Skip navigation.

eff.amin'S Blog.......

Wanita-wanita Pendamping Rasulullah

dikutip dari millist tetangga....
Wanita-wanita Pendamping Rasulullah


Da'wah --- Khadijah Binti Khuwailid

Putri Khuwailid bin Abdul Uzza ini lahir dari keluarga terhormat. Beliau seorang wanita cerdas, berparas cantik, kaya dan memiliki perangai mulia. Maka tak heran, setelah kedua suaminya wafat, banyak para pembesar Quraisy ingin melamarnya. Namun Allah mempertemukannya dengan seorang laki-laki jujur, amanah dan berakhlak mulia yang kelak di kemudian hari menjadi seorang Rasul. Laki-laki itu tak lain adalah Muhammad al-Amin.

Pertemuannya dengan Muhammad, berawal dari kerjasama bisnis mereka berdua. Khadijah sangat terkagum dengan kepribadian pemuda yang amat mulia ini, yang berbeda dari kebanyakan pemuda lain. Muhammad menikahinya saat usia Khadijah mencapai 40 tahun dan usia beliau 20 tahun.

Dari keluarga yang mulia ini, Allah mengkaruniai dua orang putra, yaitu; Al-Qasim dan Abdullah, serta empat orang putri, yaitu; Zainab, Ruqayyah, Ummi Kultsum dan Fathimah. Abdullah dan Al-Qasim dipanggil Allah saat masih kanak-kanak. Begitu juga Sumayyah menghadap Allah menjadi seorang syahidah. Kedua putrinya yang lain, Ruqayyah dan Ummi Qultsum di kemudian hari diperistri Usman Bin Affan.

Khadijah menjadi istri yang setia mendampingi suami tercinta. Ia korbankan apapun yang dimiliki demi kepentingan suaminya. Ia mampu menenangkan hati suaminya saat kegelisahan menyelimuti dirinya setelah pertemuannya dengan malaikat Jibril di gua Hira. Dialah orang pertama yang menerima dakwah Rasulullah ketika semua orang mengingkarinya. Khadijah wafat pada usia 65 tahun, setelah beliau berhasil menjadi teladan terbaik dan paling tulus dalam berdakwah di jalan Allah dan berjihad di jalanNya.

Saudah Binti Zam'ah

Setelah kepergian Khadijah, Rasulullah menikah dengan seorang wanita mulia yang bernama, Saudah Binti Zam'ah Bin Qais. Beliau telah kehilangan suami tercintanya ketika berhijrah ke negeri Habasyah untuk menyelamatkan akidah Islam dari ancaman orang kafir Quraisy. Berbagai ujian dihadapinya dari intimidasi orang-orang kafir. Begitulah Saudah menghadapi ujian yang berat, berada di negeri asing sebagai janda, apalagi diusianya yang telah lanjut.

Meski beliau wanita janda yang telah lanjut usia, namun Rasulullah menaruh perhatian kepadanya. Karena ia seorang muhajirah yang telah beriman kepada dien Allah. Orang-orang di Mekah merasa heran terhadap pernikahan ini. Meraka seolah tidak percaya dengan kejadian tersebut, seorang janda yang telah lanjut usia dan tidak terlalu cantik menggantikan posisi Khadijah, seorang wanita pembesar Quraiys. Saudah mampu menjalankan kewajibannya sebagai seorang istri yang baik dan mengurus putrid-putri beliau.

Sebagai istri yang setia, ia memberikan gilirannya kepada Aisyah, hingga Aisyah senantiasa mengenangnya di kemudian hari atas kesetiaannya itu. Aisyah berkata: "Tiada seorang wanitapun yang paling aku sukai agar aku memiliki sifat sepertinya melebihi Saudah Binti Zam'ah tatkala berusia senja yang berkata: "Ya Rasulullah, aku hadiahkan kunjungan anda untuk Aisyah" hanya saja dia berwatak keras"

Aisyah Binti Abi Bakar

Setelah tiga tahun hidup bersama Saudah, Rasulullah menikah dengan Aisyah, putri Abu Bakar Siddiq yang saat itu masih berusia tujuh tahun. Pernikahannya dengan Aisyah atas perintah Allah, sebagai penghibur atas kepergian Khadijah. Beliau adalah istri yang paling dicintai Nabi dan satu-satunya wanita gadis yang dinikahinya. Beliau hidup bersama Rasulullah dalam suka dan duka. Di rumah mereka, kadang hanya ada kurma dan air, bahkan kadang tidak ada sesuatupun yang dapat dimakan.

Aisyah seorang wanita cerdas dan memiliki keluasan ilmu pengetahuan, hingga menjadi rujukan umat dalam bidang hadits dan fikih. Az-Zuhri berkata: "Seandannya ilmu Aisyah dibandingkan dengan ilmu seluruh wanita, niscaya ilmu Aisyah lebih unggul". Banyak para ulama yang menyerap ilmu darinya. Keluasan ilmu Aisyah tidak saja pada ilmu-ilmu agama, tetapi juga ilmu pengetahuan umum. Seperti; syair, sastra, sejarah, kedokteran dan ilmu yang lainnya.

Rumah tangga Rasulullah bersama Aisyah pernah diguncang fitnah, berupa tuduhan palsu yang disebarkan orang-orang munafik. Tuduhan keji yang tidak layak ditimpakan kepada seorang wanita seperti Aisyah. Namun akhirnya Allah menurunkan ayat yang menjelaskan bahwa Aisyah terlepas dari tuduhan itu.

Ketika Rasulullah wafat di rumah Aisyah, kepala beliau berada dipangkuannya. Setelah kepergian Rasulullah, Aisyah menghabiskan sisa usianya untuk mengajar dan berdakwah hingga beliau wafat diusia yang ke 66 tahun, setelah menggoreskan teladan keilmuan bagi generasi muslimah setelahnya.

Hafshah Binti Umar

Wanita muda berparas cantik, bertakwa dan disegani ini adalah putri Umar Bin Khattab. Ia menjanda dalam usia muda, yaitu 18 tahun, setelah suaminya meninggal akibat penyakit yang diderita pada perang Uhud. Ujian berat yang dialami Hafshah membuat ayahnya merasa kasihan kepadanya.

Rasulullah sangat memahami kesedihan yang dirasakan oleh Umar, apalagi setelah Abu Bakar dan Usman tidak bersedia menikahi putrinya. Beliau berkata kepadanya: "Hafshah akan dinikahi oleh orang yang lebih baik dari Abu Bakar dan Usman." Begitulah Rasulullah menghibur kesedihan temannya Umar Bin Khattab. Hafshah bergabung kedalam keluarga Rasulullah sebagai istri ketiga setelah Saudah dan Aisyah pada tahun ketiga hijriyah. Kehidupan rumah tangga Rasulullah bersama Hafshah berjalan dengan harmonis. Meski kadang ada sedikit masalah yang timbul, layaknya hubungan suami-istri. Misalnya, suatu kali Rasulullah pernah mentalak Hafsah karena dianggap menyusahkan beliau, namun beliau merujuk kembali atas perintah yang disampaikan oleh Jibril yang berkata: "Dia adalah seorang wanita yang rajin puasa, rajin shalat dan istrimu di surga" (HR. Abu Daud 2283).

Setelah Rasulullah wafat dan kepimimpinan umat Islam beralih ke tangan Abu Bakar, hafshah termasuk orang yang dipercaya memelihara Al-Quran pertama, sebelum dibukukan. Hidupnya ia isi dengan ibadah kepada Allah. Beliau wafat pada masa Mu'awiyah Bin Abi Sufyan. Begitah Hafshah menjaga Al-Quran dari penyianyian hingga sampai ke tangan kita dengan terjaga keasliannya.

Ummu Salamah

Wanita cerdas, berparas cantik dan terhormat ini nama lengkapnya adalah Hindun Binti Abi Umayah Bin Mughirah. Sebelum menikah dengan Rasulullah, beliau adalah istri dari Abu Salamah, seorang sahabat mulia yang ikut hijrah ke Habasyah dan Madinah serta terlibat dalam beberapa peperangan, seperti perang Badar dan perang Uhud. Pada perang terakhir inilah, ia mengalami luka cukup parah di bagian lengannya. Lukanya terus bertambah, hingga ia harus berbaring di rumahnya, apalagi setelah ia ikut lagi dalam perang lain setelah perang Uhud.

Ketika Abu Salamah sakit menjelang wafatnya, ia berpesan kepada istrinya, mengutip apa yang dikatakan oleh Nabi bahwa: "Tidaklah seseorang ditimpa suatu musibah, kemudian ia mengucapkan "Innaalillahi wainnaa ilahi raaji'uun" dan memohon agar Allah memberikan kepadanya pahala dari musibah ini serta mengganti dengan yang lebih baik darinya, melainkan Allah akan mengabulkannya". Setelah itu Abu Salamah wafat.

Begitulah Ummu Salamah menghadapi ujian yang berat, namun hatinya tetap tabah dan sabar, ia pasrah dengan ketetapan Allah. Ia selalu berdoa dengan doa yang diajarkan suaminya tadi. Setiap kali membaca doa "Ya Allah, gantilah aku dengan yang lebih baik darinya" ia bertanya-tanya, siapakah gerangan yang lebih baik dari Abu Salamah?. Rupanya Allah mengabulkan doa wanita shalihah ini. Setelah habis masa iddahnya ia dilamar oleh Rasulullah. Ummu Salamah benar-benar tidak percaya Rasulullah mau memperistrinya. Kemudian ia teringat dengan doanya tadi.

