Rosululloh Muhammad SAW adalah Sisi Manusia yang Penuh Akhlaq dan Mulia yang Patut Untuk Menjadi Contoh Ummat Seluruh Alam I
Thursday, June 7, 2012 9:03:18 AM
KANJENG nabi Muhammad saw. menunjukkan perilaku unik dan mengagumkan dalam segala sisi hidupnya yang beragam untuk mengukir dalam sejarah kehidupan ummat manusia . Dalam setiap jenak hidup, Muhammad saw. menjadi teladan mulya dan figur yang mengesankan untuk seluruh mahluk. Nabi Muhammad saw. bukan hanya sebagai politikus (tata negara). Bukan sekedar panglima perang belaka. Bukan reformis sosial masyarakat saja. Bukan juga sekedar tokoh yang sisi manusiawinya menakjubkan. Ternyata semua sisi itu menyatu dalam pribadi Nabi Muhammad saw. yang sempurna. Tidak ada satu orang pun yang bisa menyamai ketinggian akhlaknya. Tidak ada yang bisa menyamai kemulyaan kepribadiannya… Tidak pandang Bulu baik itu dari keluarganya Beliau / orang lain beliau memperlakukan sama .. dengan cinta kasih & penghormatan yang sempurna
Kepribadian Nabi Muhammad saw. adalah insan yang memiliki sisi empati dan peduli sangat tinggi. Sisi empati dan peduli ini meliputi siapa saja yang ada di sekitanya,, orang dekatnya, sahabatnya, keluarganya, putra-putranya, bahkan terhadap para musuh. Tidak hanya sampai di situ, Nabi Muhammad saw. berlaku sangat manusiawi terhadap hewan sekali pun.
Pertama, Sisi Manusiawi Nabi Muhammad Terhadap Sahabat-Sahabatnya
Nabi Muhammad saw. sangat mencintai sahabat-sahabatnya… Nabi Muhammad saw. Selalu menunjukkan kasih sayang kepada mereka tanpa memandang rendah & merasa paling mulia di antara hamba-hambanya Nabi Muhammad saw. memanggil mereka dengan panggilan yang sangat mereka sukai oleh masing-masing sahabat ,Nabi Muhammad saw selalu sigap memberi pelayanan kepada mereka. Bahkan Nabi Muhammad saw berusaha menjadikan sahabatnya selalu bisa beristirahat … Sosok pemimpin yang mengedepankan kedamaian mengalahkan musuh-musuhnya bukan dengan perang Namun selalu dengan Cinta & kepercayaan kepada ALLOH … berperang Bukan Untuk AGAMA namun Untuk Tegaknya KeADILAN untuk setiap pemeluk Agama namun perjuangan Beliau selalu mendapatkan Fitnah Dari pihak-pihak yang tidak bersepaham Dengan beliau …
Nabi Muhammad Saw selalu mendahulukan sahabat-sahabat beliau .
Diriwayatkan dari Anas bin Malik berkata, “Rasulullah saw memberi minum kepada para sahabatnya Para sahabat bertanya, “Wahai Rasulullah saw hendaknya Engkau meminum terlebih dahulu? Rasulullah saw Menjawab: “Pemberi minum suatu kaum, Beliau sendiri paling akhir meminum”
Nabi Muhammad saw. sangat tidak suka ada sahabatnya yang memposisikan dirinya sebagaimana penguasa seperti kekaisaran Romawi dan raja Persia sosok pemimpin yang haus akan kehormatan & kedudukan serta tamak akan duniawi, Para pengikut kedua penguasa itu memuja dan mengagungkan keduanya sangat berlebihan sedang beliau sangat sederhana … dan selalu menyamaratakan dengan kedudukan bersaudara.
di riwayatkan dari sahabat Suatu ketika ada seseorang masuk menemui Nabi Muhammad saw, tiba-tiba ia merasa merinding dihadapan keagungan Nabi Muhammad saw. Maka nabi Muhammad saw berkata kepadanya: “Tenangkan dirimu, saya bukanlah seperti raja wahai saudaraku Saya adalah putra dari seorang perempuan Quraisy yang juga memakan Qadid serta tidak mempunyai kelebihan apa-apa ” Itulah salah satu keAgungan akhlaq beliau … Cermin Yang bersih dari Noda Namun banyak sekali yang telah berusaha menodai kesucian cermin beliau .
