My Opera is closing 1st of March

My blog..

"Most of the articles in this blog taken from various web sources for personal collection which can read all friends..."

Penemuan Penemuan Ilmiah Terpenting Sepanjang Masa

Pengungkit/Pesawat Sederhana dan Pelambung(Levers and Buoyancy)

Apa kah itu? Prinsip dasar yang menjadi pondasi bagi semua fisika dan teknik Penemu : Archimedes Mengapa merupakan salah satu penemuan terbesar ?


Konsep pelambungan (air mendorong objek keatas sama dengan berat air yang digantikan objek) dan pengungkit (gaya mendorong kebawah pada satu sisi dari pengungkit menciptakan gaya mengangkat pada sisi lain yang proposional pada panjang dua sisi pengungkit) mendasari semua ilmu kuantitatif dan teknik. Prinsip ini mewakili pemahaman manusia yang paling awal mengenai hubungan dalam dunia fisika di sekitar kita dan merumuskan secara matematika kejadian fisika di dunia. Berbagai kemajuan ilmu dan teknik bergantung pada penemuan 2 prinsip ini. Sejarah Penemuan Tahun 260BC, Archimedes yang waktu itu masih berusia 26tahun sedang mempelajari ilmu astronomi dan geometry di Syracuse, Sicilia. Suatu hari Archimedes tertarik dengan permainan 4 bocah di pantai dengan sebuah papan kayu yang mengapung. Mereka mencoba menyeimbangkan papan tersebut di atas batu karang setinggi pinggang. Salah seorang anak berdiri pada ujung papan, kemudian 3 teman lainnya meloncat ke ujung yang lainnya. Bocah yang sendirian itu kemudian terlempar ke atas. Kemudian anak-anak ini menggeser papannya supaya hanya seperempat bagian pendek. Ketiga bocah itu menaiki bagian yang pendek di ujungnya. Anak yang keempat segera meloncat ke bagian yang panjang yang posisinya naik ke atas, yang efeknya langsung melempar teman-temannya ke udara. Archimedes sangat terpesona. Dia kemudian bertekad untuk memahami prinsip ini supaya benda yang ringan (seorang laki-laki) mampu mengangkat benda berat(tiga laki-laki). Archimedes menggunakan selembar papan dan sebuah balok kayu kecil untuk memodelkan anak laki-laki dan papan pengapung mereka. Dia membuat balok segitiga untuk memodelkan batu karang mereka. Dengan menghitung sambil menyeimbangkan berbagai kombinasi berat pada ujung pengdongkrak, Archimedes menyadari bahwa pengungkit ini merupakan salah satu contoh dari hasil kerja Euclid. Gaya yang mendorong ke bawah setiap ujung pada pengungkit harus proposional dengan panjang papan pada setiap sisi terhadap titik penyeimbang. Dia menemukan konsep matematika dari pengungkit, suatu sistem pengangkutan yang paling umum dan dasar yang pernah dirumuskan. Lima belas tahun kemudian pada tahun 245BC, Archimedes diperintahkan Raja Hieron untuk mencari tahu apakah ahli emas telah menipu raja. Hieron memberi sebongkah emas kepada ahli emas untuk dijadikan mahkota berbahan emas. Walaupun mahkota ini beratnya sama dengan emas asli, raja curiga jika ahli emas ini melapisi logam yang lebih murah didalamnya dengan emas. Archimedes diperintahkan untuk mencari tahu apakah mahkota ini murni emas tanpa harus merusak mahkota itu sendiri. Sepertinya ini merupakan pekerjaan yang mustahil. Ketika sedang mandi di tempat permandian umum, Archimedes menyadari lengannya terapung diatas air. Sebuah ide kemudian terbesit di benaknya. Dia mnarik tangannya kedalam air dan dia merenggangkan lengannya. Lengannya dengan sendiri mengapung kembali ke atas. Kemudian dia mencoba berdiri dari bak, level air menjadi menyusut, kemudian dia duduk kembali, level air meningkat kembali. Diar berbaring, air naik lebih tinggi lagi, dan dia merasa lebih ringan. Dia berdiri, level air menurun dan dia merasa dirinya lebih berat. Air harusnya telah mendorong dia keatas sehingga dia merasa ringan. Dia kemudian mengambil sebuah batu dan sebalok kayu yang memiliki ukuran sama ke dalam bak dan merendamkan mereka kedua-duanya. Batu tenggelam tetapi terasa ringan. Dia harus menekan kayu supaya tenggelam. Itu artinya air harus menekan ke atas dengan gaya yang relatif terhadap jumlah air yang tergantikan oleh ukuran objek daripada berat dari objek. Seberat apa objek itu dirasakan di air mempengaruhi kepadatan objek. Ini membuat Archimedes mengerti bagaimana memecahkan masalah raja. Dia kembali ke raja. Kuncinya adalah kepadatan. Jika mahkota ini terbuat dari logam bukan emas, dia dapat memiliki berat yang sama tetapi akan memiliki kepadatan yang berbeda sehingga akan menumpahkan jumlah air yang berbeda. Mahkota dan sebuah emas yang beratnya sama di masukkan ke sebuah mangkok berisi air. Mahkotanya ternyata menumpahkan air lebih banyak sehingga terbukti mahkota itu adalah palsu. Lebih penting, Archimedes kemudian menemukan prinsip pengapungan: Air menekan ke atas sebuah objek dengan gaya yang setara dengan jumlah air yang ditumpahkannya. pas kejadian di bak mandi itu, ketika dia menemukan konsep pelampungan dia langsung loncat dan berteriak "Eureka!" yang artinya "Saya menemukannya!". Ucapan "Eureka" ini kemudian menjadi begitu populer.

