Skip navigation.

RANCANG BANGUN ANTENA DWICULA BINOMIAL – KEMASAN SAMPAH 1,5GHz – 2,5GHz

(Prototype Development of 1.5GHz – 2.5GHz Garbage Pack -Binomial Dwicula Antenna)

Antena mempunyai peranan yang sangat penting dalam dunia telekomunikasi dimana digunakan pada komunikasi radio sebagai pelepas energi elektromagnetik ke ruang bebas dan sebagai penerima energi elektromagnetik dari ruang bebas.

Dalam perancangan suatu jenis antena diperlukan pengetahuan tentang karakteristik dan parameter antena yang hendak dirancang, agar tidak terjadi kesalahan dalam menentukan jenis antenanya. Antena ini saya buat untuk membuktikan hipotesis tentang antenna dari guru besar Osmateos dimana perancangannya dibantu oleh beliau pula.

Ini adalah spesifikasi teknis Antena Dwicula Binomial yang saya rancang :
Frekuensi kerja: 1.5 GHz – 2.5 GHz
Pola radiasi: akan diteliti pada pengukuran
Polarisasi: akan diteliti pada pengukuran
Impedansi terminal: 50Ω (koaksial)
VSWR: < 1.5
Gain: ≈ 3 dBi

Dimana bahan yang saya gunakan adalah dari bahan kaleng sofdrink,
Konsep dasar perancangan antenna dwicula binomial adalah memanfaatkan teori saluran transmisi dua kawat sejajar dimana Saluran dua kawat sejajar merupakan saluran transmisi yang berbasis dua kawar sejajar yang dipisahkan oleh jarak dengan diameter yang sama.

Berikut merupakan langkah2 dalam perancangan antena :
1. Menghitung nilai koefisien pantul
2. menghitung banyak tingkat N
3. Menghitung nilai impedansi tiap tingkat (Zn)
4. menghitung perbandingan antara s(spasi) dan d(diameter) pada saluran dua kawat
5. Menghitung panjang tingkat


Hasil perancangan antena dwicula binomial sebelum dibungkus dan setelah dibungkus dielektrika




Hasil Pengukuran


Dari hasil pengukuran bandwith antena hampir mencapai 1000 MHz. Hasil tersebut termasuk baik, hampir sesuai dengan spesifikasi awal yang diinginkan dimana antara frekuensi (1500-2500)MHz memiliki VSWR ≤1,5

Kesimpulan yang saya ambil dari perancangan ini adalah : hasil perancangannya cukup baik dilihat dari hasil pengukuran, maka untuk membuktikan eksperimen tersebut perlu dilakukan perancangan antena lebih dari satu dengan design yang sama dan bila hasil pengukuran tetap maka “hipótesis terbukti”

cahaya bulan

cahaya bulan
by : eross ft okta

akhirnya semua akan tiba pada suatu hari yang biasa
pada suatu ketika yang telah lama yang kita ketahui
apakau masih selembut dahulu
memintaku minum susu dan tidur yang lelap
sambil membenarkan letak leher kemejaku
kabut tipis pun turun pelan2 di lembah kasih lembah pandala wangi
kau dan aku tegak berdiri melihat hutan2 yang menjadi suram
meresapi belaian angin yang menjadi dingin
apakah kau masih membelaiku semesra dahulu
ketika ku dekap, kau dekaplah lebih mesra, lebih dekap
apakah kau masih akan berkata
kudengar detak jantung mu
kita begitu berbeda dalam semu
kecuali dalam cinta

perlahan sangat pelan hingga terang kan menjelang
cahaya kota kelam mesra menyambut sang petang
di sini ku berdiskusi dengan alam yg lirih
kenapa matahari terbit menghangatkan bumi

aku orang malam yg membicarakan terang
aku orang tenang yg menentang kemenangan oleh pedang

perlahan sangat pelan hingga terang kan menjelang
cahaya nyali besar mencuat runtuhkan bahaya
di sini ku berdiskusi dengan alam yg lirih
kenapa indah pelangi tak berujung sampai di bumi

aku orang malam yg membicarakan terang
aku orang tenang yg menentang kemenangan oleh pedang

reff: cahaya bulan menusukku dengan ribuan pertanyaan
yg takkan pernah ku tau dimana jawaban itu
bagai letusan berapi bangunkan ku dari mimpi
sudah waktunya berdiri mencari jawaban kegelisahan hati

terangi dengan cinta di gelapku
ketakutan melumpukanku

kisah ayatullah khomeini

Ayatullah Ruhullah Khomeini


Pada akhir tahun 70-an dunia diguncangkan oleh sebuah revolusi yang digerakkan oleh seorang ulama. Republik Iran yang begitu kuat di bawah kepemimpinan Syah akhirnya harus tumbang melalui perjuangan panjang ulama tersebut. Ulama itu, tak lain adalah Imam Khomeini, seorang sufi, teolog, fakih, filosof dan sekaligus politikus. Seorang pribadi besar, yang kokoh dalam pendirian dan keteguhan perjuangan menegakkan amar ma’ruf nahi munkar tanpa mengenal putus asa.

