By shanny ratman.
Thursday, 5. June 2008, 15:02:21
MUSIC ANALYSIS HORN LINE
Penekanan evaluasi mengacu pada PENCAPAIAN TEKNIK dan PENGUASAAN MUSIK yang disampaikan oleh pemain alat tiup dengan cara penyajian dan permainan yang dipertunjukan melalui kemampuannya dan pagelarannya.
Ada 2 Poin utama penilaian pada caption ini, yaitu ;
MUTU TEKNIK
1.Keseragaman & teknik Penyajian 4. Mutu, Kejernihan Suara dan Dinamika
2.Penguasaan teknik 5. Pengendalian & Ketepatan Nada
3.Ketepatan waktu & Irama
Penjelasan nilai yang dicapai ;
11 – 25 : Kontrol kurang dan sedikit sekali corak permainan yang bisa dilihat. Pada jenis pemahaman instrumen jarang dipertunjukkan. Kejernihan suara buruk. Pencapaian musik dan permainan dengan tingkat rata-rata hanya sekali dipertunjukkan.
26 – 60 : Kontrol cukup dan corak permainan bisa dilihat. Namun secara keseluruhan pola permainan masih ada kekurangan. Pemahaman pada jenis kelompok instrumen dipertunjukkan meskipun kejernihan suara musik kurang. Pemain terlihat hanya terpaku pada notasi saja. Beberapa bagian terlihat pencapaian tingkat di atas rata-rata.
61 – 85 : Sesekali terlihat adanya kemampuan teknik dan ketetapan waktu yang baik. Pola permainan terbaca meskipun kejernihan suara tidak konsisten. Peran tiap bagian / kelompok instrumen dalam hal ansamble terutama pada bagian yang penting masih sering ada kekurangan. Penggunaan kemampuan teknik yang merata cukup terlihat danjuga dipertunjukkan pencapaian musik dan permainan di atas rata-rata secara konsisten.
86 – 95 : Ketetapan teknik permainan yang baik dan konsisten. Kejernihan suara konsisten dan dapat terbaca / terdengar dengan baik. Meskipun permainan secara keseluruhan masih ada kekurangan, pemain dan kelompoknya masing-masing memahami perannya dalam ansamble. Bagian yang dapat membutuhkan teknik di atas rata-rata dipertunjukkan sepanjang penampilan dan kemampuan teknik yang amat tinggi kadang-kadang dipertunjukkan.
96– 100 : Kontrol teknik yang sempurna oleh seluruh pemain yang menghasilkan kejernihan suara dan kontrol tempo yang baik. Semua bagian kelompok instrumen memahami peran dan tanggung jawabnya secara kontnyu. Phrase dan setiap bagian musik dimainkan dengan keseragaman yang baik dari awal sampai akhir. Kekurangan hanya terjadi pada bagian yang membutuhkan kemampuan teknik dan konsentrasi yang tinggi. Terdapat beberapa bagian yang dimainkan dengan kemampuan sangat baik oleh seluruh pemain.
PENGUASAAN MUSIK
1.Phrasing 4. Keterlibatan
2.Ekspresi, Style & Langgam Suara 5. Aransemen
3.Komunikasi
Penjelasan nilai yang dicapai ;
11 – 25 : Tidak ada usaha untuk menunjukkan ekspresi dan interpretasi musik. Penampilan berada di antara kekurangan pada kejernihan suara dan teknik dasar. Warna suara buruk, karena kelamaan pada tuning. Kemampuan rata-rata kadang terlihat meskipun di beberapa bagian adanya pencapaian di bawah rata-rata ataupun di atas rata-rata.
26 – 60 : Terlihat beberapa usaha untuk menunjukkan ekspresi dan interpretasi musik. Penampilan monoton. Warna suara tidak konsisten, karena kekurangan kemampuan teknik dan perbedaan tuning. Kualitas kemampuan di atas rata-rata namun jarang terlihat.
61 – 85 : Terlihat usaha yang sering dilakukan untuk meningkatkan ekspresi dan interpretasi musik yang menonjol. Beberapa usaha komunikasi dan langgam suara diperlihatkan oleh beberapa pemain. Fungsi pemain lebih ke perorangan dan bukan sebagai kelompok. Kedalaman musik bisa terlihat. Penggunaan teknik rata-rata diperlihatkan sepanjang penampilan.
