Anginkah Yang Membelah Laut Merah buat Musa?
Tuesday, September 28, 2010 2:00:11 AM
Washington, AS (ANTARA News) - Angin
dari timur yang berhembus kencang
dikabarkan membantu terbelahnya Laut
Merah oleh Nabi Musa seperti yang tertulis
pada kitab suci agama Samawi, kata para
ilmuwan Amerika Serikat, Selasa.
Simulasi komputer memperlihatkan
bagaimana angin dapat menghempaskan
air laut sehingga mencapai dasar lautan
dan membentuk laguna, kata kelompok
peneliti di Badan Nasional Penelitian
Atmosfir dan Universitas Colorado di
Boulder, sebagaimana dikutip dari Reuters.
"Simulasi tersebut hampir cocok dengan
bukti pada rombongan Musa," kata
pemimpin penelitian itu, Carl Drews dari
NCAR.
Menurut Carl, berdasarkan ilmu fisika,
angin dapat menghempaskan air menjadi
sebuah jalur yang aman untuk dilintasi
karena sifatnya yang luwes, kemudian
kembali mengalir seperti semula.
Menurut tulisan dari kitab suci Kristen dan
Islam, Nabi Musa, memimpin umat Israel
keluar dari Mesir atas kejaran Firaun pada
3.000 tahun yang lalu.
Laut Merah saat itu terbelah sementara
untuk membantu rombongan Musa
melintas dan langsung menutup kembali,
menenggelamkan balatentara Firaun.
Drews dan kelompoknya meneliti tentang
angin topan yang berasal dari Samudera
Pasifik menciptakan badai besar yang
dapat menghempaskan air di laut dalam.
Kelompoknya menunjukkan kawasan
selatan Laut Mediterania yang diduga
menjadi tempat penyeberangan itu, dan
memaparkan bentuk tanah yang berbeda
karena terbentuk setelahnya serta memicu
isu mengenai lautan yang terbelah.
Pemaparan tersebut membutuhkan bentuk
tapal kuda Sungai Nil dan laguna dangkal di
sepanjang garis pantai.
Hal ini memperlihatkan angin berkecepatan
sekitar 101 kilometer per jam yang
berhembus selama 12 jam, dapat
menghempaskan air pada kedalaman
sekitar dua meter.
"Laguna itu memiliki panjang sejauh 3-4
kilometer dan lebar sejauh lima kilometer
yang terbelah selama empat jam," kata
mereka di dalam Jurnal Perpustakaan
Umum Ilmu Pengetahuan, PloS ONE.
"Masyarakat telah dibuat kagum atas cerita
pembelahan laut itu, membayangkan
bahwa hal itu terjadi secara nyata," kata
Drew menambahkan bahwa penelitian ini
menjelaskan tentang pembelahan laut
tersebut berdasarkan hukum fisika.
Sumber:antaranews.com





