persaudaraan
Thursday, May 24, 2012 1:51:24 PM
Allah Subhanahu wa
Ta’ala
memerintahkan
kaum Muslimin untuk
menegakkan
persaudaraan
(ukhuwah).
Rasulullah Shalallahu
‘alaihi wa sallam
dalam berbagai
hadits juga
memerintahkan
ummatnya untuk
melakukan hal yang
sama. Di bawah ini
adalah beberapa
hadits yang
menjelaskan
kedudukan ukhuwah
dalam Islam:
Lillahi Ta’ala
Semangat
persaudaraan di
antara sesama
Muslim hendaknya
didasari karena Allah
semata, karena ia
akan menjadi
barometer yang baik
untuk mengukur
baik-buruknya suatu
hubungan. Rasulullah
bersabda, “Pada
hari kiamat Allah
berfirman:
Dimanakah orang-
orang yang saling
mencintai karena
keagungan-Ku? Pada
hari yang tiada
naungan selain
naungan-Ku ini, aku
menaungi mereka
dengan naungan-
Ku.” (Riwayat
Muslim)
Dalam hadits lain
Rasulullah bersabda,
“Barangsiapa yang
bersaudara dengan
seseorang karena
Allah, niscaya Allah
akan
mengangkatnya ke
suatu derajat di
surga yang tidak bisa
diperolehnya dengan
sesuatu
dariamalnya.” (
Riwayat Muslim)
Dalam keterangan
yang lain Nabi
Muhammad
menjelaskan, “Di
sekeliling Arsy
terdapat mimbar-
mimbar dari cahaya
yang ditempati oleh
suatu kaum yang
berpakaian dan
berwajah
(cemerlang) pula.
Mereka bukanlah
para nabi atau
syuhada, tetapi nabi
dan syuhada merasa
iri terhadap
mereka.” Para
sahabat berkata,
“Wahai Rasulullah,
beritahukanlah
kepada kami tentang
mereka.” Beliau
menjawab,
“Mereka adalah
orang-orang yang
saling mencintai,
bersahabat, dan
saling mengunjungi
karena
Allah.” (Riwayat
Nasa’i dari Abu
Hurairah Radhiallahu
‘anhu)
Tidak Saling
Menzhalimi
“Seorang Muslim
adalah saudara bagi
Muslim lainnya, tidak
menzhalimi atau
mencelakakannya.
Barangsiapa
membantu
kebutuhan
saudaranya sesame
Muslim dengan
menghilangkan satu
kesusahan darinya,
niscaya Allah akan
menghilangkan
darinya satu
kesusahan di antara
kesusahan-
kesusahan di hari
kiamat. Dan
barangsiapa
menutupi aib
seorang Muslim,
niscaya Allah akan
menutup aibnya
pada hari
kiamat.” (Riwayat
Bukhari dari Abdullah
bin Umar RA)
Imam Muslim
meriwayatkan
dengan sanadnya
dari Abu Hurairah RA,
bahwa Rasulullah
bersabda,
“Janganlah kalian
saling mendengki,
melakukan najasy
(semacam promosi
palsu), saling
membenci,
memusuhi, atau
menjual barang yang
sudah dijual ke orang
lain. Tetapi jadilah
kalian hamba-hamba
Allah yang
bersaudara. Seorang
Muslim adalah
saudara bagi Muslim
yang lain, tidak
menzhalimi, dan
tidak membiarkan
atau
menghinakannya.
Takwa itu di sini
(beliau menunjuk ke
dadanya tiga kali).”
Ibarat Satu Tubuh
Persaudaraan dalam
Islam memperkuat
ikatan antara orang-
orang Muslim dan
menjadikan mereka
satu bangunan yang
kokoh.
“Perumpamaan
orang-orang yang
beriman dalam hal
saling mencintai dan
berkasih sayang
adalah ibarat satu
tubuh; apabila satu
organnya merasa
sakit, maka seluruh
tubuh akan sulit tidur
dan merasa
demam.” (Riwayat
Muslim)
“Orang-orang
Muslim itu ibarat
satu tubuh; apabila
matanya marasa
sakit, seluruh tubuh
ikut merasa sakit;
jika kepalanya
merasa sakit,
seluruh tubuh ikut
pula merasakan
sakit.” (Riwayat
Muslim)
Merasakan Lezatnya
Iman
“Barangsiapa ingin
(suka) memperoleh
kelezatan iman,
hendaklah ia
mencintai seseorang
hanya karena
Allah.” (Riwayat
Ahmad)
Mengenal Baik
Sahabatnya
“Jika seseorang
menjalin ukhuwah
dengan orang lain,
hendaklah ia
bertanya tentang
namanya, nama
ayahnya, dan dari
suku manakah ia
berasal, karena hal
itu lebih mempererat
jalinan rasa
cinta.” (Riwayat
Tirmidzi)
Demikian sebagian
kecil dari nash hadits
yang menjelaskan
tentang
persaudaraan.
Semoga kaum
Muslimin dapat
secara konsisten
memenuhi syarat-
syarat, hak-hak, dan
kewajiban
bersaudara dalam
Islam.
