Merajut Benang Ukhuwah Di UK
Monday, May 10, 2010 2:05:16 AM
Ukhuwah adalah natijah dari keimanan. Saya tidak pernah yakin akan adanya ukhuwah dalam hubungan yang diikat bukan diatas asas keimanan.
Ukhuwah lahir dari keyakinan kita kepada apa yang Allah janjikan. Keampunan dan syurga bagi sesiapa yang bersedia untuk memaafkan, berbaik sangka, mengutamakan saudaranya melebihi dirinya bahkan kesempurnaan iman ialah mengasihi saudaranya sama seperti ia mengasihi dirinya sendiri. Allah menjanjikan keselamatan dari kedukaan dan ketakutan di mahsyar bagi mukmin yang menghilangkan kedukaan saudaranya di dunia. Allah akan memudahkan urusan seorang mukmin di dunia dan akhirat apabila ia memudahkan urusan saudaranya bahkan Allah menutupi keaiabannya apabila ia menutupi keaiban saudaranya sebaliknya Allah akan mendedahkan keaibannya di dunia dan akhirat hinggakan keaiban di dalam rumahnya sendiri apabila ia mendedahkan keaiban saudaranya (rujuk hadith ke 36; Hadith 40 imam an Nawawi..akan saya lampirkan untuk download).Ukhuwah adalah pembersihan diri dari segala sifat 'anaani'(keakuan) dan membiarkan jiwa masyarakat tumbuh di dalam dirinya. Ukhuwah adalah penyatu jiwa yang menjadikan ummat ini tumbuh dan berkembang bagaikan satu anggota badan. Jiwa-jiwa ini diikat oleh kesatuan fikrah dan aqidah (wahdatul fikr dan wahdatul aqidah). Tidak ada batasan antarabangsa apatahlagi batasan kaum dan bangsa. Jiwa manusia menjadi satu dan kuat dengan ikatan iman.
Ikatan ukhuwah ini pernah menyatukan jiwa-jiwa puak Aus dan Khazraj yang berperang hampir 200 tahun lalu menyatukan mereka hingga hidup bersaudara dan memadamkan segala api permusuhan dan bara-bara dendam yang selama ini menyalakan api-api peperangan dan kebencian. Jiwa-jiwa mereka bersatu dan melihat kehidupan dalam dimensi baru; dimensi kasih sayang dan kemaafan bahkan hati-hati mereka mudah pula menyambut kedatangan kaum muhajirin dari Mekah al Mukarramah. (lihat tafsir Ali Imran 103)
Ada yang bertanya pada saya, bagaimana kita ingin mengetahui jika ukhuwah sudah terbina. Saya menjawab "Tanyakan pada hati kita, bagaimana kita melihat saudara kita, bagaimana kita hormat dan sayangi mereka". Ukhuwah muncul dari dalan jiwa kita bukan datang dari luar. Ukhuwah adalah ukuran iman kita sendiri bukan kita sibuk menilai iman saudara kita. Ukhuwah adalah keyakinan kepada janji-janji Allah dan bagaimana kita menjadikan kehidupan kita sebagai perlumbaan untuk meraih janji-janjiNya hinga kita lebih dulu memaafkan sebelum diminta, mendahului kebaikan sebelum menerimanya, menolong sebelum diminta, berbaik sangka walaupun dimarahi atau dibenci. Ukhuwah adalah modal untuk kita bawa pulang mengadap Allah SWT, modal untuk kita meraih pengampunan dan rahmatNya bukan barang perniagaan untuk kita mendapat keuntungan duniawi. Lihatlah saudara kita sebagai 'cermin ukhuwah' jika kita merasakan saudara kita berburuk sangka pada kita maka itulah ukhuwah kita cacat dan kotor, jika kita benci memandang saudara kita maka itulah ukhuwah kita yang sebenarnya. Itulah ukhuwah yang akan kita bawa balik kepada Allah SWT sebagai manifestasi iman kita kepadaNya.















sinar_islamimukshim # Monday, May 10, 2010 5:08:31 AM
Syukran cikgu atas perkongsian ini...
Tak sabar nak menjejak kaki ke sana...
Moga Allah permudahkan urusan cikgu...
Unregistered user # Monday, May 10, 2010 4:42:58 PM
Unregistered user # Friday, May 14, 2010 9:52:58 PM
Abu Umarazmibhr # Thursday, May 20, 2010 12:34:58 AM
Pemberi dan penerima nasihat atau teguran kedua-duanya memerlukan kerendahan hati. Bagi penerima yang lemah hubungan dengan Allah dan melupakan hakikat dirinya didepan Alllah swt dan tidak jiwanya tidak benar-benar diresapi hakikat kembalinya diri pada Allah SWT memang sukar untuk menerima teguran atau nasihat.
Bagi kita yang ingin memberi nasihat atau teguran, mungkin ada beberapa perkara yang boleh kita perhitungkan. PERTAMA: Kalau kita tak berani memberi teguran, persoalannya apa yang menghalang kita; adakah kerana Allah atau kerana perkara-perkara selain itu? Tidak seharusnya ada perkara lain yang lebih besar dari keredhaan Allah. KEDUANYA: Adakah dia (yang ingin dinasihati) bersedia untuk menerima nasihat kita? kalau kita rasakan dia memang tidak bersedia, jadi apakah nilai nasihat yang akan kita berikan padanya bahkan mungkin merosakkan hubungan. Mungkinkah ada pihak ketiga yang lebih sesuai untuk menyampaikan teguran itu kepadanya. Kadang-kadang kita memerlukan bantuan dari pihak lain supaya mudah untuk ia menerima teguran tersebut. KETIGA: Setakatmanakah kesungguhan kita berdoa agar Allah berikan petunjuk kepada sahabat kita supaya ia benar-benar berada diatas jalan yang benar (mungkin disinilah kita boleh menilai ukhuwah kita padanya; jika benar kita merasakan pentingnya ukhuwah maka kita akan berdoa dengan sepenuh hati agar Allah benar-benar tunjukkan jalan yang benar pada saudara kita)