Minggu tenang
Sunday, December 11, 2005 3:53:49 PM
Kemarin sabtu, waktu cuci darah, tidak disangka, alex (adikku) membawa pacarnya untuk diperkenalkan ke kita semua ... waktu itu aku lagi duduk ruang tunggu depan, sementara papa dan mama ada didalam. aku liat alex keluar dari lift diikuti seorang perempuan, aku pura2 aja ga liat, kemudian alex menghampiri aku dan memperkenalkan pacarnya bernama sansan ... kemudian lanjut kedalam untuk dikenalkan ke mama papa ... sementara alex didalam, didepan mulai agak ramai, karena kebetulan ada om albert, bu yahya, dan bu sigi bertanya2 tentang orang yang ikut bersama alex itu ... ramailah kita, bercanda, bergurau, saling meledek terutama terhadap aku ...
ga lama aku masuk kedalam, ku liat papa mama ngobrol baik dengan sansan, aku senang melihatnya ternyata papa mama cocok dengan sansan, yah semoga semuanya berjalan dengan lancar. memang, keliatan sih anaknya juga bisa cukup bersahabat, itu yang aku suka, bisa membawa suasana, semoga hal ini bisa memberikan suatu semangat baru untuk mama ... memberikan semangat baru agar mama bisa punya kekuatan untuk bisa kuat, dan tidak menyerah terhadap penyakitnya, walaupun aku sadar kalau perjuangan ini adalah sia-sia, karena seberapa kuatnya kita berjuang, kita pasti akan kalah .... yang kita harapkan sekarang adalah keajaiban dari Tuhan, aku hanya bisa berhadap dan berdoa ... semoga Tuhan mau mendengar dan membimbing kita semua dalam perjuangan ini.
sudah seminggu ini aku dipusingkan dengan kabar akan menikahnya imelda, aku ya ga aneh juga, sejak cukup lama dia tahu rahasiaku, masalah keluarga yang aku hadapi, dia ternyata terkesan menghindar daripadaku ... aku jg tau kalo ga lama setelah dia tau masalahku, dia menghindar dan punya pacar, yg aku tau sih hari minggu ini dia menikah ... walaupun aku ingin sekali ikut berbahagia untuknya, tapi aku sedih dan marah, karena tidak sangka orang seperti dia bisa meninggalkan aku begitu saja, mmg aku ga bisa berharap banyak, toh dia bukan siapa2 aku, hanya teman, tapi aneh rasanya, bingung ... apa sebenarnya arti dari seorang teman? imelda mengarapkan aku datang ke pesta pernikahan dia, disaat dia berbahagia, dia ingin berbagi, tapi dimana dia pada saat aku sedang sedih, mengharapkan dukungan dan semangat dia, TIDAK ADA, sms? telp? TIDAK ADA ... walaupun dia tau, tapi dimn dia? ... marah, sedih ... itu yang aku rasa sekarang ... aku hanya bisa berharap dia jangan ganggu saya lagi ... biarlah dia berbahagia ... tinggalkanlah aku sendiri dengan masalahku ... aku hanya berharap semoga Tuhan selalu menjaga dan melindungi selalu Mel ....
tambah lagi, besok selasa, alex akan dioperasi matanya, biayanya lumayan besar, 8jutaan ... papa sdh mulai minta bantuan dana ke aku ... ya aku bilang untuk dana sebesar itu aku sih ga punya, tapi aku akan kasih semua ke dia karena aku jg sayang sm alex, aku pengen bisa membahagiakan keluargaku ... walaupun itu harus mengorban semua yang aku punya ... aku juga sudah sadar kalau semua impian dan harapanku sudah sirna ... sejak mama sakit ... walaupun ada rasanya aku ingin menyalahkan semuanya ke mama, tapi bukan itu sifatku (untuk sementara ini), yang jadi tujuan hidupku sekarang adalah bagaimana bisa membahagiakan keluarga ... bisa membuat mama lebih tenang, papa, dan alex jg ... biar saya yang hancur ... masa depan dan harapan ... semua harta dan tenagaku untuk keluarga ... semua uangku habis untuk keluarga, semua waktu dan tenaga ... walau papa tau apa yg aku inginkan, papa juga sempat ngomong kalau akan memenuhi keinginanku, tapi aku bilang ga usah aja dulu, prioritaskan ke mama dan alex dulu, masalah dana, uang masih bisa dicari, untuk sementara dana difokuskan dulu ke alex, sembuhkan dulu matanya, kemudian selesaikan pembayaran rumah dan motor, jangan hiraukan apa yang aku mau ... aku hanya berharap bahwa semua pengorbanan ini bukanlah hal yang sia2 ... semoga saja ... hanya waktu yang bicara ...
