Biografy
Tuesday, November 11, 2008 1:05:26 PM






















Hari itu, Jum’at 23 Oktober 1992 di saat-saat menjelang adzan shubuh di sebuah rumah berdinding kayu lahirlah seorang bayi perempuan mungil dari pasangan Oentoeng mororianto dan Ekawati. Namun 15 menit kemudian lahirlah satu bayi lagi. Bayi kembar tersebut Bayi perempuan yang lahir terakhir kali itu adalah aku sedangkan pertama kali adalah saudara kembarku.
Kami diberi nama oleh Almarhum Pakde ku nama beliau Janarko. Nama kami beliau ambil dari do’a Qunut,karena kami lahir pada saat shubuh. Saudara kembarku diberi nama Ummi Nur Afinni Dwi Jayanti sedangkan aku diberi nama Ummi Nur Dienni Dwi Jayanti. Nama yang cukup panjang ya,dan karena namaku yang panjang itu,aku selalu was-was kalau menghadapi Ujian Nasional. Namun aku bersyukur mendapatkan nama ini karena mengandung makna yang merupakan harapan dari orangtuaku dan tentu saja keluargaku.
Setelah 40 hari,ibuku mengadakan acara untuk memotong rambutku dan banyak loh orang yang datang. Namun setelah itu, aku harus pindah ke Banjit salah satu daerah di Lampung Barat karena orang tuaku bekerja menjadi guru disana. Karena orangtuaku harus bekerja, maka aku diasuh oleh nenekku hingga balita, oleh karena itu aku sangat dekat dengan nenekku. Namun hingga kini aku belum pernah melihat langsung kakekku karena beliau sudah meninggal saat aku masih bayi. Sewaktu kecil,kata ibuku aku merupakan anak yang penurut dan tidak rewel jadi orangtuaku tidak merasa repot saat mengasuhku.
Saatku berumur 2 tahun, ada hal yang membuat ibuku kebingungan, waktu itu aku didiagnosa oleh dokter bahwa aku mengidap penyakit hernia dan harus segera dioperasi namun ketika ibuku membawaku ke rumah sakit di Kotabumi, dokter yang memeriksaku hanya tertawa dan menyuruh ibuku kembali 3 hari lagi setelah sebelumnya aku diberi obat. Saat aku dan ibuku kembali ke rumah sakit,dokter berkata bahwa aku hanya terkena penyakit bisul. Ternyata dokter di Banjit salah mendiagnosa penyakitku.( aduh!!!buat cemas ibuku saja,Dok.).
Saatku balita,aku sering diajak ibuku mandi di kolam kecil yang letaknya tidak jauh dari rumahku. Disana airnya jernih sekali dan pemandangannya pun indah. Aku senang sekali mandi disana. Aku juga sering dibawa ibuku mengajar di sekolahnya sehingga banyak yang sering mengajak aku main. Aku juga sering menonton layar tancap yang diadakan di lapangan depan rumahku.
Saatku berumur 5 tahun, aku pindah ke Semuli Jaya, karena ibuku pindah mengajar disana. Namun ayahku tetap mengajar di Banjit. Sehingga kami jarang berkumpul.
[/FONT]
[/SIZE]








Kini aku tidak balita lagi. Tak terasa aku telah memasuki masa TK. Ibuku mendaftarkanku di TK Islam Al-Muhajirin. Di TK tersebut aku diajar oleh guru-guru yang baik-baik dan salah satunya adalah bude saya. Di sana aku belajar banyak hal seperti pengembangan pembentukan perilaku contohnya disiplin, pengembangan kemampuan dasar contohnya daya pikir, keterampilan dan lainnya.
Saat di TK,aku suka sekali main ayunan dengan teman-temanku. Aku juga termasuk anak yang populer di TKku loh. Bahkan saat berbaris untuk masuk kelas,teman-temanku banyak yang berebut ingin berbaris denganku. Saat berangkat ke TK,biasanya aku jalan kaki karena ibuku dan ayahku harus mengajar sehingga tidak bisa mengantarkan ku, namun kadang-kadang aku berangkat diantar ayah temanku namanya Neneng. Selain Neneng aku juga punya teman dekat saat di TK namanya Selvia, Okta, dan Melissa. Kami selalu bermain bersama-sama.
