Burung Kutilang
Friday, October 2, 2009 4:03:46 AM
Burung Kutilang atau Kutilang adalah sejenis burung pengicau dari suku Pycnonotidae. Orang Sunda menyebutnya cangkurileung, orang Jawa menamainya ketilang atau genthilang, mengikuti bunyi suaranya yang khas. Dalam bahasa Inggris burung ini disebut Sooty-headed Bulbul, sementara nama ilmiahnya adalah Pycnonotus aurigaster; mengacu pada bulu-bulu di sekitar pantatnya yang berwarna jingga.

Burung yang berukuran sedang, panjang tubuh total (diukur dari ujung paruh hingga ujung ekor) sekitar 20 cm. Sisi atas tubuh (punggung, ekor) berwarna coklat kelabu, sisi bawah (tenggorokan, leher, dada dan perut) putih keabu-abuan. Bagian atas kepala, mulai dari dahi, topi dan jambul, berwarna hitam. Tungging (di muka ekor) nampak jelas berwarna putih, serta penutup pantat berwarna jingga. Iris mata berwarna merah, paruh dan kaki hitam.
Burung kutilang kerap mengunjungi tempat-tempat terbuka, tepi jalan, kebun, pekarangan, semak belukar dan hutan sekunder, sampai dengan ketinggian sekitar 1.600 m dpl. Sering pula ditemukan hidup meliar di taman dan halaman-halaman rumah di perkotaan. Burung kutilang acapkali berkelompok, baik ketika mencari makanan maupun bertengger, dengan jenisnya sendiri maupun dengan jenis merbah yang lain, atau bahkan dengan jenis burung yang lain.

Seperti umumnya merbah, makanan burung ini terutama adalah buah-buahan yang lunak. Burung kutilang sering menjengkelkan petani karena kerap melubangi buah pepaya dan pisang yang telah masak di kebun. Namun sebaliknya burung ini menguntungkan petani karena juga memangsa pelbagai jenis serangga, ulat dan aneka hewan kecil lainnya yang menjadi hama tanaman.
Kelompok burung ini acap terbang dengan ribut, berbunyi nyaring cuk, cuk, ..! ; atau bersiul berirama yang terdengar seperti ke-ti-lang.. ke-ti-lang.. berulang-ulang di atas tenggerannya sejak menjelang subuh sampai sore hari dan memang biasa berisik pada saat matahari terbit dan menjelang matahari terbenam. Burung kutilang sangat menyukai air untuk mandi maupun minum. Karena jenis makanannya dan sering minum, burung kutilang tergolong burung yang sering membuang kotoran. Ketika membuang kotoran biasanya pantatnya akan manggut-manggut dari atas ke bawah.

Sarang burung kutilang berbentuk cawan dari anyaman daun rumput, tangkai daun atau ranting yang halus. Telur dua atau tiga butir, berwarna kemerah-jambuan berbintik ungu dan abu-abu. Tercatat bersarang sepanjang tahun kecuali Nopember, dengan puncaknya April sampai September. Burung kutilang menyebar luas di Tiongkok selatan dan Asia Tenggara (kecuali Malaysia), Jawa serta Bali. Diintroduksi ke Sumatra dan Sulawesi, beberapa tahun yang silam burung ini juga mulai didapati di Kalimantan.
Burung kutilang dapat dijadikan hewan peliharaan yang lucu dan menggemaskan. Jika dipelihara dengan baik terlebih dari anakan, burung kutilang akan sangat jinak seperti kucing peliharaan yang manja. Burung kutilang tergolong binatang yang setia kepada tuannya apabila sering diperhatikan Jika sudah jinak burung kutilang ketika dilepas maka dia akan kembali lagi ke sarangnya jika dipanggil tuannya. Tentu saja ketika dilepas haruslah diawasi karena besar kemungkinan kucing akan memangsanya.

