Skip navigation.

do santos

awali hari ini dengan senyuman

Ibadat Sabda: Minggu III Prapaska

IBADAT SANTAPAN SABDA – EKARISTI KERINDUAN
HARI MINGGU PRAPASKA III DALAM TAHUN A.
(KELIMA PETUGAS:P1, P2, P3, P4, P5 BERSIAP DIRI)

01.(PI). Tanda salib dan Doa Angelus. Bapa, mama, saudara-saudari, marilah kita berdiri untuk memulai ibadat kita. Kita menyadari akan kehadiran Allah di tengah kita. Mengawali ibadat ini, marilah kita terlebih dahulu menandai diri kita dengan “tanda kemenangan Kristus “ (Tanda Salib). Dalam Nama Bapa dan Putera dan Roh Kudus. Amin...Malaikat Tuhan memberi kabar kepada Maria....
02.(Kelima petugas maju ke altar, berlutut lalu berdiri di belakang altar: [P1 di tengah, P2 dan P4 di kanan, P3 dan P5 di kiri]).
03.(P1). Ajakan Pembukaan. Saudara-saudari, bapa-mama, umat Allah yang terkasih dalam Kristus. Hari ini kita memasuki hari Minggu Prapaska III dalam tahun A. Sebelum kita merayakan pesta Paska, Pesta Kebangkitan Kristus, Gereja menyiapkan bagi kita sebuah masa tobat, masa puasa sebagai persiapan batin kita yang dimulai dengan Rabu Abu, hari penerimaan abu sebagai tanda tobat kita. Pada kepala kita diberi abu sebagai tanda bahwa kita berasal dari debu tanah dan juga sebagai tanda kerapuhan kita. Bersama Yesus yang berpuasa, kita mengangkat hati untuk berpuasa dan bertobat dari segala dosa dan kekurangan kita.
04.(P2). Lagu Pembukaan. Marilah kita memuji Tuhan dengan menyanyikan lagu pembukaan. (Lagu masa Prapaska).
05.(P1). Salam. Semoga Allah Bapa Yang Mahakuasa, Semoga Yesus Kristus Sang Penebus mengasihani kita dan selalu beserta kita
(U). Sekarang .....
06.(P1). Kata Pengantar. Saudara/i umat Allah yang terkasih. Kita menyadari bahwa Allah yang kita imani dalam diri Yesus Kristus adalah Dia yang mati disalibkan kemudian bangkit dari alam maut. Yesus Kristus adalah sang Penebus dosa dan Penyelamat kita. Ia diutus Bapa untuk membebaskan kita serta menebus segala dosa kita. Perlu kita sadari bahwa masa Prapaska ini adalah masa pertobatan bagi kita umat Kristen. Ini adalah saat emas bagi kita untuk melepaskan segala dosa kita; kita diberi kesempatan untuk memulihkan hubungan baik kita dengan Allah melalui tobat hati kita. Di masa Prapaska ini, kita perlu berpuasa diri dalam segala hal sehingga dengan demikian kita boleh mengambil bagian dan merayakan pesta Kebangkitan Kristus dengan hati yang benar-benar suci dan murni. Dengan demikian kita boleh bermegah dalam pengharapan akan menerima kemuliaan Allah. Karena dosa-dosa kita, Kristus telah mati untuk kita orang-orang durhaka pada waktu yang ditentukan oleh Allah. Marilah di awal ibadat ini, kita siapkan hati dan diri kita dengan menyesal dan bertobat atas semua dosa dan salah kita supaya kita pantas bertemu dengan Allah dalam perayaan ini.
07.(P3). Tuhan Kasihanilah....
Tuhan Yesus Kristus, Engkau adalah Putera Allah yang bertahta di surga mulia. Engkau datang ke dunia diutus oleh Bapa untuk ada bersama manusia dan menyertai kami. Tuhan kasihanilah kami.....
(U): Tuhan .......
Tuhan Yesus Kristus, Engkau adalah sumber air kehidupan kami. Di kala kami merasa haus, Engkau memberikan kesejukan bagi kami dalam air kehidupanMu. Kristus kasihanilah kami....
(U): Kristus .......