aku jadi ingat pembicaraan aku, om albert, bu yahya, dan bu sigi kemaren sabtu di rumah sakit, aku dengan kalau mereka semua mengharapkan anak2nya untuk tidak mengorbankan masa depan mereka, jadi menurut mereka, biarlah mereka yang berkorban untuk menjaga pasien mereka masing2 tanpa mengorbankan masa depan anak2 mereka. Hm, namun lain dengan papa, papa mengharapkan kita (anak2nya) untuk ikut membantu menjaga mama, mmg itu tidak salah juga, tapi jangan lah sampai mengorbankan masa depan anak2nya ...
oleh karena itu saya berusaha, berusaha untuk bisa melindungi alex sekuat aku, jadi biarlah semua yang aku miliki ini aku habiskan ke mama, tanpa mengganggu alex, jadi alex bisa berkembang, bisa meraih masa depan yang dia diinginkan ... papa, aku minta maaf, mungkin selama ini aku selalu merasa kurang bagi papa, aku selalu dimarahi, dimaki, selalu disalahkan atas semua hal yang terjadi dirumah ini atau terhadap mama, aku janji aku akan berusaha lebih baik lagi, walaupun badanku capai sekali. disaat aku mo istirahat, mo tidur, memejamkan mata, papa membunyikan bel, mengharapkan aku menunggu mama sementara papa dan alex bisa istirahat, aku ga akan marah, karena inilah yang mesti aku lakukan, aku sangat senang jika aku bisa liat mama, papa dan alex bisa tidur dengan tenang, dengan damai, aku berdoa dalam hati, berharap kepada Tuhan agar Tuhan bisa memberikan mimpi yang indah, istirahat yang tenang, dan bisa bangun tidur dengan kondisi yang lebih segar, dan berharap aku bisa selalu menjaga keluargaku agar damai selalu.
Terima kasih Tuhan atas semua yang sudah Engkau berikan kepada keluarga kami ... Terima kasih Tuhan, terima kasih ...
ga lama aku masuk kedalam, ku liat papa mama ngobrol baik dengan sansan, aku senang melihatnya ternyata papa mama cocok dengan sansan, yah semoga semuanya berjalan dengan lancar. memang, keliatan sih anaknya juga bisa cukup bersahabat, itu yang aku suka, bisa membawa suasana, semoga hal ini bisa memberikan suatu semangat baru untuk mama ... memberikan semangat baru agar mama bisa punya kekuatan untuk bisa kuat, dan tidak menyerah terhadap penyakitnya, walaupun aku sadar kalau perjuangan ini adalah sia-sia, karena seberapa kuatnya kita berjuang, kita pasti akan kalah .... yang kita harapkan sekarang adalah keajaiban dari Tuhan, aku hanya bisa berhadap dan berdoa ... semoga Tuhan mau mendengar dan membimbing kita semua dalam perjuangan ini.
sudah seminggu ini aku dipusingkan dengan kabar akan menikahnya imelda, aku ya ga aneh juga, sejak cukup lama dia tahu rahasiaku, masalah keluarga yang aku hadapi, dia ternyata terkesan menghindar daripadaku ... aku jg tau kalo ga lama setelah dia tau masalahku, dia menghindar dan punya pacar, yg aku tau sih hari minggu ini dia menikah ... walaupun aku ingin sekali ikut berbahagia untuknya, tapi aku sedih dan marah, karena tidak sangka orang seperti dia bisa meninggalkan aku begitu saja, mmg aku ga bisa berharap banyak, toh dia bukan siapa2 aku, hanya teman, tapi aneh rasanya, bingung ... apa sebenarnya arti dari seorang teman? imelda mengarapkan aku datang ke pesta pernikahan dia, disaat dia berbahagia, dia ingin berbagi, tapi dimana dia pada saat aku sedang sedih, mengharapkan dukungan dan semangat dia, TIDAK ADA, sms? telp? TIDAK ADA ... walaupun dia tau, tapi dimn dia? ... marah, sedih ... itu yang aku rasa sekarang ... aku hanya bisa berharap dia jangan ganggu saya lagi ... biarlah dia berbahagia ... tinggalkanlah aku sendiri dengan masalahku ... aku hanya berharap semoga Tuhan selalu menjaga dan melindungi selalu Mel ....