Aku juga pernah merayakan ulang tahun saat TK,perayaan ulang tahun itu merupakan yang pertama kali. Aku membawa kue dan dibagikan ke teman-temanku. Setelah pulang dari TK, budeku memberikanku kue ulang tahun dan akhirnya kami makan kue ulang tahun bersama-sama.Saat TK, aku mempunyai adik laki-laki yang lucu sekali namanya Muhammad Faris Anggoro. Aku suka sekali bermain dengan adikku.
Akhirnya masa-masa TK ku sudah berakhir. Aku sudah lulus dari TK Islam Al-Muhajirin. Rasanya berat sekali berpisah dengan guru-guru dan teman-teman TK ku, tetapi itulah hidup selalu berjalan, tidak pernah berhenti. Dan sekarang aku harus melanjutkan pendidikanku ke jenjang yang lebih tinggi lagi.






Setelah lulus TK, pendidikanku berlanjut ke tingkat SD dimana aku akan mendapat pengalaman-pengalaman baru yang tentu saja berbeda saat saat aku masih TK.Aku masuk SD pada tahun 1999 saat itu umurku sudah 6,5 tahun,sudah cukup tua ya =).
Aku didaftarkan oleh orangtuaku di SD Negeri 1 Semuli Jaya, dimana ibuku mengajar sebagai guru matematika dan IPA disana. SD ku termasuk SD yang paling diminati orang banyak dan tentu termasuk SD yang bermutu bagus di kabupatenku,buktinya selama 5 tahun berturut-turut SD ku selalu mengirimkan wakilnya ke tingkat provinsi bahkan nasional untuk olimpiade SAINS.
Saatku kelas 1 ,aku masuk kelas yang sama dengan saudara kembarku. Prestasiku juga cukup bagus namun saatku kelas 2 prestasiku sedikit menurun walaupun masih termasuk 3 besar di kelas. Tetapi alhamdulillah prestasiku saat kelas 3 mengalami peningkatan.
Selain belajar akademis di sekolah, aku juga sekolah di TPA untuk belajar mengaji. TPA di tempatku sudah seperti sekolah saja karena tidak hanya untuk belajar mengaji saja tetapi belajar tentang islam lebih mendalam lagi bahkan ada ujian dan rapotnya. Alhamduillah nilai rapot TPA ku selalu bagus seperti rapot SDku. Saatku kelas 3 aku sudah masuk Al-Qur’an dan selama SD aku sudah 2 kali khatam Al-Qur’an.
Saat kelas 3, aku dan teman-temanku sudah mengenal gank,waktu itu anggota gankku ada 7 orang. Dan kami mempunyai teman yang kami jadikan musuh.,kalau salah satu dari anggota gank ketahuan main dengan dia,pasti kami musuhin juga. Kadang-kadang kami memanggil nama kami sesuai dengan nama-nama tokoh yang ada di film India “Kuch Kuch Hotahe’ . Pokoknya lucu sekali anak kelas 3 SD sudah mengenal gank dan film India.
Dari kelas 4 sampai kelas 6,aku tidak sekelas lagi dengan saudara kembarku. Sehingga aku tidak punya saingan berat lagi di kelas ^_^. Saat aku kelas 5, aku mengikuti lomba Olimpiade Sains bersama saudara kembarku alhamdulillah kami beruntung terpilih menjadi juara 1 dan 2 di tingkat kabupaten. Namun keberuntungan itu tidak berpihak kepadaku lagi saat di tingkat propinsi karena aku hanya mendapat peringkat 5 sedangkan saudara kembarku mendapat juara 3. Tapi aku tetap bersyukur karena aku bisa membanggakan kabupatenku,sekolahku,guru-guruku,teman-temanku, keluargaku,orang tuaku terutama ibuku yang memberikan pelatihan-pelatihan untuk mengikuti lomba ini.
Saatku kelas 6,aku belajar lebih sungguh-sungguh lagi,karena aku harus mempersiapkan diri untuk menghadapi ujian akhir yang akan menentukan aku akan lulus SD atau tidak. Oleh karena itu,ibuku selalu mengingatkanku untuk selalu belajar selain itu aku juga harus mengikuti les yang diadakan oleh sekolahku.
Akhirnya ujian akhir tiba,aku dan teman-teman belajar semakin giat dan alhamdulillah aku dapat mengerjakan soal ujian dengan mudah. Aku dan teman-teman berharap bisa lulus dengan nilai yang bagus
Akhirnya hari pengumuman kelulusan pun tiba. Sebenarnya aku sudah mengetahui bahwa aku dan teman-teman lulus tetapi ibuku menyarankan untuk tidak memberi tahu teman-temanku dulu.
