My Opera is closing 1st of March

my document

about moeslim

Pandangan Ulama
Madzhab
Pada suatu hari
ketika kholifah
Abbasiah Al-Mansur
datang ke Madinah
dan bertemu dengan
Imam Malik, maka
beliau
bertanya:"Kalau aku
berziarah ke kubur
nabi, apakah
menghadap kubur
atau qiblat? Imam
Malik
menjawab:"Bagaimana
engkau palingkan
wajahmu dari
(Rasulullah) padahal
ia perantaramu dan
perantara bapakmu
Adam kepada Allah,
sebaiknya
menghadaplah
kepadanya dan
mintalah syafaat
maka Allah akan
memberimu
syafaat". (Al-Syifa'
karangan Qadli 'Iyad
al-Maliki jus: 2 hal:
32).
Demikian juga ketika
Imam Ahmad Bin
Hambal bertawassul
kepada Imam
Syafi’i dalam
doanya, maka
anaknya yang
bernama Abdullah
heran seraya
bertanya kepada
bapaknya, maka
Imam Ahmad
menjawab :"Syafii
ibarat matahagi bagi
manusia dan ibarat
sehat bagi badan
kita"
(ﻒﺳﻮﻴﻟ ﻖﺤﻟﺍ ﺪﻫﺍﻮﺷ
ﻰﻧﺎﻬﺒﻨﻟﺍ ﻞﻴﻋﺎﻤﺳﺇ ﻦﺑ
166:ﺹ )
Demikian juga
perkataan imam
syafi’i dalam salah
satu syairnya:
ﻢﻫﻭ # ﻰﺘﻌﻳﺭﺫ ﻰﺒﻨﻟﺍ ﻝﺁ
ﻰﺘﻠﻴﺳﻭ ﻪﻴﻟﺇ
# ﺍﺪﻏ ﻰﻄﻋﺃ ﻢﻬﺑ ﻮﺟﺭﺃ
ﻰﺘﻔﻴﺤﺻ ﻦﻤﻴﻟﺍ ﻯﺪﻴﺑ
ﺪﻤﺣﻷ ﺔﻗﺮﺤﻤﻟﺍ ﻖﺻﺍﻮﻌﻟﺍ)
180:ﺹ ﻰﻜﻤﻟﺍ ﺮﺠﺣ ﻦﺑ )
"Keluarga nabi
adalah familiku,
Mereka perantaraku
kepadanya
(Muhammad), aku
berharap melalui
mereka, agar aku
menerima buku
perhitunganku di hari
kiamat nanti dengan
tangan kananku"
Pandangan Imam
Taqyuddin Assubuky
Beliau
memperbolehkan
dan mengatakan
bahwa tawassul dan
isti’anah adalah
sesuatu yang baik
dan dipraktekkan
oleh para nabi dan
rosul, salafussholeh,
para ulama,’ serta
kalangan umum
umat islam dan tidak
ada yang
mengingkari
perbuatan tersebut
sampai datang
seorang ulama’
yang mengatakan
bahwa tawassul
adalah sesuatu yang
bid’ah. (Syifa’
Assaqom hal 160)
Pandangan Ibnu
Taimiyah
Syekh Ibnu Taimiyah
dalam sebagian
kitabnya
memperbolehkan
tawassul kepada
nabi Muhammad
SAW tanpa
membedakan
apakah Beliau masih
hidup atau sudah
meninggal. Beliau
berkata : “Dengan
demikian,
diperbolehkan
tawassul kepada
nabi Muhammad
SAW dalam doa,
sebagaimana dalam
hadis yang
diriwayatkan oleh
Imam Turmudzi :
ﻥﺃ ﺎﺼﺨﺷ ﻢﻠﻋ ﻲﺒﻨﻟﺍ ﻥﺃ
ﻚﻟﺄﺳﺃ ﻰﻧﺇ ﻢﻬﻠﻟﺍ : ﻝﻮﻘﻳ
ﺪﻤﺤﻣ ﻚﻴﺒﻨﺑ ﻚﻴﻟﺇ ﻞﺳﻮﺗﺃﻭ
ﻰﻧﺇ ﺪﻤﺤﻣ ﺎﻳ ﺔﻤﺣﺮﻟﺍ ﻲﺒﻧ
ﻰﻠﺠﻴﻓ ﻚﺑﺭ ﻰﻟﺇ ﻚﺑ ﻪﺟﻮﺗﺃ
ﻪﻌﻔﺸﻓ ﺎﻬﻴﻀﻘﻴﻟ ﻰﺘﺟﺎﺣ
ﻯﺬﻴﻣﺮﺘﻟﺍ ﻪﺟﺮﺧﺃ) ّﻲﻓ
ﻪﺤﺤﺻﻭ).
Rasulullah s.a.w.
mengajari seseorang
berdoa: (artinya)"Ya
Allah sesungguhnya
aku meminta
kepadaMu dan
bertwassul
kepadamu melalui
nabiMu Muhammad
yang penuh kasih,
wahai Muhammad
sesungguhnya aku
bertawassul
denganmu kepada
Allah agar
dimudahkan
kebutuhanku maka
berilah aku
sya'faat". Tawassul
seperti ini adalah
