkapkan di dalam kerumitan jasad kita serta kemampuan bagian-bagiannya untuk saling menyesuaikan, Ia perlihatkan cinta-Nya dengan memberikan lebih dari sekadar organ-organ yang memang mutlak perlu bagi eksistensi - seperti hati, jantung dan otak - tetapi juga yang tidak mutlak perlu - seperti tangan, kaki, lidan dan mata. Kepada semuanya ini telah Ia tambahkan sebagai hiasan hitamnya rambut, merahnya bibir dan melengkungnya bulu mata.

Manusia dengan tepat disebut sebagi 'alamushshaghir' atau jasad-kecil di dalam dirinya. Struktur jasadnya mesti dipelajari, bukan hanya oleh orang-orang yang ingin menjadi dokter, tetapi juga oleh orang-orang yang ingin mencapai pengetahuan yang lebih dalam tentang Tuhan, sebagaimana studi yang mendalam tentang keindahan dan corak bahasa di dalam sebuah puisi yang agung akan mengungkapkan pada kita lebih banyak tentang kejeniusan pengarangnya.

Di atas semua itu, pengetahuan tentang jiwa memainkan peranan yang lebih penting dalam membimbing ke arah pengetahuan tentang Tuhan ketimbang pengetauhan tentan gjasad kita dan fungsi-fungsinya. Jasad bisa diperbandingkan dengan seekor kuda dengan jiwa sebagai penunggangnya. Jasad diciptakan untuk jiwa dan jiwa untuk jasad. Jika seorang manusia tidak mengetahui jiwanya sendiri - yang merupakan sesuatu yang paling dekat dengannya - maka apa arti klaimnya bahwa ia telah mengetahui hal-hal lain. Kalau demikian, ia bagaikan seorang pengemis yang tidak memiliki persediaan makanan, lalu mengklaim bisa memberi makan seluruh penduduk kota.

Dalam bab ini kita telah berusaha sampai tingkat tertentu untuk memaparkan kebesaran jiwa manusia. Seseorang yang mengabaikannya dan menodai kapasitasnya dengan karat atau memerosotkannya, pasti menjadi pihak yang kalah di dunia ini dan di dunia mendatang. Kebesaran manusia yang sebenarnya terletak pada kapasitasnya untuk terus-menerus meraih kemajuan. Jika tidak, di dalam ruang temporal ini, ia akan menjadi makhluk yang paling lemah di antara segalanya - takluk oleh kelaparan, kehausan, panas, dingin dan penderitaan. Sesuatu yang paling ia senangi sering merupakan sesuatu yang paling berbahaya baginya. Dan sesuatu yang menguntungkannya tidak bisa ia peroleh kecuali dengan kesusahan dan kesulitan. Mengenai inteleknya, sekadar suatu kekacauan kecil saja di dalam otaknya sudah cukup untuk memusnahkan atau membuatnya gila. Sedangkan mengenai kekuatannya, sekadar sengatan tawon saja sudah bisa mengganggu rasa santai dan tidurnya. Mengenai tabiatnya, dia sudah akan gelisah hanya dengan kehilangan satu rupiah saja. Dan tentang kecantikannya, ia hanya sedikit lebih cantik daripada benda-benda memuakkan yang diselubungi dengan kulit halus. Jika tidak sering dicuci, ia akan menjadi sangat menjijikkan dan memalukan.

Sebenarnyalah manusia di dunia ini sungguh amat lemah dan hina. Hanya di dalam kehidupan yang akan datang sajalah ia akan mempunyai nilai, jika dengan sarana "kimia kebahagiaan" tersebut ia meningkat dari tingkat hewan ke tingkat malaikat. Jika tidak, maka keadaannya akan menjadi lebih buruk dari orang-orang biadab yan gpasti musnah dan menjadi debu. Perlu baginya untuk - bersamaan dengan timbulnya kesadaran akan keunggulannya sebagai makhluk terbaik - belajar mengetahui juga ketidakberdayaannya, karena hal ini juga merupakan salah satu kunci kepada pengetahuan tentang Tuhan.