My Opera is closing 1st of March

My blog..

"Most of the articles in this blog taken from various web sources for personal collection which can read all friends..."

Sakaratul Maut

Assalamualaikum WRB
Segala Puji hanya milik Allah SWT yang
Maha sempurna yang menciptakan
manusia dengan bentuk yang paling
sempurna diantara seluruh mahluk
ciptaanNya..yang menyayangi seluruh
mahlukNya lagi menjamin seluruh
rezqinya..
Shalawt dan salam senantiasa kita
kirimkan kepada Nabiyullah Rasulullah
SAW..nabi yang kita cinta dan yang
senantiasa kita contoh-contoh zahir,
perjalanan dan fikir beliau..

..Saudaraku seiman..
“Demi Allah, seandainya jenazah yang
sedang kalian tangisi bisa berbicara
sekejab, lalu menceritakan (pengalaman
sakaratul mautnya) pada kalian, niscaya
kalian akan melupakan jenazah tersebut,
dan mulai menangisi diri kalian sendiri”.
(Imam Ghozali mengutip atsar Al-Hasan).
Atsar (pendapat) para sahabat Rasulullah
SAW .
Ka’b al-Ahbar berpendapat :
“Sakaratul maut ibarat sebatang pohon
berduri yang dimasukkan kedalam perut
seseorang. Lalu, seorang lelaki
menariknya dengan sekuat-kuatnya
sehingga ranting itupun membawa
semua bagian tubuh yang menyangkut
padanya dan meninggalkan yang
tersisa”.
Proses sakaratul maut bisa memakan
waktu yang berbeda untuk setiap orang,
dan tidak dapat dihitung dalam ukuran
detik seperti hitungan waktu dunia ketika
kita menyaksikan detik-detik terakhir
kematian seseorang. Mustafa Kemal
Attaturk, bapak modernisasi (sekularisasi)
Turki, yang mengganti Turki dari negara
bersyariat Islam menjadi negara sekular,
dikabarkan mengalami proses sakaratul
maut selama 6 bulan (walau tampak
dunianya hanya beberapa detik), seperti
dilaporkan oleh salah satu keturunannya
melalui sebuah mimpi.
Sabda Rasulullah SAW : “Kematian yang
paling ringan ibarat sebatang pohon
penuh duri yang menancap di selembar
kain sutera. Apakah batang pohon duri itu
dapat diambil tanpa membawa serta
bagian kain sutera yang tersobek ?” (HR
Bukhari)
Imam Ghozali mengutip sebuah riwayat
yang menceritakan tentang keinginan
Ibrahim as untuk melihat wajah
Malaikatul Maut ketika mencabut nyawa
orang zhalim. Allah SWT pun
memperlihatkan gambaran perupaan
Malaikatul Maut sebagai seorang pria
besar berkulit legam, rambut berdiri,
berbau busuk, memiliki dua mata, satu
didepan satu dibelakang, mengenakan
pakaian serba hitam, sangat menakutkan,
dari mulutnya keluar jilatan api, ketika
melihatnya Ibrahim as pun pingsan tak
sadarkan diri. Setelah sadar Ibrahim as
pun berkata bahwa dengan memandang
wajah Malaikatul Maut rasanya sudah
cukup bagi seorang pelaku kejahatan
untuk menerima ganjaran hukuman
kejahatannya, padahal hukuman akhirat
Allah jauh lebih dahsyat dari itu.
Kisah ini menggambarkan bahwa melihat
wajah Malakatul Maut saja sudah
menakutkan apalagi ketika sang Malaikat
mulai menyentuh tubuh kita, menarik
paksa roh dari tubuh kita, kemudian
mulai menghentak-hentak tubuh kita
agar roh (yang masih cinta dunia dan
enggan meninggalkan dunia) lepas dari
tubuh kita ibarat melepas akar serabut-
serabut baja yang tertanam sangat dalam
di tanah yang terbuat dari timah keras.
Itulah wajah Malaikatul Maut yang akan
mendatangi kita kelak dan memisahkan
roh dari tubuh kita. Itulah wajah yang
seandainya kita melihatnya dalam mimpi
sekalipun maka kita tidak akan pernah
lagi bisa tertawa dan merasakan
kegembiraan sepanjang sisa hidup kita.
Alangkah dahsyatnya sekiranya kamu
melihat di waktu orang-orang yang zalim
(berada) dalam tekanan-tekanan
sakratulmaut, sedang para malaikat
memukul dengan tangannya, (sambil
berkata): “Keluarkanlah nyawamu”. Di
hari ini kamu dibalas dengan siksaan yang
sangat menghinakan, karena kamu selalu
mengatakan terhadap Allah (perkataan)
yang tidak benar dan (karena) kamu
selalu menyombongkan diri terhadap
ayat-ayat-Nya. (QS Al-An’am 6:93)
(Yaitu) orang-orang yang dimatikan oleh
para malaikat dalam keadaan berbuat
lalim kepada diri mereka sendiri, lalu
mereka menyerah diri (sambil berkata);
“Kami sekali-kali tidak mengerjakan
sesuatu kejahatan pun”. (Malaikat
menjawab): “Ada, sesungguhnya Allah
Maha Mengetahui apa yang telah kamu
kerjakan”. Maka masukilah pintu-pintu
neraka Jahanam, kamu kekal di dalamnya.
Maka amat buruklah tempat orang-orang
yang menyombongkan diri itu. (QS, An-
Nahl, 16 : 28-29)
Di akhir sakaratul maut, seorang manusia
akan diperlihatkan padanya wajah dua
Malaikat Pencatat Amal. Kepada orang
zhalim, si malaikat akan berkata,
“Semoga Allah tidak memberimu
balasan yang baik, engkaulah yang
membuat kami terpaksa hadir kami ke
tengah-tengah perbuatan kejimu, dan
membuat kami hadir menyaksikan
perbuatan burukmu, memaksa kami
mendengar ucapan-ucapan burukmu.
Semoga Allah tidak memberimu balasan
yang baik ! “ Ketika itulah orang yang
sekarat itu menatap lesu ke arah kedua
malaikat itu.
Ketika sakaratul maut hampir selesai,
dimana tenaga mereka telah hilang dan
roh mulai merayap keluar dari jasad
mereka, maka tibalah saatnya Malaikatul
Maut mengabarkan padanya rumahnya
kelak di akhirat. Rasulullah SAW pernah
bersabda, “Tak seorangpun diantara
kalian yang akan meninggalkan dunia ini
kecuali telah diberikan tempat
kembalinya dan diperlihatkan padanya
tempatnya di surga atau di neraka”.
Dan inilah ucapan malaikat ketika
menunjukkan rumah akhirat seorang
zhalim di neraka, “Wahai musuh Allah,
itulah rumahmu kelak, bersiaplah engkau
merasakan siksa neraka”
..Saudaraku Seiman..
Lakukanlah apa yang ingin kau lakukan
tapi ingatlah setiap detik yang engkau
lakukan akan dimintai
pertanggungjawaban..
Cintailah siapapun yang engkau ingin
cintai tapi ingatlah cepat atau lambat
engkau akan berpisah dengannya...
Hiduplah sesukamu tapi ingatlah semua
akan berakhir dengan kematian...

Sumber:m.facebook.com/inbox

Remaja 17 Thn Berhasil Membarter Ponsel HP Jadul Dengan Mobil Porsche !!Cerita di Balik Simbol-simbol Teknologi

Write a comment

New comments have been disabled for this post.