PUISI MUKHASABAH DIRI (AL-KAUNU KULLUHU DZULMATUN WAKULLUHUM SYIRKUN KHOFIYYUN)
Sunday, July 1, 2012 7:31:57 AM
Tiada satu nafas pun yang engkau hembuskan melainkan
bagiNya (muthlaq khaiyun) dan tak ada satu qodarpun (yakni ketentuan Alloh) yang sudah dan yang belom serta yang lebih di awal dan akhirNya
dahulu penetapanNa (yakni sejak azali) dan semua pasti akan berlaku ke atas dirimu dan itu Takkan Mungkin dapat di hindari karena KUASA & KEHENDAKNYA meliputi ,bersamaan,serta DEKAT sedekat''Nya ................
Permintaanmu daripadaNya adalah satu tuduhan (tadbir) bagiNya dan itu amat tidak beradab dalam wilayah Nuroniyahnya karena basyariyah takkan mungkin bertemu dengan Nur Ilahiyah.
Dan permintaanmu bagiNya (permintaanmu kepadaNya untuk
dirimu dan keluargamu) adalah satu keghaiban bagimu (yakni karena engkau telah merasa ghaib) daripadaNya .... yang menjadi awal panggilanNya
Dan permintaanmu bagi [sesuatu] yang selainNya adalah
karea sedikitnya rasa malumu kepadaNya (meragukan janji qodarNya) .
Dan permintaanmu daripada yang selainNya (keadaan dunia & akhirat) adalah karena wujudnya kejauhanmu (lalaimu) daripadaNya ....
Janganlah meminta daripadaNya untuk mengeluarkanmu daripada sesuatu keadaan (susah / sempit) agar Dia menggunakanmu pada [satu keadaan] yang lain yang menurutmu lebih baik .... Jika Dia menghendakimu, alloh berhaq menggunakan & menempatkan dimanapun tanpa mengeluarkanmu dari keadaan keadaan itu.
Al-kaun / syai'un (segala ciptaan AllÁh yakni alam semesta) seluruhnya adalah kegelapan, dan sesungguhnya alloh semata yang telah menerangiNya dengan CAHAYANYA ... dan NURAHMAD hanyalah pendzohiran AL-HAQ (Yang Maha Benar) di dalamnya SEBAGAI jalan awal menuju kebenaranNya ...
Maka siapapun yang melihat al-kaun / al-syai'un dan tidak pula dia dapat menyaksikan al-haq di awal di akhir,di dalamnya, atau bersamanya,maka dia sangatlah terjebak pada angan'' (wahmun) dan selamanya dia (mahluk) memerlukan kepada perwujudan'' cahaya-cahaya yang selain AL-NUR AL-MISYKAT, dan keadaan dirinya telah MENJADI hijab pada diriNya serta keluar Cahaya matahari-matahari al-ma‘arif Bi al-nuuril wilayah al-mukhammadiyah (pengenalan-pengenalan rohani) dengan jalan awan-awan al-Áthor (kesan-kesan yakni kewujudan yang selain daripada Alloh) .....
Bagaimanakah mungkin akan berBERSINAR sebuah qolbu yang di dalam cerminNya tercetak rupa-rupa bentuk segala makhluk AL-KAUN ????
Atau bagaimanakah dapat ia berlayar menuju kepada AL-ILAH
sedangkan ia masih tertambat dengan segala syahwatnya pada DUNIA .....????
Bagaimanakah MAHLUK boleh melonggarkan jalannya & dapat memasuki/hadir di sisi Alloh sedangkan ia masih belum dibersihkan daripada janabah (hadas besar / kelalaian / kebutaan yang sesungguhnya) ...............
Bagaimanakah ia boleh mengharap untuk memahami keterperincian rahasia-rahasia AL-ILAH sedangkan ia masih belum bertaubat daripada segala kekeliruannya .... ??
Yang menjadi dalil bagimu di atas kewujudan keperkasaanNya, Maha Suci Dia, iyalah Dia telah menghijabmu daripadaNya dengan sesuatu yang tidak wujud bersamaNya ............