86 – 95 : Musik yang komunikatif sering diperlihatkan dan dicapai. Style dan langgam suara diekspresikan secara seragam. Setiap bagian / kelompok sudah melaksanakan fungsinya masing-masing. Permainan yang monoton hanya untuk saat pendek saja. Kedalaman musik secara nyata dapat dikenali. Mutu suara konsisten. Kadang terhambat oleh metode teknik yang tidak konsisten. Bagian permainan dengan kemampuan di atas rata-rata dipertunjukkan. Kemampuan bermain dengan teknik tinggi kadang dipertunjukkan.
96 – 100 : Semua bagian musik jelas dan nyata. Keterlibatan yang konsisten dalam musik yang padu dan sesuai dengan kebutuhan. Style dan langgam suara amat memikat dan dikomunikasikan dengan baik. Warna suara yang khas dan mutu suara yang jernih senantiasa diperlihatkan oleh hampir seluruh pemain. Sering dipertunjukkan kemampuan teknik yang tinggi oleh seluruh pemain.
Poin maksimal yang dicapai dalam Caption M&M ini adalah 200.
By shanny ratman.
Tuesday, 3. June 2008, 15:03:48
DISPLAY & SHOWMANSHIPS
Evaluasi dilakukan dalam kaitan keserasian antara program, musik dan bentuk serta gerakan pelaksanaannya. DISPLAY menjadi efektif dan merupakan pengembangan materi yang didasari oleh factor kecerdasan, keindahan dan menggugah emosi / perasaan. SHOWMANSHIP didasari atas kemampuan komunikasi musik dan gerakan yang selaras dari peserta yang dapat dimengerti dan dilihat.
Ada 2 Poin utama penilaian pada caption ini, yaitu ;
KONSEP PAGELARAN
1.Koordinasi 5. Kontinuitas
2.Interpretasi dan penegasan 6. Kreativitas dan Imajinasi
3.Artistik 7. Klimaks
4.Integrasi 8. Dampak Keragaman
Penjelasan nilai yang dicapai ;
11 – 30 : Isi / substansi program secara umum tidak jelas terlihat, meski hanya sedikit saja di beberapa bagian. Konsep pagelaran biasanya tidak terlihat / kabur. Kreativitas dan imajinasi kurang karena masalah desain atau pelaksanaannya. Koordinasi hanya terlihat sekali-sekali saja. Faktor kesulitan amat rendah.
31 – 50 : Program jarang memperlihatkan isi / substansi yang bermutu. Konsep pagelaran kurang jelas dan tidak dipertunjukan secara konsisten. Tidak ada atau sedikit saja adegan kreatif dalam desainnya. Peserta tidak mampu meningkatkan efek atau dampak dari desain dengan baik. Koordinasi antar bagian / seksi kurang atau jarang. Faktor kesulitan rendah / cukup.
51 – 70 : Program sekali-sekali mempertunjukkan isi / substansi yang bermutu dan mendetail. Konsep pagelaran dipertunjukkan dengan lemah dan hanya sedikit saja ada adegan kreativitas dan percepatan yang baik. Peserta kurang konsisten mencapai atau berusaha untuk meningkatkan efek dan dampak dari desain. Koordinasi antar bagian / seksi di bawah tingkat rata-rata. Faktor kesulitan sedang
71 – 90 : Program mempertunjukkan isi / sustansi yang bermutu sedang atau rata-rata dan mendetail. Konsep pagelaran dipertunjukkan cukup mendetail dan berhasil baik. Ada cukup adegan yang dibuat dan dipertunjukkan dengan kreativitas tinggi dan menarik. Integrasi dan percepatan mencapai hasil rata-rata cukup baik. Peserta mempertunjukkan hasil rata dalam meningkatkan efek dan dampak dari desain. Koordinasi antar bagian / seksi pada tingkat rata-rata. Faktor kesulitan agak tinggi.
91 – 100 : Program sering dan biasanya dipertunjukkan dengan isi / substansi yang bermutu baik dan mendetail. Konsep pagelran sangat jelas dipertunjukkan dengan mendetail dan berhasil amat baik. Imajinasi dan kreativitas dimunculkan sepanjang program. Integrasi dan percepatan berhasil baik dalam menghasilkan efek dan dampak pagelaran. Peserta menunjukkan hasil di atas rata-rata dalam meningkatkan efek dan dampak dari desain. Koordinasi antar bagian / seksi pada tingkat di atas rata-rata. Faktor kesulitan tinggi.