Alhamdulillah aku lulus dengan nilai yang bagus dan mendapat peringkat kedua disekolah setelah saudara kembarku yang mendapat peringkat pertama.
Namun, aku jangan terlalu senang dulu karena setelah lulus SD ini aku harus mengikuti tes masuk SMP yang tentunya akan semakin berat.








Kini pendidikan ku tak hanya lulus SD saja, tes akademik untuk masuk SMP pun telah didepan mata. Aku mengikuti les yang diadakan oleh sekolahku untuk mempersiapkan diri agar mampu menjawab soal-soal pada tes nanti.
Aku hanya memilih satu sekolah saja yaitu SMP Negeri 1 Abung Semuli. Dan alhamdulillah aku diterima pada peringkat 2, saat itu aku kaget sekali karena saudara kembarku justru berada di peringkat 5, padahal saat kelulusan SD dia berada di peringkat 1.
Pertama kali aku masuk sekolah baruku,aku merasa aneh,maklum mungkin belum terbiasa pada suasana baru. Pada saat aku MOS aku masuk kelompok 1. Saat itu aku diperintahkan oleh kakak kelasku untuk menyanyi,
Akhirnya kegiatan MOS pun berakhir, aku sudah resmi menjadi murid di sekolahku. Aku dan saudara kembarku masuk dikelas yang sama yaitu kelas VIIA.teman-teman SD ku juga banyak yang sekelas denganku, bahkan teman saat aku Taman Kanak-kanak pun sekelas denganku namanya Selvia Andarini. Kelas VII kujalani seperti saat SD yaitu belajar dengan tekun selain itu aku juga mengikuti kursus bahasa Inggris.
Masa-masa yang paling berkesan saat SMP adalah saat aku naik kelas VIII. Saat itu untuk pembagian kelas dilakukan sistem “oplos”, aku sedih sekali karena aku berpisah dengan teman-teman dekatku saat SD, namun setelah berjalannya waktu aku mulai menikmatinya.
Aku punya pengalaman yang menurutku sangat memalukan. Waktu itu sekolahku mengikuti lomba pidato bahasa inggris untuk merayakan ulang tahun Lampung Utara,dan aku dipilih untuk mewakili sekolahku. Pada saat hari pelaksanaan lomba tersebut, jujur aku belum sepenuhnya siap. Namun apa boleh buat aku harus mengikuti lomba tersebut. Setelah melakukan registrasi,aku mendapat nomor urut 10.setelah menunggu lama, akhirnya tiba saat nomorku
dipanggil. Aku maju menuju meja juri untuk mengambil topik pidato yang akan aku sampaikan. Dan sayangnya topik yang ku pilih adalah topik politik, topik yang menurutku susah sekali. Akhirnya aku naik keatas panggung. Seperti kontestan lain aku memulai pidato dengan menyapa para penonton dan juri namun setelah itu aku bingung karena aku lupa isi pidato yang akanku sampaikan untuk beberapa saat aku terdiam. Aku tidak tahu apa yang akan aku sampaikan akhirnya guruku memberikan isyarat agar aku menghentikan pidatoku walaupun aku belum sama sekali menyampaikan pidatoku. Saat itu aku sangat malu karena selain disaksikan oleh banyak orang, guru kursusku juga ikut menyaksikan pidatoku.
Ada juga pengalaman yang lain , aku dan teman sekelasku dengan teman kelas lain pernah berantem lewat radio loh, kami mengirim sms ke radio yang bertujuan untuk memanas-manasi teman yang lain.
Saatku kelas VIII, sekolahku mengikuti lomba Olimpiade MIPA tingkat kabupaten. Untuk memilih wakil, sekolahku melakukan beberapa tes. Akhirnya aku terpilih menjadi wakil sekolah mengikuti lomba Olimpiade Sains Biologi. Aku senang sekali karena impianku saat SD terwujud. Tapi tidak seperti saat di SD, sekolahku tidak memberikan pelatihan-pelatihan. Aku tidak dibimbing oleh guruku melainkan aku belajar sendiri di rumah. Tapi alhamdulillah lomba tersebut diadakan setelah ulangan kenaikan kelas, sehingga aku bisa belajar dengan sedikit santai. Tidak lagi memikirkan ulangan. Hari yang ditunggu-tunggu pun tiba, aku berangkat bersama saudara kembarku dan satu orang temanku yang bernama Dedi, dia merupakan murid yang paling pintar dalam pelajaran matematika di sekolahku. Aku juga berangkat bersama dua orang guruku. Ketika sudah sampai di tempat perlombaan, aku dan peserta lainnya dikumpulkan untuk melakukan pembukaan. Setelah selesai, kami diperintahkan untuk masuk ke ruang kelas sesuai dengan mata pelajaran yang diperlombakan. Ketika aku masuk ke ruang kelas biologi, jujur aku merasa sedikit nerveous karena peserta-peserta lainnya kelihatan pintar-pintar ( ya...pasti dong,kalau “gak” pintar, mana mungkin dipilih ikut olimpiade =D,ya kan???).