@@[0:[0:1: Pepiling PADA diri yang Takkan selamanya ADA di sudut renungan UBUDIYAH ]]
bagiNya (muthlaq khaiyun) dan tak ada satu qodarpun (yakni ketentuan Alloh) yang sudah dan yang belom serta yang lebih di awal dan akhirNya
dahulu penetapanNa (yakni sejak azali) dan semua pasti akan berlaku ke atas dirimu dan itu Takkan Mungkin dapat di hindari karena KUASA & KEHENDAKNYA meliputi ,bersamaan,serta DEKAT sedekat''Nya ................
Permintaanmu daripadaNya adalah satu tuduhan (tadbir) bagiNya dan itu amat tidak beradab dalam wilayah Nuroniyahnya karena basyariyah takkan mungkin bertemu dengan Nur Ilahiyah.
Dan permintaanmu bagiNya (permintaanmu kepadaNya untuk
dirimu dan keluargamu) adalah satu keghaiban bagimu (yakni karena engkau telah merasa ghaib) daripadaNya .... yang menjadi awal panggilanNya
Dan permintaanmu bagi [sesuatu] yang selainNya adalah
karea sedikitnya rasa malumu kepadaNya (meragukan janji qodarNya) .
Dan permintaanmu daripada yang selainNya (keadaan dunia & akhirat) adalah karena wujudnya kejauhanmu (lalaimu) daripadaNya ....
Janganlah meminta daripadaNya untuk mengeluarkanmu daripada sesuatu keadaan (susah / sempit) agar Dia menggunakanmu pada [satu keadaan] yang lain yang menurutmu lebih baik .... Jika Dia menghendakimu, alloh berhaq menggunakan & menempatkan dimanapun tanpa mengeluarkanmu dari keadaan keadaan itu.
Al-kaun / syai'un (segala ciptaan AllÁh yakni alam semesta) seluruhnya adalah kegelapan, dan sesungguhnya alloh semata yang telah menerangiNya dengan CAHAYANYA ... dan NURAHMAD hanyalah pendzohiran AL-HAQ (Yang Maha Benar) di dalamnya SEBAGAI jalan awal menuju kebenaranNya ...
Maka siapapun yang melihat al-kaun / al-syai'un dan tidak pula dia dapat menyaksikan al-haq di awal di akhir,di dalamnya, atau bersamanya,maka dia sangatlah terjebak pada angan'' (wahmun) dan selamanya dia (mahluk) memerlukan kepada perwujudan'' cahaya-cahaya yang selain AL-NUR AL-MISYKAT, dan keadaan dirinya telah MENJADI hijab pada diriNya serta keluar Cahaya matahari-matahari al-ma‘arif Bi al-nuuril wilayah al-mukhammadiyah (pengenalan-pengenalan rohani) dengan jalan awan-awan al-Áthor (kesan-kesan yakni kewujudan yang selain daripada Alloh) .....
Bagaimanakah mungkin akan berBERSINAR sebuah qolbu yang di dalam cerminNya tercetak rupa-rupa bentuk segala makhluk AL-KAUN ????
Atau bagaimanakah dapat ia berlayar menuju kepada AL-ILAH
sedangkan ia masih tertambat dengan segala syahwatnya pada DUNIA .....????
Bagaimanakah MAHLUK boleh melonggarkan jalannya & dapat memasuki/hadir di sisi Alloh sedangkan ia masih belum dibersihkan daripada janabah (hadas besar / kelalaian / kebutaan yang sesungguhnya) ...............
Bagaimanakah ia boleh mengharap untuk memahami keterperincian rahasia-rahasia AL-ILAH sedangkan ia masih belum bertaubat daripada segala kekeliruannya .... ??
Yang menjadi dalil bagimu di atas kewujudan keperkasaanNya, Maha Suci Dia, iyalah Dia telah menghijabmu daripadaNya dengan sesuatu yang tidak wujud bersamaNya ............
@@[0:[0:1: Pepiling PADA diri yang Takkan selamanya ADA di sudut renungan UBUDIYAH ]]