Tuhan Yesus Kristus, sering kami minum air yang bukan air kehidupanMu walaupun kami tahu air yang kami minum itu bukan air kehidupan. Namun di kala kami memintanya kepadaMu, Engkau tetap memberinya. Tuhan kasihanilah kami....
(U): Tuhan .......
(P3). Semoga Allah yang Mahakuasa mengasihani kita, mengampuni dosa kita dan mengantar kita ke hidup yang kekal.
(U): Amin

08.(P2). Tidak ada kemuliaan dalam masa Prapaska
09.(P1). Doa Pembukaan.
Marilah kita berdoa
Allah Bapa yang Mahakuasa, Engkau menemui kami dalam diri Yesus yang adalah Penebus dan Penyelamat. Engkau adalah sumber kasih dan kebenaran. PadaMu tak ada kesalahan. Dosa kamilah yang Kautanggung. DariMu mengalir mata air kehidupan yang memberikan hidup dan menyegarkan jiwa kami. Namun terkadang kami selalu menuruti kemauan kami sendiri, mencari dan meminum air yang bukan bersumber dariMu dan kami pun tetap merasa haus. Karena itu, kami mohon semoga Roh KudusMu membaharui hidup kami sehingga hanya kepadaMu kami datang untuk menemukan kasih dan kebenaran sekaligus sebagai pengasal sumber air kehidupan yang selalu memberikan kesejukan bagi jiwa kami hingga akhir zaman. Bersihkan badan dan kuduskan jiwa kami agar kami dapat memuji dan meluhurkan Dikau ya Allah Tritunggal yang Mahakudus, Bapa, Putera dan Roh Kudus, kini dan sepanjang masa.
(U): Amin
10.(P3). Santapan Sabda. Ibu-Bapak, saudara/i umat Allah yang terkasih. Marilah kita membuka hati dan diri untuk mendengarkan Tuhan yang berbicara dan yang memberikan santapan sabda kepada kita.
(kelima petugas beranjak ke mimbar sabda)
11.(P1). Kotbah
Akulah Sumber Air Kehidupan.
Bapa, Ibu, saudara/i yang terkasih dalam Tuhan. Hari ini kita sudah memasuki hari Minggu yang ketiga dalam masa prapaska. Dalam masa-masa ini kita harus berpuasa dan berpantang diri.
Saudara-saudari yang terkasih dalam Kristus Tuhan...
Bacaan-bacaan suci hari ini menyuguhkan kepada kita tentang Yesus sebagai mata air kehidupan. Dalam bacaan pertama kita akan mendengar tentang bangsa Israel yang tengah dilanda kehausan. Dalam ayat 3 “Hauslah bangsa itu akan air di sana; bersungut-sungutlah bangsa itu kepada Musa dan berkata: ‘Mengapa engkau membawa kami keluar dari Mesir, untuk membunuh kami, anak-anak kami dan ternak kami dengan kehausan”. Apa yang dilakukan Musa sebenarnya adalah atas suruhan Yahwe. Ini merupakan bukti bahwa cinta Tuhan begitu besar terhadap umat Israel walaupun Tuhan tahu bahwa justru bangsa inilah yang pertama melemparkan batu kepadaNya. Kasih dan kesetiaan Tuhan tak ada batasnya. Kebesaran kasihNya ini ditunjukkanNya dengan setia mendengar omelan bangsa Israel seperti ketika mereka meminta air. Air itu pun diberikanNya walaupun bangsa Israel terus menerus mempertanyakan kehadiranNya: adakah Tuhan hadir di tengah kita? Pertanyaan ini terkesan menggelikan karena sepertinya bangsa Israel tidak menyadari besarnya kuasa Tuhan yang telah membebaskan mereka dari perbudakan di Mesir. Semuanya itu diberikan Tuhan karena Ia adalah sumber kasih dan kebenaran. DariNya lah mengalir mata air kehidupan yang menghidupkan manusia hingga akhir zaman.
