Kembali Kepada Alloh Swt
Tuesday, October 22, 2013 4:44:50 PM
Allah swt menciptakan manusia
dari tanah dan ruh. Dalam hidup
manusia, Allah swt memberikan
hati, akal atau pikiran, serta
jasad , sehingga manusia
memiliki tekad, ilmu, dan amal.
Allah swt memberikan itu semua
sebagai amanah yang harus
digunakan sebaik mungkin oleh
manusia. Amanah tersebut berupa
amal ibadah yang dilakukan
manusia sebagai tujuan dari
penciptaannya.
Sesungguhnya manusia hidup
bukan hanya di dunia saja, tetapi
kelak akan ada kehidupan lain
setelah kehidupan di dunia.
Kehidupan tersebut adalah
kehidupan di alam kubur. Allah
swt telah menghidupkan manusia,
kemudian Allah pula yang
mencabut nyawa manusia untuk
kembali kepada-Nya.
Alam kubur disebut juga alam
barzakh, yaitu sebuah dinding
yang memisahkan antara dunia
dan akhirat. Allah swt berfirman,
“Dan di hadapan mereka ada
dinding sampai hari mereka
dibangkitkan.” (QS. Al
Mu’minun:100).
Di alam kubur
itulah segala amal perbuatan
manusia selama masih di dunia
akan diminta
pertanggungjawabanya oleh Allah
swt. Sudah siapkah kita?
Agar lebih meningkatkan
keimanan kita pada Allah swt
serta mempersiapkan kehidupan
kita selanjutnya, di bawah ini saya
sampaikan firman-firman Allah
swt serta beberapa hadits tentang
alam kubur. Semoga bisa menjadi
bahan perenungan kita dalam
beribadah yang lebih baik lagi.
Firman-Firman Allah swt dalam
Al Quran:
“Dan sesungguhnya hari kiamat
itu pastilah datang, tak ada
keraguan padanya; dan
bahwasanya Allah
membangkitkan semua orang di
dalam kubur.” (QS. Al-Hajj:7)
“Dan tidak sama orang-orang
yang hidup dan orang-orang yang
mati. Sesungguhnya Allah
memberi pendengaran kepada
siapa yang dikehendaki-Nya dan
kamu sekali-kali tiada sanggup
menjadikan orang yang di dalam
kubur dapat mendengar.” (QS.
Faathir:22)
“Hai orang-orang yang beriman,
janganlah kamu jadikan
penolongmu kaum yang dimurkai
Allah. Sesungguhnya mereka telah
putus asa terhadap negeri akhirat
sebagaimana orang-orang kafir
yang telah berada dalam kubur
berputus asa.” (QS. Al-
Mumtahanah:13)
“Pada hari mereka keluar dari
kubur dengan cepat seakan-akan
mereka pergi dengan segera
kepada berhala-berhala.” (QS. al-
Ma’arij:43)
“Kemudian Allah mematikannya
dan memasukkannya ke dalam
kubur.” (QS. ‘Abasa:21)
“Maka apakah dia tidak
mengetahui apabila dibangkitkan
apa yang ada di dalam
kubur.” (QS. Al-’Aadiyat:9)
“Yaitu pada hari Allah memanggil
kamu, lalu kamu mematuhi-Nya
sambil memuji-Nya dan kamu
mengira, bahwa kamu tidak
berdiam (di dalam kubur) kecuali
sebentar saja.” (QS. Al-
Israa’:52)
“Dan janganlah sekali-kali kamu
menshalati (jenazah) seseorang
yang mati di antara mereka, dan
janganlah kamu berdiri
(mendo’akan) di kuburnya.
Sesungguhnya mereka telah kafir
kepada Allah dan Rasul-Nya dan
mereka mati dalam keadaan
fasik.” (QS. At-Taubah:84)
“Kemudian, sesungguhnya kamu
sekalian akan dibangkitkan (dari
kuburmu) di hari kiamat.” (Al-
Mu’minuun:16)
Berkatalah orang-orang yang
kafir: “Apakah setelah kita
menjadi tanah dan (begitu pula)
bapak-bapak kita; apakah
sesungguhnya kita akan
dikeluarkan (dari kubur)?” (QS.
An-Naml:67)
“Dan Yang menurunkan air dari
langit menurut kadar (yang
diperlukan) lalu Kami hidupkan
dengan air itu negeri yang mati,
seperti itulah kamu akan
dikeluarkan (dari dalam kubur)
.” (QS. Az-Zukhruuf:11)
Hadits tentang Alam Kubur
Rasulullah saw bersabda,
“Apabila seseorang dari kamu
berada dalam keadaan tasyahud,
maka hendaklah dia memohon
perlindungan kepada Allah dari
empat perkara dengan berdoa:
yang bermaksud: Ya Allah!
Sesungguhnya aku memohon
perlindungan kepadaMu dari
siksaan Neraka Jahanam, dari
siksa Kubur, dari fitnah semasa
hidup dan selepas mati serta dari
kejahatan fitnah Dajjal.” (HR.
Muslim)
Rasulullah saw keluar ketika
matahari hampir terbenam, lalu
beliau mendengar suara, maka
bersabda: “Orang Yahudi sedang
disiksa dalam kuburnya.” (HR.