bagus (fatawa Ibnu
Taimiyah jilid 3
halaman 276)
Pandangan Imam
Syaukani
Beliau mengatakan
bahwa tawassul
kepada nabi
Muhammad SAW
ataupun kepada
yang lain ( orang
sholeh), baik pada
masa hidupnya
maupun setelah
meninggal adalah
merupakan ijma’
para shohabat.
Pandangan
Muhammad Bin Abdul
Wahab.
Beliau melihat
bahwa tawassul
adalah sesuatu yang
makruh menurut
jumhur ulama’ dan
tidak sampai menuju
pada tingkatan
haram ataupun bidah
bahkan musyrik.
Dalam surat yang
dikirimkan oleh
Syekh Abdul Wahab
kepada warga
qushim bahwa beliau
menghukumi kafir
terhadap orang yang
bertawassul kepada
orang-orang sholeh.,
dan menghukumi
kafir terhadap
AlBushoiri atas
perkataannya YA
AKROMAL KHOLQI dan
membakar dalailul
khoirot. Maka beliau
membantah : “
Maha suci Engkau, ini
adalah kebohongan
besar. Dan ini
diperkuat dengan
surat beliau yang
dikirimkan kepada
warga majma’ah
( surat pertama dan
kelima belas dari
kumpulan surat-
surat syekh Abdul
Wahab hal 12 dan 64,
atau kumpulan
fatwa syekh Abdul
Wahab yang
diterbitkan oleh
Universitas
Muhammad Bin Suud
Riyad bagian ketiga
hal 68)
Dalil-dalil yang
melarang tawassul
Dalil yang dijadikan
landasan oleh
pendapat yang
melarang tawassul
adalah sebagai
berikut:
1. Surat Zumar, 2:
ُﺺِﻟﺎَﺨْﻟﺍ ُﻦﻳِّﺪﻟﺍ ِﻪَّﻠِﻟ ﺎَﻟَﺃ
ِﻪِﻧﻭُﺩ ﻦِﻣ ﺍﻭُﺬَﺨَّﺗﺍ َﻦﻳِﺬَّﻟﺍَﻭ
ﺎَّﻟِﺇ ْﻢُﻫُﺪُﺒْﻌَﻧ ﺎَﻣ ﺀﺎَﻴِﻟْﻭَﺃ
ﻰَﻔْﻟُﺯ ِﻪَّﻠﻟﺍ ﻰَﻟِﺇ ﺎَﻧﻮُﺑِّﺮَﻘُﻴِﻟ
ﻲِﻓ ْﻢُﻬَﻨْﻴَﺑ ُﻢُﻜْﺤَﻳ َﻪَّﻠﻟﺍ َّﻥِﺇ
َّﻥِﺇ َﻥﻮُﻔِﻠَﺘْﺨَﻳ ِﻪﻴِﻓ ْﻢُﻫ ﺎَﻣ
َﻮُﻫ ْﻦَﻣ ﻱِﺪْﻬَﻳ ﺎَﻟ َﻪَّﻠﻟﺍ
ٌﺭﺎَّﻔَﻛ ٌﺏِﺫﺎَﻛ
Ingatlah, hanya
kepunyaan Allah-lah
agama yang bersih
(dari syirik). Dan
orang-orang yang
mengambil pelindung
selain Allah
(berkata): "Kami
tidak menyembah
mereka melainkan
supaya mereka
mendekatkan kami
kepada Allah dengan
sedekat- dekatnya".
Sesungguhnya Allah
akan memutuskan di
antara mereka
tentang apa yang
mereka berselisih
padanya.
Sesungguhnya Allah
tidak menunjuki
orang-orang yang
pendusta dan sangat
ingkar.
Orang yang
bertwassul kepada
orang sholih maupun
kepada para kekasih
Allah, dianggap sama
dengan sikap orang
kafir ketika
menyembah berhala
yang dianggapnya
sebuah perantara
kepada Allah.
Namun kalau
dicermati, terdapat
perbedaan antara
tawassul dan ritual
orang kafir seperti
disebutkan dalam
ayat tersebut:
tawassul semata
dalam berdoa dan
tidak ada unsur
menyembah kepada
yang dijadikan
tawassul ,
sedangkan orang
kafir telah
menyembah
perantara; tawassul
juga dengan sesuatu
yang dicintai Allah
sedangkan orang
kafir bertwassul
dengan berhala yang