Burung kutilang seharusnya dapat dijadikan burung lomba untuk burung berkicau. Tembakan-tembakan suara yang dihasilkan cukuplah keras dan memiliki variasi suara yang bagus jika dimaster dengan benar. Burung kutilang tergolong burung yang pandai. Dia bisa dimaster berbagai macam suara baik burung lain atau suara-suara lainnya termasuk suara siulan orang. Jika diajarkan setiap hari dalam hitungan minggu burung kutilang akan dapat meniru suara tersebut. Namun sayang burung kutilang masih dianggap sebelah mata oleh para pecinta burung kicauan. Hal ini mungkin disebabkan karena jumlah burung kutilang yang banyak di alam liar sehingga harganya murah menyebabkan rendahnya prestise memelihara burung ini.

Burung yang berukuran sedang, panjang tubuh total (diukur dari ujung paruh hingga ujung ekor) sekitar 20 cm. Sisi atas tubuh (punggung, ekor) berwarna coklat kelabu, sisi bawah (tenggorokan, leher, dada dan perut) putih keabu-abuan. Bagian atas kepala, mulai dari dahi, topi dan jambul, berwarna hitam. Tungging (di muka ekor) nampak jelas berwarna putih, serta penutup pantat berwarna jingga. Iris mata berwarna merah, paruh dan kaki hitam.
Burung kutilang kerap mengunjungi tempat-tempat terbuka, tepi jalan, kebun, pekarangan, semak belukar dan hutan sekunder, sampai dengan ketinggian sekitar 1.600 m dpl. Sering pula ditemukan hidup meliar di taman dan halaman-halaman rumah di perkotaan. Burung kutilang acapkali berkelompok, baik ketika mencari makanan maupun bertengger, dengan jenisnya sendiri maupun dengan jenis merbah yang lain, atau bahkan dengan jenis burung yang lain.

Seperti umumnya merbah, makanan burung ini terutama adalah buah-buahan yang lunak. Burung kutilang sering menjengkelkan petani karena kerap melubangi buah pepaya dan pisang yang telah masak di kebun. Namun sebaliknya burung ini menguntungkan petani karena juga memangsa pelbagai jenis serangga, ulat dan aneka hewan kecil lainnya yang menjadi hama tanaman.
Kelompok burung ini acap terbang dengan ribut, berbunyi nyaring cuk, cuk, ..! ; atau bersiul berirama yang terdengar seperti ke-ti-lang.. ke-ti-lang.. berulang-ulang di atas tenggerannya sejak menjelang subuh sampai sore hari dan memang biasa berisik pada saat matahari terbit dan menjelang matahari terbenam. Burung kutilang sangat menyukai air untuk mandi maupun minum. Karena jenis makanannya dan sering minum, burung kutilang tergolong burung yang sering membuang kotoran. Ketika membuang kotoran biasanya pantatnya akan manggut-manggut dari atas ke bawah.

Sarang burung kutilang berbentuk cawan dari anyaman daun rumput, tangkai daun atau ranting yang halus. Telur dua atau tiga butir, berwarna kemerah-jambuan berbintik ungu dan abu-abu. Tercatat bersarang sepanjang tahun kecuali Nopember, dengan puncaknya April sampai September. Burung kutilang menyebar luas di Tiongkok selatan dan Asia Tenggara (kecuali Malaysia), Jawa serta Bali. Diintroduksi ke Sumatra dan Sulawesi, beberapa tahun yang silam burung ini juga mulai didapati di Kalimantan.
Burung kutilang dapat dijadikan hewan peliharaan yang lucu dan menggemaskan. Jika dipelihara dengan baik terlebih dari anakan, burung kutilang akan sangat jinak seperti kucing peliharaan yang manja. Burung kutilang tergolong binatang yang setia kepada tuannya apabila sering diperhatikan Jika sudah jinak burung kutilang ketika dilepas maka dia akan kembali lagi ke sarangnya jika dipanggil tuannya. Tentu saja ketika dilepas haruslah diawasi karena besar kemungkinan kucing akan memangsanya.

Burung kutilang seharusnya dapat dijadikan burung lomba untuk burung berkicau. Tembakan-tembakan suara yang dihasilkan cukuplah keras dan memiliki variasi suara yang bagus jika dimaster dengan benar. Burung kutilang tergolong burung yang pandai. Dia bisa dimaster berbagai macam suara baik burung lain atau suara-suara lainnya termasuk suara siulan orang. Jika diajarkan setiap hari dalam hitungan minggu burung kutilang akan dapat meniru suara tersebut. Namun sayang burung kutilang masih dianggap sebelah mata oleh para pecinta burung kicauan. Hal ini mungkin disebabkan karena jumlah burung kutilang yang banyak di alam liar sehingga harganya murah menyebabkan rendahnya prestise memelihara burung ini.













