Monday, 23. April 2007, 14:14:00
Betapa hancur hatiku melihat engkau bersamaanya...
Namun aku mencoba tegar menghadapinya...
Jangan kau menangis lagi tak sanggup aku melihatnya..
Sekarang kau pilih... diriku atau dirinya...
Kau tuliskan cerita tentang engkau dan dia...
Dan membuat hatiku semakin terluka...
Sudah usai sudah cerita engkau dan aku...
Dan kuanggap sebagai bingkisan kalbu...
Tembang dari “Kangen Band” yang langsung menuju sasaran bagi pendengarnya.
Lagu ini mungkin di buat oleh pengarangnya ketika masa lalunya mengalami hal yang sama dengan ku setahun yang lalu. Ketika harus menerima kenyataan yang tak seharusnya dinginkan oleh siapapun. Dan saat itu terjadi maka langit seakan runtuh dan duniapun jadi hampa.. Hujan dan angin dingin tak mampu mengisi jiwa yang kosong.
Namun aku bersyukur semua tak berlarut-larut lama. Dan aku merasa sebagai salah satu manusia yang beruntung karena bisa merasakan sakitnya saat cinta lepas dari genggaman yang seharusnya semakin erat. Aku juga bersyukur karena selama itu masih dalam batas-batas syariah dan semua itu sebagai penyelamatan oleh yang MAHA KUASA agar tak terjatuh kedalam sesuatu yang di benciNya.
Kini aku telah mengerti bagaimana seharusnya mendapatkan dan mempertahankan sebuah cinta yang diberikan amanah besar untuk menjaganya. Ketika engkau menginginkan sebuah hati sebagai cintamu, maka kau harus meminta kepadaNya dan berusaha mengejar cinta itu dengan segala perjuanganmu, serta menyerahkan usahamu pada keputusanNya, karena Dialah yang lebih tau tentang apa yang terbaik bagimu. Dan ketika cinta itu telah kau dapatkan maka ikatlah cinta itu dengan cara yang telah di tentukanNya. Sesungguhnya itu adalah anugerah yang luar biasa Indah.
Janganlah kau takut tak akan mendapatkan cinta. Karena Dia takkan memberikanmu hidup tanpa ada cinta disisimu.
Monday, 23. April 2007, 14:05:45
Pertama kali kenal Internet & Komputer
Tahun 2001 Bulan April, waktu itu aku kelas 3 SMK Mechanic Umum (Jurusan mesin) sekolah swasta di Sidoarjo. Disaat gencarnya persiapan Ebtanas (Evaluasi Tahap Akhir Nasional) aku masih belum berfikiran untuk menargetkan hasil yang baik. Bahkan jarang sekali membuka buku, apalagi belajar. Setiap harinya hanya untuk bersenang2 apalagi kalau soal musik, malah ga' habis2 dibahas. Karena dulu memang gila musik atau disebut juga anak Band.
Tapi entah darimana datangnya angin, kala itu sepulang sekolah kulihat ada sebuah lab sekolah yang cukup lama dibangun kini telah di launching. Oh.. ternyata dibangun sebuah warnet yang saat itu bernama Planet Cafe merupakan usaha dari Planet Intermedia di Jl Pemuda Surabaya. Aku ngga' kenal komputer rasanya enggan sekali masuk warnet. Seperti rasa minder yang berlebihan seakan berat menginjakkan kakiku di sana. Namun sebagian group bandku mengajak kesana jadi yah ikutan aja daripada sendirian di luar. Sebut saja Dicky temen sekolah satu group ini ternyata pernah ber interaksi dengan yang namanya komputer dan internet. Pada saat itulah aku mengetahui menjalankan komputer itu bagaimana? Bahkan baru tahu bentuk mouse serta Windows 98.
Jangan tanya aku mau mencobanya. Melihat Dicky bermain internet saja sudah bingung. Ternyata asik juga ketika mengetahui berita-berita musik dan profil band beserta fotonya. Dan juga sepak bola, jadwal & hasil pertandingan bisa diketahui dengan cepat dan lengkap. Oh.. ternyata sedikit belajar bisa menambah pengetahuan. Dengan bantuan teman2 keesok harinya aku mencoba pertamakalinya mengoperasikan komputer. Mengetahui cara membuka program IE (Enternet Explorer) cara melebarkan layar, menyimpan ke taskbar serta menutup program.
Rasa yang didapat seseorang yang baru kenal adalah penasaran. Kebetulan aku sering ke warnet sekolah dengan uang saku yang pas Rp 2.500 aku mulai sering bertanya pada Asari, yaitu operator warnet sekolah yang masih kuliah di STIKOM, dari keikhlasan beliau inilah aku bisa banyak belajar. Bahkan diberi fasilitas untuk belajar windows meskipun nggak konek dengan internet. Sebagai balasannya aku rela menyapu dan ngepel warnet sebelum warnet tutup meskipun beliau tidak memintanya.
