My Opera is closing 1st of March

My blog..

"Most of the articles in this blog taken from various web sources for personal collection which can read all friends..."

Biografi Syaikh Muhammad Nashiruddin Al-Albani

Beliau adalah Pembaharu Islam
(mujadid) pada abad ini. Karya
dan jasa-jasa beliau cukup banyak
dan sangat membantu umat
Islam terutama dalam
menghidupkan kembali ilmu
Hadits. Beliau telah memurnikan
Ajaran islam terutama dari hadits-
hadits lemah dan palsu, meneliti
derajat hadits.

Nasab (Silsilah Beliau)
Nama beliau adalah Abu
Abdirrahman Muhammad
Nashiruddin bin Nuh al-Albani.
Dilahirkan pada tahun 1333 H di
kota Ashqodar ibu kota Albania
yang lampau. Beliau dibesarkan di
tengah keluarga yang tak
berpunya, lantaran kecintaan
terhadap ilmu dan ahli ilmu. Ayah
al Albani yaitu Al Haj Nuh adalah
lulusan lembaga pendidikan ilmu-
ilmu syari`at di ibukota negara
dinasti Utsmaniyah (kini
Istambul), yang ketika Raja
Ahmad Zagho naik tahta di
Albania dan mengubah sistem
pemerintahan menjadi
pemerintah sekuler, maka Syeikh
Nuh amat mengkhawatirkan
dirinya dan diri keluarganya.
Akhirnya beliau memutuskan
untuk berhijrah ke Syam dalam
rangka menyelamatkan agamanya
dan karena takut terkena fitnah.
Beliau sekeluargapun menuju
Damaskus.
Setiba di Damaskus, Syeikh al-
Albani kecil mulai aktif
mempelajari bahasa arab. Beliau
masuk sekolah pada madrasah
yang dikelola oleh Jum`iyah al-
Is`af al-Khairiyah. Beliau terus
belajar di sekolah tersebut
tersebut hingga kelas terakhir
tingkat Ibtida`iyah. Selanjutnya
beliau meneruskan belajarnya
langsung kepada para Syeikh.
Beliau mempelajari al-Qur`an dari
ayahnya sampai selesai,
disamping itu mempelajari pula
sebagian fiqih madzab Hanafi dari
ayahnya.
Syeikh al-Albani juga mempelajari
keterampilan memperbaiki jam
dari ayahnya sampai mahir betul,
sehingga beliau menjadi seorang
ahli yang mahsyur. Ketrampilan
ini kemudian menjadi salah satu
mata pencahariannya.
Pada umur 20 tahun, pemuda al-
Albani ini mulai mengkonsentrasi
diri pada ilmu hadits lantaran
terkesan dengan pembahasan-
pembahsan yang ada dalam
majalah al-Manar, sebuah majalah
yang diterbitkan oleh Syeikh
Muhammad Rasyid Ridha.
Kegiatan pertama di bidang ini
ialah menyalin sebuah kitab
berjudul al-Mughni `an Hamli al-
Asfar fi Takhrij ma fi al-Ishabah
min al-Akhbar. Sebuah kitab karya
al-Iraqi, berupa takhrij terhadap
hadits-hadits yang terdapat pada
Ihya` Ulumuddin al-Ghazali.
Kegiatan Syeikh al-Albani dalam
bidang hadits ini ditentang oleh
ayahnya seraya berkomentar.
Sesungguhnya ilmu hadits adalah
pekerjaan orang-orang pailit
(bangkrut).
Namun Syeikh al-Albani justru
semakin cinta terhadap dunia
hadits. Pada perkembangan
berikutnya, Syeikh al-Albani tidak
memiliki cukup uang untuk
membeli kitab-kitab. Karenanya,
beliau memanfaatkan
Perpustakaan adh-Dhahiriyah di
sana (Damaskus). Di samping juga
meminjam buku-buku dari
beberapa perpustakaan khusus.
Begitulah, hadits menjadi
kesibukan rutinnya, sampai-
sampai beliau menutup kios
reparasi jamnya. Beliau lebih
betah berlama-lama dalam
perpustakaan adh-Dhahiriyah,
sehingga setiap harinya mencapai
12 jam. Tidak pernah istirahat
mentelaah kitab-kitab hadits,