1 2 Next »
Mas Kaji QuadratMaslych # Thursday, October 8, 2009 6:59:57 PM
Bryant Leonhartcangkur # Friday, October 9, 2009 3:21:01 PM
Unregistered user # Friday, November 6, 2009 11:49:14 AM
Bryant Leonhartcangkur # Thursday, November 19, 2009 7:27:50 AM
Unregistered user # Friday, January 29, 2010 4:46:43 AM
Unregistered user # Friday, January 29, 2010 4:49:23 AM
Unregistered user # Friday, February 19, 2010 3:19:07 AM
Unregistered user # Friday, February 19, 2010 3:29:20 AM
Bryant Leonhartcangkur # Saturday, February 20, 2010 8:15:02 AM
Bryant Leonhartcangkur # Saturday, February 20, 2010 8:19:49 AM
Originally posted by anonymous:
Burung kutilang boleh kok dimandiin, malah mereka seneng kalo dimandiin. Disemprot aja pake spray yang biasa dipakai untuk memandikian burung2 berkicau lain. Di tukang2 burung biasa dijual sekitar 7000-8000 rupiah.
Sebaiknya makanannya memang diberikan voer & dibarengi sama buah2an seperti pisang atau pepaya. Kutilang biasanya juga menyukai berbagai macam jenis voer. Namun saya lebih sering membeli merek voer gold coin. Burung kutilang saya bertahan lebih dari 5 tahun.
Bryant Leonhartcangkur # Saturday, February 20, 2010 8:23:14 AM
Originally posted by anonymous:
Harusnya sih tidak membuat mental burung lain menjadi down. Namun orang2 yang suka melatih burung berkicaunya untuk dijadikan burung lomba katanya sih dapat merusak isian suaranya. Namun jika untuk peliharaan menurut saya nggak ada masalah. Semua itu kan tergantung bagaimana selera kita menikmati suara burung. Burung kutilang juga dapat diisi berbagai macam kiacuan burung lain.
Unregistered user # Friday, April 9, 2010 4:18:36 AM
Unregistered user # Wednesday, April 14, 2010 5:44:58 AM
Unregistered user # Wednesday, April 14, 2010 5:49:31 AM
Bryant Leonhartcangkur # Thursday, April 15, 2010 3:19:12 PM
Originally posted by anonymous:
Masih bisa jinak asal sabar.. tergantung dari sifat burungnya juga.. saya pernah nangkap kutilang liar yang suka terbang di dekat pepohonan rumah, setiap hari saya rawat & mandikan jangan lupa dikasih makanan buah2an seperti pepaya atau pisang.. kebeneran sifat kutilang yang saya tangkap cepat beradaptasi dengan manusia.. seminggu kemudian saya sudah bisa mengelus2 kepalanya dan dia tidak kabur2an lagi cuma membelakangi saya. Lama kelamaan setiap saya elus2 kepalanya dia selalu menari dengan mengepakkan sayap dan bersuara khas. Setiap saya lepas keluar dia sering berkejaran dengan kutilang2 liar lainnya, namun bisa dipanggil lagi & kadang harus dipancing pake makanan kesukaannya seperti pepaya baru dia mau pulang. Saya beruntung bisa mendapatkan kutilang yang sifatnya seperti ini, karena tidak semua dapat dijinakkan sampai seperti itu.
Bryant Leonhartcangkur # Thursday, April 15, 2010 3:23:20 PM
Originally posted by anonymous:
Wah anda kejam sekali..
Saya nggak pernah tega untuk melukai burung2 yang nggak berdosa.. Mungkin kalo dirawat & diperhatikan dengan baik masih bisa jinak.. Jangan lupa diberikan makan buah & voer setiap hari.. Ketika lukanya sudah kering bisa coba dimandikan & dijemur pada pagi atau sore hari.
Bryant Leonhartcangkur # Thursday, April 15, 2010 3:26:02 PM
Originally posted by anonymous:
Semua sangkar burung cocok untuk kutilang.. Namun saya lebih suka sangkar yang dibuat dari kayu & bambu jika dibanding sangkat yang terbuat dari besi & plastik. Biasanya saya juga memberikan alas koran di sangkarnya agar mudah dibersihkan & diganti setiap hari supaya selalu bersih, karena kotoran kutilang memang mengandung amonia yang cukup banyak sehingga dapat menimbulkan bau kalo tidak dibersihkan.
Unregistered user # Saturday, April 17, 2010 1:13:50 PM
Bryant Leonhartcangkur # Sunday, April 18, 2010 12:55:58 PM
Unregistered user # Tuesday, April 20, 2010 2:27:35 PM
Unregistered user # Wednesday, April 21, 2010 10:15:01 AM
Bryant Leonhartcangkur # Wednesday, April 21, 2010 1:59:23 PM
Originally posted by anonymous:
Sepertinya comment2 diatas boleh dibaca2 lagi.. itu udah lumayan lengkap kok..
Sebenernya nggak beda jauh dengan merawat burung peliharaan lain, yang penting kandang bersih, makanan selalu tersedia, kalo bisa ada voer + buah (pisang, pepaya), ekstra feeding boleh diberikan seperti jangkrik atau belalang kecil, air minum juga harus bersih dan penuh diganti tiap hari, soalnya kutilang seneng main air, kalo bisa dimandikan setiap hari (pagi atau sore) lalu dijemur, jangan lupa dijagain waktu menjemur nanti ada kucing nakal. Yang terakhir jangan lupa diperhatikan, diajak becanda biar nurut..
Bryant Leonhartcangkur # Wednesday, April 21, 2010 2:05:55 PM
Originally posted by anonymous:
Wah Mba Indri mampir juga ternyata kesini.. trims uda mau mampir
Yah saya memang senang sama unggas, terutama yang bisa jinak kyk burung kutilang, makannya saya paling benci sama orang yang bawa senapan angin untuk nembakin mereka, apa coba dosa mereka sampai ditembak?
Iya lebih menyukai burung untuk dijadikan teman dibandingkan untuk mencari uang.. Hehe..
Makasih juga uda nulis kisah Ray di Kompasiana, terharu saya membacanya..
Unregistered user # Thursday, April 22, 2010 2:52:31 PM
Bryant Leonhartcangkur # Friday, April 23, 2010 4:11:08 PM
Unregistered user # Thursday, May 13, 2010 2:27:54 AM
Unregistered user # Saturday, May 22, 2010 4:11:45 AM
Unregistered user # Monday, July 5, 2010 2:52:10 PM
Sugeng WasistoSugeng1 # Wednesday, July 7, 2010 10:06:05 AM
Bryant Leonhartcangkur # Monday, July 12, 2010 2:19:00 PM
Unregistered user # Wednesday, July 14, 2010 3:57:17 AM
Unregistered user # Tuesday, August 24, 2010 4:48:59 AM
Unregistered user # Tuesday, August 24, 2010 4:55:53 AM
Unregistered user # Tuesday, August 24, 2010 4:56:35 AM
Unregistered user # Saturday, September 4, 2010 4:04:55 PM
Unregistered user # Tuesday, September 7, 2010 12:56:59 PM
Bryant Leonhartcangkur # Saturday, September 11, 2010 10:08:22 AM
Originally posted by anonymous:
Kutilang dikasih jangkrik gpp kok bagus juga.. tapi cariin yang jangan terlalu besar ya.. karena paruh kutilang kan kecil jadi pasti dia kesulitan untuk makannya kalau dikasih jangkrik yang besar.
Pagi & sore dikasih 3-4 jangkrik ukuran kecil-sedang bagus juga, jangan kebanyakan nanti bisa muntah kutilangnya. Siang hari biarkan dia makan voernya atau dikasih buah pisang/pepaya.
Bryant Leonhartcangkur # Saturday, September 11, 2010 10:13:16 AM
Originally posted by anonymous:
Harga kutilang tergolong murah kok, kalo yang masih liar (belum jinak) biasanya sekitar 15-20rb rupiah, kalau anakan sekitar 20-35rb, kalau yang sudah dewasa bisa bunyi & jinak biasanya sekitar 40-60rb keatas.