EFEK SHOWMANSHIP
1.Keterlibatan 4. Efek Emosional
2.Komunikasi 5. Semangat
3.Intensitas/ bobot 6. Prefesionalisme
Penjelasan nilai yang dicapai ;
11 – 30 : Peserta tidak mencapai tingkat komunikasi yang diharapkan. Keterlibatan seluruh perhatian / bagian tidak terlihat. Usaha memperlihatkan dan melibatkan faktor emosi dalam pagelaran dan permainan tidak ada.
31 – 50 : Peserta berusaha untuk berkomunikasi melalui musik dan permainnya. Keterlibatan dipertunjukkan dengan lemah selama pagelaran. Ada beberapa adegan dengan usaha untuk melibatkan emosi. Pagelaran kurang konsisten dan berkesinambungan.
51 – 70 : Peserta mempertunjukkan komunikasi pada tingkat rata-rata. Keterlibatannya cukup jelas, namun kurang konsisten selama pagelaran. Bisa dilihat faktor keterlibatan emosi, namun hanya dari sisi kecil. Tingkat rata-rata yang dicapai untuk efek pagelaran dengan beberapa adegan yang berdampak kuat dan komunikatif dengan para pemirsa / penonton.
71 – 90 : Peserta mempertunjukkan komunikasi di atas tingkat rata-rata. Keterlibatannya konstan selama program dengan adegan yang bervariasi. Usaha melibatkan faktor emosi jelas terlihat dan sejumlah lain peningkatan tanggung jawab sudah dikembangkan. Komunikasi dengan para pemirsa kurang konsisten.
91 – 100 : Peserta mempertunjukkan tingkat komunikasi yang amat baik. Keterlibatan amat konsisten dan konstan selama program. Keterlibatan emosi secara konstan diperagakan selama pagelaran melalui beraragam tanggung jawab baru. Pagelaran yang amat maju dengan tingkat komunikasi yang konsisten dengan para pemirsa.
Poin maksimal yang dicapai dalam Caption D&S ini adalah 200.
By shanny ratman.
Monday, 2. June 2008, 04:00:49
MARCHING & MANEUVERING
Penekanan evaluasi mengacu pada PENCAPAIAN KETEPATAN dan PENCAPAIAN KESEMPURNAAN pelaksanaan oleh setiap pemain dan kelompok / unit secara keseluruhan yang selaras antara musik dan sikap serta gerakan tubuh.
Ada 2 Poin utama penilaian pada caption ini, yaitu ;
1. KERAPIAN, KESERAGAMAN & KESELARASAN ;
1.Keseragaman Gerak & Jajar
2.Jarak dalam barisan & formasi
3.Pemecahan, pemutaran dan perubahan bentuk
4.Sikap, tempo dan langkah
5.Ketepatan waktu gerakan
Penjelasan nilai yang dicapai ;
11 – 20 : Peserta berada pada pilihan sulit dievaluasi dan hanya sekali dua kali saja mereka memiliki pengertian mengenai jarak, ketepatan waktu pergerakan dan penjajaran serta keseragaman gerak. Faktor Kesulitan amat rendah.
21 – 30 : Peserta secara umum tidak menyadari kewajiban dasarnya dalam pergerakan dan perubahan bentuk yang berkaitan dengan jarak, ketepatan waktu gerakan dan penjajaran / garis yang lurus.
Terdapat beberapa keadaan dengan kekurangan / cacat. Faktor kesulitan rendah / cukup.
31 – 50 : Peserta kadang-kadang menunjukkan pencapaian yang rata-rata rendah dalam pergerakan dan perubahan bentuk yang berkaitan dengan jarak, ketepatan waktu gerakan dan penjajaran / garis yang lurus. Kesalahan yang dibuat secara mendasar bahkan ketika peserta melaksanakan kewajiban dasar dalam pergerakan dan perubahan bentuk. Faktor kesulitan sedang.
