Rahasia besar Dari Perintah Wudhu
Saturday, February 23, 2008 6:26:53 AM
Rahasia besar Dari Perintah Wudhu
Kala Sakit Mata Sembuh
Karena Wudhu
(Sebuah cerita Dari Junaid al-Baghdadi)
Syahdan, ketika Junaid al-baghdadi sakit mata, seorang tabib tua mendatanginya. “Jika kamu ingin cepat sembuh, janganlah matamu itu sampai terkena air.” Pesan si tabib kepada Junaid.
Namun, Junaid tak mempercayai nasehat si tabib tua itu. Ketika tabib itu pergi. Ia nekatberwudhu, membasuh mukanya untuk shalat dan kemudian tidur.
Esok harinya, keajaiban pun terjadi. Junaid pun terkejut manakala merasakan keajaiban itu; matanya sembuh dan normal kembali. Belum habis rasa syukurnya, tiba-tiba sebuah suara ghaib terdengar olehnya. “Junaid sembuh matanya karena ia lebih ridha kepada-Ku.”
“Bahkan, seandainya ahli neraka minta kepada-Ku dengan semangat Junaid niscaya Aku luluskan permintaanya,”kata suara itu lagi.
Berita sembuhnya mata Junaid pun tersiar. Tak ketinggalan, Tabib tua yang sebelumnya menasehatinya pun segera datang untuk mengobati rasa penasarannya atas penyebab kesembuhan mata Junaid.
“wahai Junaid, apa yang telah engkau lakukan sehingga matamu bisa sembuh,” Tanya si Tabib.
“Aku telah membasuh muka dan mataku kemudian shalat,” jawab Junaid. Maka, betapa terkejutnya si tabib manakala mendengar jawaban itu. Ia seakan tak percaya, tapi ia tak punya alasan untuk menutup rasa malunya pada Junaid.
Dikabarkan, tabib itu beragama Nasrani, namun setelah melihat peristiwa itu, dia beriman dan masuk Islam. “Itu obat dari Tuhan yang menciptakan sakit itu. Dia pulalah yang akan menciptakan obatnya. Aku ini sebenarnya yang sakit mata hatiku, dan Junaidlah tabibnya,” ucapnya.
Demikianlah, wudhu tak hanya berpahala dan bermanfaat bagi kesehatan, tetapi juga bisa memancarkan sinar hidayah kepada orang lain. Namun, semua itu tentunya harus benar-benar dilakukan secara ikhlas dan hanya mengharap ridha-Nya
Kala Sakit Mata Sembuh
Karena Wudhu
(Sebuah cerita Dari Junaid al-Baghdadi)
Syahdan, ketika Junaid al-baghdadi sakit mata, seorang tabib tua mendatanginya. “Jika kamu ingin cepat sembuh, janganlah matamu itu sampai terkena air.” Pesan si tabib kepada Junaid.
Namun, Junaid tak mempercayai nasehat si tabib tua itu. Ketika tabib itu pergi. Ia nekatberwudhu, membasuh mukanya untuk shalat dan kemudian tidur.
Esok harinya, keajaiban pun terjadi. Junaid pun terkejut manakala merasakan keajaiban itu; matanya sembuh dan normal kembali. Belum habis rasa syukurnya, tiba-tiba sebuah suara ghaib terdengar olehnya. “Junaid sembuh matanya karena ia lebih ridha kepada-Ku.”
“Bahkan, seandainya ahli neraka minta kepada-Ku dengan semangat Junaid niscaya Aku luluskan permintaanya,”kata suara itu lagi.
Berita sembuhnya mata Junaid pun tersiar. Tak ketinggalan, Tabib tua yang sebelumnya menasehatinya pun segera datang untuk mengobati rasa penasarannya atas penyebab kesembuhan mata Junaid.
“wahai Junaid, apa yang telah engkau lakukan sehingga matamu bisa sembuh,” Tanya si Tabib.
“Aku telah membasuh muka dan mataku kemudian shalat,” jawab Junaid. Maka, betapa terkejutnya si tabib manakala mendengar jawaban itu. Ia seakan tak percaya, tapi ia tak punya alasan untuk menutup rasa malunya pada Junaid.
Dikabarkan, tabib itu beragama Nasrani, namun setelah melihat peristiwa itu, dia beriman dan masuk Islam. “Itu obat dari Tuhan yang menciptakan sakit itu. Dia pulalah yang akan menciptakan obatnya. Aku ini sebenarnya yang sakit mata hatiku, dan Junaidlah tabibnya,” ucapnya.
Demikianlah, wudhu tak hanya berpahala dan bermanfaat bagi kesehatan, tetapi juga bisa memancarkan sinar hidayah kepada orang lain. Namun, semua itu tentunya harus benar-benar dilakukan secara ikhlas dan hanya mengharap ridha-Nya