Selanjutnya dalam mazmur tanggapan, kita mendengar bagaimana pemazmur berbicara tentang Allah sebagai pembela kebenaran. “Jika bukan Tuhan yang menolong aku, nyaris aku diam di tempat sunyi.” Tuhan senantiasa menolong kita di saat kita mengalami rasa kesepian dan kesunyian dalam hidup asal kita selalu berharap kepadaNya. Ketika kita mengalami rasa goyah dalam hidup, kasih setia Tuhan pasti selalu menyokong kita dan menyenangkan jiwa kita dengan penghiburan. Betapa besar kasih setia Tuhan bagi umatNya. Ketika aku berpikir kakiku goyah maka kasih setia Tuhan pasti menyokong aku. Tuhan ibarat kota benteng dan gunung batu yang senantiasa melindungi umat kesayanganNya.
Kemudian dalam bacaan kedua, kita akan mendengar bagaimana Paulus dalam suratnya kepada umat di Roma berbicara tentang iman dan kebenaran. Yang dibenarkan iman, hidup dalam damai sejahtera dengan Allah. Dengan demikian kita pun bisa dan beroleh jalan masuk oleh iman kepada kasih karunia. Namun yang penting bagi kita di sini adalah bagaimana kita hidup dalam iman dan kebenaran. Dalam kasih karunia, kita akan berdiri dan bermegah serta berpengharapan akan menerima kemuliaan Allah. Pengharapan akan Allah tidak pernah mengecewakan asal kita benar-benar berharap kepadaNya karena kasih Allah itu akan dicurahkan bagi kita di dalam hati kita oleh Roh Kudus yang telah dikaruniakan bagi kita. Namun saudara/i, kita juga perlu bermegah dalam kesengsaraan kita, karena kesengsaraan menimbulkan ketekunan, ketekunan menimbulkan tahan uji dan pada akhirnya sampai kepada suatu pengharapan akan Allah yang berbelas kasih.
Dalam bacaan Injil kita akan mendengar bagaimana percakapan Yesus dengan perempuan Samaria. Percakapan itu terjadi di sebuah sumur yang disebut sebagai sumur Yakub. Perempuan itu datang hendak menimba air. Yesus meminta kepadanya agar perempuan itu memberikan air kepadaNya, “Berilah Aku minum...”. Permintaan Yesus ini ditanggapi dengan sebuah pertanyaan dari perempuan Samaria tersebut, “Masakan seorang Yahudi meminta air kepada seorang Samaria? Tidak kah kita saling bermusuhan?” Percakapan kemudian berlangsung menarik karena Yesus sepertinya mendesak sang perempuan untuk memberinya air. Dalam desakannya itu sangat jelas bahwa Yesus tidak pernah melihat latar belakang diriNya sebagai seorang Yahudi dan sang perempuan sebagai seorang Samaria yang nota bene saling bermusuhan. Yang dipentingkan Yesus adalah sejauh mana belas kasih yang ada dalam diri perempuan tersebut dalam mengabulkan permohonanNya. Di akhir percakapan itu Yesus mengatakan bahwa barang siapa meminum air itu akan haus lagi tetapi barang siapa meminum air yang Ia berikan, tidak akan haus untuk selama-lamanya. Pernyataan ini langsung disambar sang perempuan dengan meminta kepada Yesus air tersebut supaya ia tidak akan haus dan supaya ia tidak lagi datang ke tempat itu untuk menimba air.
Saudara-saudari umat Tuhan yang terkasih. Cinta dan kasih Tuhan selalu dan senantiasa menyertai kita. Di dalam Allah, kita senantiasa mendapat pembenaran oleh karena iman kita dan karena itu kita harus selalu berharap padaNya. Marilah dalam nama Yesus kita saling meneguhkan dan saling membenarkan dalam iman dan pengharapan. Tuhan meminta kepada kita untuk selalu hidup dalam kebenaran.
