October 2007
Wednesday, 31. October 2007, 13:28:36
Cara Cowok Menghadapi Cewek Menangis
Menurut beberapa type cowok, salah satu cara ngadepin bokin yang
suka netesin air mata, nih cara terjitu:
Cowok Cuek: “Biarin Aja,paling ntar diam sendiri”
Cowok Naif: “Beliin gulali sama balon warna-warni”
Cowok Jaim: “Plz dunk jangan bikin malu gue,masa nangis sih”
Cowok gak sabaran: “Hari gene masih nangis,plzzz dech!!?”
Cowok Sensitif: “Ikutan Nangis N memble”
Cowok ahli Hipnotis: “Saya hitung 1,2,3…dihitungan ketiga anda
melupakan semuanya… lupakan semuanya… lupakan… OK!”
Cowok Pasrah: “Terserah Lo deh!!!”
Cowok Idaman: “Menangislah sepuasnya dipundakku, sambil tangannya
melingkar melindungi si cewe (kadang meraba)”
Cowok Tajir: “Beliin Mobil, Handphone…”
Cowok Romantis: “Bacain Puisi, dinyanyiin lagu NINA BOBO”
Cowok Horny: “Dibaringin ditempat tidur del el el”
Cowok Bete: “Dipeluk sambil dibisikin `kita putus aja ya` abisnya
kamu cengeng banget sih say”
Cowok Narsis: “Sibuk ngambil foto diri sendiri pake N6600″
Cowok Dermawan: “Ngeluarin recehan sembari bilang May God Bless
You…”
Cowok Kere: “Sory nih yang,aqu ga bisa beliin tissu…”
Cowok Santri: “Astagfirullah….tabahkan hatimu dinda.”
Cowok Kritis: “Nanya ada paan sih? siapa? kenapa? dimana? kemana?
kok bisa sih? ya udah… ambil positifnya aja lah”
Cowok tulalit: “Kamu nangis dapet bonus apa ditinggal mati sih?
Hiiii…kamu bisa juga nangis yah?”
Cowok Matre: “Cewe kere Lo… nangis mulu nyusahin gue doank”
Cowok Kejam: “Hehehehe… ini belum seberapa sayang…nanti aku bisa
bikin kamu tambah sengsara sampe meraung-raung… lebih parah
lagi… mau nangis lagi?”
Soorrryyy

di sadur from orangmedan.com
Wednesday, 31. October 2007, 13:25:28
Windows 2000 dan Windows XP secara default sudah mendukung penggunaan unicode, sehingga tidak memerlukan software tambahan lagi. Yang harus dilakukan adalah mengaktifkan fasilitas tersebut saat instalasi atau dengan menambahkan fasilitas tersebut melalui control panel. Versi-versi sebelumnya belum mendukung sehingga dibutuhkan versi khusus atau dukungan dari pihak ketiga, kecuali untuk windows 98 arabic.
Pada Windows XP :
Control Panel -> Regional and Language Options -> Languages.
Berikan 'checkmark' pada -> 'Install files for complekx script...'.
Klik 'Apply'.
Pada posisi ini, system akan meminta cd instalasi windows.
Setelah selesai, klik 'Details' pada 'Text services and input languages'.
Klik 'Add...' pada 'Installed services'.
Pilih 'Arabic (Saudi Arabia)' pada 'Input Language'.
Klik ok, kemudian restart
Bila melakukan instalasi baru, lakukan hal tersebut di atas pada saat mengatur 'Regional and Language Options'.
Selamat mencoba
Wednesday, 31. October 2007, 13:20:42
“ Teman sepergaulan adalah cermin diri kita “
Rosul bernasehat :
“ Islam itu berawal dalam keadaan asing dan akan kembali menjadi asing seperti permulaannya, maka beruntunglah orang-orang yang asing “
Kahlil Gibran pernah berkata :
“Orang bisa bebas tanpa kebesaran tapi tidak bisa besar tanpa kebebasan “.
Ada tiga macam orang di dunia yaitu :
a.Sinomor satu, orang-orang yang sukses memasarkan diri mereka.
Orang-orang yang berprestasi, yang selalu bersemangat, tiada mengeluh dan memberi senyum paling diutamakan. Merekalah pemenangnya, mereka adalah orang-orang yang menginginkan untuk berkompetisi.
b.Sinomor dua, mereka adalah orang-orang yang mencari pundak untuk menangis diatasnya unuk mengatakan masalah-masalah mereka. Mereka pencari pegangan dalam hidup, mereka orang-orang yang kalah, orang yang tidak mndapatkan diri, dan lari menghindari bahaya.
c.Sinomor tiga, mereka adalah orang-orang yang mencukupi kekurangan hidup dan menyerah, mereka adalah orang-orang yang kalah dan lebih patut dikasihani dari pada orang-orang nomor dua, sejujurnya adnda harus menghindari mereka.
Ada tiga hal yang perlu diketahui tentang orang yang tiada syukur, manakala manusia individualistis dengan esensi mutlaknya, meluhurkan mutiara dan berlian sebagai patokan dan bersuka-sukalah ketika mereka mendapatkannya dan berusi-usiklah ucapan guratan hati busuknya ketika tak tercapai hasrat mengalungi permata, membiaskan keiridengkian dengan bara fitnah yang terlontar pada manusia yang berhasil.
Pertama, ketika mendapatkan harta pada masa muda ia bimbang akankah harta itu bermaslahat atau bermudhorotkah, tetapi ia tidak sadar akan kebimbangannya hingga hartanya lenyap ditelan keinginannya yang tiada jelas.
Kedua, Ketika ia sudah berumah tangga, ia merasa kurang dan kurang pada harta yang ada karena terhanyut dengan tuntutan problematika dan konsekuensi berumah tangga, dan yang dipikirkan hanya ikrar terhadap manusia namun ikrar dengan Allah dikesampingkan.
Ketiga, Ketika telah mendapatkan semua dan merasa dirinya raja, ia merasa I am the winner, tidak ada seorangpun yang bisa menandingiku. Padahal ketika ia berniat diawal kelahiranya ia bertsabat dalam iman tetapi ia tiada merasa manisnya iman karena ia terpesona tipu muslihat dunia fana.
Semua manusia itu dalam keadaan merugi ketika pintu hidayah telah tertutup bagi mereka dan tak ada jalan kembali, merekalah orang muslim yang tersiksa karena matinya hati yaitu mencari dunia dengan amal akhirat.
“ Bersyukurlah ketika ada kehijauan dalam kerajaanmu, ijtihadmu, keringatmu, kemenanganmu, keguguranmu, dan mautmu “,
Langkah-langkah menjadi manusia yang prosfesional dan berakhlak
1.Kita adalah unik.
2.Jual diri kita dengan menyukai diri sendiri dan menerima diri apa adanya.
3.Ubah celaan menjadi rahmat (pujian).
4.Membangun keberanian dan percaya diri karena segala sesuatu terjadi karena ada keyakinan.
5.Buatlah kepercayaan yang berbuah kepercayaan.
6.Buat lima pedoman agar terbebas dari rasa takut :
a. Percaya pada diri anda.
b. Bergabunglah dengan orang-orang yang dapat dipercaya.
c. Pasang mesin kepercayaan anda.
d. Jadilah pimpinan perahu anda.
e. Jaga kesibukan.
7.Kembangkan sikap positif.
Menajemen pemasaran diri sangat tergantung pada sikap anda terhadap orang lain, demikian juga sikap anda terhadap orang lain tergantung pada perlakuan anda terhadap diri sendiri.
Wednesday, 31. October 2007, 13:13:19
Artikel lalu telah menjelaskan bagaimana cinta dapat membuat orang tidak mengenal dirinya sendiri karena ia telah terbuai dengan perasaan yang menyejukkan hati laksana ia terbang dan semua bagai surga meski kita belum pernah melihat surga namun surga adalah simbol keindahan dan kasih sayang, kejujuran dan ketulusan. berikut akan saya lanjutkan artikel tentang mahabbah yang penulis dapat dari belajar di Jogja.
C. Cinta pandangan pertama
Sebuah syair berbunyi :
Semua peristiwa berawal dari pandangan
Banyak manusia yang masuk neraka karena dosa kecil
Mulanya pandangan
Kemudian senyuman, lalu memberi salam
Setelah itu berbicara
Lalu berjanji………
Dan akhirnya bertemu dan seterusnya …
Seorang penyair berkata :
Apabila engkau melepaskan pandangan
Untuk mencari kepuasan hati
Pada suatu saat pandangan-pandangan itu
Akan menyusahkan juga
Engkau tidak mampu melihat
Semua yang engkau lihat
Tetapi untuk sebagiannya
Maka engkau tidak bisa tahan
Berapa banyak malam yang terasa lebih lama
Dari helaan nafas cinta
Yang terputus talinya
Helaan nafas orang jatuh cinta
Yang bertubi-tubi pertanda derita cinta
Yang terpendam direlung hati
Detak-detak cinta menghentak dinding sanubari
Menghela nafas panjang untuk mengusir ta’bir di hati
Sebagaimana yang dikatakan oleh Abu Asy-Syaish :
Cintaku bersemi apapun dirimu
Tak perduli keadaanmu dulu dan kini
Kau tak perduli padaku akupun begitu
Siapa tak pedulikan dirimu hendak memuji
Aku menyukai mereka
Sekalipun engkau seperti musuhku
Penilaianku terhadapmu sama terhadap mereka aku menilaimu
Kudapatkan kenikmatan jika ada yang melecehkanmu
Biarkan orang yang mencelaku
Karena cinta telah terpatri
Berikut puisi dari “ Pemandu rindu “ yang diberi judul
Pelukan Perpisahan
Tatkala kami bertemu untuk perpisahan
Cukuplah dalam pelukan dan dekapan
Sebagai dirinya yang ditasydidkan
Meskipun kami dua kepribadian
Yang tampak tak lain hanya satu kesatuan
Hal itu karena kecengikanku dan cahayanya
Kalau tidak karena rintanganku
Dia takkan menyaksikan adegan itu
Selanjutnya Robi’ah al-adawiyah melantukan syair :
Alangkah sedikitnya perasaan yang dimabuk cinta
Hatinya menggelepar menahan dahaga rindu
Cinta digenggam walau apa yang terjadi
Kalau putus, ia sambung seperti mula
Liku-liku cinta terkadang bertemu surga
Menikmati pertemuan indah nan abadi
Tapi tak jarang bertemu neraka
Dalam pertarungan hidup yang tiada berpantai
D. Dahsyatnya Cinta
Dalam sebuah syairnya, Jalaludin Rumi pernah berucap :
Suatu malam kutanya cinta, katakana, siapa sesungguhnya dirimu ?
katanya, “ aku ini kehidupan abadi, aku memperbanyak kehidupan indah itu “
kataku, “ duhai yang diluar tempat, dimanakah rumahmu ?
katanya, “ aku ini bersama api hati, dan diluar mata yang basah, aku ini tukang cat, karena akulah setiap pipi berubah menjadi warna kuning, akulah utusan yang ringan kaki, sedangkan pecinta adalah kuda kurusku, akulah manisnya meratap, penyibak segala yang berta’biri…”.
Lewat cintalah semua yang pahit menjadi manis
Lewat cintalah semua yang tembaga menjadi emas
Lewat cintalah semua yang endapan akan menjadi anggur murni
Lewat cintalah semua kesedihan akan jadi obat
Lewat cintalah semua raja jadi budak
Sabda Rosullulloh :
“ Pandangan mata itu laksana anak panah beracun dari berbgai macam anak panah iblis, barang siapa menahan pandangannya dari keindahan-keindahan wanita, maka Allah SWT, mewariskan kelezatan didalam hatinya, yang akan dia dapatkan hingga hari dia bertemu dengan-Nya “.