kecuali jika waktu sholat tiba.
Untuk makannya, seringkali hanya
sedikit makanan yang dibawanya
ke perpustakaan.
Akhirnya kepala kantor
perpustakaan memberikan
sebuah ruangan khusus di
perpustakaan untuk beliau.
Bahkan kemudiaan beliau diberi
wewenang untuk membawa
kunci perpustakaan. Dengan
demikian, beliau menjadi leluasa
dan terbiasa datang sebelum yang
lainnya datang. Begitu pula
pulangnya ketika orang lain
pulang pada waktu dhuhur, beliau
justru pulang setelah sholat isya.
Hal ini dijalaninya sampai
bertahun-tahun.
Pengalaman Penjara
Syeikh al-Albani pernah dipenjara
dua kali. Kali pertama selama satu
bulan dan kali kedua selama enam
bulan. Itu tidak lain karena
gigihnya beliau berdakwah
kepada sunnah dan memerangi
bid`ah sehingga orang-orang
yang dengki kepadanya
menebarkan fitnah.
Beberapa Tugas yang Pernah
Diemban
Syeikh al-Albani Beliau pernah
mengajar di Jami`ah Islamiyah
(Universitas Islam Madinah)
selama tiga tahun, sejak tahun
1381-1383 H, mengajar tentang
hadits dan ilmu-ilmu hadits.
Setelah itu beliau pindah ke
Yordania. Pada tahun 1388 H,
Departemen Pendidikan meminta
kepada Syeikh al-Albani untuk
menjadi ketua jurusan Dirasah
Islamiyah pada Fakultas Pasca
Sarjana di sebuah Perguruan
Tinggi di kerajaan Yordania. Tetapi
situasi dan kondisi saat itu tidak
memungkinkan beliau memenuhi
permintaan itu. Pada tahun 1395
H hingga 1398 H beliau kembali
ke Madinah untuk bertugas
sebagai anggota Majelis Tinggi
Jam`iyah Islamiyah di sana.
Mandapat penghargaan tertinggi
dari kerajaan Saudi Arabia berupa
King Faisal Fundation tanggal 14
Dzulkaidah 1419 H.
Beberapa Karya Beliau
Karya-karya beliau amat banyak,
diantaranya ada yang sudah
dicetak, ada yang masih berupa
manuskrip dan ada yang mafqud
(hilang), semua berjumlah 218
judul. Beberapa Contoh Karya
Beliau yang terkenal adalah :
1. Adabuz-Zifaf fi As-Sunnah al-
Muthahharah
2. Al-Ajwibah an-Nafi`ah `ala
as`ilah masjid al-Jami`ah
3. Silisilah al-Ahadits ash Shahihah
4. Silisilah al-Ahadits adh-Dha`ifah
wal maudhu`ah
5. At-Tawasul wa anwa`uhu
6. Ahkam Al-Jana`iz wabida`uha
Di samping itu, beliau juga
memiliki kaset ceramah, kaset-
kaset bantahan terhadap berbagai
pemikiran sesat dan kaset-kaset
berisi jawaban-jawaban tentang
pelbagai masalah yang
bermanfaat.
Selanjutnya Syeikh al-Albani
berwasiat agar perpustakaan
pribadinya, baik berupa buku-
buku yang sudah dicetak, buku-
buku foto copyan, manuskrip-
manuskrip (yang ditulis oleh
beliau sendiri ataupun orang lain)
semuanya diserahkan ke
perpustakaan Jami`ah tersebut
dalam kaitannya dengan dakwah
menuju al-Kitab was Sunnah,
sesuai dengan manhaj salafush
Shalih (sahabat nabi radhiyallahu
anhum), pada saat beliau menjadi
pengajar disana.

Wafat:

Beliau wafat pada hari Jum`at
malam Sabtu tanggal 21 Jumada
Tsaniyah 1420 H atau bertepatan
dengan tanggal 1 Oktober 1999 di
Yoradania. Rahimallah asy-Syaikh
al-Albani rahmatan wasi`ah wa
jazahullahu`an al-Islam wal
muslimiina khaira wa adkhalahu fi
an-Na`im al-Muqim.
Sumber:ulamasunnah.wordpress.com

Biografi Syaikh Abdul Aziz Bin Abdullah Bin Baz Biografi Asy-Syaikh Muqbil bin Hadi Al- Wadi’i

Write a comment

New comments have been disabled for this post.