bangsa musnah
Thursday, May 3, 2012 5:19:52 AM
Pesan-pesan suci,
disampaikan untuk
umat manusia oleh
Allah melalui utusan-
utusan-Nya, telah
dikomunikasikan
kepada kita sejak
penciptaan umat
manusia. Beberapa
masyarkat/kaum
telah menerima
pesan/ajaran ini
sementara yang lain
telah
mengingkarinya.
Adakalanya, ada
sejumlah kecil dari
suatu masyarakat
yang mau menerima
perintah suci
tersebut mengikuti
seorang pembawa
risalah(nabi).
Namun sebagian
besar dari
masyarakat yang
telah didatangi
risalah suci tersebut
tidak bersedia
menerimanya.
Mereka tidak hanya
mengabaikan pesan
suci yang
disampaikan oleh
sang pembawa
pesan, namun juga
berusaha untuk
melakukan
perbuatan keji
terhadap para
pembawa pesan dan
para pengikutnya.
Para pembawa
pesan suci tersebut
biasanya dituduh
serta difitnah
sebagai
"pembohong, sihir,
orang yang sakit gila
dan penuh dengan
kesombongan" dan
menjadi pemimpin
dari banyak orang
yang harus mereka
cari-cari untuk
dibunuh.
Semua hal yang
diinginkan oleh para
nabi dari kaumnya
adalah kepatuhan
mereka kepada
Allah. Mereka tidak
meminta uang
ataupun berbagai
keuntungan dunia
lainnya sebagai
balasan. Dan juga
mereka tidak
berusaha memaksa
kaum mereka. Yang
mereka inginkan
hayalah mengajak
kaum mereka
kepada agama yang
haq dan bahwa
mereka seharusnya
memulai sebuah
jalan hidup yang
berbeda bersama
dengan para
pengikutnya terpisah
dari masyarkat.
Apa yang telah
terjadi antara
Syu'aib dan kaum
Madyan dimana dia
diutus,
menggambarkan
hubungan antara
nabi dengan
kaumnya
sebagaimana yang
disebutkan dimuka.
Reaksi dari suku
Syu'aib terhadap
Syu'aib, yang
menyerukan kepada
mereka untuk
beriman kepada
Allah dan
menghentikan
semua tindakan
ketidakadian yang
telah mereka
lakukan, dan
bagaimana itu
semua berakhir
sangatlah menarik:
Dan kepada
(penduduk) Madyan
(Kami utus) saudara
mereka Syu'aib, Ia
berkata: "Hai
kaumku sembahlah
Allah, sekali-kali
tiada Tuhan selain
Dia. Dan jaganlah
kamu kurangi
takaran dan
timbangan,
sesungguhnya aku
melihat kamu dalam
keadaan yang baik
(mampu) dan
sesungguhnya aku
khawatir
terhadapmu akan
azab hari yang
membinasakan
(kiamat)."
Dan Syu'aib berkata:
"Hai kaumku,
cukupkanlah takaran
dan timbangan
dengan adil, dan
janganlah kamu
merugikan manusia
terhadap hak-hak
mereka dan
janganlah kamu
berbuat kejahatan di
muka bumi dengan
membuat kerusakan.
Sisa (keuntungan)
dari Allah adalah
lebih baik bagi kamu
jika kamu orang-
orang yang beriman.
Dan aku bukanlah
seorang penjaga
atas diri kamu.
Mereka berkata: "Hai
Syu'aib, apakah
sembahyangmu
menyuruh kamu
agar meninggalkan
apa yang disembah
oleh bapak-bapak
kami atau melarang
kami berbuat apa
yang kami kehendaki
tentang harta kami.
Sesungguhnya kamu
adalah seorang yang
sangat penyantun
lagi berakal.
Syu'aib berkata: "Hai
kaumku, bagaimana
pikiranmu jika aku
mempunyai bukti
yang nyata dari
Tuhanku dan
dianugerahi-Nya aku
daripada-Nya rezeki
yang baik (patutkah
aku menyalahi
perintah-Nya). Dan
aku tidak
berkehendak
mengerjakan apa
yang aku larang
kamu daripadanya.
Aku tidak bermaksud
kecuali
(mendatangkan)
perbaikan selama
aku masih
berkesanggupan.
Dan tidak ada taufik
bagiku, melainkan
dengan
(pertolongan) Allah.
Hanya kepada Allah
aku bertawakal dan
hanya kepada-Nya
lah aku kembali.
Hai kaumku,
janganlah hendakya
pertentangan antara
aku (dengan kamu)
menyebabkan kamu
menjadi jahat hingga
kamu ditimpa azab
seperti yang
menimpa kaum Nuh
atau kaum Hud atau
kaum Shaleh, sedang
kaun Luth tidak
(pula) jauh
(tempatnya) dari
kamu.
Dan mohonlah
ampun kepada
Tuhanmu kemudian
bertaubatlah
kepada-Nya.
Sesungguhnya
Tuhanku Maha
Penyayang lagi maha
Pengasih.
Mereka berkata: "Hai
Syu'aib, kami tidak
banyak mengerti
tentang apa yang
kamu katakana itu
dan sesungguhnya
kami benar-benar
melihat kamu
seorang yang benar-
benar lemah
diantara kami; kalau
tidaklah karena
keluargamu tentulah
kami telah merajam
kamu, sedang kamu
pun bukanlah
seorang yang
berwibawa disisi
kami.
Syu'aib menjawab:
"Hai kaumku, apakah
keluargaku lebih
terhormat menurut
pandanganmu
daripada Allah,
sedangkan Allah
kamu jadikan
sesuatu yang
terbuang
dibelakangmu?.
Sesungguhnya
(pengetahuan)
Tuhanku meliputi
apa yang kamu
kerjakan".
Dan (dia berkata):
"Hai kaumku,
berbuatalah menurut
kemampuanmu,
sesungguhya akupun
berbuat (pula). Kelak
kamu akan
mengetahui siapa
yang akan ditimpa
azab yang
menghinakannya
dan siapa yang
berdusta. Dan
tunggulah azab
(tuhanku),
sesungguhnya
akupun menungu
bersama kamu."
Dan tatkala datang
azab Kami, Kami
selamatkan Syu'aib
dan orang-orang
yang beriman
bersama-sama
dengan dia dengan
rahmat dari Kami,
dan orang-orang
yang zalim
dibinasakan oleh
satu suara yang
mengguntur, lalu
jadilah mereka mati
bergelimpangan di
tempat tinggalnya.
Seolah-olah mereka
belum pernah
berdiam di tempat
itu. Ingatlah
kebinasaanlah bagi
penduduk Madyan
sebagaimana kaum
Tsamud yang telah
binasa.(QS Huud
84-95).
Dengan memikirkan
"batu/prasasti
Syu'aib" yang tidak
lain kecuali
menerukan mereka
kepada kebaikan,
kaum Madyan
dihukum dengan
kutukan dari Allah
dan mereka pun
telah dibinasakan
sebagaimana
disebutkan dalam
ayat-ayat diatas.
Masyarakat Madyan
bukanlah satu-
satunya contoh.
Sebaliknya
sebagaimana Syu'aib
sedang berbicara
kepada kaumnya,
banyak masyarakat
yang telah ada lebih
dahulu sebelum
masyarakat Madyan
yang telah
dibinasakan. Setelah
Madyan, banyak
masyarakat lain
yang juga
dihancurkan oleh
kemurkaan Allah.













How to use Quote function: