MENJADI MANUSIA YANG PROFESIOANAL DAN BERAKHLAK
Wednesday, October 31, 2007 1:20:42 PM
“ Teman sepergaulan adalah cermin diri kita “
Rosul bernasehat :
“ Islam itu berawal dalam keadaan asing dan akan kembali menjadi asing seperti permulaannya, maka beruntunglah orang-orang yang asing “
Kahlil Gibran pernah berkata :
“Orang bisa bebas tanpa kebesaran tapi tidak bisa besar tanpa kebebasan “.
Ada tiga macam orang di dunia yaitu :
a.Sinomor satu, orang-orang yang sukses memasarkan diri mereka.
Orang-orang yang berprestasi, yang selalu bersemangat, tiada mengeluh dan memberi senyum paling diutamakan. Merekalah pemenangnya, mereka adalah orang-orang yang menginginkan untuk berkompetisi.
b.Sinomor dua, mereka adalah orang-orang yang mencari pundak untuk menangis diatasnya unuk mengatakan masalah-masalah mereka. Mereka pencari pegangan dalam hidup, mereka orang-orang yang kalah, orang yang tidak mndapatkan diri, dan lari menghindari bahaya.
c.Sinomor tiga, mereka adalah orang-orang yang mencukupi kekurangan hidup dan menyerah, mereka adalah orang-orang yang kalah dan lebih patut dikasihani dari pada orang-orang nomor dua, sejujurnya adnda harus menghindari mereka.
Ada tiga hal yang perlu diketahui tentang orang yang tiada syukur, manakala manusia individualistis dengan esensi mutlaknya, meluhurkan mutiara dan berlian sebagai patokan dan bersuka-sukalah ketika mereka mendapatkannya dan berusi-usiklah ucapan guratan hati busuknya ketika tak tercapai hasrat mengalungi permata, membiaskan keiridengkian dengan bara fitnah yang terlontar pada manusia yang berhasil.
Pertama, ketika mendapatkan harta pada masa muda ia bimbang akankah harta itu bermaslahat atau bermudhorotkah, tetapi ia tidak sadar akan kebimbangannya hingga hartanya lenyap ditelan keinginannya yang tiada jelas.
Kedua, Ketika ia sudah berumah tangga, ia merasa kurang dan kurang pada harta yang ada karena terhanyut dengan tuntutan problematika dan konsekuensi berumah tangga, dan yang dipikirkan hanya ikrar terhadap manusia namun ikrar dengan Allah dikesampingkan.
Ketiga, Ketika telah mendapatkan semua dan merasa dirinya raja, ia merasa I am the winner, tidak ada seorangpun yang bisa menandingiku. Padahal ketika ia berniat diawal kelahiranya ia bertsabat dalam iman tetapi ia tiada merasa manisnya iman karena ia terpesona tipu muslihat dunia fana.
Semua manusia itu dalam keadaan merugi ketika pintu hidayah telah tertutup bagi mereka dan tak ada jalan kembali, merekalah orang muslim yang tersiksa karena matinya hati yaitu mencari dunia dengan amal akhirat.
“ Bersyukurlah ketika ada kehijauan dalam kerajaanmu, ijtihadmu, keringatmu, kemenanganmu, keguguranmu, dan mautmu “,
Langkah-langkah menjadi manusia yang prosfesional dan berakhlak
1.Kita adalah unik.
2.Jual diri kita dengan menyukai diri sendiri dan menerima diri apa adanya.
3.Ubah celaan menjadi rahmat (pujian).
4.Membangun keberanian dan percaya diri karena segala sesuatu terjadi karena ada keyakinan.
5.Buatlah kepercayaan yang berbuah kepercayaan.
6.Buat lima pedoman agar terbebas dari rasa takut :
a. Percaya pada diri anda.
b. Bergabunglah dengan orang-orang yang dapat dipercaya.
c. Pasang mesin kepercayaan anda.
d. Jadilah pimpinan perahu anda.
e. Jaga kesibukan.
7.Kembangkan sikap positif.
Menajemen pemasaran diri sangat tergantung pada sikap anda terhadap orang lain, demikian juga sikap anda terhadap orang lain tergantung pada perlakuan anda terhadap diri sendiri.












