Sunday, April 28, 2013 5:27:52 PM
Macam-macam
Gangguan Mata by adi soewito
# Rabun Jauh :
Kelainan sering diistilahkan
rabun jauh. Terjadi karena
sistem optik yang sangat kuat
pembiasannya, sehingga
fokus bayangan benda yang dilihat akan jatuh di depan
retina. Kelainan ini bisa
dikoreksi dengan lensa minus.
Oleh sebab itu, mata miopia
dikenal sebagai mata minus. Rabun Dekat :
Kalau yang ini dikenal dengan
istilah rabun dekat. Apa yang
terjadi pada rabun dekat
merupakan kebalikan dari
miopia, yaitu sistem optik yang terlalu lemah sehingga
fokus dari bayangan benda
yang dilihat akan jatuh di
belakang retina. Kelainan ini
harus dikoreksi dengan lensa
plus sehingga fokusnya maju ke posisi normal. Silinder :
Kelainan ini tidak hanya
meliputi masalah bagaimana
fokus bayangan dibentuk,
karena fokus benda yang
dilihat terpecah menjadi dua bayangan. Biasanya
astimagtisme terjadi karena
lengkung datar kornea dan
lengkung tegak kornea tidak
simetris. Keadaaan ini bisa
dianalogikan dengan lengkungan pada sendok.
Pada satu sisi ada yang landai
sedangkan sisi lainnya terjal.
Kalau sistem optik atau suatu
lensa terlalu melengkung/
terjal maka cahaya yang terbias melalu retina menjadi
terlalu dekat. Sedangkan
lengkung yang landai
membuat fokusnya menjadi
terlalu jauh. Akhirnya, imej
atau citraan yang jatuh jadi terpecah dua. Nah, kelainan ini yang oleh
orang awam disebut sebagai
mata silinder. Namun,
terminologi mata silinder
ternyata tak tepat karena
sebenarnya bukan matanya yang silinder tetapi lensa yang
fungsinya mengoreksi
keadaan astigmatisme itulah
yang bersifat silinder. Jadi,
yang ada lensa silinder bukan
mata silinder. Kasus astigmatisme banyak
dijumpai pada orang Asia. Kompilasi :
• Kombinasi Kelainan Kelainan lensa silinder bisa
dibarengi dengan kelainan
mata minus atau plus. Kalau
kelainan astigmatisme
berbarengan dengan kelainan
rabun dekat, maka fokus benda yang terlihat terpecah
menjadi dua dan jatuhnya di
depan retina. Gangguan ini
bisa diatasi dengan lensa
silinder yang disatukan
dengan lensa minus. Sedangkan bila dibarengi
rabun jauh, fokus benda yang
terpecah akan jatuh di
belakang retina. Gangguan
seperti ini dapat diatasi
dengan lensa silinder yang disatukan dengan lensa plus. Penderita mata silinder
menurut dokter sebagian
besarnya karena ‘genetik’
atau turunan. Tidak akan
mengganggu apabila tidak ada
stressornya. Komputer merupakan salah satu stressor
sehingga orang yang secara
genetik memiliki mata silinder
akan mulai merasakan
ketidaknyamanan, karena
kerusakan yang semakin besar. Pada orang yang
matanya normal, bagian
hitam terkecil yang ada di
kornea mata berbentuk
lingkaran. Pada penderita
mata silinder, kerusakan berada di lingkaran tersebut,
sehingga bentuknya bukan
lagi lingkaran. Hal ini
menyebabkan mata tidak
menangkap cahaya yang
memantulkan ’sesuatu/benda’ dengan baik. Itu sebabnya
penderita mata silindris tidak
bisa melihat suatu objek
secara focus. Cahaya yang
masuk dipantulkan tidak
tegak lurus ke objek. Rabun Senja :
Rabun senja (nyctalopia)
adalah gangguan penglihatan
kala senja atau malam hari,
atau pada keadaan cahaya
remang-remang. Banyak juga menyebutnya sebagai rabun
ayam, mungkin didasari
fenomena dimana ayam tidak
dapat melihat jelas di senja
atau malam hari.
Rabun senja terjadi karena kerusakan sel retina yang
semestinya bekerja saat
melihat benda pada
lingkungan minim cahaya.
