TAFAKKUR ADALAH PENERANG HATI UNTUK SAMPAI PADA HAKIKAT ILAAHIYAH
Monday, June 18, 2012 5:30:10 PM
الفكرة سراج القلب فإذا ذهبت فلا إضاءة له
"Pikiran merupakan lampu hati, ketika hilang pikiran tersebut, maka tidak ada penerangan baginya"
Memikirkan (tafakkur) pada sesuatu yang bisa menerangi hati dan aqal merupakan tugas yang harus di kerjakan oleh seorang hamba karena itu adalah PANGGILAN-NYA pada ABDU yang Roja' mendekatkan diri kepada Alloh. Dan ketika hilang memikirkan hal tersebut, maka aqalnya tidak ada penerangan sama sekali. Dalam hikmah ini yang dimaksud dengan kata Al-Qolbu : Al-‘Aqlu
Yang menjadi kesemangatan pada diri seorang hamba untuk berangan-angan (wahmun) dan bertafakur terhadap sesuatu apapun bukanlah aqal, tetapi kesungguhan nya. Dan yang membangkitkannya yaitu penemuan terhadap sesuatu yang dia lihat.
Ada dua cara untuk memahami hubungan antara fikiran dan aqal.
1. Jadikanlah aqal tersebut sebuah lampu untuk berfikir. Karena berfikir tentang alam semesta membutuhkan sebuah lampu untuk bias menerangkan hatinya yaitu aqal.
2. Jadikanlah fikiran tersebut sebuah lampu untuk aqal. Jika diibaratkan aqal sebuah pedang atau alat dan bayangan yang menunjukannnya terhadap gerakan ialah fikiran.
Sesungguhnya aqal merupakan alat yang telah diberikan oleh Alloh subhanahu wata'ala untuk selalu tunduk kepada menusia. Dengan tujuan, supaya dia menggunakannya untuk bisa mencapai pada tingkatan yang lebih tinggi yatiu ma'rifat / mengerti dalam pemahamanNya yang berpuncak pada maqom bila maqoom....
الفكرة سير القلب و ميادين الاغيار
"Berfikir merupakan perjalanan hati dan lapangan selain Alloh (makhluq Alloh)"
Firman Allah dalam surat Al-Imron : 191
وَيَتَفَكَّرُونَ فِي خَلْقِ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ (ال عمران :3/ 191)
Artinya : "Dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi". (Q.S. Al-Imron : 191)
syaikh Hasan bishri.
تفكر ساعة خير من قيام ليلة
Artinya : "Bertafakur satu jam lebih baik daripada mendirikan sholat pada waktu malam"
salah satunya yaitu tentang langit, bumi dan juga bergantinya malam dan siang seperti firman Allah dalam surat Al-Imron ayat 190.
إِنَّ فِي خَلْقِ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ وَاخْتِلَافِ اللَّيْلِ وَالنَّهَارِ لَآَيَاتٍ لِأُولِي الْأَلْبَابِ (ال عمران : 3 /190)
Artinya : "Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, dan silih bergantinya malam dan siang terdapat tanda-tanda bagi orang-orang yang berakal".(Q.S. Al-Imron : 190)
Firman Allah dalam surat At-Thoriq.
فَلْيَنْظُرِ الْإِنْسَانُ مِمَّ خُلِقَ (5) خُلِقَ مِنْ مَاءٍ دَافِقٍ (6) يَخْرُجُ مِنْ بَيْنِ الصُّلْبِ وَالتَّرَائِبِ (7) (الطارق :86/ 5-7)
Artinya : "Maka hendaklah manusia memperhatikan dari apakah dia diciptakan? Dia diciptakan dari air yang dipancarkan, yang keluar dari antara tulang sulbi laki-laki dan tulang dada perempuan". (Q.S. At-Thoriq : 5-7).