Saudara-saudari, hendaknya dalam hidup kita sehari-hari kita mencontohi teladan Tuhan kita Yesus Kristus. Kiranya di masa Prapaska ini kita benar-benar menjadi air yang senantiasa mengalirkan kesejukan bagi sesama kita yang membutuhkan air dan mereka yang mengalami kehausan. Atau kita menjadi petunjuk jalan bagi mereka yang belum mengenal sumber air kehidupan dan menghantar mereka ke sumber airNya. Marilah kita saling menyejukkan lewat tingkah laku kita, tutur kata kita yang senantiasa membawa kedamaian dan kesejukan di hati sesama kita yang lain. Semoga teladan Yesus ini menjadikan kita air hidup yang pernah Ia alirkan kepada kita lewat sakramen pembaptisan kita. Mari kita masing-masing menjadi air kehidupan bagi mereka yang membutuhkan air, agar Yesus benar-benar menampakkan wajahNya yang cerah.
Marilah bersama Paulus dan umat Roma, bersama seluruh umat manusia terlebih bersama seluruh orang Kristen kita melanjutkan masa Prapaska ini dengan lebih rajin berdoa dan menerima sakramen-sakramen khususnya pengakuan dan komuni suci. Dengan demikian kita masuk hidup baru bersama Yesus serta bangkit dari dosa dan salah kita untuk hidup pantas di hadapan Allah.
12.(P2). Aku Percaya. Setelah kita membuka hati untuk mendengarkan dan merenungkan Sabda Tuhan yang menjadi bekal hidup kita, marilah kita berdiri untuk mengakui iman dan kepercayaan kita kepada Allah Tritunggal. (Lagu Aku Percaya).
13.(P3). Doa Umat. Ya Allah, Bapa yang Mahamurah, untuk menebus dan menyelamatkan manusia, Engkau mengutus PutraMu ke dunia. Kedatangan Yesus menjadi tanda kehadiranMu di tengah kami. Yesus adalah sumber kasih. Dari padaNyalah mengalir mata air kehidupan yang senantiasa menyegarkan dan menyejukkan jiwa kami. Setiap orang yang meminum air yang berasal dariNya akan memperoleh kehidupan dan tak akan pernah haus lagi sampai selama-lamanya. Karena itu ya Tuhan, kepadaMu kami hendak menyampaikan doa-doa permohonan kami ini.
(1). Bagi Gereja Allah. Ya Bapa, berkatilah GerejaMu, para pemimpin: Paus, Para Uskup, para imam biarawan-biarawati, agar mereka senantiasa mengalirkan kasih dan kebenaran kepada umatNya. Kiranya air kehidupan yang Kaualirkan kepada mereka dapat mereka alirkan kepada umatMu yang senantiasa haus akan sabda dan kebenaranMu. Semoga air yang mereka alirkan itu membawa kehidupan abadi bagi umatMu. Marilah kita memohon....
(2).Bagi seluruh dunia. Ya Bapa, seluruh dunia adalah umat yang Kaukasihi. Sinarilah hati dan budi kami agar kami saling membagikan air kehidupan bagi sesama kami yang mengalami kehausan. Marilah kita memohon.......
(3).Bagi semua orang yang belum mengenal Allah. Ya Bapa, kembalikan kesadaran umatMu, baik mereka yang belum mengenalMu maupun bagi mereka yang tersesat dan senantiasa menjauh dari hadapanMu. Sadarkanlah mereka ya Tuhan agar mereka kembali kepadaMu sebagai sumber mata air kehidupan yang senantiasa memberikan rasa lega bagi mereka. Mereka tersesat dan mencari mata air lain untuk hidupnya namun mereka tetap merasa haus. Marilah kita memohon.....
(4).Bagi kita yang hadir di sini dan saudara-saudari kita yang tidak sempat hadir. Ya Tuhan, sadarkanlah kami bahwa tugasMu adalah tugas yang harus kami lanjutkan, untuk saling membantu sesama kami yang mengalami kehausan. Semoga mata air kehidupan yang telah Kautunjukkan kepada kami dapat kami tunjukkan kepada mereka yang belum mengenalnya. Marilah kita memohon......
(P3). Ya Bapa, bersama doa-doa ini kami persembahkan diri kami kepadaMu. Inilah ungkapan maksud baik kami kepadaMu. Semoga kami dapat mengarahkan hidup kami kepadaMu dan kepada sesama kami seturut teladan Yesus Kristus. Dialah Tuhan dan pengantara kami yang hidup dan bertahta bersama Dikau dalam persatuan dengan Roh Kudus, sepanjang segala masa.
