My Opera is closing 3rd of March

AKU INGIN MENGENAL TASAWUF ISLAM

KAJIAN SUFI / ILMU / MUHASABAH / MATLA'AH / CINTA

RISALAH QUSYAIRIYAH ...

, , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , ,

Dalam Risalatul Qusyairiiyah dinyatakan bahwa : Sebagian orang mengatakan
bahwa Fana adalah menghilangkan sifat-sifat yang tercela, dan Baqa artinya
mendirikan sifat-sifat yang terpuji; manakala tidak terlepas dari kedua persoalan ini,
sudah barang tentu jika tidak ada salah satu diantara keduanya, maka tidak akan
terdapat pada bagian lain, dan barangsiapa yang menghilangkan sifat tercela, maka
timbullah sifat yang terpuji, jika sifat tercela menguasai diri, maka tertutuplah sifat
yang terpuji bagi seseorang.
Hendaklah diketahui bahwa yang mewarnai seseorang adalah perbuatan,
akhlak dan tingkah laku, perbuatan dibuktikan dengan ikhtiar, akhlak dengan
dorongan, namun bisa berubah sepanjang adat tingkah laku seseorang akan kembali
kepadanya atas dasar yang dimiliki sejak semula, seperti halnya akhlak dalam segi
yang lain; karena seseorang manakala akhlaknya turun dalam hatinya dan timbul
kesungguhannya, maka Alloh akan memberikan kebaikan ahlaknya, begitu pula jika
seseorang bersungguh-sungguh membersihkan amalnya dengan susah payah, maka
Alloh akan membersihkan tingkah lakunya. Barangsiapa yang meninggalkan
perbuatan yang tercela dengan menuruti syari'at, maka berarti dia menghilangkan
(fana') syahwatnya, dan apabila telah hilang syahwatnya, maka tetap (baqa)-lah
keteguhan dan keikhlasannya dalam ubudiyah. Barangsiapa yang berzuhud tentang
dunia dalam hatinya, maka dikatakan dia telah fana (menghilangkan) kesenangannya,
dan apabila telah fana (menghilangkan) dari kesenangannya maka baqa (tetap)lah
kesungguhan taubatnya.Barangsiapa yang menumbuhkan akhlak mulia,
kemudian dia menghilangkan hasud, dendam, bakhil, pelit, marah, sombong d
an lain-lain dari kekotor jiwa, dia dapat dikatakan fana'awal (sirnakan diri) budi pekerti yang buruk,
dan apabila dia telah menghilangkan (fana') budi pekerti yang buruk, maka tetap (baqo')lah dalam kebaikan
dan kebenarannya al-haq. Barangsiapa yang menyaksikan jalannya kekuasaan dalam penerapan hukum,
maka dia dikatakan fana' (menghilangkan) dari segala tuntutan, apabila fana'
(menghilangkan) dari segala kebingungan dan keraguan maka baqo' (tetaplah) sifat kebenaranNYA.
Barangsiapa yang dikuasai kebenaran, hingga tidak ada perubahan dalam
Pendirian baik itu sendiri ataupun tulisan dan lain-lainnya, maka dia dikatakan fana'
(lenyap) dari tuntutan manusia dan baqo' (tetaplah) kebenaranNYA.
Seseorang yang fana' (menghilangkan) pekerjaan yang tercela dan tingkah
laku yang kasar, bisa jadi memfana'kan diri sendiri, makhluk dan perasaannya, dapat
pula dikatakan Fana', apabila fana' dari segala perbuatan, akhlak dan tingkah laku, maka
tidak boleh terjadi fana' terhadap apa yang ada, dan apabila fana' dari diri sendiri dan
makhluk sedangkan diri dan mahluk itu ada, maka dia tidak tahu tentang mereka dan
dirinya sendiri serta tidak ada perasaan dan ingatan, maka kebenaran diri dan mereka
itu tetap ada, dia lupa pada dirinya sendiri dan orang lain, dengan tidak terasa oleh
dirinya dan orang lain.

PEMBAGIAN MACAM-MACAM ILMU TASAWUF ANTARA CINTA & NAFSU

Write a comment

New comments have been disabled for this post.

February 2014
M T W T F S S
January 2014March 2014
1 2
3 4 5 6 7 8 9
10 11 12 13 14 15 16
17 18 19 20 21 22 23
24 25 26 27 28