My Opera is closing 3rd of March

AKU INGIN MENGENAL TASAWUF ISLAM

KAJIAN SUFI / ILMU / MUHASABAH / MATLA'AH / CINTA

“ROMADHoN BULAN PELATIHAN KESABARAN”

Selama sebelas bulan mulai Muharrom hingga Sya’ban yang lalu kita telah terbiasa pagi-pagi sebelum berangkat melakukan aktifitas masing-masing makan minum sarapan, makan minum di siang hari, serta berbagai pemenuhan kebutuhan hidup yang yang dihalalkan Alloh SWT. Tiba-tiba segala hal yang halal itu dilarang dilakukan di siang hari. Sudah tentu secara naluriyah hawa nafsu kita menolaknya dan PADA ROMADHON ini kita HARUS sabar MENGENDALIKAN nafsu & hawa Nafsu kita.

Kata sabar mudah diucapkan, tetapi sulit menerapkannya dalam kehidupan. Meskipun demikian bukan berarti kita boleh atau tidak perlu memiliki sifat sabar. Bagaimanapun sulitnya menerapkan sifat sabar. kita sebagai orang beriman tetap wajib berupaya dengan melatih diri terus-menerus untuk dapat bersifat sabar :

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اسْتَعِينُوا بِالصَّبْرِ وَالصَّلَاةِ إِنَّ اللَّهَ مَعَ الصَّابِرِينَ (153)

“Hai orang-orang yang beriman, mintalah pertolongan (kepada Alloh) dengan sabar dan salat, sesungguhnya Alloh beserta orang-orang yang sabar.” (QS. Al-Baqarah, 2 : 153)

Singkatnya, pada prinsipnya sabar merupakan sifat tabah menerima sesuatu yang tidak disukai, seperti musibah, sesuatu yang menyakitkan, dan cobaan, tanpa keluh kesah kepada orang lain; dan tahan menghadapi sesuatu yang disukai dengan menaatinya sesuai dengan perintah Alloh SWT.Sabar adalah tidak mengeluh karena sakitnya penderitaan kepada selain Alloh SWT,

Jika tahan diri terhadap musibah disebut sabar, jika terhadap peperangan disebut syaja’ah (ksatria), jika terhadap pembicaraan disebut kitman (teguh menjaga rahasia pembicaraan), jika terhadap kemewahan kehidupan dunia disebut zuhud (tahan meninggalkan atau tidak terlena dengan kemewahan duniawi), jika terhadap nafsu syahwat disebut ‘iffah (tahan menjauhkan diri dari nafsu syahwat yang tercela), jika terhadap nafsu makan disebut syarafu an-nafs (kehormatan diri), dan jika menghadapi orang yang sedang marah disebut hilm (ketabahan) (Nadhortu an-Na’im fi Makaarimi Akhlaaqi ar-Rasuli al-Karim, 6 : 2441)

Mengingat sabar itu sulit menerapkannya dalam kehidupan, maka kita mohon pertolongan kepada Allah SWT dan saling mengingatkan di antara sesama dan tetap menjunjung tinggi prinsip kasih sayang (marhamah) :

ثُمَّ كَانَ مِنَ الَّذِينَ آمَنُوا وَتَوَاصَوْا بِالصَّبْرِ وَتَوَاصَوْا بِالْمَرْحَمَةِ (17)

“Dan dia termasuk orang-orang yang beriman dan saling berpesan untuk bersabar dan saling berpesan untuk berkasih sayang.” (QS. Al-Balad, 90 : 17)

Kesempatan melatih diri meningkatkan kesabaran telah dibentangkan luas oleh Allah SWT di bulan Ramadhan ini. Sungguh rugi orang yang tidak menggunakan kesempatan ini dengan sebaik-baiknya untuk berbagai amal kebajikan, khususnya melatih diri meningkatkan kesabaran. Untuk ini Rasulullah SAW bersabda :

وهو شهر الصبر و الصبر ثوابه الجنة (صحيح ابن خزيمة – ج 3 / ص 191)

“Bulan Ramadhan adalah bulan kesabaran dan sabar pahalanya surga.” (HR. Ibnu Khuzaimah)

Di sini kita sedang diuji sekaligus berlatih memimpin dan memanajemen diri sendiri. Mungkin kita sebagai orang hebat dalam memimpin suatu komunitas dan memanajemen suatu organisasi. Tetapi di bulan Romadhon ini diuji, apakah juga mampu kita memimpin dan memanajemen diri sendiri dalam memenuhi naluri hawa nafsu meskipun substansinya sebenarnya sesuatu yang halal tetapi di bulan Romadhon ini dilarang oleh Alloh SWT ? Dan lebih-lebih lagi terhadap sesuatu yang memang dilarang secara mutlak terlepas itu di bulan Romadhon atau bukan ?