Ada syair yang sungguh menggugah :
Selagi pandangan matamu berkeliaran
Segala pemandangan akan membebani hati
Kau pandang segala sesuatu
Diluar kemampuan
Sebagaian yang lain tiadalah kebenaran lagi.
Akhirnya saya sendiripun terhanyut didalamnya, dan pasti saya yakin juga anda akan terhanyut walau hanya membaca sekilas saja, berikut adalah syair yang bisa kupersembahkan kepada setiap insan yang menelaah arti mahabbah dan pujangga-pujangga baru.
Jejak Pujangga Menjaga Amanat
Dari mula aku hanya berdamba
Setiap jengkal kehidupan pujangga tidaklah terkadang realita
Hanya bisa meluapkan dengan kata-kata……
Adakah kegilaan ini sampai pada waktunya
Ketika Al-Asyr menggerogoti raga
Siapakah yang melewatkan
Kecupan manis dalam peraduan
Sungguhpun hanya berprasangka
Keikhlasan sebagai jiwa
Ketahuilah Amanat itu bagai busur panah
Melesat pada tujuan arah
Sayang amanat jadi bahan gurauan
Semenjak “insya Allah” jadi pemanis yang menawan
Begitulah nasib amanat
Kerajaan hati dan indra tidak bisa menjaga
Layaknya ucapan yang cukup tersirat
Dari bibir manis yang melupakan makna
Insya Allah …
Tetapi anda jangan melupakan akhir dari perjalanan perahu cinta adalah diperaduan (pernikahan) yang merupakan satu pengesahan dan saat itulah setiap dua insan akan memulai siklus perjalanan ruang dan waktu yang berotasi pada satu ikrar. Tidak sedikit orang menggampangkan urusan ini namun ada tuntutan setelah nikah, Rosulullah bersabda ;” Jika seseorang sudah kawin maka berarti dia memperoleh separuh agamanya mengenai kesempurnaanya, karena itu hendaknya dia bertakwa kepada Allah (berhati-hatilah) akan separuh agamanya yang tersisa “ (HR. Baihaqi).
Rosululloah dalam hadits diatas memberi penghargaan kepada umatnya yang baru melaksanakan akad nikah yaitu, bahwa seseorang sesudah nikah dinilai telah menyempurnakan separuh agamanya. Artinya dia telah memiliki separuh perjalanan keagamaannya dalam bertakwa kepada Allah sesudah akad nikah, berarti sebelum nikah dia telah berhasil memelihara diriya dari perbuatan dosa besar terutama zina.
Wednesday, 31. October 2007, 13:08:33
Mahabbah
Seorang muslim yang cerdas secara ruhaniyah berkata : “ Mereka yang menampilkan sosok dirinya sebagai professional yang berakhlak, seorang pekerja yang membawa misi cinta, mengisi kehidupan dengan penuh arti, dan setelah itu bolehlah bersiap untuk mati ”.
Mereka yang memiliki kecerdasan ruhani, memiliki prinsip yang kuat akan berkata “ cinta adalah mahkotaku, melayaniku, pakaianku, pengorbanan adalah semangatku, kejujuran adalah jiwaku, tanggung jawab adalah harga diriku”.
Mahabbah adalah inti sari ajaran cinta yang ditulis dengan balutan rindu, sentuhan qolbu dan goresan pena dari tinta kesetiaan yang merebakkan sayap ketulusan, dan di dalam mahabbah terdapat rahasia seperti “ Syir “ (tiada yang mengetahui melainkan hamba yang mengalaminya).
