Lebaran Idul Fitri 1430-H
Thursday, September 24, 2009 6:19:02 PM
Lebaran Idul Fitri tetap menjadi hari indah yang menyenangkan dan ditunggu-tunggu setiap orang; anak kecil, remaja, muda dan tua menantikan hari nan fitri ini selang takbir berkumandang malam terakhir berpuasa. Ingat masa kecil di kampung dulu, lebaran dirayakan hingga 7 hari kedepan dengan aneka ragam corak baju baru. Ya, benar-benar tujuh hari atau seminggu meriah lebaran Idul Fitri dirayakan dan setiap hari akan dipenuhi kunjungan ke sanak famili, tetangga, teman sekolah hingga guru-guru sekolah yang tidak boleh dilupakan.
Oleh karena itulah kemeriahan Idul Fitri dan rindu untuk pulang kampung setiap lebaran merupakan kerinduan tersendiri yang datang setiap tahun nyaris tak dapat dihindari dan akan diusahakan sedapat mungkin apabila setiap anak manusia pergi jauh dari kampung halamannya. Mencicipi kue buatan emak memang berbeda rasanya walaupun telah mencoba berbagai macam rasa kue yang enak dan mahal di toko-toko kue terkenal di kota-kota besar dan menikmati kue khas tiap daerah di kampung halaman masing-masing yang kadang ada dan dibuat hanya ketika hari lebaran merupakan sesuatu yang sengaja dicari. Tentu saja ketupat yang selalu ada di hari lebaran.
Menangguk panen uang atau angpao hasil kunjungan berlebaran dari rumah ke rumah adalah keindahan tersendiri lebaran idul fitri karena lebaran idul adha tidak akan ada tradisi bagi-bagi uang dari keluarga, om, tante, orang tua, kakak yang sudah bekerja dan kerabat yang kita kunjungi. Setiap uang akan dikumpulkan dan saling berbagi cerita sesama saudara, adik kakak dan teman banyaknya jumlah uang yang diperoleh dan dengan uang itupula dapat membeli mainan idaman maupun makanan kesukaan yang dapat dibeli dengan uang sendiri sekali setahun karena sehari-hari biasanya uang jajan hanya beberapa puluh rupiah rupiah saja ketika itu. Hm, senangnya.
Lebaran Idul Fitri 1431-H tahun depan kuingin pulang kampung kembali setelah dua puluh tahun ini aku tak pernah merasakan dan merayakan indahnya lebaran di kampung.
Selamat Idul Fitri 1430-H, Mohon Maaf Lahir dan Bathin.............
Oleh karena itulah kemeriahan Idul Fitri dan rindu untuk pulang kampung setiap lebaran merupakan kerinduan tersendiri yang datang setiap tahun nyaris tak dapat dihindari dan akan diusahakan sedapat mungkin apabila setiap anak manusia pergi jauh dari kampung halamannya. Mencicipi kue buatan emak memang berbeda rasanya walaupun telah mencoba berbagai macam rasa kue yang enak dan mahal di toko-toko kue terkenal di kota-kota besar dan menikmati kue khas tiap daerah di kampung halaman masing-masing yang kadang ada dan dibuat hanya ketika hari lebaran merupakan sesuatu yang sengaja dicari. Tentu saja ketupat yang selalu ada di hari lebaran.
Menangguk panen uang atau angpao hasil kunjungan berlebaran dari rumah ke rumah adalah keindahan tersendiri lebaran idul fitri karena lebaran idul adha tidak akan ada tradisi bagi-bagi uang dari keluarga, om, tante, orang tua, kakak yang sudah bekerja dan kerabat yang kita kunjungi. Setiap uang akan dikumpulkan dan saling berbagi cerita sesama saudara, adik kakak dan teman banyaknya jumlah uang yang diperoleh dan dengan uang itupula dapat membeli mainan idaman maupun makanan kesukaan yang dapat dibeli dengan uang sendiri sekali setahun karena sehari-hari biasanya uang jajan hanya beberapa puluh rupiah rupiah saja ketika itu. Hm, senangnya.
Lebaran Idul Fitri 1431-H tahun depan kuingin pulang kampung kembali setelah dua puluh tahun ini aku tak pernah merasakan dan merayakan indahnya lebaran di kampung.
Selamat Idul Fitri 1430-H, Mohon Maaf Lahir dan Bathin.............