Kalau mau memelihara kutilang & punya banyak waktu saya sarankan memilih kutilang dari anakan, karena jika dirawat dengan baik ketika dewasa nanti akan sangat jinak kepada tuannya yang mengurus, ketika anda pulang atau pergi dari rumah pasti kutilang tersebut akan menyambut & memberi salam tuannya, ada intimasi tersendiri dibanding membeli yang sudah besar.
Bryant Leonhartcangkur # Saturday, September 11, 2010 10:25:40 AM
Originally posted by anonymous:
Wah kalo ini agak susah, sakitnya seperti apa dulu? Kalau kutilang saya sih kalau lagi sakit tandanya biasanya diem aja, biasanya saya suapin madu, diperhatikan, dibersihkan kandangnya. Sehari dua hari juga sehat lagi. Jangan dimandiin kalau lagi sakit, dijemur aja waktu pagi hari sampai jam 09.30. Matahari pagi bagus buat semua burung berkicau.
Unregistered user # Tuesday, September 21, 2010 5:51:45 AM
Unregistered user # Tuesday, September 21, 2010 5:55:36 AM
Bryant Leonhartcangkur # Thursday, September 23, 2010 1:13:04 PM
Originally posted by anonymous:
Hehe aku jadi inget si Cangkur kutilang kesayangan. Dia kupelihara sampai 5 thn lebih, sampai terakhir sudah sering sakit2an namun naas ketika diajak main tiba2 ada kucing nakal & karena memang baru sembuh dari sakit dia tidak bisa menghindar dari terkaman kucing nakal tersebut, sedihnya kalau inget..
Bryant Leonhartcangkur # Thursday, September 23, 2010 1:17:08 PM
Originally posted by anonymous:
Madu apa saja yang biasa ada di rumah kok. Dulu disuapin aja pake sendok, nanti dia jilat2 gitu.. kalau lagi sehat kadang juga suka aku kasih madu kok, malah kadang dikasih susu juga dia suka. Pokoknya si Cangkur dulu celamitan kalau ngeliat orang makan apa pasti dia minta trus dicuilin aja, dia doyan makan apa aja yang dimakan manusia.
Unregistered user # Saturday, September 25, 2010 3:04:16 PM
Bryant Leonhartcangkur # Tuesday, September 28, 2010 9:15:05 AM
Unregistered user # Wednesday, September 29, 2010 11:31:06 AM
Unregistered user # Wednesday, September 29, 2010 3:20:45 PM
Bryant Leonhartcangkur # Wednesday, September 29, 2010 4:03:24 PM
Ada tips tambahan, coba kalau sore hari makanannya diambil sampai besok agak siang (jam 9-10). Sebelum dikasih makan lagi coba berikan jangkrik dengan lidi dulu, kalau masih tidak mau diambil dulu jangkriknya, nanti coba 5 menit kemudian & ulangi kalau masih belum mau makan jangkriknya, lama kelamaan akhirnya pasti burungnya menyerah juga & memakan jangkriknya. Hal ini dilakukan agar burung memiliki rasa ketergantungan terhadap manusia. Jangan lupa setelah dilakukan ritual ini & berhasil dikasih makanan seperti biasa. Ulangi hal ini esok hari secara berkala. Nanti kalau sudah agak jinak pasti mau dikasih jangkrik menggunakan tangan langsung.
Sebenernya ada cara lebih mudah menjinakan kutilang. Beli saja kutilang anakan atau kutilang yang sudah dewasa namun dibesarkan dari anakan, harganya memang sedikit lebih mahal namun kita akan lebih puas memeliharanya.
Bryant Leonhartcangkur # Wednesday, September 29, 2010 4:09:12 PM
Tapi jika kutilang bisa menirukan suara manusia tentunya tidak sepandai burung beo, kakaktua, atau nuri. Paling kutilang hanya bisa merekam satu dua tiga kata, tidak bisa sampai kalimat panjang seperti yg bisa ditirukan burung beo.
Unregistered user # Thursday, November 18, 2010 12:07:20 PM