Rosulululloh selalu Rindu akan Sahabat-sahabatnya
Beliu selalu bertanya kabar sahabatnya dan memeriksa kondisi mereka Nabi Muhammad saw selalu mengundang mereka Jika ada sahabat yang tidak kelihatan Hadir, Nabi Muhammad saw selalu membesuk sahabat - sahabat yang sakit , serta Mengantar dan mensholatkan Sahabat - sahabat yang meninggal … menghormati Jasa-jasa sahabat Yang berjuang Di jalan Alloh Swt.
riwayat yang di tulis Ibnu Umar Ra.
ابن عمر - رضي الله عنهما - كان رسول الله صلى الله عليه وسلم إذا صلى الغداة أقبل عليهم بوجهه فقال: هل فيكم مريضا فأعوده ؟ فإن قالوا: لا؛ قال: هل فيكم جنازة أتبعها ؟ فإن قالوا: لا؛ قال: من رأى منكم رؤيا فليقصها علينا ؟!).
Dari Ibnu Umar ra, berkata: “Rasulullah saw. Jika shalat subuh, beliau menghadapkan tubuh dan kepalanya ke jama’ah.. Rasulullah saw bertanya?? “Wahai saudaraku Adakah di antara sahabat yang sakit, sehingga saya akan menjenguknya? Jika sahabat menjawab, “Tidak ada” Maka Rasulullah saw. bertanya lagi, adakah di antara kalian yang meninggal sehingga saya akan mengantarnya? Jika mereka menjawab ” tidak ada” Rasulullah saw. bertanya, “Siapa di antara kalian yang mempunyai keinginan, maka ceritakanlah kepadaku ?!” Semoga aku bisa memohonkan Keinginan Sahabat-sahabatku kepada Alloh Swt.
Cinta Rosululloh saw ?? kepada sahabat-sahabatnya sungguh sangat besar … Kasih sayang Nabi Muhammad saw sungguh sangat luas diberikan kepada mereka … Sampai-sampai Nabi Muhammad saw mencurahkan segala pikiran,tenaga dan kepeduliannya untuk mereka serta Untuk tegaknya Islam ,
Nabi Muhammad saw bersedih hati, mengalir air matanya dan tersayat hatinya jika mendengar ada sahabatnya yang menderita / kekurangan …
ففي رواية ابن عمر - رضي الله عنهما - (قال اشتكى سعد بن عبادة شكوى له فأتاه النبي صلى الله عليه وسلم يعوده مع عبد الرحمن بن عوف، وسعد بن أبي وقاص وعبد الله بن مسعود؛ فلما دخل عليه فوجده في غاشية أهله قال: قد قُضي - أي مات - ؟ قالوا: لا يا رسول الله؛ فبكى النبي صلى الله عليه وسلم فلما رأى القوم بكاء النبي بكوا، فقال: ألا تسمعون؟ إن الله لا يعذب بدمع العين، ولا بحزن القلب؛ ولكن يعذب بهذا وأشار بيده إلى لسانه).
