Cerdas Mengelola Keuangan
Wednesday, January 26, 2011 4:41:45 PM
usaha, pengelolaan keuangan pribadi dan
keuangan perusahaan harus menjadi
prioritas utama. Namun tidak sedikit orang
yang baru membangun suatu usaha, sering
mengabaikan pemisahan uang pribadi dan uang yang diperoleh dari hasil usaha yang
sedang dirintis.
PARA profesional dan praktisi dalam bidang finansial telah lama merumuskan bahwa memisahkan uang usaha dari uang pribadi merupakan hal yang mutlak diperlukan. Namun bukan berarti seseorang yang sedang merintis suatu usaha tidak boleh menggunakan uang hasil usaha untuk kepentingan pribadi. Penggunaan uang hasil usaha boleh saja dilakukan, namun memerlukan pengaturan yang balk. Sebab setiap orang atau keluarga yang sedang mulai membangun usaha sekalipun tetap memerlukan biaya untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Agar kebutuhan sehari-hari keluarga tetap terpenuhi namun usaha yang baru dimulai tidak mengalami gangguan keuangan, maka diperlukan pengaturan keuangan untuk keduanya. Pengaturan yang perlu dilakukan ialah jumlah uang yang boleh digunakan untuk memenuhi kebutuhan pribadi, Jumlah yang harus disimpan sebagai modal berputar atau pengembangan usaha, danjumlah yang yang perlu dialokasikan untuk membayar cicilan utang. Pentingnya pencatatan Sebelum kebutuhan keluarga dipenuhi diperlukan pencatatan tentang uang yang harus dikeluarkan untuk membeli bahanmakanan, membayar listrik, bahan bakar (gas untuk rumah, premium untuk kendaraan) air. telepon (termasuk pulsa), biaya pendidikan, dan aktivitas lain yang memerlukan biaya selama minimal enam bulan ke depan. Hal ini perlu dilakukan agar pemenuhan kebutuhan keluarga tidak menghambat jalannya usaha. Sementara itu, untuk usaha yang sedang dimulai, sejak dini perlu dilakukan pencatatan keuangan dengan rapi atas setiap transaksi yang terjadi setiap harinya. Selanjutnya catatan keuangan harian perlu diperiksa kembali setiap akhir pekan untuk menghitung Jumlah uang yang digunakan, terutama yang berkaitan dengan biaya produksi. Pencatatan ini penting untuk mengetahui omzet yang diperoleh sekaligus keuntungan yang diperoleh setiap hari dan pekannya sehingga bisa diketahui gambaran keuangan sekaligus keuntungan dalam setiap bulannya. Dari keuntungan yang diperoleh itulah seseoramg dapat membuat alokasi dana untuk kebutuhan hidup sehari-hari dan dana untuk kelangsungan usaha. Misalnya
40 persen untuk belanja keluarga dan pribadi
25 persen untuk membayar cicilan utang 20 persen untuk cadangan usaha atau pengembangan usaha
12,5 persen untuk ditabung dan uang cadangan untuk keperluan mendadak
2,5 untuk zakat dan keperluan sosial
Sri Kurniatun, seorang konsultan keuangan, menyarankan, jika Anda ingin menikmati Jumlah uang yang tetap untuk kebutuhan pribadi dan keluarga, maka sebaiknya penentuan nilainya bukan berdasarkan persentase melainkan berdasarkan nominal. Misalnya Rp 5 juta sebulan. Namun penentuan jumlah ini harus disesuaikan dengan kebutuhan lainnya. Agar pengaturan keuangan berjalan lancar sebaiknya para pelaku usaha membuka dua jenis rekening di bank, yakni rekening khusus untuk usaha yang sedang dirintis atau dijalankan dan rekening pribadi atau keluarga. Selanjutnya harus dipastikan bahwa setiap transaksi Jual beli kegiatan usaha menggunakan rekening ini. Sedangkan hal-hal yang terkait keuangan prbadi menggunakan rekening bank khusus untuk kebutuhan pribadi dan keluarga. Pemisahan keuangan seperti ini akan mempermudah urusan. Namun diperlukan sikap disiplin dan tidak mudah tergoda untuk menggunakan uang usaha dan pribadi tidak pada tempatnya.Sumber:bataviase.co.id






Unregistered user # Monday, September 19, 2011 7:09:01 PM
AZIZY491azizy491 # Wednesday, September 21, 2011 11:56:43 AM