tambah lagi, besok selasa, alex akan dioperasi matanya, biayanya lumayan besar, 8jutaan ... papa sdh mulai minta bantuan dana ke aku ... ya aku bilang untuk dana sebesar itu aku sih ga punya, tapi aku akan kasih semua ke dia karena aku jg sayang sm alex, aku pengen bisa membahagiakan keluargaku ... walaupun itu harus mengorban semua yang aku punya ... aku juga sudah sadar kalau semua impian dan harapanku sudah sirna ... sejak mama sakit ... walaupun ada rasanya aku ingin menyalahkan semuanya ke mama, tapi bukan itu sifatku (untuk sementara ini), yang jadi tujuan hidupku sekarang adalah bagaimana bisa membahagiakan keluarga ... bisa membuat mama lebih tenang, papa, dan alex jg ... biar saya yang hancur ... masa depan dan harapan ... semua harta dan tenagaku untuk keluarga ... semua uangku habis untuk keluarga, semua waktu dan tenaga ... walau papa tau apa yg aku inginkan, papa juga sempat ngomong kalau akan memenuhi keinginanku, tapi aku bilang ga usah aja dulu, prioritaskan ke mama dan alex dulu, masalah dana, uang masih bisa dicari, untuk sementara dana difokuskan dulu ke alex, sembuhkan dulu matanya, kemudian selesaikan pembayaran rumah dan motor, jangan hiraukan apa yang aku mau ... aku hanya berharap bahwa semua pengorbanan ini bukanlah hal yang sia2 ... semoga saja ... hanya waktu yang bicara ...
aku jadi ingat pembicaraan aku, om albert, bu yahya, dan bu sigi kemaren sabtu di rumah sakit, aku dengan kalau mereka semua mengharapkan anak2nya untuk tidak mengorbankan masa depan mereka, jadi menurut mereka, biarlah mereka yang berkorban untuk menjaga pasien mereka masing2 tanpa mengorbankan masa depan anak2 mereka. Hm, namun lain dengan papa, papa mengharapkan kita (anak2nya) untuk ikut membantu menjaga mama, mmg itu tidak salah juga, tapi jangan lah sampai mengorbankan masa depan anak2nya ...
oleh karena itu saya berusaha, berusaha untuk bisa melindungi alex sekuat aku, jadi biarlah semua yang aku miliki ini aku habiskan ke mama, tanpa mengganggu alex, jadi alex bisa berkembang, bisa meraih masa depan yang dia diinginkan ... papa, aku minta maaf, mungkin selama ini aku selalu merasa kurang bagi papa, aku selalu dimarahi, dimaki, selalu disalahkan atas semua hal yang terjadi dirumah ini atau terhadap mama, aku janji aku akan berusaha lebih baik lagi, walaupun badanku capai sekali. disaat aku mo istirahat, mo tidur, memejamkan mata, papa membunyikan bel, mengharapkan aku menunggu mama sementara papa dan alex bisa istirahat, aku ga akan marah, karena inilah yang mesti aku lakukan, aku sangat senang jika aku bisa liat mama, papa dan alex bisa tidur dengan tenang, dengan damai, aku berdoa dalam hati, berharap kepada Tuhan agar Tuhan bisa memberikan mimpi yang indah, istirahat yang tenang, dan bisa bangun tidur dengan kondisi yang lebih segar, dan berharap aku bisa selalu menjaga keluargaku agar damai selalu.
Terima kasih Tuhan atas semua yang sudah Engkau berikan kepada keluarga kami ... Terima kasih Tuhan, terima kasih ...