Ummu Salamah menjadi istri yang baik kepada suaminya dan selalu berusaha menjaga kesatuan hati dengan istri-istri Rasulullah yang lain. Pada tahun 59 hijriyah, diusianya yang ke 84, ruhnya menghadap Allah.

Ummu Habibah, Ramlah Binti Abi sufyan

Wanita yang satu ini adalah putri Abu Sufyan, pemimpin kaum musyrikin yang masih tetap kafir sampai penaklukan kota Mekah. Berbeda dengan ayahnya yang masih kafir, Ramlah telah beriman sejak awal dan tetap memegang teguh keimanannya, meski ayahnya memaksanya kembali kepada kemusyrikan.

Ramlah ikut hijrah ke Habasyah bersama suaminya, Ubaidillah Bin Jahsy, meninggalkan keluarga dan kerabat demi menjaga keimanan. Namun sayang suaminya ternyata murtad dan memilih menjadi Nasrani, meski ia telah disadarkan oleh istrinya. Ummu Habibah menjalani hari-harinya dengan ujian berat; menjanda tanpa suami yang mendampingi dan jauh dari kampung halaman serta keluarga. Namun ia tetap bersabar. Disaat seperti itu, ia mendengar dalam mimpinya panggilan yang menyeru: "Wahai ummul mukminin!"

Di kemudian hari mimpinya membuahkan kenyataan yang baik. Setelah masa iddahnya ia dilamar oleh Rasulullah. Akhirnya jadilah Ummu Habibah salah seorang istri Rasulullah yang lain.

Ummu Habibah menjadikan loyalitasnya kepada Allah dan RasulNya diatas keluarga dan keturunan. Ini dibuktikannya, ketika ayahnya Abu Sufyan yang masih kafir datang menemui Rasulullah, ia menggulung tikar tempat duduk Rasulullah agar tidak diduduki oleh ayahnya. Sang ayah heran, mengapa anaknya melakukan itu? Sang anak menjawab: "Ini adalah tikar Rasulullah, sedangkan enkau orang musyrik yang najis, aku tidak ingin engkau duduk diatas tikar Rasulullah"

Setelah wafatnya Rasulullah, Ummu Habibah tidak keluar dari rumahnya kecuali untuk shalat dan tidak meninggalkan Madinah kecuali untuk haji hingga ia wafat pada usia tujuh puluh tahun.

Zainab Binti Zahsy

Sebelum menjadi istri Rasulullah, Zainab yang lahir dari keturunan terhormat adalah istri Zaid Bin Bin Haritsah, anak angkat Nabi. Pada mulanya Zainab menolak dinikahkan kepada Zaid. Sebab ia berasal dari keturunan terpandang, sedangkan Zaid hanya seorang bekas budak. Namun akhirnya Zainab menerima, karena taat atas perintah Allah dan RasulullahNya yang ingin merombak tradisi jahiliyah yang membedakan keturunan dalam perkawinan.

Dalam perjalanannya kemudian, rumah tangga Zaid dan Zainab berlangsung tidak harmonis, karena perbedaan status sosial. Akhirnya Zaid memohon kepada Rasulullah untuk menceraikan istrinya. Tetapi Rasulullah tidak mengizinkannya.

Perkawanian Zaid dan Zainab memang sudah tidak dapat diselamatkan dan berakhir dengan perceraian. Setelah Zainab dicerai, Rasulullah menikahinya atas perintah Allah untuk menjelaskan kepada kaum mukminin bahwa menikah dengan wanita bekas istri anak angkat tidak diharamkan. (Al-Ahzab : 37). Begitulah, pernikahan Rasulullah dengan Zainab yang berlangsung atas perintah Allah, tanpa wali dan saksi, hingga menjadi kebanggaan Zainab di hadapan ummahatulmukminin.

Shafiyah Binti Huyai

Wanita keturunan Yahudi ini berkedudukan mulia, cerdas, berparas cantik dan baik agamanya. Ia ditawan oleh kaum mukminin pada perang Khaibar yang mana suaminya terbunuh pada perang ini. Ketika Rasulullah berkata kepadanya: "Maukah engkau menjadi istriku?" Ia menjawab: "Ya Rasulullah, sungguh aku telah berangan-angan untuk itu ketika masih musyrik, maka bagaimana mungkin aku tidak mengingikannya setelah aku muslim". Mas kawin yang diberikan kepadanya adalah memerdekakannya dari menjadi budak tawanan.
Setelah bergabung ke dalam keluarga Nabi, istri-istri beliau merasa cemburu karena kecantikannya. Bahkan dengan nada mengejek, mereka mengatakan bahwa mereka adalah wanita-wanita Quraisy dan Arab, sedangakan Shafiyah adalah wanita asing. Shafiyah wafat pada usia 50 tahun.

Juwairiyah Binti Al-Harits

Juwairiyah, itulah nama yang diberikan Rasulullah setelah beliau menikahinya. Sebelumnya ia bernama Burrah. Rasulullah mengawininya, karena rasa iba melihat seorang wanita yang sebelumnya terpandang di kaumnya, kini menjadi budak tawanan perang. Akhirnya, beliau memerdekakannya lalu menikahinya. Aisyah berkata: "Juwairiyah adalah seorang wanita yang manis, tidak ada seorangpun yang memandangnya, melainkan akan jatuh hati kepadanya. Ketika aku melihat dari pintu rumahku, kedatangannya menemui Rasulullah untuk meminta kepada beliau memerdekakan dirinya, sungguh aku merasa cemburu, karena beliau pasti melihat pada diri Juwairiya seperti yang aku lihat"
Pernikahan Juwairiyah dengan Rasulullah membawa berkah bagi kaumnya. Ketika orang-orang mendengar berita pernikahan ini, semua tawanan dari Bani Mushthaliq dibebaskan dan mereka masuk Islam.

Juwairiyah seorang wanita yang kuat keimanannya, terbukti ketika ayahnya menyuruhnya memilih antara dirinya dengan Rasulullah, ia lebih memilih Allah dan RasulNya. Juwairiyah wafat pada 50 hijriyah.

Maimunah Binti harits

Maimunah telah lama mendengar dakwah Islam dan ingin sekali memeluk agama ini. Namun cita-citanya baru terwujud setelah ia menyaksikan kedatangan Rasulullah bersama kaum muslimin ke kota Mekah dengan penuh wibawa dan keagungan. Peristiwa ini terjadi satu tahun setelah perjanjian Hudaibiyah. Maimunah bukan saja ingin memeluk Islam, tetapi lebih dari itu, ia ingin menjadi salah seorang istri Rasulullah, agar kelak ia bisa meraih kemulian dari rumah tangga beliau. Akhirnya ia sampaikan keinginannya ini kepada saudara kandungnya, Ummu Fadhl, istri Abbas yang telah memeluk Islam lebih dahulu bersama suaminya. Ummu fadhl menyampaikan hal ini kepada suaminya, lalu suaminya mendatangi Rasulullah agar beliau mau menerima maimunah. Rasulullahpun menerimanya dan memberikan mas kawin sebesar 400 dirham.

Karena kaum muslimin hanya diizinkan tiga hari tinggal di Mekah oleh orang-orang Quraiy, maka mereka diminta keluar setelah habis masanya. Nabi meminta kepada mereka untuk mengizinkanya melangsungkan walimatul'arusy di Mekah, tetapi mereka menolaknya. Akhirnya Rasulullah melangsungkan walimahnya di sebuah tempat bernama "Sarfan" berjarak 10 mil dari Mekah.

Begitulah cita-cita Maimunah menjadi ummahatulmukminin, istri yang setia, taat dan ikhlas terwujud. Beliau berwasiat agar kelak jika wafat, dimakamkan di tempat dilangsungkannya walimah dirinya dengan Rasulullah sebagai bukti kesetiannya kepada suaminya.

UNTUKMU yang selalu Kucintai

UNTUKMU yang selalu Kucintai Saat kau bangun di pagi hari, Aku memandangmu dan berharap engkau akan berbicara kepadaKu., bercerita, meminta pendapatKu, mengucapkan sesuatu untukKu walaupun hanya sepatah kata.

Atau berterima kasih kepadaKu atas sesuatu hal yang indah yang terjadi dalam hidupmu pada tadi malam, kemarin, atau waktu yang lalu....Tetapi Aku melihat engkau begitu sibuk mempersiapkan diri untuk pergi bekerja...Tak sedikitpun kau menyedari Aku di dekat mu.

Aku kembali menanti saat engkau sedang bersiap, Aku tahu akan ada sedikit waktu bagimu untuk berhenti dan menyapaKu, tetapi engkau terlalu sibuk...

Di satu tempat, engkau duduk tanpa melakukan apapun. Kemudian Aku melihat engkau menggerakkan kakimu. Aku berfikir engkau akan datang kepadaKu, tetapi engkau berlari ke telefon dan menelefon seorang teman untuk sekadar berbual-bual.

Aku melihatmu ketika engkau pergi bekerja dan Aku menanti dengan sabar sepanjang hari. Namun dengan semua kegiatanmu Aku berfikir engkau terlalu sibuk untuk mengucapkan sesuatu kepadaKu.

Sebelum makan siang Aku melihatmu memandang ke sekeliling, mungkin engkau merasa malu untuk berbicara kepadaKu, itulah sebabnya mengapa engkau tidak sedikitpun menyapaKu.

Engkau memandang tiga atau empat meja sekitarmu dan melihat beberapa temanmu berbicara dan menyebut namaKu dengan lembut sebelum menjamah makanan yang kuberikan, tetapi engkau tidak melakukannya.....

Ya, tidak mengapa, masih ada waktu yang tersisa dan Aku masih berharap engkau akan datang kepadaKu, meskipun saat engkau pulang ke rumah kelihatannya seakan-akan banyak hal yang harus kau kerjakan.

Setelah tugasmu selesai, engkau menghidupkan TV, Aku tidak tahu apakah kau suka menonton TV atau tidak, hanya engkau selalu ke sana dan menghabiskan banyakwaktu setiap hari di depannya, tanpa memikirkan apapun dan hanya menikmati siaran yang ditampilkan, hingga waktu-waktu untukKu dilupakan.

Kembali Aku menanti dengan sabar saat engkau menikmati makananmu tetapi kembali engkau lupa menyebut namaKu dan berterima kasih atas makanan yang telah Kuberikan.

Saat tidur Kufikir kau merasa terlalu lelah. Setelah mengucapkan selamat malam kepada keluargamu, kau melompat ke tempat tidurmu dan tertidur tanpa sepatahpun namaKu kau sebut. Tidak mengapa kerana mungkin engkau masih belum menyedari bahawa Aku selalu hadir untukmu.

Aku telah bersabar lebih lama dari yang kau sedari. Aku bahkan ingin mengajarkan bagaimana bersabar terhadap orang lain. Aku sangat menyayangimu, setiap hari Aku menantikan sepatah kata darimu, ungkapan isi hatimu, namun tak kunjung tiba.

Baiklah..... engkau bangun kembali dan kembali Akumenanti dengan penuh kasih bahwa hari ini kau akan memberiKu sedikit waktu untuk menyapaKu...

Tapi yang Kutunggu ... ah tak juga kau menyapaKu. Subuh, Zuhur, Asar, Magrib, Isya dan Subuh lagi kau masih tidak mempedulikan Aku.

Tak ada sepatah kata, tak ada seucap doa, tak ada pula harapan dan keinginan untuk sujud kepadaKU....

Apakah salahKu padamu ...? Rezeki yang Kulimpahkan, kesehatan yang Kuberikan, Harta yang Kurelakan, makanan yang Kuhidangkan , Keselamatan yang Kukaruniakan, kebahagiaan yang Kuanugerahkan, apakah hal itu tidak membuatmu ingat kepadaKu ???

Percayalah, Aku selalu mengasihimu, dan Aku tetap berharap suatu saat engkau akan menyapaKu, memohon perlindunganKu, bersujud menghadapKu ... Kembali kepadaKu.

Yang selalu bersamamu setiap saat,
*Tuhanmu....



:+: Khalil Gibran

Ingin rasanya kumeminangmu

Ingin rasanya kumeminangmu

Ingin rasanya kumeminangmu
perlahan keberjalan ke arahmu
demi menyempurnakan separuh dien'ku
Ingin rasanya kumeminangmu
menjadikan diri ini halal untukmu, dirimu halal untukku
mengarungi kehidupan bersama
Ingin rasanya kumeminangmu
mengharapkan ridhaNya
mengikuti sunnah Rasulullah

--**Jakarta, 16 sept 2006**--

Sumatra Project.....

alhamdulillah setelah beberapa bulan akhinya bisa ngeblog juga.....soalnya kemarin saya abiz ke sumatra, alhamdulillah walaupun kecil-kecilan....
by the way,any way, bus way, cut mey-mey, loh apa-apaan ini koq nama cut mey-mey dibawa-bawa sehhh, tapi gpp coz ada hubungannya dengan ceritaku ini hehehe.....kemarin pas dibandara palembang saya ketemu sama cewek cakep, ya mirip-mirip sama cut mey-mey'lah , ngak beda jauh dengan cut tari....singkat cerita saya kenalan'lah sama dia dan kebetulan kami sama-sama mau ke jakarta dan kebetulannya lagi pesawat ditunda karena ada ganguan teknis, ngak tau juga masalahnya apa, tapi yang jelas saya senang banget bisa ngobrol sama tuh cewek, ditunda sampe besok juga gpp...hehehe, maunya....kurang dari 45 menit saya sudah punya alamat tu cewek baik di palembang maupun di jakarta, no telp, jumlah saudara, anak ke berapa, pekerjaan orang tua, ttl, kerjaan dia apa, and any more, ya..maklum'lah soalnya saya ini mantan cover boy yang pernah kerja di BPS...jadi,kalo cuma untuk dapatkan data-data seperti itu gampang'lah....hehehe. tak terasa kami sudah ngobrol selama 1 jam 53 menit dan saatnya pesawat untuk berangkat, akhirnya kami jalan bersama menuju pesawat dan pertanyaan terakhir yang aku lontarkan ke dia adalah sebenarnya ke jakarta untuk apa?????dan dia menjawab, dia manjawab mau ketemu sama suaminya yang ditugaskan kerja di jakarta, jadi hal ini dia lakukan sebulan sekali, kalo bukan dia yang ke jakarta, suaminya yang ke palembang....acrghhhhh....

beRsukuRLah

beRsukuRLah atas segalah nikmat yang Tuhan beRikan

Read more...

