PUISI PUISI CINTA ROMANTIS
Thursday, April 11, 2013 4:39:52 PM
Kita tahu
kita percaya
bahwa rasa itu tumbuh sekian lama
dan bernaung di dalam hati
menunggu detik agar mewujudkanya
menjadi kata, kalimat, lalu suara
Aku tak peduli
bila ruang harus menyekat cinta
dan aku mencoba menyeru kepada detik
agar temukan kita di ujung hari
Aku tidak peduli meski dibulan tak berbulan sekalipun ruang masih saja menyekat cinta dan aku masih saja mencoba menyeru kepada detik agar temukan kita di serambi taman surga
Aku tak peduli
bila langit menggulung mendungnya
dan menghujam bumi dengan ribuan bintik
lalu laut mengamuk menyapu karang yang
tegar
tanah terkuak menenggelamkan harapan-harapan besar
dan akhirnya tuhan menyeru kepada
malaikat maut
untuk bertebaran menyayat ribuan jiwa
Selelah apapun mataku mencari wujudmu selelah apapun telinga meraba udara mencari suaramu selelah apapun kaki berjalan, mengukir jejak mengejar bayangmu apapun yang kau lakukan bagaimanapun kau menolaknya cinta akan tetap berada disana menunggumu mengakui keberadaannya kau dan aku tahu itu
Kita begitu berbeda dalam semua
kecuali dalam cinta
Aku tak peduli
bila ruang harus menyekat cinta
dan aku mencoba menyeru kepada detik
agar temukan kita di ujung hari
Aku tidak peduli meski dibulan tak berbulan sekalipun ruang masih saja menyekat cinta dan aku masih saja mencoba menyeru kepada detik agar temukan kita di serambi taman surga
Aku tak peduli
bila langit menggulung mendungnya
dan menghujam bumi dengan ribuan bintik
lalu laut mengamuk menyapu karang yang
tegar
tanah terkuak menenggelamkan harapan-harapan besar
dan akhirnya tuhan menyeru kepada
malaikat maut
untuk bertebaran menyayat ribuan jiwa
Selelah apapun mataku mencari wujudmu selelah apapun telinga meraba udara mencari suaramu selelah apapun kaki berjalan, mengukir jejak mengejar bayangmu apapun yang kau lakukan bagaimanapun kau menolaknya cinta akan tetap berada disana menunggumu mengakui keberadaannya kau dan aku tahu itu
Kita begitu berbeda dalam semua
kecuali dalam cinta

