Celupan Yang Melupakan Segalanya
Monday, January 30, 2012 1:52:08 AM
Tentu menghairankan, para sahabat yang diuji dengan ujian yang begitu berat namun kebahagiaan menempati sebahagian besar dari jiwa mereka sedangkan kita yang hidup serba mewah ini begitu sulit untuk merasai hakikat kebahagiaan sebenar. Mungkin sesekali kita merasai saat-saat bahagia tetapi hanya seketika cuma. Seringkali angin kegelisahan, keresahan dan keraguan menerjah jiwa hingga terkadang melupakan kita pada segala kisah bahagia.Sumaiyah dan Yasser RA menghadapi saat-saat kematian dengan penuh kebahagiaan. Apa tidaknya ketika disaat-saat kesyahidannya terdengar pesana Rasulullah SAW ..... bersabarlah wahai keluarga Yasir, sesungguhnya kamu semua dijanjikan dengan syurga.
Apalah nilai dunia yang tidak lebih berat dari sayap nyamuk berbanding syurga yang penuh dengan kenikmatan abadi. Jika Rasul telah menjamin syurga untuk kematian yang sedang menghampiri adakah dunia yang ada ini masih berharga.
“Seandainya dunia ini di sisi Allah senilai harganya dengan sayap nyamuk niscaya Allah tidak akan memberi minum barang seteguk sekalipun kepada orang kafir” (HR. Tirmidzi, dan dia berkata: ‘hadits hasan sahih’)
Ya, adakah kita akan menemui keresahan pada hati yang sentiasa yakin pada janji-janji Rabbnya, yang yakin dengan pertemuan dengan Rabbnya.
Adakah kita akan menemui kegelisahan pada jiwa yang meyakini kesementaran hidup sedangkan hati mereka terantai pada kehidupan akhirat yang kekal abadi.
Bagaimana kita dapat menemui penyesalan pada tubuh yang terseksa kerana mempertahankan iman sedangkan hatinya bulat meyakini sabda RasulNya; “Didatangkan orang paling bahagia di dunia dari penduduk neraka –pada hari kiamat—, lalu ia dicelupkan sekali celup di neraka Jahannam, setelah itu dikatakan kepadanya: “Hai anak Adam, apakah engkau melihat kebaikan walaupun sedikit?apakah ada satu kenikmatan saja yang pernah kau lalui?” Ia berkata, “Tidak, demi Allah wahai Rabb.” Kemudian didatangkan orang paling sengsara di dunia dari penduduk syurga, lalu ia dicelupkan sekali celup ke dalam syurga, kemudian dikatakan kepadanya: “Hai anak Adam, apakah engkau pernah melihat kesusahan walau pun sedikit? Pernahkah ada satu kesusahan saja yang pernah melewatimu?” Ia berkata, “Tidak, demi Allah. Wahai Rabb, belum pernah ada satu pun kesengsaraan mengenai diriku, belum pernah ada satu kesusahan pun yang kulihat.” (HR. Muslim)
Bayangkan satu celupan saja telah melupakan kita tentang cerita derita dan sengsara dan catu celupan yang melupakan kita pada bahagia di dunia. Ya celupan yang melupakan kita dengan segalanya yang pernah kita lalui didunia. Tidak ada lagi kesengsaraan dunia bagi penghuni syurga dan tidak ada lagi kebahagiaan dunia bagi ahli neraka.
Inilah perbezaan jiwa kita dan mereka. Keyakinan mereka kepada janji-janji dan ancaman Allah menjadikan jiwa mereka terikat pada kehidupan akhirat yang kekal selamanya.
Cinta mereka pada syurga abadi sedang cinta kita pada dunia yang sementara. Keyakinan dan kebergantungan mereka kepada Allah yang Maha Adil dan Maha Lembut pada hamba-hambaNya sedangkan keyakinan dan kebergantungan kita kepada apa yang kita usahakan dan miliki.















Unregistered user # Friday, February 3, 2012 3:13:10 PM
Unregistered user # Sunday, February 12, 2012 10:22:33 AM
Unregistered user # Tuesday, February 14, 2012 1:48:20 AM