Banyak hal yang dapat
menyebabkan kerusakan sel tersebut, tetapi yang paling
sering akibat dari kekurangan
vitamin A. Penyebab lain
adalah mata minus, katarak,
retinitis pigmentosa, obat-
obatan, bawaan sejak lahir, dll. Untuk mengetahui
penyebabnya, biasanya
dokter mata melakukan
serangkaian pemeriksaan,
baik fisik maupun
laboratorium. Pengobatan rabun senja
tergantung pada
penyebabnya. Jika karena
kekurangan vitamin A, maka
harus diberikan vitamin A
dalam jumlah yang cukup, baik berupa suplemen
maupun dari makanan sehari-
hari. Jika karena katarak,
maka katarak sebaiknya
dioperasi. Demikian pula
dengan penyebab lainnya, diusahakan untuk diatasi. Penyembuhan : Vitamin A :
Vitamin A merupakan salah
satu jenis vitamin larut dalam
lemak yang berperan penting
dalam pembentukan sistem
penglihatan yang baik.[1] Terdapat beberapa senyawa
yang digolongkan ke dalam
kelompok vitamin A, antara
lain retinol, retinil palmitat,
dan retinil asetat.[1] Akan
tetapi, istilah vitamin A seringkali merujuk pada
senyawa retinol dibandingkan
dengan senyawa lain karena
senyawa inilah yang paling
banyak berperan aktif di
dalam tubuh.[1] Vitamin A banyak ditemukan pada
wortel, minyak ikan, susu,
keju, dan hati. Buah Keben : Tanaman keben mudah sekali
ditemukan di sepanjang
pantai papua. saat itu di papua
Heinrich sedang mengamati
penduduk papua yang sedang
membius ikan menggunakan biji keben yang dilumatkan
dengan atau tanpa dicampur
akar tuba dan ditaburkan ke
permukaan kolam. Setelah beberapa saat, ikan-
ikan yang bersembunyi di
dalam lopak-lopak dan paluh-
paluh kolam akan
mengambang di permukaan
sehingga lebih mudah ditangkap. Namun, ikan-ikan
tersebut tidak mati, hanya
pingsan selama sekitar 20
menit. Bila tidak diambil dan
efek biusnya habis, ikan yang
pingsan akan pulih kembali dan berenang ke habitat
asalnya seperti sediakala.
Dugaannya, saponin,
glukosida, dan beberapa zat
lain yang terdapat dalam biji
keben melumpuhkan sistem saraf pada badan dan mata
ikan. Setelah melihat hal tersebut,
membuat Henrich tertarik
untuk meneliti lebih jauh apa
saja yang terjadi dengan ikan
ikan tersebut. saat itu ia
berfikir bahwa biji keben yang ditaburkan ke kolam
telah memengaruhi sistem
saraf mata ikan sehingga
menjadi seperti pingsan. Dan
karena ikan tersebut ternyata
dapat pulih kembali, berarti biji keben tersebut tidak
merusak mata. Itulah yang
membuat ia yakin bahwa
ekstrak biji keben bisa
mengobati gangguan mata
dan tidak membahayakan kesehatan manusia. dan dari
sinilah Heinrich mulai tertarik
untuk mencoba
memanfaatkan buah keben
untuk pengobatan mata
Gangguan Mata by adi soewito
# Rabun Jauh :
Kelainan sering diistilahkan
rabun jauh. Terjadi karena
sistem optik yang sangat kuat
pembiasannya, sehingga
fokus bayangan benda yang dilihat akan jatuh di depan
retina. Kelainan ini bisa
dikoreksi dengan lensa minus.
Oleh sebab itu, mata miopia
dikenal sebagai mata minus. Rabun Dekat :
Kalau yang ini dikenal dengan
istilah rabun dekat. Apa yang
terjadi pada rabun dekat
merupakan kebalikan dari
miopia, yaitu sistem optik yang terlalu lemah sehingga
fokus dari bayangan benda
yang dilihat akan jatuh di
belakang retina. Kelainan ini
harus dikoreksi dengan lensa
plus sehingga fokusnya maju ke posisi normal. Silinder :
Kelainan ini tidak hanya
meliputi masalah bagaimana
fokus bayangan dibentuk,
karena fokus benda yang
dilihat terpecah menjadi dua bayangan. Biasanya
astimagtisme terjadi karena
lengkung datar kornea dan
lengkung tegak kornea tidak
simetris. Keadaaan ini bisa
dianalogikan dengan lengkungan pada sendok.
Pada satu sisi ada yang landai
sedangkan sisi lainnya terjal.