Semua soal-soal yang diberikan kukerjakan dengan baik. Menurutku soal-soal yang diberikan sesuai dengan apa yang kupelajari selama ini. Aku pulang dengan hati riang dan harapan aku dapat terpilih untuk menjadi wakil kabupatenku.
Kini aku telah naik ke kelas IX. Masa-masa indah bersama teman-temanku dulu hanya tinggal kenangan, aku harus berkonsentrasi untuk menghadapi ujian nasional, karena selain passing grade kelulusan naik,mata pelajaran yang di UN kan pun bertambah. Namun sebelum berkonsentrasi menghadapi UN, aku harus berkonsentrasi belajar untuk mengikuti Olimpiade Sains Biologi tingkat propinsi. Alhamdulillah aku mendapat peringkat pertama di kabupatenku untuk pelajaran Biologi, untuk matematika sudah tidak lain lagi Dedi yang menjadi juara pertama. Namun ternyata saudara kembarku sama sekali tidak mendapat gelar juara dalam pelajaran fisika.
Tiga hari setelah pengumuman, aku dan Dedi berangkat ke Bandar Lampung bersama dua guru pendampingku, serta peserta lain yang menjadi wakil kabupatenku. Ini adalah pengalaman pertamaku mengikuti lomba dengan menginap tanpa ibuku. Setelah sampai, aku dan teman-temanku menuju kamar yang telah ditentukan. Namun ternyata aku mendapatkan kamar yang hanya aku yang berasal dari Lampung Utara, karena peserta lainnya berasal dari kabupaten lain , tapi itu tidak menjadi masalah karena aku mendapatkan teman-teman yang baik dan ramah. Salah satunya adalah Disca peserta lomba olimpiade matematika yang berasal dari Tanggamus. Dia merupakan teman akrabku disana. Akhirnya hari perlombaan tiba, aku dan peserta lain berangkat menuju SMP 16 untuk mengikuti lomba. Setelah sampai dan melakukan pembukaan, kami diperintahkan untuk menuju ruang lomba masing-masing. Soal yang diberikan cukup membuatku merasa kesulitan, karena ada beberapa soal yang tidak kupelajari. Namun aku mengusahakan untuk mengerjakan semua soal yang diberikan. Setelah selesai kami dipersilahkan untuk makan siang dan pulang menuju kabupaten masing-masing untuk menunggu pengumuman pemenang, namun ternyata pengumuman tersebut tidak menyebutkan aku maupun Dedi menjadi salah satu juaranya.
Untuk memeriahkan hari kemerdekaan Indonesia sekolahku selalu melaksanakan beberapa perlombaan dan parade PBB, namun parade PBB saatku kelas IX diringi dengan drumband dimana aku dan saudara kembarku menjadi
mayoretnya. Tadinya aku tidak menyangka loh kalau aku bisa menjadi salah satu mayoretnya.
Setelah semua kegiatan-kegiatan itu, kini aku harus berkonsentrasi untuk menghadapi UN. Oleh karena itu sekolahku mengadakan jam tambahan untuk membahas pelajaran-pelajaran kelas VII dan VIII.
Ujian Nasional pun tiba. Aku belajar lebih giat lagi dan alhamdulillah aku dapat mengerjakan soal-soal Ujian Nasional dengan baik. Tapi aku belum bisa santai karena aku harus mengikuti ujian akhir sekolah dan ujian praktek.
Tanggal 21 Juni 2008 merupakan tanggal dimana akan diumumkan siapa yang berhak lulus Ujian Nasional. Aku dan teman-teman berangkat ke sekolah dengan perasaan cemas. Akhirnya pengumuman kelulusanpun akan diumumkan. Setiap murid diberikan amplop yang berisi surat pernyataan lulus atau tidak lulus. Untuk membuka amplop tersebut, kelasku melakukannya di lapangan basket di tengah sekolahku. Alhamdulillah semua teman sekelasku lulus dalam Ujian nasional. Setelah itu,kami melakukan acara perpisahan.
