My Opera is closing 3rd of March

Koran Online si oOn

Indonesia, English

Obrak-Abrik Klaten Magelang Dan Yogya - Puting Beliug Ngamuk 1 Tewas

YOGYA (Koran online sioon) - Hujan deras diikuti angin puting beliung, Jumat (2/12) sore, memporakporandakan wilayah Yogya dan Jawa Tengah (Jateng). Ratusan rumah rusak dan puluhan pohon tumbang tak kuat menahan kencangnya tiupan angin. Bahkan di Klaten, satu orang meninggal tertimpa rumah yang roboh diterjang puting beliung.

Di Sleman, puluhan bangunan di Jalan Kabupaten Dusun Jambon Trihanggo Gamping rusak diterjang angin kencang. Kerusakan terparah menimpa bangunan semi permanen Toko Kayu Setya Nugraha karena tertimpa pohon sekitar 10 meter. Di Dusun Sorasan Bimomartani Ngemplak, angin kencang meratakan kandang ayam milik Musoleh. Di Dusun Kalimanggis, rumah Mardi Wiyono dan Banu Purnomo atapnya tertimpa pohon.
Pemilik toko, Cahyo mengatakan angin kencang tersebut terjadi sekitar pukul 13.00. ”Hujan deras disertai angin kencang terjadi selama 15 menit,” ujarnya.
Selain toko tersebut, angin juga merusak atap Bengkel Marwan. Seng dan bambu yang digunakan sebagai penyangga atap lepas dan terbawa angin hingga menimpa gudang barang rosok di sebelah bengkel. Selain atap, angin tersebut juga merusak gerobak milik Legimin yang digunakan untuk berjualan angkringan.
Angin kencang juga merobohkan beberapa pohon di lingkungan kampus MM UGM di Pogungrejo Sinduadi Mlati. Bahkan sebuah mobil pikup yang sedang terparkir, rusak tertimpa reruntuhan pohon. Namun pengemudi tidak mengalami luka karena berhasil menghindar saat pohon akan menimpa.
Relawan Djiphatsong Kabul mengatakan ada empat dusun yang menjadi korban angin kencang, yakni Kalimanggis, Morangan,Tambakan dan Plumbon. ”Meski ada puluhan atap rumah yang rusak, namun paling parah di Kalimanggis dan Morangan,” ucapnya.

Sementara di Klaten, seorang tewas tertimpa rumah yang roboh saat angin puting beliung melanda wilayah Desa Pogung Kecamatan Cawas. Korban adalah Semi (75) warga Dusun Jitengan RT 03 RW 08 Pogung.
Saat kejadian korban yang hidup sebatang kara sedang duduk di teras rumahnya yang terbuat dari gedhek (anyaman bambu), gebyok, dan beratap genteng. Ketika hujan sangat deras disertai angin kencang, korban bermaksud masuk rumah. Tiba-tiba rumah berukuran 7m x 8 m tersebut roboh dan menimpa korban hingga meninggal seketika.
Kapolsek Cawas AKP Frans Minarso, mengemukakan, rumah tersebut kondisinya sudah lapuk, sehingga saat tertiup angin kencang mudah roboh. Jenazah korban sudah diserahkan pada keluarganya untuk dimakamkan.
Hujan deras juga mengakibatkan puluhan pohon tumbang serta rumah rusak yang tersebar di tiga kecamatan, yaitu Cawas, Trucuk dan Bayat. Di Dukuh Koripan dan Soka Desa Pundung Sari Kecamatan Trucuk, setidaknya belasan rumah rusak parah tertimpa pohon munggur, waru dan jati.
Sedang di Magelang, puting beliung melanda wilayah Kecamatan Srumbung. Data sementara yang dilaporkan hingga sekitar pukul 19.00, tercatat ada 100 rumah lebih yang alami kerusakan di bagian atapnya.
Di Desa Polengan Kecamatan Srumbung ada 42 rumah yang rusak beberapa gentengnya. Dari jumlah ini, 38 rumah alami rusak ringan dan 4 rumah alami rusak sedang. ”Ada 4 rumah warga yang kondisinya agak parah dibanding rumah warga lainnya,” kata Zainal Arifin, salah satu warga Dusun Gowok.
Heri Prawoto, Ketua SAR Kabupaten Magelang mengatakan, hingga kini masih terus mendata jumlah rumah warga yang alami kerusakan akibat puting beliung. Dari hasil informasi yang diterima, angin puting Jumat sore kemarin juga terjadi di wilayah Desa Ngablak, Desa Mranggen dan Desa Ngargosoko, yang semuanya berada di wilayah Kecamatan Srumbung.

Muslim, salah satu anggota SAR dari Srumbung, di wilayah ini ada 25 rumah yang terlanda, 20 rumah rusak ringan dan 5 rumah rusak sedang. Di Desa Mranggen Kecamatan Srumbung dilaporkan ada 42 rumah yang terkena puting beliung, sedang di Desa Ngargosoko Kecamatan Srumbung tercatat 6 rumah

Memanfaatkan Internet untuk Peluang Usaha

Write a comment

New comments have been disabled for this post.