Kalau sistem optik atau suatu
lensa terlalu melengkung/
terjal maka cahaya yang terbias melalu retina menjadi
terlalu dekat. Sedangkan
lengkung yang landai
membuat fokusnya menjadi
terlalu jauh. Akhirnya, imej
atau citraan yang jatuh jadi terpecah dua. Nah, kelainan ini yang oleh
orang awam disebut sebagai
mata silinder. Namun,
terminologi mata silinder
ternyata tak tepat karena
sebenarnya bukan matanya yang silinder tetapi lensa yang
fungsinya mengoreksi
keadaan astigmatisme itulah
yang bersifat silinder. Jadi,
yang ada lensa silinder bukan
mata silinder. Kasus astigmatisme banyak
dijumpai pada orang Asia. Kompilasi :
• Kombinasi Kelainan Kelainan lensa silinder bisa
dibarengi dengan kelainan
mata minus atau plus. Kalau
kelainan astigmatisme
berbarengan dengan kelainan
rabun dekat, maka fokus benda yang terlihat terpecah
menjadi dua dan jatuhnya di
depan retina. Gangguan ini
bisa diatasi dengan lensa
silinder yang disatukan
dengan lensa minus. Sedangkan bila dibarengi
rabun jauh, fokus benda yang
terpecah akan jatuh di
belakang retina. Gangguan
seperti ini dapat diatasi
dengan lensa silinder yang disatukan dengan lensa plus. Penderita mata silinder
menurut dokter sebagian
besarnya karena ‘genetik’
atau turunan. Tidak akan
mengganggu apabila tidak ada
stressornya. Komputer merupakan salah satu stressor
sehingga orang yang secara
genetik memiliki mata silinder
akan mulai merasakan
ketidaknyamanan, karena
kerusakan yang semakin besar. Pada orang yang
matanya normal, bagian
hitam terkecil yang ada di
kornea mata berbentuk
lingkaran. Pada penderita
mata silinder, kerusakan berada di lingkaran tersebut,
sehingga bentuknya bukan
lagi lingkaran. Hal ini
menyebabkan mata tidak
menangkap cahaya yang
memantulkan ’sesuatu/benda’ dengan baik. Itu sebabnya
penderita mata silindris tidak
bisa melihat suatu objek
secara focus. Cahaya yang
masuk dipantulkan tidak
tegak lurus ke objek. Rabun Senja :
Rabun senja (nyctalopia)
adalah gangguan penglihatan
kala senja atau malam hari,
atau pada keadaan cahaya
remang-remang. Banyak juga menyebutnya sebagai rabun
ayam, mungkin didasari
fenomena dimana ayam tidak
dapat melihat jelas di senja
atau malam hari.
Rabun senja terjadi karena kerusakan sel retina yang
semestinya bekerja saat
melihat benda pada
lingkungan minim cahaya.
Banyak hal yang dapat
menyebabkan kerusakan sel tersebut, tetapi yang paling
sering akibat dari kekurangan
vitamin A. Penyebab lain
adalah mata minus, katarak,
retinitis pigmentosa, obat-
obatan, bawaan sejak lahir, dll. Untuk mengetahui
penyebabnya, biasanya
dokter mata melakukan
serangkaian pemeriksaan,
baik fisik maupun
laboratorium. Pengobatan rabun senja
tergantung pada
penyebabnya. Jika karena
kekurangan vitamin A, maka
harus diberikan vitamin A
dalam jumlah yang cukup, baik berupa suplemen
maupun dari makanan sehari-
hari. Jika karena katarak,
maka katarak sebaiknya
dioperasi. Demikian pula
dengan penyebab lainnya, diusahakan untuk diatasi. Penyembuhan : Vitamin A :
Vitamin A merupakan salah
satu jenis vitamin larut dalam
lemak yang berperan penting
dalam pembentukan sistem
penglihatan yang baik.[1] Terdapat beberapa senyawa
yang digolongkan ke dalam
kelompok vitamin A, antara
lain retinol, retinil palmitat,
dan retinil asetat.[1] Akan
tetapi, istilah vitamin A seringkali merujuk pada
senyawa retinol dibandingkan
dengan senyawa lain karena
senyawa inilah yang paling
banyak berperan aktif di
dalam tubuh.[1] Vitamin A banyak ditemukan pada
wortel, minyak ikan, susu,
keju, dan hati. Buah Keben : Tanaman keben mudah sekali
ditemukan di sepanjang
pantai papua. saat itu di papua
Heinrich sedang mengamati
penduduk papua yang sedang
membius ikan menggunakan biji keben yang dilumatkan
dengan atau tanpa dicampur
akar tuba dan ditaburkan ke
permukaan kolam. Setelah beberapa saat, ikan-
ikan yang bersembunyi di
dalam lopak-lopak dan paluh-
paluh kolam akan
mengambang di permukaan
sehingga lebih mudah ditangkap. Namun, ikan-ikan
tersebut tidak mati, hanya
pingsan selama sekitar 20
menit. Bila tidak diambil dan
efek biusnya habis, ikan yang
pingsan akan pulih kembali dan berenang ke habitat
asalnya seperti sediakala.
Dugaannya, saponin,
glukosida, dan beberapa zat
lain yang terdapat dalam biji
keben melumpuhkan sistem saraf pada badan dan mata
ikan. Setelah melihat hal tersebut,
membuat Henrich tertarik
untuk meneliti lebih jauh apa
saja yang terjadi dengan ikan
ikan tersebut. saat itu ia
berfikir bahwa biji keben yang ditaburkan ke kolam
telah memengaruhi sistem
saraf mata ikan sehingga
menjadi seperti pingsan. Dan
karena ikan tersebut ternyata
dapat pulih kembali, berarti biji keben tersebut tidak
merusak mata. Itulah yang
membuat ia yakin bahwa
ekstrak biji keben bisa
mengobati gangguan mata
dan tidak membahayakan kesehatan manusia. dan dari
sinilah Heinrich mulai tertarik
untuk mencoba
memanfaatkan buah keben
untuk pengobatan mata