Kini aku tidak akan lagi berangkat ke sekolahku ini, tidak akan bertemu teman-temanku lagi, tidak belajar di ruang kelasku lagi, tidak dapat mengobrol di depan perpustakaan dengan temen-temanku lagi. Namun semua kenangan selama SMP tidak akan aku lupakan.












Setelah lulus SMP, saya masih harus melanjutkan ke jenjang yang lebih tinggi lagi yaitu SMA. Mulanya saya bingung memilih sekolah di luar Lampung atau tetap di Lampung. Saya pun memilih tetap bersekolah di Lampung karena masih bisa dekat dengan keluarga.
Saya berencana sekolah di Bandar Lampung. Sekolah yang saya pilih adalah SMA Negeri 2 Bandar Lampung, SMA Negeri 1 Bandar Lampung dan SMA Negeri 10 Bandar Lampung. Seminggu sebelum tes dilaksanakan, saya mengikuti bimbel yang diadakan oleh guru-guru SMA Negeri 2 Bandar Lampung. Alhamdulillah ketika tes dilaksanakan, saya dapat mengerjakan soalnya dengan baik dan saya sangat optimis bisa diterima di SMA Negeri 2 Bandar Lampung. Sembari menunggu pengumuman saya kembali ke Kotabumi dan saya terus berdo'a agar saya dapat diterima.
Akhirnya do'a saya terkabul. Saya diterima di SMA Negeri 2 Bandar Lampung walaupun hanya masuk kelompok sembilan. Tapi saya saya sangat bersyukur karena kerja keras saya selama ini dapat membuahkan hasil. Rasa kecewa pun sirna seketika.
Seperti halnya di SMP, saya juga mengikuti kegiatan PRA-MOS dan MOS. Kegiatan-kegiatan tersebut sangat menyenangkan karena saya dapat lebih mengenal tentang sekolah yang akan menjadi rumah kedua saya untuk menuntut ilmu. Saya juga dapat mengenal kakak kelas yang baik-baik walaupun ada juga yang menyebalkan.
Setelah PRA-MOS dan MOS, saya pun resmi menjadi siswa SMA Negeri 2 Bandar Lampung. Saya masuk kelas X2. Saya juga mendapatkan banyak teman yang baik-baik dan ada juga yang menyebalkan. Salah satu teman saya yang baik kepada saya adalah Fitriani. Walaupun anaknya agak tidak disiplin dan sering terlambat, dia anaknya sangat asyik diajak mengobrol dan sharing. Tapi saya sangat sedih karena dia pindah ke kelas RSBI 2. Tapi masih banyak teman baik yang saya punya dan saya pun masih sering bertemu dan mengobrol dengan dia, sehingga saya tidak bersedih lagi
Selain itu, saya juga wajib mengikuti latihan TONPARA ( pleTON PengibAr bendeRA). Saya berusaha keras dan berlatih dengan giat agar saya dapat mempersembahkan yang tebaik demi sekolah saya. Saya pun masuk dalam pasukan delapan yang sering disebut-sebut sebagai pasukan yang istimewa karena anggotanya merupakan anggota yang terpilih dan yang terbaik. Saya sangat tidak menyangka saya dapat mengikuti latihan TONPARA dengan baik hingga masuk pasukan delapan, padahal saya tidak punya pengalaman sekalipun menjadi pasukan pengibar bendera apalagi pasukan delapan. Saya juga termasuk anak yang mempunyai kondisi yang lemah dan pernah pingsan karena terlalu lama berdiri. Tapi Alhamdulillah saya dapat melaluinya tanpa halangan sedikitpun. Akhirnya saya dan teman-teman TONPARA yang lain dapat melaksanakan upacara penaikan bendera saat HUT INDONESIA dengan baik walaupun ada sedikit kesalahan. Setelah upacara penaikan bendera saya juga mengikuti upacara pelantikan anggota ekstrakurikuler PASIS. Selain PASIS, saya juga mengikuti ekstrakurikuler ROHIS.
Saya tidak tahu apa yang akan terjadi di masa yang akan datang. Namun saya harus belajar lebih giat lagi agar saya dapat lebih baik lagi dan dapat mewujudkan impian orang tua saya. Amiin.












