My Opera is closing 3rd of March

AKU INGIN MENGENAL TASAWUF ISLAM

KAJIAN SUFI / ILMU / MUHASABAH / MATLA'AH / CINTA

KIAT-KIAT MENGGAPAI KETENANGAN JIWA ISLAMI

Berikut ini adalah kiat-kiat untuk menggapai ketenangan jiwa sebagaiaman diajarkan atau disemangati oleh agama kita, Islam, yang bersumber dari al-Quran dan hadits Nabi Saw.
Dalil-dalilnya terpaksa kami tulis demi kepraktisan.





UMUM

1. Tidak memaksakan diri di luar batas kemampuan. Tidak ada ”takalluf” (pemaksaan diri) dalam agama Islam. Islam justru menyeru bermadya (al-qosda); berlaku sedang, tengah, dan wajar.

2. Menghindari dosa. Pelanggaran terhadap aturan agama atau dosa yang memberikan pengaruh yang tidak baik pada jiwa. Dosa menjadikan kita tidak tenang, takut, dan was-was. Kita takut dosa itu diketahui orang lain.

3. Dzikir, mengingat Alloh Swt. Ia menumbuhkan keyakinan diri, mendekatkan komunikasi diri kepada Allah Swt., dan menjadikan hati tidak kering. Dzikir bisa berupa shalat (paling tidak shalat lima waktu, apalagi bila ditambah tahajud), membaca al-Quran, membaca doa-doa, dan sebagainya.

4. Melihat, membaca, menyimak, dan memperhatikan sejarah atau perilaku keteladanan orang-orang sholeh. Pepatah mengatakan, ”Saat orang-orang shaleh dituturkan, turunlah rahmat-rahmat”.

5. Ringan tangan, suka menolong, dan dermawan (sakho’). Tidak melihat diri. Tidak melihat apa yang telah dia keluarkan bagi orang lain. Bermanfaat bagi orang banyak.

6. Lapang dada (salamatus shodri). Hatinya dijauhkan dari dengki, iri hati, dendam, takabur, prasangka buruk, dan semacamnya.

7. Menasehati khalayak (an-nushu lil ummah) atau berdakwah atau ta’lim.

Alangkah bahagia melihat ilmu yang kita berikan diterima dan diamalkan orang lain. Orang-orang awam menjadi lepas dari kebodohannya. Dikatakan, ”Amal yang menyebar manfaatnya kepada khalayak lebih utama daripada amal yang manfaatnya terbatas pada diri sendiri”.

8. Berlaku santun (al-hilmu) dan tidak tergesa-gesa (al-anah).
Terburu-buru dan reaktif terhadap situasi yang mengelilinginya merupakan tanda ketidaktenangan jiwa. Dengan berpikir jernih, terencana, dan tidak gegabah, jiwa menjadi tenang.

9. Puasa dalam arti khusus maupun puasa dalam arti umum yaitu menahan diri (imsak). Puasa bisa menstabilkan jiwa.
Para ulama banyak memaknai sabar dalam al-Quran sebagai puasa.



TERKAIT DENGAN KEILMUAN

10. Menambah ilmu. Wawasan menjadi luas, tidak berpikiran sempit. Kapan dan di mana pun kita adalah tholib (pencari ilmu). Tidak merasa puas diri ibarat merasa besar di dalam akuarium kecil. Di atas orang yang alim ada yang lebih alim lagi. Betapa tinggi ilmu Nabi Musa a.s. namun Alloh Swt. Memerintahkannya tetap memburu ilmu dari Nabi Khidlir a.s.

11. Memahkotai ilmu yang dimiliki dengan akhlak terpuji, meliputi makrifat (kesadaran), tawadhu’ (kerendahan hati), amal, dan takwa.
Ilmu tidak akan bermanfaat dengan sendirinya.
Orang yang berilmu harus sadar diri. Ikhlas.
Berilmu tapi sombong dibenci masyarakat.
Ilmu tanpa amal, jiwa terasa dikejar-kejar.
Dan seandainya ilmu menjadi baik tanpa takwa,
maka manusia termulia di bumi adalah iblis.

اللهم اني أسألك خشيتك في الغيب والشهادة وأسألك كلمة الحق في الرضا والغضب وأسألك القصد في الفقر والغنى

“Ya Alloh, aku minta kepada-Mu rasa takut kepada-Mu di waktu sendirian maupun di hadapan orang lain, dan aku minta kepada-Mu ucapan yang benar dalam keadaan senang maupun marah, dan aku minta kepada-Mu kesederhanaan di waktu miskin maupun kaya

وصلى الله وسلم وبارك على نبينا محمد وآله وصحبه أجمعين، وآخر دعوانا أن الحمد لله رب العالمين

==================================================

==========(oooOooo)===========

==================================================

WANITA Karena Engkau Sangat Berharga......
Tahukah engkau bagaimana keadaan perempuan-perempuan sebelum datangnya Islam??
begitu buruk saudariku,,,,,,,,
bahkan seorang ayah akan sangat malu jika ia
mengetahui bahwa anaknya ternyata seorang perempuan,,,,,,,,,,,,

وَإِذَا بُشِّرَ أَحَدُهُمْ بِالأنْثَى ظَلَّ وَجْهُهُ مُسْوَدًّا وَهُوَ كَظِيمٌ

يَتَوَارَى مِنَ الْقَوْمِ مِنْ سُوءِ مَا بُشِّرَ بِهِ أَيُمْسِكُهُ عَلَى هُونٍ أَمْ يَدُسُّهُ فِي التُّرَابِ أَلا سَاءَ مَا يَحْكُمُونَ


Dan apabila seseorang dari mereka diberi kabar dengan (kelahiran) anak perempuan, hitamlah (merah padamlah) mukanya, dan dia sangat marah. Ia menyembunyikan dirinya dari orang banyak, disebabkan buruknya berita yang disampaikan kepadanya. Apakah dia akan memeliharanya dengan menanggung kehinaan ataukah akan menguburkannya ke dalam tanah (hidup-hidup) ?. Ketahuilah, alangkah buruknya apa yang mereka tetapkan itu. QS An-Nahl : 58-59






Ukhti,,,,,,
maka berbahagialah diri kita karena kita dilahirkan setelah Islam datang dan mengangkat derajat kita sebagai manusia.
Ada banyak sekali sunnah-sunnah Rosululloh yang dapat meninggikan derajat kita sebagai manusia, , , dan satu hal ukhti, bentuk penjagaan Alloh kepada kita sebagai makhluk yang terhormat dan memiliki keindahan yaitu dengan memerintahkan kita untuk menutup aurat,,,,,,

menutup auratnya disini tdk bisa disamakan dengan membungkus aurat, dimana lekukan-lekukan tubuh kita masih nampak jelas, tapi menutup aurat yang diperintahkan adalah menutup aurat agar lekukan-lekukan tubuh kita yang indah sudah tidak dapat dilihat lagi oleh orang yang tidak pantas melihatnya,

======================================================================
===========================(ooOoo)==============================
======================================================================

KIAT-KIAT MENGGAPAI KETENANGAN JIWA ISLAMI ===================(oooCAHAYA CINTA SEJATIooo)====================

Write a comment

New comments have been disabled for this post.

February 2014
M T W T F S S
January 2014March 2014
1 2
3 4 5 6 7 8 9
10 11 12 13 14 15 16
17 18 19 20 21 22 23
24 25 26 27 28