Bertengkar itu Indah

Bertengkar itu indah



Buat Yang Udah Nikah, Mau Nikah, punya Niat untuk nikah.

Bertengkar adalah phenomena yang sulit dihindari dalam kehidupan berumah tangga, kalau ada seseorang berkata: "Saya tidak pernah bertengkar dengan isteri saya !" Kemungkinannya dua, boleh jadi dia belum beristeri, atau ia tengah berdusta. Yang jelas kita perlu menikmati sa'at-sa'at bertengkar itu, sebagaimana lebih menikmati lagi sa'at sa'at tidak bertengkar. Bertengkar itu sebenarnya sebuah keadaan diskusi, hanya saja dihantarkan dalam muatan emosi tingkat tinggi. Kalau tahu etikanya, dalam bertengkar pun kita bisa mereguk hikmah, betapa tidak, justru dalam pertengkaran, setiap kata yang terucap mengandung muatan perasaan yang sangat dalam, yang mencuat dengan desakan energi yang tinggi, pesan pesannya terasa kental, lebih mudah dicerna ketimbang basa basi tanpa emosi. Salah satu diantaranya adalah tentang apa yang harus dilakukan kala kita bertengkar, dari beberapa perbincangan hingga waktu yang mematangkannya, tibalah kami pada sebuah Memorandum of Understanding, bahwa kalau pun harus bertengkar, maka:

1. Kalau bertengkar tidak boleh berjama'ah.
Cukup seorang saja yang marah marah, yang terlambat mengirim sinyal nada tinggi harus menunggu sampai yang satu reda. Untuk urusan marah pantang berjama'ah, seorang pun sudah cukup membuat rumah jadi meriah. Ketika ia marah dan saya mau menyela, segera ia berkata "STOP" ini giliran saya ! Saya harus diam sambil istighfar. Sambil menahan senyum saya berkata dalam hati : "kamu makin cantik kalau marah, makin energik ..." Dan dengan diam itupun saya merasa telah beramal sholeh, telah menjadi jalan bagi tersalurkannya luapan perasaan hati yang dikasihi... "duh kekasih .. bicaralah terus, kalau dengan itu hatimu menjadi lega, maka dipadang kelegaan perasaanmu itu aku menunggu ...."
Demikian juga kalau pas kena giliran saya "yang olah raga otot muka",saya menganggap bahwa distorsi hati, nanah dari jiwa yang tersinggung adalah sampah, ia harus segera dibuang agar tak menebar kuman, dan saya tidak berani marah sama siapa siapa kecuali pada isteri saya :smile: maka kini giliran dia yang harus bersedia jadi keranjang sampah. Pokoknya khusus untuk marah, memang tidak harus berjama'ah, sebab ada sesuatu yang lebih baik untuk dilakukan secara berjama'ah selain marah

2. Marahlah untuk persoalan itu saja, jangan ungkit yang telah terlipat masa.
Siapapun kalau diungkit kesalahan masa lalunya, pasti terpojok, sebab masa silam adalah bagian dari sejarah dirinya yang tidak bisa ia ubah. Siapapun tidak akan suka dinilai dengan masa lalunya. Sebab harapan terbentang mulai hari ini hingga ke depan. Dalam bertengkar pun kita perlu menjaga harapan, bukan menghancurkannya. Sebab pertengkaran di antara orang yang masih mempunyai harapan, hanyalah sebuah foreplay, sedang pertengkaran dua hati yang patah asa, menghancurkan peradaban cinta yang telah sedemikian mahal dibangunnya. Kalau saya terlambat pulang dan ia marah, maka kemarahan atas keterlambatan itu sekeras apapun kecamannya, adalah "ungkapan rindu yang keras". Tapi bila itu dikaitkan dgn seluruh keterlambatan saya, minggu lalu, awal bulan kemarin dan dua bulan lalu, maka itu membuat saya terpuruk jatuh.

