Budi Sudarmanto

Rekam Perjalanan

Subscribe to RSS feed

Gadis Manis Berkaca Gulita

Gadis Manis Berkaca Gulita




“saban pagi kureka
perjalanan gerimis dari bola matamu,
menuju laut jugakah?”

gadis manis berkaca gulita,
menyimpan gerimis di bola matanya

bila dihapus jejak gerimis,
barangkali cuma niscaya
sebab kabut terlanjur rasuk
dalam dada

Gadis manis kini menuju senja
Menimbang pikir menimang rasa

gadis manis hanya berkawan rembulan
menepis galau dalam dadanya

gadis manis
gadis manis

menarik selimut menjemput mimpi
duhai manisnya


wk, 26022011

Dalam Aku-Kau

DALAM AKU-KAU



namamu jadi mantra
segera jelma rupa
antara kau dan bukan kau
tapi kumaknai kau.

kau jadi nama, ruang
waktu pengembara

dimensimu yang langut
jadi antah
dalam ibu rindu anak rindu sanak
rindu kampung halaman
dan kota yang mengeja kata.
mataku tak kunjung pejam:
tak ada usai menutur harapan

...

adakah baik?
kau menjadi aku
aku menjadi kau


way kanan, 26082010

Hujan Reda

dari air yang tumpah jadi butir
mengetuk jadi irama
mengalir
meresap
menuju lelap


lembab menyergap
kini tak cuma air yang tumpah jadi butir


way kanan, 11092010

Nun Perempuanku

NUN PEREMPUANKU



nun perempuanku
lelahkah engkau mencari
hendak menambat hati
jadi ibu dari anak-anak
nanti
nun
bersabarlah pada ujian
bersabarlah pada tujuan
tuhan mencipta
sebagaimana arus cari muara



waykanan, 29092010

Seumpama di Pantai X

Seumpama Di Pantai X



aku terbawa kemana sauh
melabuhi ombak gaduh
-pecah!
oow, kini aku buih dari nafas
laut yang kian memar


sekejap
aku terdampar di bibir yang sunyi
kukecup keningnya yang gersang
di hamparan pasir telah tertambang
'tak ada sampan,
akulah tepi
yang kini sunyinya
lebihi diam'


Ooh, kmana sauh?


duhai mata angin!
antar aku pada dahan rimbun
yang dahulu kau tiup
sebelum lesat ke angkasa


kuhirup udara yang terpanggang
terik
jadi bara
menuju nadiku


-kemana lagi kan kucari?


aku masih berputar
hampir mekar menuju
habis



way kanan, 04012011

Nona

Nona X

aku ngalir bersama mbun matamu
yang luruh di hujan paling sejuk
lepas malam, melatai kelam
di ranggas hari,
dan kamar bagimu,
sekapal luka
terpapar
di tiap ceruk-



Nona Y

bagimu bintang cuma malam,
akulah lukamu dari kamar
yang terbang ke awang
menjadi bayang.


Nona Z

duhai
semua permulaan
memang mengisyaratkan akhir
: jangan takut


WK, 06012011

Sepasang Percakapan

kekasih
tak kupunya rayuan untuk menerbangkan mimpimu
ajaklah aku susuri telaga warna hidup
yang telah kau ukur dengan jangkaumu
aku turut
menyerta
di tepian mana mesti bersamamu
kekasih
kepasrahan jiwaku untukmu
prikitiuw


...

ya kekasih
tak perlu rayuan untuk menerbangkan mimpiku
ikutlah aku susuri telaga warna hidup
yang telah ku ukur dengan jangkauku
turutlah
menyertai
di tepian mana kau mesti bersamaku
kekasih
kuterima kepasrahan jiwamu untukku
prikitiuw juga kekasihku



wk, 12012011

Pulang Ke Taman

ku titip harapan
pada bunga api yang mekar
di udara

ditamanmu
kau tunggu aku
dengan detak yang kian sampai
pada permulaan
sedang aku
mengejari penghabisan

di tamanmu
aku memerami matahari
menelusuri embun
yang warnanya lekat
makin dekat
pada wajahmu yang memikat


ditamanmu
aku serupa bayang,
yang berangkat pulang
: ke taman itu jua


waykanan, januari 2010

Meninggalkanmu

meninggalkanmu




di nadimu aku pernah ngalir
dengan segundah harapan yang kuusung dalam subuh ke jantungmu. rahim, tempat kau telurkan hitam putih dan kau bariskan warna sebagai pelangi lingkari musim. menelusuri ronamu, aih.. takkan habis hanya dipersimpangan. kau tentukan pilihan, aku yang pemilih, memilih warna lain yang hanya menelurkan misteri bagi kemudian, tentu, bersama mereka yang menang dan kalah, berpisah, seperti permulaan sua dengamu.

aku, disini, mungkin kau tahu, pernah menyusuri nadimu dengan sengal dan pingkal, tidak lari pun sembunyi, sedang kubuat peta baru mengalirkan mereka yang handak larut susuri nadimu yang kini pengap, merenangi selokan yang kini satu-satunya lautmu paling biru dan kaulah paling tahu.

aku hanya nyengir, bila kau nyinyir bau anyir. disitu, kau bisa menguras dan menguas laut dengan biru lain. aku cuma disini, dipersimpangan yang tak kau pilih, merangkai simpul-simpul harapan yang memilinku pada putaran waktu. sudah? terima kasih, kini kita saling kehilangan.


way kanan, 17012011

Kembali Padamu

kembali padamu



aku hamba sunyi setelah kucoret jalan pulang dan kuremas petamu kini hilang. aku dimana tuan? sembahku! terus mencarimu, sebelum kau jemput aku dalam sujud


kebanyakankopi, 20012011