Ayat ini menerangkan tentang Alloh menciptakan manusia melalui proses yang tidak akan bisa dilakukan oleh makhluq lain. Hal ini menunjukan adanya kekuasaan Alloh dan wujudNya
هُوَ الَّذِي أَنْزَلَ مِنَ السَّمَاءِ مَاءً لَكُمْ مِنْهُ شَرَابٌ وَمِنْهُ شَجَرٌ فِيهِ تُسِيمُونَ (10) يُنْبِتُ لَكُمْ بِهِ الزَّرْعَ وَالزَّيْتُونَ وَالنَّخِيلَ وَالْأَعْنَابَ وَمِنْ كُلِّ الثَّمَرَاتِ إِنَّ فِي ذَلِكَ لَآَيَةً لِقَوْمٍ يَتَفَكَّرُونَ (11) (النحل :16/ 10-11)
Artinya : "Dia-lah, Yang telah menurunkan air hujan dari langit untuk kamu, sebahagiannya menjadi minuman dan sebahagiannya (menyuburkan) tumbuh-tumbuhan, yang pada (tempat tumbuhnya) kamu menggembalakan ternakmu. Dia menumbuhkan bagi kamu dengan air hujan itu tanam-tanaman; zaitun, korma, anggur dan segala macam buah-buahan. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar ada tanda (kekuasaan Allah) bagi kaum yang memikirkan". (Q.S. An-Nahl : 10-11
Segala sesuatu yang ada dialam semesta ini semuanya tercantum didalam Al-Qur'an tanpa terkecuali baik itu yang paling kecil, tidak kelihatan, atau yang paling tinggi dan besar. Karena yang menciptakan semua itu adalah Alloh subhanahu wata'ala, sedangkan Al-Qur'an merupakan firman Alloh secara langsung dengan melalui malaikat jibril.
Maka dari itu. Alloh menyuruh kepada hambaNya untuk memperbanyak mengkaji Al-Qur'an dengan disiplin ilmunya jangan asal mentafsiri semata karena ayat-ayat al-qur'an itu tergantung bagai mana anda memahaminya , supaya bisa menambah iman pada dirinya karena dalam Al-qur'an sendiri banyak sekali menerangkan tentang ayat-ayat yang mrnunjukan wujud Alloh subhanahu wata'ala
"Pikiran merupakan lampu hati, ketika hilang pikiran tersebut, maka tidak ada penerangan baginya"
Memikirkan (tafakkur) pada sesuatu yang bisa menerangi hati dan aqal merupakan tugas yang harus di kerjakan oleh seorang hamba karena itu adalah PANGGILAN-NYA pada ABDU yang Roja' mendekatkan diri kepada Alloh. Dan ketika hilang memikirkan hal tersebut, maka aqalnya tidak ada penerangan sama sekali. Dalam hikmah ini yang dimaksud dengan kata Al-Qolbu : Al-‘Aqlu
Yang menjadi kesemangatan pada diri seorang hamba untuk berangan-angan (wahmun) dan bertafakur terhadap sesuatu apapun bukanlah aqal, tetapi kesungguhan nya. Dan yang membangkitkannya yaitu penemuan terhadap sesuatu yang dia lihat.
Ada dua cara untuk memahami hubungan antara fikiran dan aqal.
1. Jadikanlah aqal tersebut sebuah lampu untuk berfikir. Karena berfikir tentang alam semesta membutuhkan sebuah lampu untuk bias menerangkan hatinya yaitu aqal.
2. Jadikanlah fikiran tersebut sebuah lampu untuk aqal. Jika diibaratkan aqal sebuah pedang atau alat dan bayangan yang menunjukannnya terhadap gerakan ialah fikiran.
Sesungguhnya aqal merupakan alat yang telah diberikan oleh Alloh subhanahu wata'ala untuk selalu tunduk kepada menusia. Dengan tujuan, supaya dia menggunakannya untuk bisa mencapai pada tingkatan yang lebih tinggi yatiu ma'rifat / mengerti dalam pemahamanNya yang berpuncak pada maqom bila maqoom....
