2012 Tahun Paling Mematikan Bagi Jurnalis
Tuesday, January 1, 2013 7:08:27 AM
2012 Tahun Paling Mematikan Bagi Jurnalis
Berita Seputar Jurnalis,Kabar Berita Tentang Perjalanan Jurnalis,Nasib Jurnalis di Tahun 2012,Bagaimana Nasib Jurnalis di Tahun 2012,Bagaimana dengan Tahun 2013?
2012 Tahun Paling Mematikan Bagi Jurnalis
2012 adalah “tahun paling mematikan bagi jurnalis,” kata Institusi Pers Internasional (IPI) pada Senin, dengan jumlah kematian tertinggi yang tercatat sejak pengawas media mulai melakukan perhitungan tahunannya.
Tahun 2012 “ditandai oleh kebenaran yang mengerikan dan mengganggu: 132 jurnalis tewas saat bertugas atau sebagai konsekuensi atas laporan mereka pada 2012,” kata IPI dalam sebuah pernyataan yang diunggah di situsnya.
Angka tertinggi sebelumnya adalah 110 kematian pada 2009. Tahun lalu (2011), 102 jurnalis tewas.
“Hampir tidak bisa dipercaya bahwa ada banyak jurnalis meninggal tahun ini,” kata direktur eksekutif IPI, Alison Bethel McKenzie.
Sedikitnya 31 jurnalis dan delapan citizen repoter tewas di Suriah pada 2012, sementara 16 orang lainnya tewas di Somalia.
Pengawas yang berbasis di Wina itu mulai melakukan pelacakan kematian sejak 1997.
Sejumlah jurnalis juga tewas di Brazil, Honduras, Meksiko, Pakistan, Filipina dan negara-negara lain yang secara umum dianggap berbahaya bagi media.
Turki dikritik karena memiliki jumlah tertinggi jurnalis yang dipenjara, dengan jumlah 70 wartawan berada di dalam sel tahanan.
Berita Seputar Jurnalis,Kabar Berita Tentang Perjalanan Jurnalis,Nasib Jurnalis di Tahun 2012,Bagaimana Nasib Jurnalis di Tahun 2012,Bagaimana dengan Tahun 2013?
2012 Tahun Paling Mematikan Bagi Jurnalis
2012 adalah “tahun paling mematikan bagi jurnalis,” kata Institusi Pers Internasional (IPI) pada Senin, dengan jumlah kematian tertinggi yang tercatat sejak pengawas media mulai melakukan perhitungan tahunannya.
Tahun 2012 “ditandai oleh kebenaran yang mengerikan dan mengganggu: 132 jurnalis tewas saat bertugas atau sebagai konsekuensi atas laporan mereka pada 2012,” kata IPI dalam sebuah pernyataan yang diunggah di situsnya.
Angka tertinggi sebelumnya adalah 110 kematian pada 2009. Tahun lalu (2011), 102 jurnalis tewas.
“Hampir tidak bisa dipercaya bahwa ada banyak jurnalis meninggal tahun ini,” kata direktur eksekutif IPI, Alison Bethel McKenzie.
Sedikitnya 31 jurnalis dan delapan citizen repoter tewas di Suriah pada 2012, sementara 16 orang lainnya tewas di Somalia.
Pengawas yang berbasis di Wina itu mulai melakukan pelacakan kematian sejak 1997.
Sejumlah jurnalis juga tewas di Brazil, Honduras, Meksiko, Pakistan, Filipina dan negara-negara lain yang secara umum dianggap berbahaya bagi media.
Turki dikritik karena memiliki jumlah tertinggi jurnalis yang dipenjara, dengan jumlah 70 wartawan berada di dalam sel tahanan.