Celebrate Earth Day
Saturday, April 22, 2006 6:21:22 AM
Hari Bumi...
( Earth's Day...)
Tak terasa bermilyar tahun...
atau hanya berjuta-juta tahun..
mungkin beribu-ribu tahun,
ratusan tahun..,puluhan tahun...,
bertahun-tahun, manusia hidup
berlayar diatas lautan bumi
bercengkrama di atas daratnya
berlindung kepada atap bumi...
meraup kekayaan bumi
hingga mereka semua
berkata 'ooohh... senangnya aku bisa kaya'
'ooohh.. alangkah bahagianya aku mendapat emas'
bla..bla.bla..bla...
ketika bumi merengkah kulitnya
baru mereka berganti kata-kata
'oohh... malangnya hidupku ini...'
bunga lidah yang mereka katakan dulu
telah lupa begitu saja
hilang dengan sekejap
seolah-olah merasa tak mampu lagi
dengan apa yang digariskan
oleh Sang Pemilik Bumi
Mana kah hati kita..?
manakah kecerdasan yang kita agung-agung kan
manakah kekayaan yang kita banggakan
manakah kesenangan yang melenakan kita
manakah insan-insan yang kita cinta
manakah pakaian indah yang kita pamerkan
manakah kedudukan yang kita usahakan
manakan kehormatan yang kita kenang
manakah ...? hilangkah... ?
musnahkah... ?
suara hati yang sering kita ingkari
Ketika bumi merintih
karena perutnya terkoyak
ketika dia meraung
karena kulitnya dikupas
ketika dia memendam
karena dia tidak berlidah
Oooh... Tuhan
kasihMu Maha Suci
sayangMu Maha Indah
rahmatMu Tiada Terhingga
cintaMu Maha Indah
demi Engkau ... berikanlah
kepada kami...
nafas yang menyegarkan hati kami
air yang menyejukan batin kami
tumbuhan yang melindungi kami
tanah yang melapangkan kami
langit yang memberikan atap kepada kami
awan yang menyegarkan mata kami
selama nyawa bersandang dalam tubuh kami
dan katakan kepada manusia
yang berbuat rusak kepada bumi ini
agar mereka mau berbuat bijaksana
demi anak cucu yang mereka punya
agar melihat senyuman bumi
yang menentram kan hati mereka
Kupersembahkan :
Untuk mereka yang sudah ada dan telah tiada
( Earth's Day...)
Tak terasa bermilyar tahun...
atau hanya berjuta-juta tahun..
mungkin beribu-ribu tahun,
ratusan tahun..,puluhan tahun...,
bertahun-tahun, manusia hidup
berlayar diatas lautan bumi
bercengkrama di atas daratnya
berlindung kepada atap bumi...
meraup kekayaan bumi
hingga mereka semua
berkata 'ooohh... senangnya aku bisa kaya'
'ooohh.. alangkah bahagianya aku mendapat emas'
bla..bla.bla..bla...
ketika bumi merengkah kulitnya
baru mereka berganti kata-kata
'oohh... malangnya hidupku ini...'
bunga lidah yang mereka katakan dulu
telah lupa begitu saja
hilang dengan sekejap
seolah-olah merasa tak mampu lagi
dengan apa yang digariskan
oleh Sang Pemilik Bumi
Mana kah hati kita..?
manakah kecerdasan yang kita agung-agung kan
manakah kekayaan yang kita banggakan
manakah kesenangan yang melenakan kita
manakah insan-insan yang kita cinta
manakah pakaian indah yang kita pamerkan
manakah kedudukan yang kita usahakan
manakan kehormatan yang kita kenang
manakah ...? hilangkah... ?
musnahkah... ?
suara hati yang sering kita ingkari
Ketika bumi merintih
karena perutnya terkoyak
ketika dia meraung
karena kulitnya dikupas
ketika dia memendam
karena dia tidak berlidah
Oooh... Tuhan
kasihMu Maha Suci
sayangMu Maha Indah
rahmatMu Tiada Terhingga
cintaMu Maha Indah
demi Engkau ... berikanlah
kepada kami...
nafas yang menyegarkan hati kami
air yang menyejukan batin kami
tumbuhan yang melindungi kami
tanah yang melapangkan kami
langit yang memberikan atap kepada kami
awan yang menyegarkan mata kami
selama nyawa bersandang dalam tubuh kami
dan katakan kepada manusia
yang berbuat rusak kepada bumi ini
agar mereka mau berbuat bijaksana
demi anak cucu yang mereka punya
agar melihat senyuman bumi
yang menentram kan hati mereka
Kupersembahkan :
Untuk mereka yang sudah ada dan telah tiada
