***Tuggas Autobiografi***
Tuesday, November 11, 2008 2:32:17 PM
Biografi dibuat untuk meningkatkan kemampuan kita di bidang jurnalistik. Biografi merupakan cerita riwayat hidup seseorang. Kenalilah dirimu sebelum kau mencoba untuk mengenal dalamnya pikiran orang lain.
Biografi dapat menjadikan orang untuk mengenali dirinya sendiri. Pengenalan diri sangatlah dibutuhkan agar kita dapat mengetahui potensi yang kita miliki.
KELAHIRANKU
Pada tanggal 24 Juli tahun 1993 tepatnya pada hari Sabtu pukul 06.32 suasana hening di RS.Ananda Purwokerto terpecah dengan hadirnya suara isak tangis seorang bayi mungil nan cantik yang telah berhasil terlahir ke dunia yang sementara ini.
Bayi mungil nan cantik itu adalah anak kedua dari pasangan suami isteri bernama Zainal Abidin dan Elmi Zakijati. Bayi itu diberi nama ANINDITA RACHMADIANI ABIDIN, nama yang begitu indah yang memiliki sebuah arti yang menjadi harapan pasangan suami isteri itu. Bayi bernama Anindita itu adalah aku. Saat kelahiranku, semua keluargaku berada di Rumah Sakit Ananda yang juga merupakan tempat kakakku dilahirkan 3 tahun yang lalu. Mereka dengan setia menunggu untuk menyambut kehadiranku ke dunia ini. Proses kelahiranku berlangsung tidak terlalu lama dan Alhamdulillah semua berjalan lancar.
Keadaan aku dan ibuku pun baik-baik saja, hanya saja ibuku masih perlu istirahat setelah proses kelahiran yang melelahkan. Sebelum aku diperbolehkan untuk digendong oleh keluargaku, para suster memandikanku terlebih dahulu. Banyak sekali saudara-saudara dan juga teman-teman kedua orangtuaku yang silih berganti memasuki ruangan untuk melihat keadaan ibu dan juga aku.
Inilah cerita tentang proses kelahiranku. Walaupun tidak meriah namun ini sangat berarti dalam hidupku. Aku juga sangat senang karena kelahiranku ditunggu oleh keluargaku, itu berarti begitu banyak orang yang sayang padaku. Aku tidak akan melupakan kisah ini selama hidupku.[/COLOR]
MASA-MASA BALITAKU
.Masa balita adalah masa yang paling menyenangkan, menggemaskan, dan paling merepotkan kedua orang tua. Aku tahu kalau saat balita orangtua ku pasti repot sekali karena harus bangun tengah malam ketika aku menangis karena mengompol ataupun karena lapar.Pada saat usiaku menginjak 7 bulan aku sudah bisa merangkak, saat itu aku benar-benar harus diawasi. Aku mulai merambat-merambat berdiri saat usiaku memasuki 8 bulan. Saat itu barang-barang mudah pecah harus dijauhkan karena dapat membahayakanku. Aku terus belajar berdiri saat itu. Saat itu kemauanku yang besar mengalahkan ketakutanku, walaupun pada saat berdiri sering sekali aku jatuh.
Aku dapat berjalan saat aku berusia 1 tahun pada tanggal 24 Juli 1994 tepat pada saat perayaan ulang tahunku. Mungkin pada saat itu banyak teman-teman sebayaku yang sudah bisa berjalan, sehingga aku terdorong untuk dapat seperti mereka yang sudah bisa bermain-main bersama.

Pada saat aku berusia kurang lebih 2 tahun, aku mempunyai pengalaman yang sangat menarik. Pada saat itu ada pertunjukkan lumba-lumba di sebuah acara sirkus. Aku sangat ingin menonton lumba-lumba itu. Awalnya aku melihat lumba-lumba itu dari jauh, namun aku tidak puas melihatnya sehingga aku digendong ayahku untuk melihatnya dengan jarak yang sangat dekat. Ayahku duduk di pinggir kolam dalam keadaan masih menggendongku. Dan ternyata disana juga disediakan untuk foto bersama lumba-lumba, aku dan ayahku pun foto bersama lumba-lumba itu. Namun,saat pengambilan gambar lumba-lumba itu menciumku dan aku pun menangis sangat kencang pada saat itu. Mungkin aku menangis karena aku kaget dan geli bukan karena aku takut dengan lumba-lumba itu.
