seorang bapak yang duduk di samping saya, mulai membuka pembicaraan. beliau cukup ramah, dan sebelumnya cukup terbukti juga, ketika ia mulai menaiki kendaraan ini, (angkutan umum-red) tidak tanggung, ia sodorkan tangannya untuk lantas menyalami semua penumpang yang berada di samping, depan juga belakang.
setelah sebelumnya memperkenalkan diri, ia pun mulai bertanya tentang tujuan saya, dll, sejurus kemudian obrolan kami pun mengalir dengan ringan, seringan laju kendaraan yg kebetulan waktu itu keadaan jalanan cukup licin akibat di guyur hujan, memaksa kendaraan lain juga ikut merayap. tiba-tiba supir mendadak injak rem,

ternyata sebuah motor yang di tumpangi oleh seorang anggota polisi nabrak kendaraan yang di depannya sampai polisinya terjatuh, ''tidak apa-apa pak,?? tanya sopir, polisi tersebut bangkit lantas membenarkan motornya, lalu kemudian menghampiri sang sopir, tapi anehnya bukan menghampiri sopir yang di depan, tapi malah menghampiri sopir kendaraan yang kami tumpangi, ''sim stnk'' ujarnya, sopirpun keheranan, setelah sedikit beradu argumentasi, sim berikut stnk pun ia serahkan ''nanti ambil di kantor'' ujar polisi tersebut sambil ngeloyor pergi, semua penumpang ikut heran, padahal sedikitpun tidak ada gesekan antara motor polisi tersebut, dengan kendaaran yang kami tumpangi, akhirnya sopir hanya bisa menggerutu, nasip rakyat ujarnya

bahkan sampai saat ini saja saya sendiri masih heran, kepikiran sampai g bisa tidur


insomnia kambuh lagi nie,

sementara sopir menggerutu :awww
bapak yang di samping saya mulai melanjutkan obrolan kami yang sempat terpotong karena kejadian yang aneh tadi

banyak yang menarik ketika si bapak bercerita tentang pengalaman masa mudanya, salah satunya ketika ìa menemukan seekor ular kecil, di tangkapnya ular tersebut lalu ia lepas di sebuah selokan kecìl, seraya melepasnya ia berucap pada ular tersebut: ''nanti kalau kamu sudah besar kita adu kekuatan, tapi setelah itu kamu harus memberi saya uang'' ujarnya. waktupun berlalu, tanpa di sengaja ia melewati selokan tempat ular yang dulu pernah ia lepas, dan ia melihat begitu banyak ikan, merasa tergiur melihat banyaknya ikan, ia turun ke selokan dan mulai memasukan tangannya ke dalam air, tapi tiba-tiba ia berteriak, ternyata jempolnya d gigit ular, ia pun meloncat-loncat sampai akhirnya si ular melepas gigitannya, setelah ia perhatikan ternyata ular tersebut sama dengan ular yang pernah ia lepas, hanya dari ukuran besarnya yang membedakan. dan ketika ia hendak meneruskan menangkap ikan, anehnya tidak ada satu pun ikan di selokan, lalu ia pun pulang dengan tangan hampa dan jempol yang terluka, sampainya di rumah, barulah ia ingat dengan apa yang dulu telah ia ucapkan, tapi mana uangnya ? ujarnya, (kebetulan waktu itu musim SDSB) tanpa pikir panjang ia langsung pasang kupon dengan angka ular, menang dan dapat uang.

itu hanyalah pengalaman masa muda saya dek ujarnya, jangan di tiru yah

tapi yang pasti di balik semua ucapan itu benar adanya, kita harus bisa menjaga mulut sendiri, jangan sembarang asal cuap ujarnya..


asal post aj dari pada ganggu orang tidur,
huduh udah waktu'a sahur nie., syawalan yang ke enam

salam my.o