Diriwayatkan oleh Ibnu Umar ra bercerita ?? “Suatu hari Sa’ad bin Ubadah mengadu kepada Rasulullah saw kalo ada sahabat yang berduka, maka Rasulullah saw langsung membesuk kerumahnya bersama Abdur Rahman bin ‘Auf, Sa’ad bin Abi Waqqash dan Abdullah bin Mas’ud, Ketika Rasulullah saw,,masuk ke dalam rumahnya, Rasulullah saw,melihat Sa’ad bin Ubadah dalam kondisi sangat sedih. Rasulullah saw. bertanya, Apakah sudah dipanggil Allah? Sahabat menjawab, “Tidak, wahai Rasulullah saw, Maka Rasulullah saw. menangis …Ketika para sahabat melihat Rasulullah saw.. menangis, mereka menangis juga. Maka Rasulullah saw,, bersabda, “Bukankah kalian mendengar ??? Bahwa Allah tidak mengadzab air mata yang mengalir, hati yang sedih Akan tetapi Allah mengadzab ini, sambil beliau mengisyarakatnya pada lisannya”
BERSAMBUNG .....
Kepribadian Nabi Muhammad saw. adalah insan yang memiliki sisi empati dan peduli sangat tinggi. Sisi empati dan peduli ini meliputi siapa saja yang ada di sekitanya,, orang dekatnya, sahabatnya, keluarganya, putra-putranya, bahkan terhadap para musuh. Tidak hanya sampai di situ, Nabi Muhammad saw. berlaku sangat manusiawi terhadap hewan sekali pun.
Pertama, Sisi Manusiawi Nabi Muhammad Terhadap Sahabat-Sahabatnya
Nabi Muhammad saw. sangat mencintai sahabat-sahabatnya… Nabi Muhammad saw. Selalu menunjukkan kasih sayang kepada mereka tanpa memandang rendah & merasa paling mulia di antara hamba-hambanya Nabi Muhammad saw. memanggil mereka dengan panggilan yang sangat mereka sukai oleh masing-masing sahabat ,Nabi Muhammad saw selalu sigap memberi pelayanan kepada mereka. Bahkan Nabi Muhammad saw berusaha menjadikan sahabatnya selalu bisa beristirahat … Sosok pemimpin yang mengedepankan kedamaian mengalahkan musuh-musuhnya bukan dengan perang Namun selalu dengan Cinta & kepercayaan kepada ALLOH … berperang Bukan Untuk AGAMA namun Untuk Tegaknya KeADILAN untuk setiap pemeluk Agama namun perjuangan Beliau selalu mendapatkan Fitnah Dari pihak-pihak yang tidak bersepaham Dengan beliau …
Nabi Muhammad Saw selalu mendahulukan sahabat-sahabat beliau .
Diriwayatkan dari Anas bin Malik berkata, “Rasulullah saw memberi minum kepada para sahabatnya Para sahabat bertanya, “Wahai Rasulullah saw hendaknya Engkau meminum terlebih dahulu? Rasulullah saw Menjawab: “Pemberi minum suatu kaum, Beliau sendiri paling akhir meminum”
Nabi Muhammad saw. sangat tidak suka ada sahabatnya yang memposisikan dirinya sebagaimana penguasa seperti kekaisaran Romawi dan raja Persia sosok pemimpin yang haus akan kehormatan & kedudukan serta tamak akan duniawi, Para pengikut kedua penguasa itu memuja dan mengagungkan keduanya sangat berlebihan sedang beliau sangat sederhana … dan selalu menyamaratakan dengan kedudukan bersaudara.
di riwayatkan dari sahabat Suatu ketika ada seseorang masuk menemui Nabi Muhammad saw, tiba-tiba ia merasa merinding dihadapan keagungan Nabi Muhammad saw. Maka nabi Muhammad saw berkata kepadanya: “Tenangkan dirimu, saya bukanlah seperti raja wahai saudaraku Saya adalah putra dari seorang perempuan Quraisy yang juga memakan Qadid serta tidak mempunyai kelebihan apa-apa ” Itulah salah satu keAgungan akhlaq beliau … Cermin Yang bersih dari Noda Namun banyak sekali yang telah berusaha menodai kesucian cermin beliau .