Aku tidak akan melupakan itu, dan foto saat aku menangis dicium lumba-lumba itupun masih ada sampai sekarang.
.mao liadt..?
MASA TK
Pada saat usiaku genap 4 tahun, ibuku menyekolahkan ku di sebuah TK yang bernama TK Aisiah di Purwokerto. Disini aku mulai bersosialisasi dengan anak-anak sebaya dan juga disini tempatku pertama kali menimba ilmu. Awal-awal aku bersekolah disini aku belum bisa bersosialisasi dan masih perlu ditemani ibuku. Seiring berjalannya waktu rasa maluku itupun dapat kutepis karena aku menemui banyak teman dan juga guru-guru yang sangat baik. Menurut cerita ibuku, di TK ini aku banyak disukai oleh guru-guru karena aku bukan hanya pintar membaca dan menulis tetapi aku juga sangat berani tampil di depan orang banyak. Kemampuanku itu terbukti pada saat aku harus berbicara di depan Bupati Banyumas di lapangan besar atau dikenal dengan alun-alun, disana aku disaksikan banyak orang namun tak ada sedikitpun rasa takut pada diriku. Karena prestasi-prestasiku yang cukup membanggakan itu akupun sangat disayangi oleh guru-guru disana. Namun aku hanya 1 tahun saja bersekolah disana.
Pada saat aku berusia 5 tahun setengah aku harus pindah ke Bandar Lampung. Menurut cerita ibuku pada saat aku ingin pindah, guru-guru dan juga kepala sekolah TK-ku sangat sedih merekapun sampai meneteskan air mata saat melepas kepergianku. Hal serupa juga dirasakan teman-temanku disana, meskipun kami masih seorang anak TK namun aku dan teman-teman sudah merasakan indahnya persahabatan.
Saat pertama aku bersekolah di TK baruku di TK AL-Azhar 4 B.Lampung, aku merasa tidak nyaman seperti sekolahku yang lama. Namun seiring berjalannya waktu akupun dapat membiasakan diri. Di sekolah ini aku tidak se-aktif yang dulu lagi, namun aku tetap berprestasi disini.
Waktupun terasa berjalan dengan cepat, tanpa terasa aku dan teman-temanku harus berpisah. Pada saat acara perpisahan aku dan teman-temanku tampil di panggung untuk menari tarian dari Lampung yaitu tari sembah. Kami berlatih dengan baik dan pada saat puncaknya pun kami berhasil tampil dengan baik.
Aku tidak akan melupakan masa-masa pertamaku bersekolah ini.
.kata orang" saat kcil aku anak yang suka tersenyum.
.like this.!!!
MASA SD
Pada saat aku berumur 6 tahun aku masuk SD dan aku pun bersekolah di SD AL-Azhar 1 B.Lampung. Alasan ibuku menyekolahkan ku di SD AL-Azhar adalah faktor jarak, karena rumahku sangat dekat dengan SD itu, akhirnya ibu menyekolahkanku disana. Aku sangat senang dengan suasana disini karena sudah banyak teman-teman yang kukenal dan kebetulan juga kakakku bersekolah disana sehingga ada yang menjagaku.
Di SD aku mulai merasakan malas untuk belajar. Sampai pada suatu ketika aku dimarahi ibuku karena aku menyembunyikan kertas ulanganku. Aku menyembunyikannya karena aku sangat takut sebab aku mendapatkan nilai 0. karena prestasiku yang menurun itu ibuku pun melarangku untuk menonton Tv dan banyak bermain. Dari mulai saat itu akupun mulai rutin untuk belajar dan tidak menonton Tv di malam hari lagi. Usaha ku itupun tidak sia-sia, pada kelas 1 semester akhir, aku berhasil mendapat ranking 1. Dari mulai kelas satu itupun aku selalu mendapat ranking 3 besar.