(U). Amin
14.(P2). Persembahan. Saudara-saudari, sadar akan segala penyertaan Allah yang membebaskan, orang Israel mempersembahkan kepadaNya hasil panen pertama sebagai ungkapan rasa syukur dan terima kasih mereka kepada Allah. Hidup kita selalu diberkati Allah dan segala karya kita berhasil karena kemurahan hati Allah. Maka sebagai tanda syukur, kita membawa buah tangan kita. Marilah kita mempersembahkan derma kita. (kelima petugas mengambil persembahan lalu kembali ke belakang altar).
15.(P4). Pujian. (Umat dipersilahkan berdiri). Setelah Allah menerima diri dan persembahan kita, marilah kita memuji Dia dan berkata: Terpujilah Engkau selama-lamanya.
Kami memuji dan mengagungkan Dikau, Ya Allah yang bertahta di surga mulia. KebesaranMu memenuhi seluruh bumi dan semesta alam. Namun Engkau adalah Bapa yang dekat dengan kami. Engkau memberkati, menjaga dan melindungi kami. Kasih kebapaanMu yang senantiasa mengalir bagaikan air dalam diri kami membuat hidup kami senantiasa terarah kepada kemuliaanMu di surga. Maka kami berseru... (U). Terpujilah ....
Kami memuji dan memuliakan Dikau, ya Allah Putera, Tuhan kami Yesus Kristus. Engkau datang ke dunia dan menjadi manusia seperti kami. Dalam Perjanjian Lama, Allah hadir dalam diri Musa untuk membebaskan Israel dari perbudakan Mesir. Engkau adalah Musa baru yang hendak membebaskan dan menyelamatkan kami dari segala belenggu dan perbudakan dosa. Selama empat puluh hari di padang gurun, Engkau dicobai iblis. Namun dengan kekuatan Roh Kudus, Engkau mementahkan serangan iblis dan menjadi pemenang atas bujukan si jahat. Dengan itu, Engkau menunjukkan kekuasaanMu atas semua ciptaan. Maka kami berseru... (U). Terpujilah ....
Kami memuji dan memuliakan Dikau ya Allah Roh Kudus, cahaya sinar Allah sendiri. Engkau membuat mata dan hati kami terbuka untuk melihat kekuasaan Allah atas alam ciptaan. Kami memuji dan memuliakan Dikau karena Engkau hadir dan memberi kekuatan bagi Yesus Kristus dalam pencobaan di padang gurun. Kami yakin Engkau pun hadir beserta kami. Maka kami berseru... (U). Terpujilah ....
(P4). Maka bersama para malaikat dan semua orang kudus di surga, bersama seluruh umat manusia, bersama semua orang Kristen yang pada hari ini merayakan hari Tuhan, kami mengangkat pujian bagi kemuliaan dan kebesaranMu sambil bernyanyi....
16.(P2). Lagu Kudus.
17.(P1). Doa Persatuan umat Allah. (Umat dipersilahkan berlutut). Ya Allah Tritunggal yang Mahakudus, Bapa, Putera dan Roh Kudus. Engkau adalah Allah kami satu-satunya yang bertahta di surga mulia dengan kemegahan dan keagungan yang melampaui segala sesuatu. Namun Engkau hadir bersama umatMu yang berkumpul dan berdoa kepadaMu pada hari ini. Bukalah mata dan hati kami untuk mengalami kehadiranMu dalam segala sesuatu yang terjadi di tengah keluarga, masyarakat dan dunia kami. Bimbinglah para pemimpin bangsa di seluruh dunia supaya senantiasa berjuang menegakkan perdamaian dan kerukunan umat manusia.
Kami doakan Bapa Suci kami.... Uskup kami ..... Ingatlah akan semua orang Kristen agar bersatu hati menerima hadirnya kerajaan Allah di dunia dan mengakui Yesus sebagai sumber kehidupan yang memberikan air hidup kami. Kami berdoa untuk keluarga Kristen di seluruh dunia, para orang tua, muda-mudi dan anak-anak. Tumbuhkanlah juga panggilan untuk menjadi imam, bruder, dan suster dalam keluarga kami. Berkatilah pekerjaan kami, kebun dan tanaman kami supaya berhasil. Demikianlah juga usaha dan pencaharian kami di laut, para buruh dan yang bekerja apa saja. Lindungilah kampung halaman kami, jauhkanlah penyakit dan marabahaya.
