Drama Malam Pertama
Monday, October 4, 2010 4:04:22 AM
Sepasang pengantin, Koko dan Desy, akan
melalui malam pertamanya. Setelah acara
usai, sepasang pengantin ini masuk kamar.
Di kamar sudah tertumpuk kado dari
rekan-rekan mereka. Satu persatu kado di
buka, mendadak Desy tertawa girang. Apa
pasal? Ternyata dia menemukan kado
berisi sepatu... dia mau mencoba
memakai, ternyata sepatu tersebut
kekecilan. dia terus memaksa, namun sia-
sia. Koko yang melihat tidak tega, terus
bertanya:
melalui malam pertamanya. Setelah acara
usai, sepasang pengantin ini masuk kamar.
Di kamar sudah tertumpuk kado dari
rekan-rekan mereka. Satu persatu kado di
buka, mendadak Desy tertawa girang. Apa
pasal? Ternyata dia menemukan kado
berisi sepatu... dia mau mencoba
memakai, ternyata sepatu tersebut
kekecilan. dia terus memaksa, namun sia-
sia. Koko yang melihat tidak tega, terus
bertanya:
Koko : "Kenapa, terlalu sempit?"
Desy : "Iya mas, sakit nih..."
Koko : "Saya masukin perlahan-lahan ya?"
Desy : "Iya mas, tapi jangan keras-keras
ya?"
Suaminya membantu memakaikan sepatu
sempit itu di kaki isterinya dengan sedikit
memaksa.
Desy : "Mas, sakit mas... anunya terlalu
sempit..."
Koko : "Tahan donk, saya coba lagi ya?"
Tanpa mereka sadari, orang tua mempelai
perempuan, Mak Mimien, lagi nguping di
balik pintu kamar pengantin... rupanya ibu
mempelai perempuan ini berpikiran lain...
dia tidak tega kepada anak perempuanya
yang mengalami kesulitan saat malam
pertama, saking tidak tahannya, terpaksa
ibu mempelai wanita menyela dari balik
pintu.
Mak Mimien: "Kenapa nak, susah
masuknya?"
Desy : "Iya maaak..."
Koko : "Kekecilan sih tanteeee..."
Mak Mimien : "Coba olesin dengan air liur..."
Koko : "Akan saya coba tante."
Desy : "Cepat dong mas, dipoles ama air
liur..."
Dengan tergesa-gesa pengantin pria
memoles seluruh permukaan kaki isterinya
dengan air liur.
Koko: "Coba dimasukkan lagi ya sayang???"
Desy : "Iya mas..."
Setelah dimasukkan kaki yang dipolesi liur
tadi ternyata dengan mudah masuk.
Koko : "Nah... masuk kan???"
Desy : "Iya... tapi..."
Koko: "Kenapa, masih sakit ya?"
Desy : "Iya, tadi gak terlalu sih, malah udah
enak."
Mak Mimien: "Nah... tuh bisa masuk kan?
Sekarang tinggal digoyang nak."
Sumber:siezhien.wen.ru