Setiap hari sepulang sekolah jam 12:00 sampai jam 17:30 aku belajar windows tanpa harus bayar. Tapi klo mau konek internet tetap bayar Rp 2.500 / Jam. Sudah hampir 3 bulan belajar sendirian ternyata kebijkan dari Planet Intermedia memindahkan lokasi kerja Asari ke tempat lain. Jadi aku harus berpisah dan tak lagi mendapat fasilitas gratis.
Kabar terakhir yang aku terima Asari menikah di usia 27 tahun. Aku dapat berita itu dari teman seperjuangannya iwan. Entah dimana beliau sekarang berada. Karena beliau lah orang pertama yang memberikan ilmu dan mencetak aku sebagi orang komputer. Aku memang tidak bisa memberikan apa2 saat ini tapi doaku malam hari terus bersamamu. Yang aku harapkan semoga cita2nya tercapai dengan baik
Monday, 23. April 2007, 14:01:53
Dalam kehidupan sehari-hari seringkali kita temui teman atau kerabat yang susah sekali diajak untuk melakukan kegiatan sosial, atau mungkin susah untuk menghadiri undangan sebuah acara meskipun fisik dan mental dia mampu melakukannya. Banyak sekali faktor yang menyebabkan seseorang seringkali menolak ajakan yang bersifat sosial. Antara lain disebabkan oleh :
1.High Class.
Anggapan bahwa dirinya selalu mempunyai dan mempertahankan gaya hitup yang elit dan berkelas, baik berupa materi maupun non materi. Contoh , seorang yang terbiasa selalu mengikuti rapat di tempat elit seperti hotel dengan peserta mayoritas pengusaha sukses yang membahas masa depan perusahaan akan keberatan ketika dia harus mengikuti rapat di lingkungan rt & rw yang hanya membicarakan tentang keamanan lingkungan, karena menurutnya masalah kemanan akan selesai dengan hanya menyewa seorang satpam, jadi tak perlu repot-repot membahasnya dengan rapat dalam waktu yang lama.
2.Jabatan.
“Saya adalah pemilik perusahaan ini, saya mempunyai bawahan yang bisa mengatur pembayaran gaji karyawan. Jadi saya tak perlu langsung membagikan gaji mereka”. Hal seperti ini seakan-akan tak mau menyentuh tubuh karyawannya, atau sekedar menanyakan keadaan keluarga karyawannya dari bibirnya. Seperti seorang programmer enggan memperbaiki hardware komputer di tempat kerjanya karena posisinya adalah software, padahal dia bisa memperbaiki hardware tersebut dalam waktu singkat dibanding harus memanggil teknisi hardware.
3.Kebiasaan.
“Saya males mengikuti kegiatan itu masa perginya naik motor” karena sejak kecil dimasa lalulnya terbiasa dengan mobil jadi naik motor adalah sebuah halangan yang berat. Dalam hidupnya tidak pernah menempuh perjuangan berat, bila pun ada perjuagan tersebut dilalui dengan mudah karena selalu tersedia alat, dana dan biaya yang cukup tanpa sedikitpun kekurangan. Jika suatu saat mengikuti kegiatan dengan kekurangan segala alat dan dana dia akan mengeluh bahkan keluar dari kegiatan tersebut, dia berpikir kegiatan itu ga' jelas masa depannya dan ga' bakal sukses.
4.Traumatis.
Pengalaman masa lalu tentang kegagalan yang terus dibawa hingga kini dapat menimbulkan spekulasi segala sesuatu yang diikutinya akan selalu berbuah kegagalan, sehingga dia enggan melakukannya karena akan sia-sia. Jika ini terus berlanjut akan membawa dampak negatif yang besar.
5.Dendam.
Hubungan manusia dan manusia terkadang ga' selamanya harmonis. Kegiatan sosial yang ingin dia ikuti harus ditinggalkan hanya karena dalam kegiatan tersebut terdapat pula orang yang dia benci. Padahal tujuan sebuah kegiatan tak ada kaitannya tentang hubungan kedua pihak yang bertikai.
6.Persaingan.
“Saya tidak mau mengikuti kegiatan sosial si anu karena kegiatan yang saya punya akan tersaingi, jika itu saya dilakukan, kegiatan saya akan kalah dan namanya akan tenggelam karena kegiatan saya lebih awal dan lebih menguasai ilmunya serta sudah ada lebih dahulu, untuk itu saya katakan pada setiap orang jangan mau ikut kegitan sia anu”. Dan selalu mencari apa yang cacat dari kegiatan si anu untuk di publikasikan.
Showing posts 7 -
9 of 38.