Skip navigation.

Panambangan

Membaca buku Ekspedisi Bengawan Solo tentang Panambangan (tempat penyeberangan sungai), ingatan saya melayang ke akhir tahun 80an. Pada masa itu, jembatan Mojo belum dibangun. penduduk mbekonang dan sekitarnya kalo mau pergi ke kota ato nagari (sebutan untuk pusat kekuasaan keraton di Solo) melewati panambangan Mojo. Lewat jembatan Jurug juga bisa tapi jauh dan memutar.

Panambangan Mojo menggunakan perahu di musim hujan, sang nahkoda menggunakan sebilah bambu panjang yang ditancapkan ke dasar sungai agar perahu bergerak. di musim kemarau fungsi perahu digantikan jembatan yang terbuat dari bilah2 anyaman bambu. lebarnya hanya 1-2 m dan tanpa pagar! Seringkali bila ada banjir kiriman dari hulu, jembatan bambu hanyut tersapu air sedangkan nahkoda tidak berani menjalankan perahu dengan tenaga manual. kalo sudah begini biasanya para penumpang kecele dan harus mutar balik lewat jembatan Jurug.

Apakah tempat penyeberangan sungai di mojo yang menghubungkan kec. Mojolaban dengan Semanggi termasuk dalam prasasti Canggu?
Entahlah, yang jelas ada panambangan kuno di jaman Majapahit yang lebih dekat ke hulu, yaitu prasasti Tlang (masa pemerintahan Raja Balitung pada tahun 907 masehi) di desa Praon. Nama desa ini mungkin berasal dari kata perahu, berperahu = naik perahu dalam bahasa jawa disebut Praon. Sekarang Desa ini tinggal kenangan karena sudah tergenang air waduk Gajah Mungkur, Wonogiri.


MupusHalloween di hari Valentine

How to use Quote function:

  1. Select some text
  2. Click on the Quote link

Write a comment

Comment
(BBcode and HTML is turned off for anonymous user comments.)

If you can't read the words, press the small reload icon.


Smilies

Download Opera, the fastest and most secure browser
December 2009
M T W T F S S
November 2009January 2010
1 2 3 4 5 6
7 8 9 10 11 12 13
14 15 16 17 18 19 20
21 22 23 24 25 26 27
28 29 30 31