51 – 60 : Peserta biasanya menunjukkan pencapaian dengan tingkat rata-rata dalam pergerakan dan perubahan bentuk. Kesalahan masih terjadi namun banyak terdapat keadaan dengan sedikit kekeliruan yang tidak nyata. Peserta biasanya melaksanakan kewajiban dasar dalam pergerakan dan perubahan bentuk dengan cukup baik. Faktor kesulitan agak tinggi.
61 – 70 : Peserta mempertunjukkan tingkat pencapaian di atas rata-rata dalam pergerakan dan perubahan bentuk. Kesalahan atau cacat hanya terlihat dalam kelompok terutama saat peserta melaksanakan pergerakan dan perubahan bentuk yang sulit dan kompleks. Faktor kesulitan tinggi.
2. TEKNIK DAN RAGAM GERAKAN ;
1.Dasar Gerak / Gerakan
2.Style dan Variasi Gerakan
3.Artikulasi Gerak Tubuh dan Peralatan
Penjelasan nilai yang dicapai ;
11 – 20 : Kemampuan dalam dasar gerak / gerakan dengan tingkat rata-rata. Peserta dan anggota memperlihatkan kemampuan sedang dengan tingkat kesulitan tidak terlalu tinggi. Artikulasi gerak tubuh terlihat namun kurang konsisten pada saat dan posisi yang berubah.
21 – 30 : Kemampuan dalam dasar gerak / gerakan dengan tingkat di atas rata-rata. Peserta dan anggota memperlihatkan kemampuan yang baik dengan tingkjat kesulitan tinggi. Artikulasi gerak tubuh terlihat nyata dan konsisten pada saat dan posisi yang berubah.
Poin maksimal yang dicapai dalam Caption M&M ini adalah 100.
By shanny ratman.
Saturday, 31. May 2008, 18:47:59
Persiapan mengikuti CDBF
Tingkat Senior (SMP,SMA)Program pembinaan latihan terpadu harus segera kita terapkan kalo memang kita ingin kembali mengikuti kejuaraan kompetisi drumband di Ciamis yang biasa diadakan setiap bulan ke 3 atau ke 4 awal tahun.
Untuk itu setiap unit drumband harus sudah mempersiapkan diri lebih baik lagi sehingga hasil yang diperoleh nanti akan lebih baik dari yang telah diikuti tahun sebelumnya.
Paling tidak apa yang menjadi kegagalan tahun lalu, harus menjadi koreksi yang utama dalam program latihan untuk mengikuti kegiatan yang sama tahun depan.
Bagaimana pola latihan yang harus dikerjakan? Mengingat sebagian besar dari unit drumband adalah mereka yang berasal dari satu sekolah tingkat SMP dan SMA.
Dimana kita ketahui bahwa untuk tingkat tersebut sangatlah pendek masa produktif anak-anak, karena setelah mereka menduduki bangku kelas tiga otomatis mereka harus fokus terhadap pelajaran dalam menghadapi ujian yang menjadi tugas pokoknya.
Lalu, apa saja yang harus dipersiapkan oleh pelatih untuk mempersiapkan unit drumbandnya dalam mengikuti kompetisi di Ciamis tersebut?
- Membuat master plan secara umum tanpa ada penjelasan lebih lanjutnya. Maskudnya semua ide-ide dan konsep dari yang diinginkan pelatih semua dijabarkan dalam bentuk konsep tertulis dan di rancangan pola kerjanya secara baik.
- Membuat detail perencanaan yang lebih matang. Artinya konsep yang telah dijabarkan tadi dibuat secara mendetail mulai dari kapan waktu latihan, proses penyaringan anggota baru, proses seleksi anggota lama dan semua bagian yang terlibat di dalamnya.
- Karena pelaksanaan CDBF jatuh pada bulan ke-3 atau ke-4 awal tahun, maka proses latihan untuk tahun depan harus sudah dimulai dari awal bulan ke-7 yaitu di awal tahun ajaran baru.
- Anggota lama terutama yang sudah kelas tiga dapat kita pilih atau dapat juga kita tanyakan langsung kepada orangnya apakah akan mengikuti lagi atau tidak. Untuk anggota kelas 2 maka kita berlakukan sistem seleksi yang ketat terutama sesuai dengan konsep yang akan di tampilkan nanti pada lomba. Ingatlah selalu bakat dan kreatifitas anak harus kita perhatikan, jangan sampai anak yang memiliki bakat justru tidak kita rekrut sebagai pemain tetapi kita malah memilih anak yang tidak memiliki bakat atau hanya biasa-biasa saja.