Ingatlah pula akan saudara-saudari kami yang jauh di tanah orang, mereka yang pergi merantau. Kami berdoa pula bagi saudara-saudari kami yang sakit dan menderita, mereka yang mengalami bencana. Semoga dengan air kehidupan yang Kauberikan senantiasa memberikan rasa lega. (Marilah kita berdiri). Kini kami menyatukan suara kami untuk berdoa bersama Yesus Kristus saudara kami yang sulung itu. Bapa Kami ....
18.(P5). Doa Rosario. Marilah kita memohon dan doa perlindungan Bunda Maria. Dialah ibu kita, Ratu Surga dan Dunia yang selalu dekat dengan kita. Kita menyerahkan semua orang, segala kepentingan kita kepadanya. (10 x Salam Maria....Kemuliaan....Ya Yesus....)
19.(P2). Lagu Maria. Marilah kita menyanyikan Lagu Maria
20.(P1). Sambut Kerinduan. (Umat dipersilahkan berlutut). Ya Allah Bapa di surga, Engkau mengenyangkan umatMu Israel di padang gurun dengan roti dari langit. Karena itu berilah dan alirkan air kehidupanMu untuk melepaskan dahaga kami. Yesus Kristus PuteraMu pada malam perjamuan terakhir memberikan roti yang adalah TubuhNya dan anggur yang adalah DarahNya supaya menjadi santapan bagi jiwa kami. Pada hari ini kami Kauundang untuk mengambil bagian dalam perayaan Ekaristi kudusMu. Di banyak gereja, imam hadir untuk merayakan Ekaristi sehingga umat beriman memperoleh santapan sabda dan Tubuh dan Darah Yesus.
Pandangilah saudara-saudari kami di seluruh dunia yang tidak berkesempatan merayakan Ekaristi. Kami percaya padaMu ya Yesus.
21.(P2). Lagu Komuni. Marilah kita menyanyikan sebuah lagu komuni.
22.(P3). Pengumuman. (Umat dipersilahkan duduk). Kita mendengarkan pengumuman.
23.(P1). Doa Penutup. (Umat dipersilahkan berdiri). Ya Allah yang menyelamatkan dan membebaskan, kami bersyukur dan berterima kasih kepadaMu karena pada hari ini kami umatMu sudah berkumpul untuk memuji dan memuliakan Dikau sebagai sumber mata air kehidupan yang senantiasa mengalir dalam diri kami. Tak pernah Engkau memperhitungkan kelupaan kami. Kami mengucap syukur untuk segala kebaikan yang sudah kami terima sepanjang hidup kami. Semoga teladanMu mendorong kami untuk mengalirkan kasih itu kepada sesama kami yang lain lewat sikap dan perbuatan nyata hidup kami sesuai dengan yang Kaukehendaki. Dengan demikian kami selalu memuji dan meluhurkan Dikau, ya Allah Tritunggal yang Mahakudus, yang hidup dan memerintah sepanjang segala abad. (U). Amin.
24.(P2). Lagu Penutup. Marilah kita menyanyikan lagu penutup.
25.(P1). Berkat. Semoga Allah Bapa Sang Pencipta dan berbelas kasih memberkati kita. Semoga Allah Putera sang Gembala agung membimbing kita dan semoga Allah Roh Kudus yang hadir bersama Yesus Kristus dalam menjalankan tugas kegembalaan yang diberikan Bapa selalu menerangi jalan hidup kita. Dalam Nama Bapa ..... (U). Amin.
26.(Para petugas kembali, berlutut di depan altar dan balik menuju pintu gereja lalu balik menghadap altar). (P). Terpujilah Yesus Kristus. (U). Sampai selama-lamanya. Amin.





Ibadat Sabda: Minggu II PrapaskaSuku Neonbenny Timor

Write a comment

You must be logged in to write a comment. If you're not a registered member, please sign up.