Ayatullah Khomeini lahir di Khomein pada 24 oktober 1902. Khomein, merupakan dusun yang berada di Iran tengah. Keluarga Khomeini adalah keluarga Sayyid Musawi, keturunan Nabi melalui jalur Imam ketujuh Syi’ah, Imam Musa Al-Kazhim. Mereka berasal dari Neysyabur, Iran timur laut. Pada awal abad kedelapan belas, keluarga ini bermigrasi ke India, dan mukim di kota kecil Kintur di dekat Lucknow di kerajaan Qudh, yang penguasanya adalah pengikut Syi’ah Dua Belas Imam. Kakek Sayed Ruhullah Khomeini yang bernama Sayyid Ahmad Musawi Hindi, lahir di Kintur . Keluarga kakeknya adalah keluarga ulama terkemuka, Mir Hamed Husein Hindi Neysyaburi, yang karyanya, Abaqat Al-Anwar, jadi kebanggan Syi’ah India.

Sayyid Ahmad ini meninggalkan India pada sekitar tahun 1830 untuk pergi ziarah ke kota suci Najaf. Di Najaf dia bertemu seorang saudagar terkemuka Khomein. Menerima undangan sang saudagar, Sayyid Ahmad lalu pergi ke Khomein untuk jadi pembimbing spritual dusun itu. Di Khomein Sayyid Ahmad menikah dengan Sakinah, putri tuan rumahnya. Pasangan ini dikaruniai empat anak, antara lain Sayyid Mustafa, yang lahir pada 1856. Sayyid Mustafa belajar di Najaf, di bawah bimbingan Mirza Hasan Syirazi, kemudian pada 1894 kembali ke Khomein. Di sana dia menjadi ulama dan dikaruniai enam anak. Sayyid Ruhullah adalah yang bungsu dan satu-satunya yang panggilannya adalah Khomeini.

Semasa kecil, Sayyid Khomeini mulai belajar bahasa Arab, syair Persia dan kaligrafi di sekolah negeri dan di ‘maktab’. Menjelang dewasa, Sayyid Ruhullah mulai belajar agama dengan lebih serius. Ketika berusia lima belas tahun, dia mulai belajar tatabahasa Arab kepada saudaranya, Murtaza, yang belajar bahasa Arab dan teologi di Isfahan. Pada usia tujuh belas tahun Ruhullah pergi ke Arak, kota dekat Isfahan untuk belajar dari Syaikh ‘Abdul Karim Ha’eri Yazdi, seorang ulama yang terkemuka yang meninggalkan Karbala untuk menghindari pergolakan politik. Sikap ini kemudian mendorong kebanyakan ulama terkemuka untuk menyatakan penentangannya kepada pemerintahan Inggeris.

Setelah runtuhnya imperium ‘Utsmaniah, Syaikh Ha’eri enggan tinggal di kota-kota yang ada di bawah mandat Inggeris. Ia kemudian pindah ke Qum. Sayyid Ruhullah Khomeini lima bulan kemudian mengikuti jejak Syaikh Ha’eri pindah ke Qum. Di tempat yang baru ini Sayyid Ruhullah Khomeini belajar retorika syair dan tata bahasa dari gurunya yang bernama Syaikh Muhammad Reza Masjed Syahi.

Selama belajar di Qum, Sayyid Ruhullah Khomeini menyelesaikan studi fiqh dan ushul dengan seorang guru dari Kasyan, yang sebelas tahun lebih tua darinya, yaitu Ayatullah ‘Alio Yasrebi.

Pada awal tahun 1930-an, dia menjadi mujtahid dan menerima ijazah untuk menyampaikan hadis dari empat guru terkemuka. Yang pertama dari keempat guru itu adalah Syaikh Muhsin Amin ‘Ameli, seorang ulama terkemuka dari Lebanon, dimana Imam Musa Shadr di kemudian hari menggantikan kedudukan Amin sebagai pemimpin Syi’ah Lebanon.

Yang kedua adalah Syaikh ‘Abbas Qumi, ahli hadis terkemuka dan sejarawan Syi’ah. Qumi adalah penulis prolifik yang tulisannya sangat digemari di Iran modern, terutama bukunya yang berjudul Mafatih Al-Jinan (Kunci Surga).

Guru ketiganya adalah Abul Qasim Dehkordi Isfahani –seorang mullah terkemuka di Isfahan.

Guru keempatnya adalah Muhammad Reza Masjed Syahi, yang datang ke Qum pada 1925 karena protes menetang kebijakan anti Islam Reza Syah.

Pada usia dua puluh tujuh tahun, Sayyid Ruhullah menikah dengan Syarifah Batul, putri dari seorang ayatullah yang bermukim di Teheran. Mereka dikarunia lima orang anak, dua putra dan tiga putri.

Imam Khomeini wafat pada tanggal 3 Juni 1989 dengan memberikan sesuatu keyakinan kepada kaum Muslimin diseluruh dunia bahwa ajaran Islam merupakan ajaran yang mampu menuntun manusia pada kebenaran. Memang peranan dan kharismanya dalam Islam modern dan sejarah Iran tak dapat disangkal. Semoga harapan dan cita-citanya dapat menjadi kenyataan dalam sejarah umat Islam di dunia.