Prestasiku itu membawa aku ke berbagai perlombaan. Pada saat aku duduk di kelas 5 aku mengikuti olympiade pelajaran matematika. Tahap awal perlombaan adalah perlombaan tingkat kecamatan. Pada tingkat kecamatan ini aku berhasil lolos ke tahap yang berikutnya. Untuk tahap berikutnya aku harus bersaing dengan peserta-peserta lain yang berasal dari berbagai SD di B.Lampung. Walaupun aku tidak berhasil menjadi pemenang tetapi aku sangat senang dapat berpartisipasi disana. Aku juga senang karena disana aku mendapatkan teman baru yang berasal dari sekolah lain.
Tanpa terasa sekali aku sudah duduk di kelas 6. Disini aku mulai fokus dan rutin belajar untuk Ujian Akhir Sekolah. Ini pertama kalinya aku mengikuti ujian akhir sekolah. Saat tiba waktunya ujian sekolah, aku mengerjakannya dengan teliti.
Tepat pada hari pengumuman, detak jantung murid-murid pun berdetak dengan cepatnya. Kami menanti pengumuman seraya berdoa agar lulus.
Tak lama berselang pengumuman pun keluar, dan SD AL-Azhar B.Lampung dinyatakan LULUS 100%. Aku dan teman-temanku menarik nafas lega dan tak lupa kami ucapkan syukur Alhamdulillah kepada Allah SWT.
MASA SMP
Setelah beberapa hari berselang, pengumuman pun menyatakan bahwa aku masuk ke SMPN 4 B.Lampung. Walaupun aku tidak berhasil masuk ke SMPN 2 namun aku tidak merasa kecewa karena aku yakin ini adalah yang terbaik yang Allah berikan untukku.
Mulai saat itu kehidupan di masa SMP pun dimulai. Pada saat itu aku duduk di kelas 7b. Saat itu aku mengenal banyak teman yang berasal dari berbagai sekolah. Aku mulai mendapatkan banyak teman di SMPN 4 dan aku pun merasa senang karena guru-guru di SMPN 4 sangat baik dan sabar walaupun mereka sangat disiplin. SMPN 4 memang merupakan sekolah yang sangat disiplin, ini pertama kalinya aku merasakan kedisiplinan di sekolah karena pada saat aku masih duduk di bangku SD aku belum merasakan disiplin yang tinggi. Walaupun disini banyak peraturan yang menuntut kedisiplinan, namun aku yakin ini adalah kebijakan sekolah yang tujuannya sangat baik yaitu agar siswa dapat menjadi pribadi yang baik.
Pada kenaikan kelas 8 para siswa harus mengikuti tes penentuan kelas dengan tes tertulis. Setelah pengumuman keluar ternyata aku masuk ke kelas unggulan kedua yaitu 8G. Walaupun aku tidak dapat masuk ke kelas unggulan pertama yaitu kelas 8H, itu tidak menurunkan semangatku untuk belajar dan berusaha masuk ke kelas unggulan.
Pada kenaikan kelas 9, ternyata juga akan diadakan tes unuk penempatan kelas. Sebelum tes akupun belajar dengan sungguh-sungguh agar dapat masuk ke kelas unggulan yaitu kelas 9H. Ternyata usaha ku itu tidak sia-sia, setelah pengumuman ternyata aku berhasil masuk ke kelas 9H. Dikelas ini aku masih harus menyesuaikan diri dengan teman-teman disana karena mayoritas dari mereka adalah anak-anak dari kelas 8H. Seiring berjalannya waktu aku pun bisa menyesuaikan diri disana bahkan aku sudah mulai kompak dengan mereka. Aku juga sudah bisa menyesuaikan dengan guru-guru di kelas unggulan. Aku senang sekali karena aku bertemu guru-guru yang sangat pintar dan juga selalu memberi kami motivasi untuk menjadi siswa yang cerdas dalam pelajaran dan juga cerdas dalam berfikir.
Kelas ku ini juga mempunyai nama panggilan yaitu SAHEM. SAHEM adalah singkatan dari SAnak HEM atau bisa juga SembilAn HEM yang artinya anak-anak sembilan H. Dikelas ini kekeluargaannya sangat baik, anak-anak yang ada di dalamnya memiliki tingkat keinginan belajar yang sangat tinggi. Saat salah satu teman memiliki masalah di dalam pelajaran, teman yang bisa selalu mengajarinya, sehingga dalam satu kelas memiliki hubungan yang erat. Meskipun kami jarang sekali keluar kelas, namun kami tetap menjaga hubungan baik dengan kelas-kelas yang lain. Kami merasa walaupun status kelas kami adalah kelas unggulan yang menjadi barometer SMPN 4, kami tetap sama seperti anak-anak di kelas lain yang juga memiliki keinginan belajar yang tinggi.