Matahari Sebagai Pusat Alam Semesta

Tahun penemuan : 1520 Apa itu? Matahari sebagai pusat alam semesta dan bumi berputar disekitarnya Penemunya : Nicholaus Copernicus Mengapa merupakan salah satu penemuan terpenting? Copernicus mengukur dan mengobservasi planet dan bintang-bintang. Dia mengumpulkan, menyusun, dan membandingkan hasil observasi lusinan astronom. Dengan melakukan demikian, Copernicus menantang kepercayaan selama 2000 tahun bahwa Bumi diam tidak bergerak dan merupakan pusat alam semesta serta planet-planet, matahari, dan bintang berputar mengelilinginya. Pekerjaannya mewakili titik awal pemahaman kita terhadap alam semesta disekitar kita dan dunia astronomi. Dia juga yang pertama melakukan observasi secara ilmiah sebagai dasar perkembangan teori ilmiah. Sebelum masanya orang-orang menggunakan logika dan pemikiran sebagai dasar teori. Dengan cara ini, Copernicus meluncurkan astronomi modern dan metode ilmiah modern. Bagaimana Caranya Di Temukan? Tahun 1499, Copernicus tamah dari Universitas Bologna, Italia. Ditasbihkan menjadi pendeta oleh Gereja Katolik. Kembali ke Polandia bekerja dengan pamannya, Uskup Waczenrode di Katedral Frauenburg. Copernicus diberi ruangan teratas di menara katedral sehingga dia dapat melanjutkan pengukuran astronominya. Pada masa itu orang-orang masih percaya model alam semesta ciptaan seorang ilmuwan Yunani, Ptolemi yang hidup 1500 lebih awal. Menurut Ptolemi, bumi merupakan pusat alam semesta dan tidak pernah bergerak. Matahari dan planet-planet berputar mengelilingi bumi dalam lingkaran besar, sedangkan bintang-bintang terletak lebih tinggi lagi di kubah alam semesta. Tetapi dengan pengukuran yang teliti pada gerakan-gerakan planet tidak sesuai dengan model Ptolemi. Jadi para astronom memodifikasi pandangan Ptolemi dengan menambahkan lebih banyak lingkaran dalam lingkaran yang dikenal dengan epi-circle. Sebuah model baru yang diklaim bahwa setiap planet berjalan di lingkaran-lingkaran kecil ini dan juga orbit lingkaran raksasa yang mengelilingi bumi. Abad berganti abad, kesalahan demi kesalahan semakin banyak ditemukan. Dan semakin banyak epi-circle di dalam epi-circle lagi. Sehingga planet-planet bergerak dalam sebuah epi-circle yang ada di dalam epi-circle. Copernicus berharap menggunakan suatu teknologi "modern" (teknologi abad 16tentunya) untuk menyempurnakan pengukuran Ptolemi dan moga-moga dapat menghilangkan beberapa epi-circle. Hampir selama 20 tahun Copernicus berjuang untuk mengukur posisi semua planet setap malamnya. Bertahun-tahun, Copernicus mulai bertanya-tanya, bagaimana gerakan planet ini kelihatannya jika dilihat dari sudut pandang planet lain yang bergerak. Ketika kalkulasinya berdasarkan ide ini ternyata lebih akurat dalam menentukan gerakan planet, dia mulai bertanya-tanya bagaimana gerakan planet ini seandainya Bumi yang bergerak. Dengan segeranya, pemikiran ini langsung menunjukkan titik terang. Setiap planet terlihat dari berbagai jarak dari Bumi pada masa yang berbeda sepanjang tahun. Copernicus menyadari bahwa itu artinya Bumi tidak mungkin berada ditengah-tengah orbit lingkaran planet. Dari 20 tahun melakukan observasi ini dia mengetahui bahwa hanya matahari yang tidak berubah ukurannya secara nyata dari sepanjang tahun. Ini artinya jarak Bumi dengan Matahari selalu sama. Jika Bumi bukan pusatnya, maka Matahari-lah pusatnya. Dia dapat menghilangkan semua epi-circle dan tetap dapat mengetahui gerak planet dengan lingkaran sederhana terhadap matahari. Tetapi adakah orang yang akan percaya model Copernicus yang baru ini. Seluruh dunia, terutama Gereja Katolik yang sangat berkuasa percaya bahwa Bumi merupakan pusat alam semesta. Takut mendapat hukuman dari Gereja, Copernicus sama sekali tidak berani mempublikasi penemuannya ketika masa hidupnya. Hasilnya baru dipublikasi ke publik pada tahun 1543, dan selalu dicemooh dan diejek oleh Gereja, astronom dan universitas-universitas. Akhirnya 60 tahun kemudian, Johanes Kepler kemudian Galileo Galilei membuktikan bahwa Copernicus adalah benar

1 2 3

Penemuan Penemuan Ilmiah Terpenting Sepanjang MasaPenemuan Penemuan Ilmiah Terpenting Sepanjang Masa

Write a comment

New comments have been disabled for this post.