Sejak makan sahur misalnya, kita tentu sudah berniat berpuasa lillahi Ta’ala, tetapi mampukah kita sabar memelihara puasa kita hingga maghrib waktu berbuka tiba ? Mungkin dapat terjadi karena ada suatu masalah, baik dalam keluarga, di tempat kerja, maupun dalam pergaulan di masyarakat umum, kita mudah sakit hati lalu marah. Ingat, kita sedang diuji dan berlatih memimpin dan memanajemen diri sendiri untuk sabar.

Seorang suami misalnya, dengan kondisi capek karena seharian bekerja dan menjelang maghrib baru sampai di rumah, ternyata makanan dan minuman untuk berbuka belum siap atau sudah siap tetapi tidak memenuhi selera yang kita harapkan. Ingat, kita sedang diuji dan berlatih memimpin dan memanajemen diri sendiri untuk sabar. Sungguh tidak ringan. Benar !!!

KEUTAMAAN BERSIFAT SABAR

Setiap orang tentu mempunyai pengalaman pribadi masing-masing berkaitan dengan kesabaran dalam kehidupan ini. Jika kita masing-masing mau kembali ke belakang sejenak melihat diri sendiri akan menyadari ternyata banyak hal buruk terjadi karena ketidaksabaran. Kecelakaan lalu lintas misalnya, banyak terjadi karena ketidaksabaran dalam mengemudikan kendaraan.

Terjadinya anarkisme yang mengakibatkan kerugian material bahkan hilangnya jiwa manusia banyak disebabkan ketidaksabaran menyikapi suatu masalah. Pertengkaran suami isteri yang berujung perceraian dan hancurnya rumah tangga banyak disebabkan ketidaksabaran menghadapi masalah rumah tangga.

Kita pernah mendengar ungkapan “Sabar itu kan ada batasnya”. Jika ungkapan ini kita terima, berarti ada hal-hal yang harus sabar dan ada yang boleh tidak sabar. Lalu apa batasannya itu ?

Sulit kita mencari batas kesabaran dalam kehidupan ini. Tetapi jika menyatakan tingkat kesabaran mudah, misalnya kurang sabar, cukup sabar, dan sangat sabar. Atau penggolongan sabar berkaitan dengan suatu hal, misal sabar dalam godaan harta dan tahta, tetapi tidak tahan menghadapi godaan wanita. Oleh sebab itu sabar adalah sabar sebagaimana yang sudah dijelaskan di atas. Maka Allah SWT memberkahi orang yang sabar dan menetapkan kesabaran sebagai anugerah yang tak ternilai keutamaanya. Dalam riwayat Bukhari dan Muslim ditegaskan :

وَمَنْ يَتَصَبَّرْ يُصَبِّرْهُ اللهُ . وَمَا أُعْطِيَ أَحَدٌ عَطَاءً خَيْراً وَأوْسَعَ مِنَ الصَّبْر. (مُتَّفَقٌ عليه : رياض الصالحين – ج 1 / ص 40)

“Dan siapa yang bersifat sabar Alloh SWT memberkahi kesabarannya itu. Dan tiada suatu anugerah kepada seseorang lebih baik dan lebih luas dari pada sifat sabar.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Walloohu a’lam bish-showwab

BERBAGAI DEFINISI TASAWUF DALAM PANDANGAN BERGAI ULAMA' AHLU SUNNAH WAL-JAMA'AHPerbuatan Maksiat Apapun Tak Akan Mencelakakanmu, Jika...

Write a comment

New comments have been disabled for this post.

February 2014
M T W T F S S
January 2014March 2014
1 2
3 4 5 6 7 8 9
10 11 12 13 14 15 16
17 18 19 20 21 22 23
24 25 26 27 28