الفكرة سير القلب و ميادين الاغيار
"Berfikir merupakan perjalanan hati dan lapangan selain Alloh (makhluq Alloh)"
Firman Allah dalam surat Al-Imron : 191
وَيَتَفَكَّرُونَ فِي خَلْقِ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ (ال عمران :3/ 191)
Artinya : "Dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi". (Q.S. Al-Imron : 191)
syaikh Hasan bishri.
تفكر ساعة خير من قيام ليلة
Artinya : "Bertafakur satu jam lebih baik daripada mendirikan sholat pada waktu malam"
salah satunya yaitu tentang langit, bumi dan juga bergantinya malam dan siang seperti firman Allah dalam surat Al-Imron ayat 190.
إِنَّ فِي خَلْقِ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ وَاخْتِلَافِ اللَّيْلِ وَالنَّهَارِ لَآَيَاتٍ لِأُولِي الْأَلْبَابِ (ال عمران : 3 /190)
Artinya : "Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, dan silih bergantinya malam dan siang terdapat tanda-tanda bagi orang-orang yang berakal".(Q.S. Al-Imron : 190)
Firman Allah dalam surat At-Thoriq.
فَلْيَنْظُرِ الْإِنْسَانُ مِمَّ خُلِقَ (5) خُلِقَ مِنْ مَاءٍ دَافِقٍ (6) يَخْرُجُ مِنْ بَيْنِ الصُّلْبِ وَالتَّرَائِبِ (7) (الطارق :86/ 5-7)
Artinya : "Maka hendaklah manusia memperhatikan dari apakah dia diciptakan? Dia diciptakan dari air yang dipancarkan, yang keluar dari antara tulang sulbi laki-laki dan tulang dada perempuan". (Q.S. At-Thoriq : 5-7).
Ayat ini menerangkan tentang Alloh menciptakan manusia melalui proses yang tidak akan bisa dilakukan oleh makhluq lain. Hal ini menunjukan adanya kekuasaan Alloh dan wujudNya
هُوَ الَّذِي أَنْزَلَ مِنَ السَّمَاءِ مَاءً لَكُمْ مِنْهُ شَرَابٌ وَمِنْهُ شَجَرٌ فِيهِ تُسِيمُونَ (10) يُنْبِتُ لَكُمْ بِهِ الزَّرْعَ وَالزَّيْتُونَ وَالنَّخِيلَ وَالْأَعْنَابَ وَمِنْ كُلِّ الثَّمَرَاتِ إِنَّ فِي ذَلِكَ لَآَيَةً لِقَوْمٍ يَتَفَكَّرُونَ (11) (النحل :16/ 10-11)
Artinya : "Dia-lah, Yang telah menurunkan air hujan dari langit untuk kamu, sebahagiannya menjadi minuman dan sebahagiannya (menyuburkan) tumbuh-tumbuhan, yang pada (tempat tumbuhnya) kamu menggembalakan ternakmu. Dia menumbuhkan bagi kamu dengan air hujan itu tanam-tanaman; zaitun, korma, anggur dan segala macam buah-buahan. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar ada tanda (kekuasaan Allah) bagi kaum yang memikirkan". (Q.S. An-Nahl : 10-11
Segala sesuatu yang ada dialam semesta ini semuanya tercantum didalam Al-Qur'an tanpa terkecuali baik itu yang paling kecil, tidak kelihatan, atau yang paling tinggi dan besar. Karena yang menciptakan semua itu adalah Alloh subhanahu wata'ala, sedangkan Al-Qur'an merupakan firman Alloh secara langsung dengan melalui malaikat jibril.
Maka dari itu. Alloh menyuruh kepada hambaNya untuk memperbanyak mengkaji Al-Qur'an dengan disiplin ilmunya jangan asal mentafsiri semata karena ayat-ayat al-qur'an itu tergantung bagai mana anda memahaminya , supaya bisa menambah iman pada dirinya karena dalam Al-qur'an sendiri banyak sekali menerangkan tentang ayat-ayat yang mrnunjukan wujud Alloh subhanahu wata'ala