Bukhari dan Muslim)
“Sesungguhnya seorang hamba
jika diletakkan dalam kuburnya
dan ditinggal oleh kawan-
kawannya, maka didatangi dua
malaikat, lalu mendudukannya
keduanya dan menanyakan:
Apakah pendapatmu terhadap
orang itu (Muhammad saw)?
Adapun orang beriman maka
menjawab, ‘Aku bersaksi bahwa
dia hamba Allah dan utusan-Nya.’
Lalu diberitahu: Lihatlah
tempatmu di api neraka, Allah
telah mengganti untukmu tempat di
sorga, lalu dapat melihat
keduanya.” (Bukhari dan Muslim)
“Seorang mukmin jika didudukkan
dalam kuburnya, didatangi dua
malaikat, kemudian dia
mengucapkan, ‘Asyhadu an laa
ilaaha illallah wa anna
Muhammadan Rasulullah’ maka
itulah arti firman Allah, ‘Allah
akan menetapkan orang yang
beriman dengan kalimat yang
kokoh (Ibrahim: 27)’.” (Bukhari
dan Muslim)“
Ketika selesai
Perang Badr, Rasulullah saw
menyuruh supaya melemparkan
dua puluh empat tokoh Quraisy
dalam satu sumur di Badr yang
sudah rusak. Dan biasanya
Rasulullah saw jika menang pada
suatu kaum maka tinggal di
lapangan selama tiga hari, dan
pada hari ketiga seusai Perang
Badr itu, Rasulullah saw
menyuruh mempersiapkan
kendaraannya, dan ketika sudah
selesai beliau berjalan dan diikuti
oleh sahabatnya, yang mengira
beliau akan berhajat. Tiba-tiba
beliau berdiri di tepi sumur lalu
memanggil nama-nama tokoh-
tokoh Quraisy itu: Ya Fulan bin
Fulan, ya Fulan bin Fulan, apakah
kalian suka sekiranya kalian taat
kepada Allah dan Rasulullah,
sebab kami telah merasakan apa
yang dijanjikan Tuhan kami itu
benar, apakah kalian juga
merasakan apa yang dijanjikan
Tuhanmu itu benar? Maka
Rasulullah saw ditegur oleh Umar:
Ya Rasulullah, mengapakah
engkau bicara dengan jasad yang
tidak bernyawa? Jawab Nabi:
Demi Allah yang jiwaku di
Tangan-Nya, kalian tidak lebih
mendengar terhadap suaraku ini
dari mereka.” (HR. Bukhari dan
Muslim)
dari tanah dan ruh. Dalam hidup
manusia, Allah swt memberikan
hati, akal atau pikiran, serta
jasad , sehingga manusia
memiliki tekad, ilmu, dan amal.
Allah swt memberikan itu semua
sebagai amanah yang harus
digunakan sebaik mungkin oleh
manusia. Amanah tersebut berupa
amal ibadah yang dilakukan
manusia sebagai tujuan dari
penciptaannya.
Sesungguhnya manusia hidup
bukan hanya di dunia saja, tetapi
kelak akan ada kehidupan lain
setelah kehidupan di dunia.
Kehidupan tersebut adalah
kehidupan di alam kubur. Allah
swt telah menghidupkan manusia,
kemudian Allah pula yang
mencabut nyawa manusia untuk
kembali kepada-Nya.
Alam kubur disebut juga alam
barzakh, yaitu sebuah dinding
yang memisahkan antara dunia
dan akhirat. Allah swt berfirman,
“Dan di hadapan mereka ada
dinding sampai hari mereka
dibangkitkan.” (QS. Al
Mu’minun:100).
Di alam kubur
itulah segala amal perbuatan
manusia selama masih di dunia
akan diminta
pertanggungjawabanya oleh Allah
swt. Sudah siapkah kita?
Agar lebih meningkatkan
keimanan kita pada Allah swt
serta mempersiapkan kehidupan
kita selanjutnya, di bawah ini saya
sampaikan firman-firman Allah
swt serta beberapa hadits tentang
alam kubur. Semoga bisa menjadi
bahan perenungan kita dalam
beribadah yang lebih baik lagi.
Firman-Firman Allah swt dalam
Al Quran:
“Dan sesungguhnya hari kiamat
itu pastilah datang, tak ada
keraguan padanya; dan
bahwasanya Allah
membangkitkan semua orang di
dalam kubur.” (QS. Al-Hajj:7)
“Dan tidak sama orang-orang
yang hidup dan orang-orang yang
mati. Sesungguhnya Allah
memberi pendengaran kepada
siapa yang dikehendaki-Nya dan
kamu sekali-kali tiada sanggup
menjadikan orang yang di dalam
kubur dapat mendengar.” (QS.
