only death fish go with the flow

Subscribe to RSS feed

Posts tagged with "aku dan sepatuku"

Aku dan Sepatu Lele-Ku

,

Membaca sedikit synopsis “ Aku dan Sepatuku “ karya Dahlan Iskan dan melihat film “ Children Heaven” yang menceritakan bagaimana perjuangan anak-anak dalam memimpikan sepasang sepatu, ceritaku dibawah ini memang tidak sebanding. Meskipun kala cerita ini terjadi, saya tidak tahu menahu mengenai cerita “Aku dan Sepatuku” ataupun film Children Heaven” . Alhamdulillah hidup di lingkungan keluarga yang selalu bersyukur membuat saya menjalani hidup dengan ceria. Sampai akhirnya kini saya tidak hanya bisa membeli sepatu yang saya inginkan tetapi juga bisa membelikannya untuk adik-adik dan orang tua saya. Hal itu bukan mimpi lagi bigsmile

--------------------------------------My True Story ----------------------------------------

Sejak duduk di bangku Sekolah Dasar sampai Sekolah Menengah Pertama, punya sepatu bagus serta baru kemudian berhiaskan pita dan berwarna hitam selalu menjadi mimpi utama ku kala itu. Menjadi anak diurutan tengah dalam keluarga ku yang berjumlah besar membuat ku harus menjadi pribadi yang harap maklum sejak kecil. Baju dan sepatu, ku dapatkan lungsur dari kakak-kakakku. Maka yang terjadi pemandangan frankeinsten pada kedua kaki ku sudah jadi santapan harian. Jahitan pemaksaan dimana-mana, kulit sepatu yang terkelupas, kepala sepatu yg lapar mangap2 minta makan, alas sepatu yang sudah aus yang menimbulkan efek sepatu transparant (telapak kaki tetap bergesekan dengan bumi). Yah begitulah, yang penting saya sekolah, toh kala itu guru-guru tidak se-ekstrem sekarang, mereka pun juga harap maklum.
Suatu ketika, saya mendapatkan beasiswa kalau tidak salah ingat dari GNOTA (Gerakan National Orang Tua Asuh ) saya lupa siapa sponsor utamanya. Selain uang untuk bayar SPP (biaya bulanan sekolah, waktu itu belum ada BOS) , saya juga dapat seperangkat alat sekolah , tas, buku tulis daaan ini yang paling saya suka, saya dapat sepatu juga. Sepatu baru saudara-saudara. Betapa bahagia nya saya kala itu. Impian saya terwujud, hehehe.


Eh, sepatu ini memorable banget buat saya, bukan karena gratis nya lho bigsmile . Tapi sepatu ini kalau diingat bikin saya geli sendiri. Pasalnya, sepatu yang saya terima bentuknya mirip converse gituh (tapi bukan asli converse, hanya bentuknya sama). You know kan, sepatu itu gag pure hitam dibeberapa spot dia putih. Berhubung saya di sekolah negeri maka sepatu hitam adalah kewajiban, jika tidak akan kena sanksi apalah itu.
Maka sejurus kemudian, saya mencari cara untuk menghitam-legamkan seluruh permukaan sepatu itu. Yang ada di kepala saya, mengecat nya dengan cat hitam merupakan satu-satunya jalan. Maka saya cari cat yang ada dirumah, kebetulan ada sisa cat minyak berwarna hitam. Tanpa pikir panjang, saya cat lah sepasang sepatu saya dengan cat minyak tersebut. Kemudian saya jemur dibawah terik matahari supaya cepat kering.


Keesokan harinya saya dikejutkan dengan penampakan sepatu baru saya. Kenapa jadi tampak sangat kinclong yaa di bagian kepala sepatunya dan perasaan saya koq jadi gag enak gini yaa. Karena sudah waktunya ke sekolah maka saya pakai saja. Yaa, yang saya khawatirkan terjadi, semua orang dimulai dari kakak-kakak saya menatap aneh pada sepatu saya, saking kinclongnya gara-gara cat minyak yang saya pakai untuk menghitamkan. Sampai-sampai kakak saya nyeletuk, “lah, koq ke sekolah bawa-bawa ikan lele “ . Yassalam, menurut kakak saya sepatu itu jadi mirip ikan lele karena kepalanya yang licin dan menghitam. Hehehehe, jadi malu sendiri bigsmile

May 2013
M T W T F S S
April 2013June 2013
1 2 3 4 5
6 7 8 9 10 11 12
13 14 15 16 17 18 19
20 21 22 23 24 25 26
27 28 29 30 31