Rosulululloh selalu Rindu akan Sahabat-sahabatnya
Beliu selalu bertanya kabar sahabatnya dan memeriksa kondisi mereka Nabi Muhammad saw selalu mengundang mereka Jika ada sahabat yang tidak kelihatan Hadir, Nabi Muhammad saw selalu membesuk sahabat - sahabat yang sakit , serta Mengantar dan mensholatkan Sahabat - sahabat yang meninggal … menghormati Jasa-jasa sahabat Yang berjuang Di jalan Alloh Swt.
riwayat yang di tulis Ibnu Umar Ra.
ابن عمر - رضي الله عنهما - كان رسول الله صلى الله عليه وسلم إذا صلى الغداة أقبل عليهم بوجهه فقال: هل فيكم مريضا فأعوده ؟ فإن قالوا: لا؛ قال: هل فيكم جنازة أتبعها ؟ فإن قالوا: لا؛ قال: من رأى منكم رؤيا فليقصها علينا ؟!).
Dari Ibnu Umar ra, berkata: “Rasulullah saw. Jika shalat subuh, beliau menghadapkan tubuh dan kepalanya ke jama’ah.. Rasulullah saw bertanya?? “Wahai saudaraku Adakah di antara sahabat yang sakit, sehingga saya akan menjenguknya? Jika sahabat menjawab, “Tidak ada” Maka Rasulullah saw. bertanya lagi, adakah di antara kalian yang meninggal sehingga saya akan mengantarnya? Jika mereka menjawab ” tidak ada” Rasulullah saw. bertanya, “Siapa di antara kalian yang mempunyai keinginan, maka ceritakanlah kepadaku ?!” Semoga aku bisa memohonkan Keinginan Sahabat-sahabatku kepada Alloh Swt.
Cinta Rosululloh saw ?? kepada sahabat-sahabatnya sungguh sangat besar … Kasih sayang Nabi Muhammad saw sungguh sangat luas diberikan kepada mereka … Sampai-sampai Nabi Muhammad saw mencurahkan segala pikiran,tenaga dan kepeduliannya untuk mereka serta Untuk tegaknya Islam ,
Nabi Muhammad saw bersedih hati, mengalir air matanya dan tersayat hatinya jika mendengar ada sahabatnya yang menderita / kekurangan …
ففي رواية ابن عمر - رضي الله عنهما - (قال اشتكى سعد بن عبادة شكوى له فأتاه النبي صلى الله عليه وسلم يعوده مع عبد الرحمن بن عوف، وسعد بن أبي وقاص وعبد الله بن مسعود؛ فلما دخل عليه فوجده في غاشية أهله قال: قد قُضي - أي مات - ؟ قالوا: لا يا رسول الله؛ فبكى النبي صلى الله عليه وسلم فلما رأى القوم بكاء النبي بكوا، فقال: ألا تسمعون؟ إن الله لا يعذب بدمع العين، ولا بحزن القلب؛ ولكن يعذب بهذا وأشار بيده إلى لسانه).
Diriwayatkan oleh Ibnu Umar ra bercerita ?? “Suatu hari Sa’ad bin Ubadah mengadu kepada Rasulullah saw kalo ada sahabat yang berduka, maka Rasulullah saw langsung membesuk kerumahnya bersama Abdur Rahman bin ‘Auf, Sa’ad bin Abi Waqqash dan Abdullah bin Mas’ud, Ketika Rasulullah saw,,masuk ke dalam rumahnya, Rasulullah saw,melihat Sa’ad bin Ubadah dalam kondisi sangat sedih. Rasulullah saw. bertanya, Apakah sudah dipanggil Allah? Sahabat menjawab, “Tidak, wahai Rasulullah saw, Maka Rasulullah saw. menangis …Ketika para sahabat melihat Rasulullah saw.. menangis, mereka menangis juga. Maka Rasulullah saw,, bersabda, “Bukankah kalian mendengar ??? Bahwa Allah tidak mengadzab air mata yang mengalir, hati yang sedih Akan tetapi Allah mengadzab ini, sambil beliau mengisyarakatnya pada lisannya”
BERSAMBUNG .....