sangat dibenci Allah.
2. Surah al-Baqarah,
186:
ﻲِّﻨَﻋ ﻱِﺩﺎَﺒِﻋ َﻚَﻟَﺄَﺳ ﺍَﺫِﺇَﻭ
َﺓَﻮْﻋَﺩ ُﺐﻴِﺟُﺃ ٌﺐﻳِﺮَﻗ ﻲِّﻧِﺈَﻓ
ِﻥﺎَﻋَﺩ ﺍَﺫِﺇ ِﻉﺍَّﺪﻟﺍ
ﻲِﻟ ْﺍﻮُﺒﻴِﺠَﺘْﺴَﻴْﻠَﻓ
ْﻢُﻬَّﻠَﻌَﻟ ﻲِﺑ ْﺍﻮُﻨِﻣْﺆُﻴْﻟَﻭ
َﻥﻭُﺪُﺷْﺮَﻳ
2. 186. Dan apabila
hamba-hamba-Ku
bertanya kepadamu
tentang Aku, maka
(jawablah),
bahwasanya Aku
adalah dekat. Aku
mengabulkan
permohonan orang
yang berdo'a apabila
ia memohon kepada-
Ku, maka hendaklah
mereka itu
memenuhi (segala
perintah-Ku) dan
hendaklah mereka
beriman kepada-Ku,
agar mereka selalu
berada dalam
kebenaran.
Allah Maha dekat dan
mengabulkan doa
orang yang berdoa
kepadaNya. Jika
Allah maha dekat,
mengapa perlu
tawassul dan
mengapa
memerlukan sekat
antara kita dan Allah.
Namun dalil-dalil di
atas menujukkan
bahwa meskipun
Allah maha dekat,
berdoa melalui
tawassul dan
perantara adalah
salah satu cara
untuk berdoa.
Banyak jalan untuk
menuju Allah dan
banyak cara untuk
berdoa, salah
satunya adalah
melalui tawassul.
3. Surat Jin, ayat 18:
ﺎَﻠَﻓ ِﻪَّﻠِﻟ َﺪِﺟﺎَﺴَﻤْﻟﺍ َّﻥَﺃَﻭ
ًﺍﺪَﺣَﺃ ِﻪَّﻠﻟﺍ َﻊَﻣ ﺍﻮُﻋْﺪَﺗ
72. 18. Dan
sesungguhnya
mesjid-mesjid itu
adalah kepunyaan
Allah. Maka
janganlah kamu
menyembah
seseorangpun di
dalamnya di samping
(menyembah) Allah.
Kita dilarang ketika
menyembah dan
berdoa kepada Allah
sambil
menyekutukan dan
mendampingkan
siapapun selain Allah.
Seperti ayat
pertama, ayat ini
dalam konteks
menyembah Allah
dan meminta
sesuatu kepada
selain Allah.
Sedangkan tawassul
adalah meminta
kepada Allah, hanya
saja melalui
perantara.
Kesimpulan
Tawassul dengan
perbuatan dan amal
sholeh kita yang baik
diperbolehkan
menurut
kesepakatan
ulama’. Demikian
juga tawassul
kepada Rasulullah
s.a.w. juga
diperboleh sesuai
dalil-dalil di atas.
Tidak diragukan lagi
bahwa nabi
Muhammad SAW
mempunyai
kedudukan yang
mulia disisi Allah
SWT, maka tidak ada
salahnya jika kita
bertawassul
terhadap kekasih
Allah SWT yang
paling dicintai, dan
begitu juga dengan
orang-orang yang
sholeh.
Selama ini para
ulama yang
memperbolehkan
tawassul dan
melakukannya tidak
ada yang
berkeyakinan
sedikitpun bahwa
mereka (yang
dijadikan sebagai
perantara) adalah
yang yang
mengabulkan
permintaan ataupun
yang memberi
madlorot. Mereka
berkeyakinan bahwa
hanya Allah lah yang
berhak memberi dan
menolak doa
hambaNya.

islam dan remaja

Write a comment

New comments have been disabled for this post.

February 2014
M T W T F S S
January 2014March 2014
1 2
3 4 5 6 7 8 9
10 11 12 13 14 15 16
17 18 19 20 21 22 23
24 25 26 27 28