Kecerdasan ruhaniyah bertumpu pada mahabbah, dan cinta yang dimaksud adalah keinginan untuk memberi dan tidak memiliki pamrih untuk mendapatkan imbalan. Cinta bukanlah komoditas, melainkan sebuah kepedulian yang sangat kuat terhadap moral dan kemanusiaan, Cinta berarti kemampuan untuk membuka pintu pemaafan bukan mencari keirian dan dengki apalagi benci,
A. Apakah gerangan cinta itu ?
Sungguh,
Cinta dapat mengubah yang pahit menjadi manis,
Debu menjadi emas, keruh menjadi bening,
Sakit menjadi sembuh, penjara menjadi telaga,
Derita menjadi nikmat,
Dan kemarahan menjadi rahmat.
Cintalah yang mampu meluluhkan besi,
Menghancurkan batu karang,
Membangkitkan yang mati,
Dan meniupkan kehidupan padanya,
Serta membuat budak menjadi pemimpin.
(Jalaludin Rumi)
Ibnu Arabi dalam puisi-puisi “ Pemandu Rindu “ mengisahkan manakala jiwa berpisah dengan raga, ia selalu dalam nostalgia dan rindu pada perpaduan itu, meskipun pada hakekatnya mereka berdua, namun tampak sebagai satu pribadi. Kerinduan itu tidak lain karena jiwa memperoleh pengetahuan dan apa saja yang ada dalam kehidupan melalui raga.
Namun karena sifat jiwa yang halus, lembut dan bersifat cahaya, maka tidak bias dilihat oleh mata. Maka bila kita tidak karena rintihan raga, takkan pernah terasa kesaksian jiwa! Inilah gambaran jiwa ataupun keadaan hati.
Raja Andalusia, Al-Hikam bin Hisyam bin Abdurrohman ad-dakhil, bersyair :
Karena cinta…………..
Dia menjadi hamba
Padahal sebelumnya dia adalah raja
Kegirangan istana tiada lagi menyertai
Dia di puncak gunung menyendiri sendiri
Pipi tertempel ditanah berdebu
Seakan bantal-bantal sutra untuk bertumpu
Begitulah kehinaan menimpa orang merdeka
Jika cinta melanda, dia laksana hamba sahaya
B. Penyebab munculnya benih-benih cinta
Masing-masing memiliki kesatuannya
Yang saling mengenal akan saling menyatu
Dan yang berseteru akan berpisah
(HR. Muslim dari Abu Hurairoh)
Adanya sifat-sifat yang dimiliki
Intisari; adanya sifat-sifat yang dimilki oleh seseorang yang membuat ia dicintai kekasihnya.
Perhatian terhadap yang dicintai
Intisari; “ witting trisno jalaran soko kulino “
Pohon cinta akan tumbuh disebabkan kebiasaan, kecerendungan bagi orang yang mencintai memaklumi apa saja keadaan orang yang dicintainya.
Adanya keserasian
Intisari; cinta adalah keterpaduan jiwa dan jiwa.
Karena adanya kesesuaian dan kecocokan, jadi bila pendorong cinta itu karena sifat yang pasti maka cinta itu akan langgeng.
Wednesday, 31. October 2007, 13:04:00
Iklim Ramadhan : Tuhanpun berpuasa
Puasa dalam arti istilah adalah menahan dan puasa menurut bahasa adalah menahan lapar dan haus dari mulai sahur sampai berbuka. Fisik puasa terletak dibulan ramadhan yang mengahampar dari subuh ke maghrib, suasana hatinya menyebar dan bertaburan di malam hari hingga fajar, tetapi ruhaninya, alam pikirannya, maknanya, hikmah dan hakiki nyawa kehidupannya, sangatlah takjub untuk direnungkan.
Jika para pelakunya memiliki kecerdasan dan kesetiaan; mendobrak dinding bulan ramadhan menembus segala ruang dan waktu memasuki kebudayaan manusia hingga disetiap gerak perilaku semua hamba Allah, menagih kehidupan social manusia. Bertanya keras kepada pangggung-panggung politik, menyerap hak-haknya dari mekanisme ekonomi, serta mempertanyakan bukti aktualisasinya di setiap jengkal (kreativitas sejarah manusia).