Bila teh yang disajinya tidak manis (saya termasuk penimbun gula), sepedas apapun saya marah, maka itu adalah "harapan ingin disayangi lebih tinggi". Tapi kalau itu dihubungkan dgn kesalahannya kemarin dan tiga hari lewat, plus tuduhan "Sudah tidak suka lagi ya dengan saya", maka saya telah menjepitnya dengan hari yang telah pergi, saya menguburnya di masa lalu, ups saya telah membunuhnya, membunuh cintanya. Padahal kalau cintanya mati, saya juga yang susah ... OK, marahlah tapi untuk kesalahan semasa, saya tidak hidup di minggu lalu, dan ia pun milik hari ini .....

3. Kalau marah jangan bawa bawa keluarga !
Saya dengan isteri saya terikat baru beberapa masa, tapi saya dengan ibu dan bapak saya hampir berkali lipat lebih panjang dari itu, demikian juga ia dan kakak serta pamannya. Dan konsep Quran, seseorang itu tidak menanggung kesalahan fihak lain (QS.53:38-40). Saya tidak akan terpancing marah bila cuma saya yang dimarahi, tapi kalau ibu saya diajak serta, jangan coba coba. Begitupun dia, semenjak saya menikahinya, saya telah belajar mengabaikan siapapun di dunia ini selain dia, karenanya mengapa harus bawa bawa barang lain ke kancah "awal cinta yang panas ini". Kata ayah saya : "Teman seribu masih kurang, musuh satu terlalu banyak". Memarahi orang yang mencintai saya, lebih mudah dicari ma'afnya dari pada ngambek pada yang tidak mengenal hati dan diri saya..". Dunia sudah diambang pertempuran, tidak usah ditambah tambah dengan memusuhi mertua!

4. Kalau marah jangan di depan anak anak !
Anak kita adalah buah cinta kasih, bukan buah kemarahan dan kebencian. Dia tidak lahir lewat pertengkaran kita, karena itu, mengapa mereka harus menonton komedi liar rumah kita. Anak yang melihat orang tuanya bertengkar, bingung harus memihak siapa. Membela ayah, bagaimana ibunya. Membela ibu, tapi itu 'kan bapak saya. Ketika anak mendengar ayah ibunya bertengkar : * Ibu : "Saya ini cape, saya bersihkan rumah, saya masak, dan kamu datang main suruh begitu, emang saya ini babu ?!!!"* Bapak : "Saya juga cape, kerja seharian, kamu minta ini dan itu dan aku harus mencari lebih banyak untuk itu , saya datang hormatmu tak ada, emang saya ini kuda ????!!!!* Anak : "...... Yaaa ...ibu saya babu, bapak saya kuda .... terus saya ini apa ?"Kita harus berani berkata : "Hentikan pertengkaran !" ketika anak datang, lihat mata mereka, dalam binarannya ada rindu dan kebersamaan. Pada tawanya ada jejak kerjasama kita yang romantis, haruskah ia mendengar kata basi hati kita ???

5. Kalau marah jangan lebih dari satu waktu shalat !
Pada setiap tahiyyat kita berkata : "Assalaa-mu 'alaynaa wa 'alaa 'ibaadilahissholiihiin" Ya Allah damai atas kami, demikian juga atas hamba hambamu yg sholeh .... Nah andai setelah salam kita cemberut lagi, setelah salam kita tatap isteri kita dengan amarah, maka kita telah mendustai Nya, padahal nyawamu ditangan Nya. OK, marahlah sepuasnya kala senja, tapi habis maghrib harus terbukti lho itu janji dengan Ilahi ..... Marahlah habis shubuh, tapi jangan lewat waktu dzuhur, Atau maghrib sebatas isya .. . Atau habis isya sebatas....??? Nnngg....... Ah kayaknya kita sepakat kalau habis isya
sebaiknya memang tidak bertengkar ... :smile:

6. Kalau kita saling mencinta, kita harus saling mema'afkan
(Hikmah yang ini saya dapat belakangan, ketika baca di koran resensi sebuah film). Tapi yang jelas memang begitu, selama ada cinta, bertengkar hanyalah "proses belajar untuk mencintai lebih intens" Ternyata ada yang masih setia dengan kita walau telah kita maki-maki. Ini saja, semoga bermanfa'at, "Dengan ucapan syahadat itu berarti kita menyatakan diri untuk bersedia dibatasi". Selamat tinggal kebebasan tak terbatas yang dipongahkan manusia pintar.

Sebelum Kamu Mengeluh

Kata-kata berikut sungguh menyentuh, sungguh indah, tapi alangkah susah dikerjakan. Seringkali kita bertindak, berkata, tanpa berpikir terlebih dulu

Those words are very touchy, so beautiful, and can make you think that having positive thinking about our life makes it more worth.....