Faathir:22)
“Hai orang-orang yang beriman,
janganlah kamu jadikan
penolongmu kaum yang dimurkai
Allah. Sesungguhnya mereka telah
putus asa terhadap negeri akhirat
sebagaimana orang-orang kafir
yang telah berada dalam kubur
berputus asa.” (QS. Al-
Mumtahanah:13)
“Pada hari mereka keluar dari
kubur dengan cepat seakan-akan
mereka pergi dengan segera
kepada berhala-berhala.” (QS. al-
Ma’arij:43)
“Kemudian Allah mematikannya
dan memasukkannya ke dalam
kubur.” (QS. ‘Abasa:21)
“Maka apakah dia tidak
mengetahui apabila dibangkitkan
apa yang ada di dalam
kubur.” (QS. Al-’Aadiyat:9)
“Yaitu pada hari Allah memanggil
kamu, lalu kamu mematuhi-Nya
sambil memuji-Nya dan kamu
mengira, bahwa kamu tidak
berdiam (di dalam kubur) kecuali
sebentar saja.” (QS. Al-
Israa’:52)
“Dan janganlah sekali-kali kamu
menshalati (jenazah) seseorang
yang mati di antara mereka, dan
janganlah kamu berdiri
(mendo’akan) di kuburnya.
Sesungguhnya mereka telah kafir
kepada Allah dan Rasul-Nya dan
mereka mati dalam keadaan
fasik.” (QS. At-Taubah:84)
“Kemudian, sesungguhnya kamu
sekalian akan dibangkitkan (dari
kuburmu) di hari kiamat.” (Al-
Mu’minuun:16)
Berkatalah orang-orang yang
kafir: “Apakah setelah kita
menjadi tanah dan (begitu pula)
bapak-bapak kita; apakah
sesungguhnya kita akan
dikeluarkan (dari kubur)?” (QS.
An-Naml:67)
“Dan Yang menurunkan air dari
langit menurut kadar (yang
diperlukan) lalu Kami hidupkan
dengan air itu negeri yang mati,
seperti itulah kamu akan
dikeluarkan (dari dalam kubur)
.” (QS. Az-Zukhruuf:11)
Hadits tentang Alam Kubur
Rasulullah saw bersabda,
“Apabila seseorang dari kamu
berada dalam keadaan tasyahud,
maka hendaklah dia memohon
perlindungan kepada Allah dari
empat perkara dengan berdoa:
yang bermaksud: Ya Allah!
Sesungguhnya aku memohon
perlindungan kepadaMu dari
siksaan Neraka Jahanam, dari
siksa Kubur, dari fitnah semasa
hidup dan selepas mati serta dari
kejahatan fitnah Dajjal.” (HR.
Muslim)
Rasulullah saw keluar ketika
matahari hampir terbenam, lalu
beliau mendengar suara, maka
bersabda: “Orang Yahudi sedang
disiksa dalam kuburnya.” (HR.
Bukhari dan Muslim)
“Sesungguhnya seorang hamba
jika diletakkan dalam kuburnya
dan ditinggal oleh kawan-
kawannya, maka didatangi dua
malaikat, lalu mendudukannya
keduanya dan menanyakan:
Apakah pendapatmu terhadap
orang itu (Muhammad saw)?
Adapun orang beriman maka
menjawab, ‘Aku bersaksi bahwa
dia hamba Allah dan utusan-Nya.’
Lalu diberitahu: Lihatlah
tempatmu di api neraka, Allah
telah mengganti untukmu tempat di
sorga, lalu dapat melihat
keduanya.” (Bukhari dan Muslim)
“Seorang mukmin jika didudukkan
dalam kuburnya, didatangi dua
malaikat, kemudian dia
mengucapkan, ‘Asyhadu an laa
ilaaha illallah wa anna
Muhammadan Rasulullah’ maka
itulah arti firman Allah, ‘Allah
akan menetapkan orang yang
beriman dengan kalimat yang
kokoh (Ibrahim: 27)’.” (Bukhari
dan Muslim)“
Ketika selesai
Perang Badr, Rasulullah saw
menyuruh supaya melemparkan
dua puluh empat tokoh Quraisy
dalam satu sumur di Badr yang
sudah rusak. Dan biasanya
Rasulullah saw jika menang pada
suatu kaum maka tinggal di
lapangan selama tiga hari, dan
pada hari ketiga seusai Perang
Badr itu, Rasulullah saw
menyuruh mempersiapkan
kendaraannya, dan ketika sudah
selesai beliau berjalan dan diikuti
oleh sahabatnya, yang mengira
beliau akan berhajat. Tiba-tiba
beliau berdiri di tepi sumur lalu
memanggil nama-nama tokoh-
tokoh Quraisy itu: Ya Fulan bin
Fulan, ya Fulan bin Fulan, apakah
kalian suka sekiranya kalian taat
kepada Allah dan Rasulullah,
sebab kami telah merasakan apa
yang dijanjikan Tuhan kami itu
benar, apakah kalian juga
merasakan apa yang dijanjikan
Tuhanmu itu benar? Maka
Rasulullah saw ditegur oleh Umar:
Ya Rasulullah, mengapakah
engkau bicara dengan jasad yang
tidak bernyawa? Jawab Nabi:
Demi Allah yang jiwaku di
Tangan-Nya, kalian tidak lebih
mendengar terhadap suaraku ini
dari mereka.” (HR. Bukhari dan
Muslim)