Bagi kaum muslimin kebanyakan datangnya bulan ramadhan menggiring mereka untuk merasakkan kekusyukan khusus setahun sekali selama sebulan, dan segala gagasan serta penghayatan mereka mengenai puasa, mereka limpahkan didalam mangkuk ramadhan sebulan itu. Bagi mereka puasa adalah pekerjaan ringan tak makan tak minum serta menahan segala kemaksiatan sejak pagi hingga senja hari.
Bagi mereka iklim ramadhan adalah kepuasan berbuka, romantisme tarawih bersama, perjuang tadarus, kekangenan tarkhim sesudah makan sahur serta rasa memulai ketahanan diri melawan nafsu begitu bedug subuh ditabuh. Bagi mereka puasa dan ramadhan adalah sebuah keasyikan religius dan kemesraan uluhiyah yang diujungi oleh pesta idul fitri.
Ketika Allah memberi pernyataan bahwa ibadah puasa merupakan suatu jenis pengabdian yang khas dan berbeda dari ibadah-ibadah lainnya, karena oleh-Nya ditentukan “ khusus untuk-Ku” apakah kita menganggap bahwa dengan demikian Allah sangat membutuhkan puasa kita? Sehingga ia memonopoli hikmah dan makna puasa kita?
Dan karena itu pula kita menyangka bahwa yang memperoleh manfaat dari puasa kita bukanlah kita melainkan Allah.Kemudian dengan demikian kita juga beranggapan bahwa dengan ibadah ini kita memang bekerja untuk Allah (yang kita sebut Lillahii Ta’aalla).
Saya ingin mengatakan kepada anda sebuah jawaban atas pertanyaan-pertanyya itu yakni tidak sungguh-sungguh tidak. Allah maha agung dan tidak membutuhkan apa-apa dari kekerdilan kita. Tidak perlu manfaat apapun dari kelemahan kita, dan Allah maha tak terhingga san sema sekali tidak memiliki ketergantungan apapun kepada ketololan kita.Manusia hendaknya tau diri, belajarlah bertawadlu’ dan coba mengenali rahasia fitrah dari firmannya denga kata lain manusia jangan “ Ge-Er ”. Kalau Allah mengatakan bahwa ibadah puasa itu khusus baginya, kita biasa membaca maksud dibalik “ retorika pergaulan ” Nya bahwa betapa ibadah puasa itu sangat penting dan memilki makna khusus bagi manusia, betapa Allah sangat mencintai hamba-hambanya yang bersedia, bertasbih dan memiliki kesangupan menahan diri.
Bahwa puasa adalah metode kedisiplinan yang diperlukan oleh manusia dalam kehidupannya sehari-hari, bahwa puasa adalah suatu modal thorikot (cara hidup) yang sangat menentukan selamat tidaknya manusia didunia maupun diakhirat, pandanglah sekelilingmu, lihatlah bagaimana kemewahan-kemewahan diproduksi, lihatlah bagaimana orang berkuasa dan dengan segala cara mempertahankan kekuasaanya.
Bacalah Koran, tontonlah televise, saksikanlah peperangan, perebutan, penggusuran, pembongkaran dan penindasan, mengobrolah dengan tetanggamu, dengan sahabat-sahabatmu dan rekan kerjamu, berbicaralah tentang segala keadaan dimuka bumi ini kemudian tidaklah engkau menemukan pertanyaan yang sama :” kenapa manusia sangat tidak biasa menahan diri ”? padahal Allah selalu sedemikian menahan diri?
Dengan dosa-dosa kita yang sedemikian baertumpuk, baik dosa pribadi maupun dosa kolektif baik dosa personal maupun dosa structural – tidak pantaskah kalau sejak dulu Allah murka dan melindas kita semua?
