“ Sederhana” di Kala Kaya dan Fakir
Friday, May 31, 2013 3:23:52 AM
Wahai saudariku..sikap seorang
muslimah yang selalu bersikap
sederhana penuh syukur dapat
menghindarkan dirinya dari Adzab
Allah.
Annas bin Malik meriwayatkan bahwa
Rasulullah Saw bersabda :
“Tiga hal yang menyelamatkan:
Takut kepada Allah dalam kondisi
tersembunyi dan terang-terangan,
bersikap adil di kala ridha dan marah,
hidup sederhana di kala fakir dan
kaya..”
“Al qasdu” atau bersikap menengah
dalam segala hal . Kata menengah –
memberikan arti jauh dari sifat
berlebih-lebihan dan juga terhindar
dari sikap pelit. Melebihi standar
adalah berlebihan dan kurang dari
seharusnya adalah pelit..Keduanya
dicela oleh syariat yang hanif ini.
Allah subhanahu wa Ta’ala
berfirman :
Dan janganlah kamu jadikan
tanganmu terbelenggu pada lehermu
dan jangan pula kamu terlalu
mengulurkannya karena itu kamu
menjadi tercela dan dan menyesal
(AL Isra;29).
Sosok wanita yang boros (berlebihan)
di atas digambarkan dengan orang
yang terlalu mengulurkan tangan,
sehingga tak ada sesuatu pun yang
tersisa di tangannya. Sosok demikian
hanya akan mendapatkan kerugian
dan penyesalan.
Sosok kedua adalah wanita muslimah
yang taat beragama dan berahlak
mulia, akan senantiasa hidup
bersahaja selamanya. Ketika
bergembira apa yang dilakukannya
…? tidak dengan mengumbar pekikan
ataupun bersuka ria dicafe dan pesta,
tetapi ia ingat kepada Rabb dan
bersyukur kepada-Nya. Dan dikala
sedih ?…ia bersabar dan ridho atas
bencana yang menimpanya, dikala
sebagian lain muslimah kita ber-
curhat di media sosial atau kepada
teman yang tidak membawa kebaikan
dan solusi untuknya . Tidak pernah
terdengar darinya kecuali kalimat
hamdalah.
Alhamdulillah yang telah
mengkaruniakan nikmat kepadaku
setelah kefakiran
Alhamdulillah yang telah
menolongku setelah lemah
Alhamdulillah yang telah membuatku
sehat setelah sakit
Alhamdulillah yang telah
memudahkanku setelah susah
Begitu pula di kala kaya dengan
kelapangan dan kenikmatan hidup ,
kalimat syukur selalu diucapkannya .
Pun ketika fakir ia tak akan
melupakan ketaatan kepada Rabbnya
dengan dalih sibuk mencari nafkah,
dan tidak akan surut mencari
ridhaNya dengan alasan sulitnya
cobaan. Akan tetapi muslimah dalam
kondisi demikian mencapai puncak
ridha dari Rabbnya terhadap qadha
dan qadarNya. Ia senantiasa berkaca
saat duka lara , menutupi apa yang
telah menimpa dan tidak pernah
mengadu kepada seorang pun kecuali
kepada Rabbnya, mengadukan
padaNya akan penderitaan dan
kesedihan serta mengharap maaf dan
ridhaNya.
Wahai saudariku..
Apakah kamu telah meraup manfaat
dengan hal yang menjamin
keselamatan di atas? Inilah yang
sesungguhnya yang kita butuhkan
kelak dan idam-idamkan…
Wallahu’alam
sumber; eramuslim.com
muslimah yang selalu bersikap
sederhana penuh syukur dapat
menghindarkan dirinya dari Adzab
Allah.
Annas bin Malik meriwayatkan bahwa
Rasulullah Saw bersabda :
“Tiga hal yang menyelamatkan:
Takut kepada Allah dalam kondisi
tersembunyi dan terang-terangan,
bersikap adil di kala ridha dan marah,
hidup sederhana di kala fakir dan
kaya..”
“Al qasdu” atau bersikap menengah
dalam segala hal . Kata menengah –
memberikan arti jauh dari sifat
berlebih-lebihan dan juga terhindar
dari sikap pelit. Melebihi standar
adalah berlebihan dan kurang dari
seharusnya adalah pelit..Keduanya
dicela oleh syariat yang hanif ini.
Allah subhanahu wa Ta’ala
berfirman :
Dan janganlah kamu jadikan
tanganmu terbelenggu pada lehermu
dan jangan pula kamu terlalu
mengulurkannya karena itu kamu
menjadi tercela dan dan menyesal
(AL Isra;29).
Sosok wanita yang boros (berlebihan)
di atas digambarkan dengan orang
yang terlalu mengulurkan tangan,
sehingga tak ada sesuatu pun yang
tersisa di tangannya. Sosok demikian
hanya akan mendapatkan kerugian
dan penyesalan.
Sosok kedua adalah wanita muslimah
yang taat beragama dan berahlak
mulia, akan senantiasa hidup
bersahaja selamanya. Ketika
bergembira apa yang dilakukannya
…? tidak dengan mengumbar pekikan
ataupun bersuka ria dicafe dan pesta,
tetapi ia ingat kepada Rabb dan
bersyukur kepada-Nya. Dan dikala
sedih ?…ia bersabar dan ridho atas
bencana yang menimpanya, dikala
sebagian lain muslimah kita ber-
curhat di media sosial atau kepada
teman yang tidak membawa kebaikan
dan solusi untuknya . Tidak pernah
terdengar darinya kecuali kalimat
hamdalah.
Alhamdulillah yang telah
mengkaruniakan nikmat kepadaku
setelah kefakiran
Alhamdulillah yang telah
menolongku setelah lemah
Alhamdulillah yang telah membuatku
sehat setelah sakit
Alhamdulillah yang telah
memudahkanku setelah susah
Begitu pula di kala kaya dengan
kelapangan dan kenikmatan hidup ,
kalimat syukur selalu diucapkannya .
Pun ketika fakir ia tak akan
melupakan ketaatan kepada Rabbnya
dengan dalih sibuk mencari nafkah,
dan tidak akan surut mencari
ridhaNya dengan alasan sulitnya
cobaan. Akan tetapi muslimah dalam
kondisi demikian mencapai puncak
ridha dari Rabbnya terhadap qadha
dan qadarNya. Ia senantiasa berkaca
saat duka lara , menutupi apa yang
telah menimpa dan tidak pernah
mengadu kepada seorang pun kecuali
kepada Rabbnya, mengadukan
padaNya akan penderitaan dan
kesedihan serta mengharap maaf dan
ridhaNya.
Wahai saudariku..
Apakah kamu telah meraup manfaat
dengan hal yang menjamin
keselamatan di atas? Inilah yang
sesungguhnya yang kita butuhkan
kelak dan idam-idamkan…
Wallahu’alam
sumber; eramuslim.com






