My Opera is closing 3rd of March

SalmatechMedia

Tidak ada yang tidak mungkin jika Allah Meridloi

Mahabbah 1

Mahabbah


Seorang muslim yang cerdas secara ruhaniyah berkata : “ Mereka yang menampilkan sosok dirinya sebagai professional yang berakhlak, seorang pekerja yang membawa misi cinta, mengisi kehidupan dengan penuh arti, dan setelah itu bolehlah bersiap untuk mati ”.

Mereka yang memiliki kecerdasan ruhani, memiliki prinsip yang kuat akan berkata “ cinta adalah mahkotaku, melayaniku, pakaianku, pengorbanan adalah semangatku, kejujuran adalah jiwaku, tanggung jawab adalah harga diriku”.

Mahabbah adalah inti sari ajaran cinta yang ditulis dengan balutan rindu, sentuhan qolbu dan goresan pena dari tinta kesetiaan yang merebakkan sayap ketulusan, dan di dalam mahabbah terdapat rahasia seperti “ Syir “ (tiada yang mengetahui melainkan hamba yang mengalaminya).

Kecerdasan ruhaniyah bertumpu pada mahabbah, dan cinta yang dimaksud adalah keinginan untuk memberi dan tidak memiliki pamrih untuk mendapatkan imbalan. Cinta bukanlah komoditas, melainkan sebuah kepedulian yang sangat kuat terhadap moral dan kemanusiaan, Cinta berarti kemampuan untuk membuka pintu pemaafan bukan mencari keirian dan dengki apalagi benci,


A. Apakah gerangan cinta itu ?

Sungguh,
Cinta dapat mengubah yang pahit menjadi manis,
Debu menjadi emas, keruh menjadi bening,
Sakit menjadi sembuh, penjara menjadi telaga,
Derita menjadi nikmat,
Dan kemarahan menjadi rahmat.
Cintalah yang mampu meluluhkan besi,
Menghancurkan batu karang,
Membangkitkan yang mati,
Dan meniupkan kehidupan padanya,
Serta membuat budak menjadi pemimpin.

(Jalaludin Rumi)


Ibnu Arabi dalam puisi-puisi “ Pemandu Rindu “ mengisahkan manakala jiwa berpisah dengan raga, ia selalu dalam nostalgia dan rindu pada perpaduan itu, meskipun pada hakekatnya mereka berdua, namun tampak sebagai satu pribadi. Kerinduan itu tidak lain karena jiwa memperoleh pengetahuan dan apa saja yang ada dalam kehidupan melalui raga.

Namun karena sifat jiwa yang halus, lembut dan bersifat cahaya, maka tidak bias dilihat oleh mata. Maka bila kita tidak karena rintihan raga, takkan pernah terasa kesaksian jiwa! Inilah gambaran jiwa ataupun keadaan hati.


Raja Andalusia, Al-Hikam bin Hisyam bin Abdurrohman ad-dakhil, bersyair :

Karena cinta…………..
Dia menjadi hamba
Padahal sebelumnya dia adalah raja
Kegirangan istana tiada lagi menyertai
Dia di puncak gunung menyendiri sendiri
Pipi tertempel ditanah berdebu
Seakan bantal-bantal sutra untuk bertumpu
Begitulah kehinaan menimpa orang merdeka
Jika cinta melanda, dia laksana hamba sahaya


B. Penyebab munculnya benih-benih cinta

Masing-masing memiliki kesatuannya
Yang saling mengenal akan saling menyatu
Dan yang berseteru akan berpisah

(HR. Muslim dari Abu Hurairoh)

Adanya sifat-sifat yang dimiliki
Intisari; adanya sifat-sifat yang dimilki oleh seseorang yang membuat ia dicintai kekasihnya.

Perhatian terhadap yang dicintai
Intisari; “ witting trisno jalaran soko kulino “
Pohon cinta akan tumbuh disebabkan kebiasaan, kecerendungan bagi orang yang mencintai memaklumi apa saja keadaan orang yang dicintainya.

Adanya keserasian
Intisari; cinta adalah keterpaduan jiwa dan jiwa.
Karena adanya kesesuaian dan kecocokan, jadi bila pendorong cinta itu karena sifat yang pasti maka cinta itu akan langgeng.












Tuhanpun berpuasa Mahabbah 2

Write a comment

New comments have been disabled for this post.

February 2014
M T W T F S S
January 2014March 2014
1 2
3 4 5 6 7 8 9
10 11 12 13 14 15 16
17 18 19 20 21 22 23
24 25 26 27 28