My Opera is closing 3rd of March

a little conflik

01-03-11 17.24

Ronggeng Dukuh Paruk



sinopsis :

Semangat Dukuh Paruk kembali menggeliat sejak Srintil dinobatkan menjadi ronggeng baru, menggantikan ronggeng terakhir yang mati dua belas tahun yang lalu. Bagi pedukuhan yang kecil, miskin, terpencil dan bersahaja itu, ronggeng adalah perlambang. Tanpanya dukuh itu merasakah kehilangan jati diri.

Dengan segera Srintil menjadi tokoh yang amat terkenal dan digandrungi. Cantik dan menggoda. Semua ingin pernah bersama ronggeng itu. Dari kaula biasa hingga pekabat-pejabat desa maupun kabupaten.

Namun malapetaka politik tahun 1965 membuat dukuh tersebut hancur, baik secara fisik maupun mental. Karena kebodohannya, mereka terbawa arus dan divonis sebagai manusia-manusia yang telah mengguncangkan negara ini. Pedukuhan itu dibakar. Ronggeng berserta para penabuh calung ditahan.Hanya karena kecantikannya Srintil tidak diperlakukan semena-mena oleh para penguasa penjara itu.

Namun pengalaman pahit sebagai tahanan politik membuat Srintil sadar akan harkatnya sebagai manusia. Karena itulah setelah bebas, ia berniat memperbaiki citra dirinya. Ia tak ingin lagi melayani lelaki manapun. Ia ingin menjadi wanita somahan. Dan ketika Bajus muncul dalam hidupnya sepercik harapan muncul, harapan yang semakin lama semakin besar


ulasan :

secara keseluruhan Ahmad Tohari sangat handal dalam penggambaran suasana
beliau sanggup menjadikan tokoh fiksi Srintil menjadi nyata dan tergambar dengan jelas
beliau juga sanggup menciptakan pendukuhan kecil nan melarat itu hidup dalam pikiran kita
hingga kita benar benar akan berpikir itu nyata dan ada . .

Dukuh Paruk yang demikian kumuhnya tergambar jelas
mulai dari kehidupannya, orang orangnya, kebudayaan aslinya pun tergambar
bener bener sangar !

Rasus bisa beliau hidupkan, dan menjadi benar benar tampak seperti pria sejati
bisa membuat orang yang membayangkan seperti apa Rasus mendapat greget yang luar biasa . .
sayang hanya tokoh fiksi yang hanya bisa di khayalkan . .

seandainya Rasus benar benar ada pasti sudah tak seret flirt
(ehem)maaf, kembali ke resensi

kelemahannya ada pada pengulangan pemikiran . .
setiap kali ganti bab atau mungkin hanya ganti scene selalu ada pegulangan pemikiran
seperti saat setelah Srintil di bebaskan selalu ada kata kata ketakutan Srintil dan kenangan kenangan buruk di masa penjara . .

juga dalam penggambaran suasana terlalu banya hingga pembaca (mungkin) jenuh saat membaca keadaan alam terlalu banyak . .

namun tak ada keraguan saya nobatkan Ronggeng Dukuh Paruk merupakan novel Indonesia pertama yang membuat saya terkesan
benar benar terkesan akan cara penyampaian yang sederhana dengan bantuan bahasa ilmiah
mdah sekali di pahami namun unpredicteble
membuat greget akan tingkah Srintil,
rasa iba pada keluarga Sakum
ikut tegang saat menghadapi Marsusi
serta jengkel dengan kelakuan Nyai Kertareja

gregetpun sering muncul saat Srintil bertemu Rasus
greget yang tidak pernah hilang dari benakku
ketika Rasus menampik Srintil di hari akan diadakannya Bukak Klambu
serta ketika Rasus memutuskan untuk pergi ke Kalimantan hingga meninggalkan Srintil untuk ke 2x nya

Rasus
semua kekagumanku pada novel ini yang terbesar pada tokoh Rasus
entah bagaimana cara Ahmad Tohari yang dapat meyakinkan pembaca bahwa pada akhirnya Rasus akan menikahi Srintil
entah bagaimana caranya ia menggambarkan bocah 11tahun bisa tampak lebih dewasa dari bocah lainnya
entah bagaimana caranya ia menunjukkan kejantanan bocah 14tahun dalam malam acara bukak kelambu

ketika saya pribadi sedang membaca bagian yang menceritakan Rasus saya selalu berpikir
"ah, kenapa tidak kau terima Srintil dari awal? dan mengapa Srintil memilih ronggeng dari pada Rasus?"
"jika aku Srintil aku past akan senang bisa bersama Rasus"
atau "bagaimanapun juga aku ingin Rasus akhirnya dengan Srintil ! harus !!"

dan alangkah senang hatiku ketika Rasus mengakui bahwa akhirnya ia memilih menikahi Srintil dengan mengatakan "Ya!" (pada akhir cerita)
akhirnya . . . .love
akhirnya Rasus akan menikahi aku (eh) maksudku menikahi Srintil cheers


kritik dan saran :

suatu kejanggalan alamiah yang terjadi pada saat racun tempe bongkrek sayangnya tidak di perjelas dengan mendatangkan sinar itu kembali saat Srintil sudah dewasa mungkin pembaca tidak akan kecewa dan berpikir "oh begitu"
sampai sekarangpun saya masih belum paham sinar apakan yang membuat tempe bongkrek itu menjadi malapetaka warga

Ahmad Tohari tolonglah terbitkan lanjutan kisah Dukuh Paruk dengan menceritakan tentang Goder dan tentu saja Srintil yang telah bersanding dengan Rasus seperti saran rekan anda almarhum Pak HB Jassin itu . .up

sekian dan terimakasih smile

sampe kapan ya kamu mau nyembunyiin aku dari ...bima aditya kusuma

Write a comment

New comments have been disabled for this post.

February 2014
M T W T F S S
January 2014March 2014
1 2
3 4 5 6 7 8 9
10 11 12 13 14 15 16
17 18 19 20 21 22 23
24 25 26 27 28