Ta’ala
memerintahkan
kaum Muslimin untuk
menegakkan
persaudaraan
(ukhuwah).
Rasulullah Shalallahu
‘alaihi wa sallam
dalam berbagai
hadits juga
memerintahkan
ummatnya untuk
melakukan hal yang
sama. Di bawah ini
adalah beberapa
hadits yang
menjelaskan
kedudukan ukhuwah
dalam Islam:
Lillahi Ta’ala
Semangat
persaudaraan di
antara sesama
Muslim hendaknya
didasari karena Allah
semata, karena ia
akan menjadi
barometer yang baik
untuk mengukur
baik-buruknya suatu
hubungan. Rasulullah
bersabda, “Pada
hari kiamat Allah
berfirman:
Dimanakah orang-
orang yang saling
mencintai karena
keagungan-Ku? Pada
hari yang tiada
naungan selain
naungan-Ku ini, aku
menaungi mereka
dengan naungan-
Ku.” (Riwayat
Muslim)
Dalam hadits lain
Rasulullah bersabda,
“Barangsiapa yang
bersaudara dengan
seseorang karena
Allah, niscaya Allah
akan
mengangkatnya ke
suatu derajat di
surga yang tidak bisa
diperolehnya dengan
sesuatu
dariamalnya.” (
Riwayat Muslim)
Dalam keterangan
yang lain Nabi
Muhammad
menjelaskan, “Di
sekeliling Arsy
terdapat mimbar-
mimbar dari cahaya
yang ditempati oleh
suatu kaum yang
berpakaian dan
berwajah
(cemerlang) pula.
Mereka bukanlah
para nabi atau
syuhada, tetapi nabi
dan syuhada merasa
iri terhadap
mereka.” Para
sahabat berkata,
“Wahai Rasulullah,
beritahukanlah
kepada kami tentang
mereka.” Beliau
menjawab,
“Mereka adalah
orang-orang yang
saling mencintai,
bersahabat, dan
saling mengunjungi
karena
Allah.” (Riwayat
Nasa’i dari Abu
Hurairah Radhiallahu
‘anhu)
Tidak Saling
Menzhalimi
“Seorang Muslim
adalah saudara bagi
Muslim lainnya, tidak
menzhalimi atau
mencelakakannya.
Barangsiapa
membantu
kebutuhan
saudaranya sesame
Muslim dengan
menghilangkan satu
kesusahan darinya,
niscaya Allah akan
menghilangkan
darinya satu
kesusahan di antara
kesusahan-
kesusahan di hari
kiamat. Dan
barangsiapa
menutupi aib
seorang Muslim,
niscaya Allah akan
menutup aibnya
pada hari
kiamat.” (Riwayat
Bukhari dari Abdullah
bin Umar RA)
Imam Muslim
meriwayatkan
dengan sanadnya
dari Abu Hurairah RA,
bahwa Rasulullah
bersabda,
“Janganlah kalian
saling mendengki,
melakukan najasy
(semacam promosi
palsu), saling
membenci,
memusuhi, atau
menjual barang yang
sudah dijual ke orang
lain. Tetapi jadilah
kalian hamba-hamba
Allah yang
bersaudara. Seorang
Muslim adalah
saudara bagi Muslim
yang lain, tidak
menzhalimi, dan
tidak membiarkan
atau
menghinakannya.
Takwa itu di sini
(beliau menunjuk ke
dadanya tiga kali).”
Ibarat Satu Tubuh
Persaudaraan dalam
Islam memperkuat
ikatan antara orang-
orang Muslim dan
menjadikan mereka
satu bangunan yang
kokoh.
“Perumpamaan
orang-orang yang
beriman dalam hal
saling mencintai dan
berkasih sayang
adalah ibarat satu
tubuh; apabila satu
organnya merasa
sakit, maka seluruh
tubuh akan sulit tidur
dan merasa
demam.” (Riwayat
Muslim)
“Orang-orang
Muslim itu ibarat
satu tubuh; apabila
matanya marasa
sakit, seluruh tubuh
ikut merasa sakit;
jika kepalanya
merasa sakit,
seluruh tubuh ikut
pula merasakan
sakit.” (Riwayat
Muslim)
Merasakan Lezatnya
Iman
“Barangsiapa ingin
(suka) memperoleh
kelezatan iman,
hendaklah ia
mencintai seseorang
hanya karena
Allah.” (Riwayat
Ahmad)
Mengenal Baik
Sahabatnya
“Jika seseorang
menjalin ukhuwah
dengan orang lain,
hendaklah ia
bertanya tentang
namanya, nama
ayahnya, dan dari
suku manakah ia
berasal, karena hal
itu lebih mempererat
jalinan rasa
cinta.” (Riwayat
Tirmidzi)
Demikian sebagian
kecil dari nash hadits
yang menjelaskan
tentang
persaudaraan.
Semoga kaum
Muslimin dapat
secara konsisten
memenuhi syarat-
syarat, hak-hak, dan
kewajiban
bersaudara dalam
Islam.












How to use Quote function: