Satpol PP sterilkan Stren Kalimas
Tuesday, November 14, 2006 11:08:21 AM
Selasa, 14 Nov 2006,
Proyek revitalitalisasi Kalimas yang sempat mandek saat puasa lalu kembali digeber. Diawali dengan penertiban bangunan-bangunan liar yang ada di sepanjang stren Dinoyo.
Penertiban itu merupakan hasil koordinasi Kecamatan Tegalsari dengan Kecamatan Genteng yang diback-up satuan polisi pamong praja (Satpol PP).
Dalam penertiban itu 15 bedak PKL dan puluhan bangunan semi permanen di stren dirobohkan petugas menggunakan alat berat. "Kita sudah menyosialisasikan penertiban ini kepada mereka. Lantaran tidak ditanggapi, terpaksa kita bongkar paksa," kata Kasi Trantib Tegalsari Catur Sudarmono.
Penertiban bangunan-bangunan liar itu sudah lama diagendakan Satpol PP. "Sebab, informasi yang masuk menyebutkan bahwa bangunan itu sering dipakai untuk mesum," katanya.
Proses penertiban kemarin berlangsung alot. Sebab, sebagian penghuni di sekitar stren kali berusaha melawan ketika petugas mulai membongkar bangunan. Perlawanan paling keras dilakukan para pemilik bedak. Maklum, selain membongkar bangunan, petugas juga menyita perlengkapan usaha maupun perabot rumah tangga milik penghuni.
Untuk mengantisipasi kembalinya penghuni ke lokasi, pemkot akan melakukan penjagaan lokasi secara rutin. "Memang kami mendapat kewenangan dari pemkot untuk menjaga di sini," kata Catur.
Yang jelas, dari sembilan titik di sepanjang Kalimas yang direkomendasi untuk dibersihkan hingga kemarin belum tergarap semua. "Kita tidak bisa sekaligus menertibkan. Harus bertahap," kata Kepala Satpol PP Utomo.
Sebenarnya, mengacu pada data Bappeko, ada sembilan titik yang bakal disterilkan untuk keperluan revitalisasi Kalimas. Antara lain kawasan Jembatan Petekan, Jembatan Merah, Jembatan Jagalan, Pasar Peneleh, Monkasel, Pasar Bunga Kayoon, Dinoyo, jembatan BAT (Ngagel), dan pertemuan Kalimas-Kali Jagir di Wonokromo.(ris/Jawa pos)
Proyek revitalitalisasi Kalimas yang sempat mandek saat puasa lalu kembali digeber. Diawali dengan penertiban bangunan-bangunan liar yang ada di sepanjang stren Dinoyo.
Penertiban itu merupakan hasil koordinasi Kecamatan Tegalsari dengan Kecamatan Genteng yang diback-up satuan polisi pamong praja (Satpol PP).
Dalam penertiban itu 15 bedak PKL dan puluhan bangunan semi permanen di stren dirobohkan petugas menggunakan alat berat. "Kita sudah menyosialisasikan penertiban ini kepada mereka. Lantaran tidak ditanggapi, terpaksa kita bongkar paksa," kata Kasi Trantib Tegalsari Catur Sudarmono.
Penertiban bangunan-bangunan liar itu sudah lama diagendakan Satpol PP. "Sebab, informasi yang masuk menyebutkan bahwa bangunan itu sering dipakai untuk mesum," katanya.
Proses penertiban kemarin berlangsung alot. Sebab, sebagian penghuni di sekitar stren kali berusaha melawan ketika petugas mulai membongkar bangunan. Perlawanan paling keras dilakukan para pemilik bedak. Maklum, selain membongkar bangunan, petugas juga menyita perlengkapan usaha maupun perabot rumah tangga milik penghuni.
Untuk mengantisipasi kembalinya penghuni ke lokasi, pemkot akan melakukan penjagaan lokasi secara rutin. "Memang kami mendapat kewenangan dari pemkot untuk menjaga di sini," kata Catur.
Yang jelas, dari sembilan titik di sepanjang Kalimas yang direkomendasi untuk dibersihkan hingga kemarin belum tergarap semua. "Kita tidak bisa sekaligus menertibkan. Harus bertahap," kata Kepala Satpol PP Utomo.
Sebenarnya, mengacu pada data Bappeko, ada sembilan titik yang bakal disterilkan untuk keperluan revitalisasi Kalimas. Antara lain kawasan Jembatan Petekan, Jembatan Merah, Jembatan Jagalan, Pasar Peneleh, Monkasel, Pasar Bunga Kayoon, Dinoyo, jembatan BAT (Ngagel), dan pertemuan Kalimas-Kali Jagir di Wonokromo.(ris/Jawa pos)