Sebelum kamu mengeluh :

01]. Hari ini sebelum kamu mengatakan kata-kata yang tidak baik, Pikirkan tentang seseorang yang tidak dapat berbicara sama sekali

02]. Sebelum kamu mengeluh tentang rasa dari makananmu, Pikirkan tentang seseorang yang tidak punya apapun untuk dimakan.

03]. Sebelum anda mengeluh tidak punya apa-apa Pikirkan tentang seseorang yang meminta-minta dijalanan.

04]. Sebelum kamu mengeluh bahwa kamu buruk, Pikirkan tentang seseorang yang berada pada tingkat yang terburuk didalam hidupnya.

05]. Sebelum kamu mengeluh tentang suami atau istri anda. Pikirkan tentang seseorang yang memohon kepada Tuhan untuk diberikan teman hidup.

06]. Hari ini sebelum kamu mengeluh tentang hidupmu, Pikirkan tentang seseorang yang meninggal terlalu cepat.

07]. Sebelum kamu mengeluh tentang anak-anakmu, Pikirkan tentang seseorang yang sangat ingin mempunyai anak tetapi dirinya mandul.

08]. Sebelum kamu mengeluh tentang rumahmu yang kotor karena pembantumu tidak mengerjakan tugasnya,Pikirkan tentang orang-orang yag tinggal dijalanan.

09]. Sebelum kamu mengeluh tentang jauhnya kamu telah menyetir, Pikirkan tentang seseorang yang menempuh jarak yang sama dengan berjalan.

10]. Dan disaat kamu lelah dan mengeluh tentang pekerjaanmu, Pikirkan tentang pengangguran, orang-orang cacat yang berharap mereka mempunyai pekerjaan seperti anda.

11]. Sebelum kamu menunjukkan jari dan menyalahkan orang lain, ingatlah bahwa tidak ada seorangpun yang tidak berdosa.

12]. Kita semua menjawab kepada Sang Pencipta Dan ketika kamu sedang bersedih dan hidupmu dalam kesusahan, Tersenyum dan berterima kasihlah kepada Tuhan bahwa kita masih hidup !

a. Life is a gift
b. Live it...
c. Enjoy it...
d. Celebrate it...
e. And fulfill it

13]. Cintai orang lain dengan perkataan dan perbuatanmu

14]. Cinta diciptakan tidak untuk disimpan atau disembunyikan

15]. Anda tidak mencintai seseorang karena dia cantik atau tampan, Mereka cantik/ tampan karena anda mencintainya,,,

16]. It's true you don't know what you've got until it's gone, but it's also true You don't know what you've been missing until it arrives!!!

doaku ya Allah...


ya Allah...
jika masa itu tiba, menikahi seorang wanita
jadikanlah ia sebagai pendamping hidupku
di dunia dan di akhirat
yang kelak menjadi ibu dari anak-anak kami
mengarungi keidupan ini dalam suka dan duka
ya Allah...
leburkanlah cinta kami bersama cinta kasihMu
biarkanlah kami berbahagia bersama kebahgianMu
hingga para malaikatMu bergembira atas kegembiraan kami
ya Allah...
jika nantinya aku bertemu dengan sang bidadariku
pertemukanlah aku dengan yang rindu akan surgaMu
hingga kami bersama-sama mengapai rahmatMu
yang dapat menenangkan hati ini disaat diselimuti kegelisahan

Sabda Rasulullah

Allahumma inni aasaluka min khairiha wakhairi ma jabaltaha, wa a'udzubika min
syarriha wa syarri ma jabaltaha...
ya Allah sesungguhnya aku mohon kepadaMu kebaikannya dan kebaikan wataknya dan aku mohon perlinduganMu dari kejahatannya dan kejahatan wataknya, Amin (doa Rasulullah diriwiyatkan iman Bukhari, Ibnu Wajah, Abu Daud, Ibnu Sinai)

Allahumma baarik li fi ahli, wa baarik lahum fiyya Allahumma ijma bainana
ma jama'ta bikhair, wa farriq bainana idza faraqta ila khai...
ya Allah barakahilah diriku dalam keluargaku dan berikanlah barakah mereka kepadaku. ya Allah, kumpulkanlah antara kami apa yang engkau kumpulkan dengan kebaikan dan pisahkan antara kami jika engkau memisahkan menuju kebaikan,Amin(diajarkan Baginda Nabi yang diriwayatkan oleh Abdullah bin mas'ud)

sebaik-baik istri adalah jika kamu memandangnya membuat hatimu senang, jika kamu perintah dia mentaatimu dan jika kamu tinggal, dia akan menjaga untukmu harta dan dirinya...(sabda Rasulullah SAW, riwayat Ibnu Jarir)
December 2009
S M T W T F S
November 2009January 2010
1 2 3 4 5
6 7 8 9 10 11 12
13 14 15 16 17 18 19
20 21 22 23 24 25 26
27 28 29 30 31