Gua di Vietnam Bisa Memuat Gedung 40 Lantai
Friday, January 7, 2011 1:48:19 AM
Peneliti menemukan gua yang diklaim
sebagai gua terbesar di dunia, di Vietnam
bagian tengah, dekat perbatasan dengan
Laos. Gua Son Doong (artinya: gua sungai
gunung) yang terletak di Taman Nasional
Phong Nha-Ke Bang adalah gua yang panjangnya 3,8 km, dengan lebar sekitar 90
m, dan pada beberapa bagiannya, memiliki
tinggi hingga 180 meter.
Seperti dilansir National Geographic edisi Januari 2011, sebenarnya gua itu sudah diketahui sejak lama oleh penduduk Vietnam. Namun, gua ini belum pernah dieksplorasi secara serius. Nah, pada musim semi lalu sekelompok penelusur gua profesional asal Inggris berhasil ‘membedah’ gua itu hingga tuntas. Ternyata gua ini mampu mengalahkan gua yang selama ini dianggap terbesar di dunia, yakni gua Deer Cave, di Taman Nasional Gunung Mulu, Kalimantan, yang memiliki panjang sekitar 2 km, lebar 150 m, dan tinggi sekitar 120 m. Gua ini sendiri tersembunyi di hutan belantara yang begitu tebal sehingga sangat sulit ditemukan. “Butuh tiga ekspedisi untuk menemukan gua Hang Son Doong, ” ujar Howard Limbert, pemimpin ekspedisi ke gua terbesar di dunia itu. Untuk menemukannya, Limbert harus dibantu oleh penduduk lokal bernama Ho Khanh, yang menemukan gua itu saat ia muda karena dikejar-kejar oleh pasukan musuh saat perang Vietnam. Di dalam gua Son Doong, ternyata terdapat begitu banyak hal yang luar biasa. Pada satu bagian gua itu memiliki ruangan yang begitu besar, sehingga mampu memuat stadion Football Superdome di New Orleans, Lousiana AS.
Di rongga yang mahaluas itu, bahkan
terdapat semacam hamparan hutan yang
ditumbuhi berbagai pohon setinggi sekitar 30
m. Pada bagian lainnya, gua itu malah
mampu memuat gedung bertingkat 40 lantai,
karena memiliki tinggi lebih dari 240 m. Di bagian langit-langitnya bahkan terdapat
semacam gumpalan awan. Sementara dari
bagian bawahnya terdapat batu-batuan kalsit
yang menjulang ke atas hingga sekitar 60 m.
Ia juga memiliki lorong-lorong yang pada
saat tertentu terendam oleh air, sehingga hanya bisa dilalui pada musim panas. “Sebenarnya, kami tidak berusaha mencari gua terbesar di dunia, ” ujar Deb, istri Howard, yang pertama kali menyambangi
gua itu dengan suaminya pada 1970. Deb
berharap penemuan ini bisa meningkatkan
taraf hidup masyarakat desa di sekitar gua
itu.
Sumber:ariiiie.co.tv