- Latihan di mulai dengan penggabungan anggota lama dan anggota baru kelas satu yang baru menjadi anggota drumband. Pola latihan dibuat secara bergiliran, dimana waktu latihan kita bagi dalam 2 sesi, yaitu untuk anggota lama dan untuk anggota baru. Untuk anggota baru kita berikan tambahan waktu latihan di luar dari jam latihan yang telah ditetapkan, dengan porsi latihan minimal 2 jam dan lebih bagus lagi bila diusahakan setiap hari mereka berlatih. Ini maksudkan agar pemain baru dapat mengejar kemampuan dari pemain yang lama.
- Pelatih sudah harus menyusun konsep lagu, konsep display bahkan merancang kostum serta sarana penunjang lainnya, sehingga pada saat latihan hal-hal yang dianggap perlu dapat disampaikan pada anggota sehingga mereka mengerti apa yang diinginkan oleh pelatih.
- Usahakan setiap selesai 1 lagu sesuai arransemen pelatih, langsung di tindaklanjuti dengan formasi display.
- Setiap kali latihan sekitar 4-5 jam latihan, mulai dari pulang sekolah sampai sekitar pukul 17.00, dapat kita manfaatkan dengan menyusun pola sebagai berikut :
- Satu jam pertama kita pergunakan untuk latihan PBB drumband
- Satu jam kedua kita pergunakan untuk teknik lagu dan perkusi
- Sisanya kita pergunakan untuk gabungan dari kedua bagian tersebut.
- Khusus untuk pemain CG, sebaiknya pola latihan tidak hanya mengikuti dari waktu yang telah ditetapkan, tetapi akan lebih bagus bila setiap hari mereka berlatih setelah pulang sekolah, minimal 1 jam.
- Memasuki sekitar bulan Oktober, maka usahakan pola latihan sudah mencapai 35%, dengan 1-2 lagu telah dikuasai oleh anggota lengkap dengan displaynya.
- Selanjutnya diadakan latihan intensif dengan waktu latihan dapat ditingkatkan menjadi 1 minggu 2 kali atau 3 kali latihan. Tapi sebaiknya menurut saya cukup 1 minggu 2 kali latihan dulu.
- Diharapkan akhir tahun sekitar bulan Desember, seluruh materi sudah dapat diberikan kepada anggota lengkap dengan displaynya.
- Memasuki bulan Januari tahun depan, sudah mulai pemantapan, dengan intensitas latihan bertambah menjadi 1 minggu 3 kali latihan. Disini yang dilatih adalah seluruh materi dari awal hingga akhir, kemudian setiap kali latihan pelatih harus dapat melihat mood anggota sampai sejauhmana mereka dapat mengerti dengan konsep display yang kita sampaikan. Pada latihan pemadatan inilah, kita hanya mengevaluasi setiap bagian, serta mencari harmonisasi dari seluruh penampilan agar terlihat sesuai dengan apa yang kita konsepkan dalam program latihan.
- Mulai membiasakan anggota untuk tampil dengan sarana property atau pendukung yang akan ditampilkan pada saat kompetisi. Bila perlu menjelang pelaksanaan, membiasakan diri bagi pemain untuk berlatih di tempat yang berbeda, terutama di tempat yang banyak orang menonton. Hal ini untuk mengetahui mental dari pemain kita.
- Lakukanlah ujicoba tampil sesering mungkin dengan format seolah-olah sudah di arena lomba. Membiasakan diri bagi pemain untuk tampil seperti pada saat lomba akan mengurangi rasa grogi dari pemain itu sendiri.
- Terakhir….yakinkan kepada seluruh pemain untuk tampil secara maksimal dan apa adanya, tidak di buat-buat. Serta tekankan pula faktor emosi dari pemain harus kita jaga, jangan sampai pada saat menjelang tampil justru emosi pemain sudah mulai turun yang diakibatkan karena hal-hal yang tidak kita duga sebelumnya.
Nah…itu mungkin sedikit tulisan dari saya mudah-mudahan bermanfaat.