Tapi bukankah ia sangat menahan diri? Tetap memperkenankanmu berbadan sehat, bernafas dan bergerak, ? bukankah ia sangat menahan diri, dengan tetap menerbitkan matahari, mengalirkan air dan menghembuskan angina seolah-olah tidak perduli betapa malingnya kita, betapa munafik dan kufurnya kita?
Jadi sebagaimana kita ketahui bersama : islam adalah agama pembebasan (dari nafsu keduniawian yang memerosokkan manusia didalam kebinasaan) atau penyelamatan (berdasarkan konsep takdir-Nya). Dan puasa ditunjukkan oleh sikap Allah itu sebagai metode yang paling praktis – tapi mendasar bagi proses pembebasan dan penyelamatan manusia atas dirinya sendiri.
Syahadat adalah fundamen keselamatan sholat adalah tiang yang berdiri statis puasa adalah pedoman menagemen kehidupan disetiap rumah, masyarakat, Negara, kebudayaan, dan peradaban. Zakat adalah “minyak pelumas” bekerjanya “mesin hidup” dan penyeimbang mekanisme sementara haji adalah “mahkota” puncak –puncak pencapaian ibadah kehidupan manusia.
Dengan demikian Allah menunjukkan kepada manusia bahwa puasa adalah prinsip dasar untuk menjalani kehidupan. Puasa adalah menahan diri mengendalikan dan menyaring. Prinsip dasar kehidupan bukanlah melampiaskan, meloloskan, atau menghabiskan. Metode pembebasan bagi kehidupan justru melalui cara mengendalikan, menyadari batas-batas, kesangupan menyaring, menyeleksi dan mensublimasikan. Ini berlaku dalam hal apa saja, dari soal berdagang mengurusi kekuasaan politik, mengelola rumah tangga dan lain sebagainya.
Allah sendiri memberi contoh-contoh dahsyat dan luar biasa soal mengendalikan diri dengan amat setia Allah menerbitkan matahari tanpa perduli apakah kita pernah mensyukuri terbitnya matahari atau tidak. Allah memancarkan cahaya matahari tanpa memperhitungnya dengan pengkhianatan yang kita lakukan atas-Nya setiap hari. Allah memelihara kesehatan tubuh kita dari detik ke detik, meski kita bangun pagi hanya ada satu atau dua saja hamba-Nya yang mengucapkan syukur bahwa matanya masih bisa melek. Allah sendiri”berpuasa” kalau tidak kita sudah dilenyapkan oleh-Nya hari ini, karena sangat banyak alasan rasional untuk itu.
Dikutip dari Buku “Tuhanpun bepuasa oleh EMHA Ainun Nadjib”.
maaf meski artikel ini telat tapi semoga bisa mengena dalam qolbu bagi setiap insan
Sunday, 28. October 2007, 16:16:52
For my lover:
Selamat ulang tahun semoga dinda selalu diberikan kesehatan, kemudahan dalam segala hal dan semoga berhasil dalam mencapai cita-cita dan harapan dinda. Dalam setiap do'aku selalu ku bersimpuh memohon agar diberikan kekuatan, kemudahan, keikhlasan, ketulusan dalam mengarungi kehidupan bagi kita berdua.
Tiada yang lebih indah dan rasa syukur yang tinggi kepada Allah atas berkah dan ridlonya hingga kita dipertemukan pertama kalinya hingga tiba waktunya nanti kita sampai di bahtera kehidupan yang kita harapkan dan kita impikan.
Seperti halnya peluh perindu yang ku persembahkan padamu:
Duhai bidadariku, permaisuriku,
Tiada ku bermanja dengan kata-kata
melainkan tuk lukiskan kobaran api cintaku
seperti cintanya Ali kepada fatimah Az-zahra
Ketika rindu merasuk jiwa
maka bayanganku kan slalu singgah
dalam telaga jernih mimpi-mimpi mu
hingga terembunkan titik-titik harapan
Bahwa di suatu ketika jilatan api cintaku ini
sanggup merengkuh hatimu dan membakarnya
di altar persaksian dihadapan Allah
tuk menyatu dan abadi