.ni anak" sahem.
.qu di atas paling kiri.
Setiap hari senin sekolah kami memiliki program kelas terbersih dan kelas terkotor. Tujuannnya adalah untuk memotivasi siswa agar menjaga kenyamanan kelas. Siswa-siswi sangat antusias dalam perlombaan ini karena bagi yang kelasnya mendapat predikat kelas terbersih, akan mendapatkan hadiah dari sekolah. Alhamdulillah kelas kami selalu mendapatkan predikat kelas terbersih, itu karena aku dan teman-temanku sangat merasa nyaman belajar apabila kelas kami bersih. Sekolah kami pun beberapa kali memenangkan lomba kebersihan sebagai juara 1.
Disaat akhir semester adalah akhir yang sangat mendebarkan karena sebentar lagi kami akan mengikuti UN. Persiapan yang kami lakukan adalah belajar dan berlatih agar mendapat nilai yang memuaskan dan dapat lulus.
Saat UN berlangsung yang menjadi pengawas adalah guru dari sekolah lain agar tidak ada kecurangan dalam pengerjaan soal UN.
Kami harus menunggu pengumuman itu kira-kira selama 1 bulan. Sebelum pengumuman sekolah mengadakan acara perpisahan. Di penghujung acara ini kami semua sangat sedih karena harus berpisah dengan teman-teman dan juga guru-guru, kami juga sangat sedih harus meninggalkan SMPN 4. Sebelum pulang aku dan teman-teman berfoto bersama guru-guru dan staf-staf yang ada di SMPN 4.
Setelah lama menunggu, akhirnya hari pengumuman tiba. Saat itu kami semua dikumpulkan dilapangan untuk mendengarkan pengumuman. Saat pengumuman dibacakan sorak-sorai pun memenuhi sekolah karena SMP N 4 B.Lampung dinyatakan LULUS 100% dan mendapat peringkat pertama se-Bandar Lampung.
Kami semua menarik nafas lega, kami pun tak lupa mengucap syukur dan kami semua melakukan sujud syukur di lapangan sebagai tanda syukur kami pada Allah.
SAAT INI (SMA)
Alhamdulillah kuucap syukur kembali pada Allah SWT yang tak henti-hentinya memberiku kenikmatan. Aku yang hingga saat ini masih bertahan hidup, dan bisa mengeluarkan kemampuan untuk bisa hidup dengan lebih baik, lebih terarah dan lebih dewasa.
Sekarang ini aku bersekolah di sebuah SMA yang memang sejak SMP menjadi sekolah impianku, yaitu SMA Negeri 2 B.Lampung. Aku amat sangat bersyukur karena aku dapat bersekolah di sekolah yang sangat favorit. Sekarang ini aku telah duduk di kelas X-1.
Untuk berada di SMA 2 ini membutuhkan banyak perjuangan, aku sadar kehidupan di SMA jauh berbeda dengan SMP. Aku harus lebih giat lagi di SMA ini karena aku percaya siswa-siswi di SMA 2 ini memiliki potensi yang amat sangat pantas diberikan acungan jempol, karena itu aku harus terus berjuang untuk bisa bersaing secara sehat disini.
Perjuangan hidup ku belum berakhir sampai disini, masih banyak persoalan yang menantiku di hari esok. Aku hanya bisa terus berdoa agar Allah memberiku umur yang panjang agar aku dapat menggapai cita-citaku. Aku juga berharap agar orang-orang yang kusayangi dapat terus mengiringi langkahku kedepan.
Belajarlah dari sebuah pengalaman untuk pengalaman lain yang menanti kita.
Jangan mudah putus asa terhadap pekerjaan yang kita kerjakan, kerjakan semua itu semampu kita dengan hati yang tulus.












