5 TEMPAT YANG MUSTAJAB UNTUK BERDO'A
Saturday, April 13, 2013 4:43:13 PM
Sebagai muslim, pasti mas/jeng
pernah mendengar tentang waktu-
waktu yang paling baik untuk
berdoa, karena waktu itulah saat di
mana permohonan doa akan lebih
utama untuk dikabulkan, misalnya
pada sepertiga malam, antara adzan
dan iqomah, dll.
Tak hanya pada waktu-waktu
tertentu, ternyata terdapat pula
tempat-tempat yang mustajab
untuk berdoa. Tempat ini terletak
pada dua kota suci di dunia, tak lain
yaitu Mekah dan Madinah. Karena
begitu tingginya keutamaan
tesebut, banyak orang yang
direkomendasikan untuk berdoa di
tempat ini dengan harapan doanya
bisa dikabulkan. Nah, mana saja
tempat-tempat mustajab untuk
berdoa? Berikut penjelasannya.
1. Multazam
“Multazam adalah tempat
dikabulkannya doa. Tidak ada satu
pun doa seorang hamba di
Multazam kecuali akan
dikabulkan.” (HR. Ahmad)
Multazam terletak mulai dari Hajar
Aswad hingga pintu Ka’bah (lihat
Gambar 1). Terdapat perbedaan
pendapat yang menerangkan
bahwa doa yang dipanjatkan
sebaiknya dilakukan serta dengan
wajah, lengan, dan dada
ditempelkan pada multazam.
Pendapat lainnya adalah
mustajabnya doa sudah dapat
diperoleh apabila doa
dipanjatkan
sejajar dengan
multazam tanpa perlu
menyentuhnya.
2. Hijr Ismail
Hijr Ismail merupakan bagian dari
Ka’bah, berbentuk setengah
lingkaran yang berada di sisi kiri dari
pintu Ka’bah (lihat Gambar 2).
Dinamakan Hijr Ismail karena
tempat ini pernah menjadi tempat
berteduh Siti Hajar dan anaknya,
Nabi Ismail as.
Pada titik inti dari Hijr Ismail, di
atasnya terdapat talang emas
Ka’bah yang (konon) di bawah
talang emas inilah tempat paling
mustajabnya doa dari titik-titik lain
di dalam Hijr Ismail. Disunnatkan
bagi muslim untuk
shalat sunnat 2
rakaat di Hijr Ismail. Perlu
ditekankan bahwa ibadah shalat ini
tidak termasuk dalam rukun atau
syarat umroh/haji.
3. Hajar Aswad
Siapa yang tak pernah mendengar
Hajar Aswad? Hajar Aswad
merupakan batu terakhir
pemberian malaikat Jibril yang
kemudian diletakkan oleh Nabi
Ibrahim untuk menyelesaikan
pembangunan Ka’bah.
Hajar Aswad terletak di sebelah kiri
pintu Ka’bah (lihat Gambar 1).
Berdoa sembari mencium Hajar
Aswad merupakan doa yang sangat
mustajab untuk dikabulkan. Konon,
batu ini berwarna putih bersih.
Namun, akibat banyaknya umat
muslim yang menyentuhnya maka
ia berubah menjadi hitam. Hajar
Aswad pun pernah dicuri dan jatuh
hingga pecah berkeping-keping.
Oleh karena itu, Hajar Aswad yang
saat ini tertanam di Ka’bah
bukanlah sepenuhnya merupakan
Hajar Aswad. Hanya beberapa titik
batuan yang mengandung Hajar
Aswad karena ia sudah dicampur
dengan batuan lain. Maka
cermatlah bagi yang ingin
menciumnya. Pastikan bahwa ia
benar-benar Hajar Aswad, bukan
batuan lain.
4. Rukun Yamani
“Ada 70 malaikat yang memegang
rukun Yamani. Barangsiapa berdoa,
‘Ya Allah, berilah aku ampunan dan
kesehatan di dalam agama, dunia,
dan akhirat. Ya Tuhan kami, berilah
kami kebaikan di dunia dan
kebaikan di akhirat, dan jauhkanlah
diri kami dari siksa api neraka’ maka
70 malaikat tersebut akan berkata,
‘Amin, kabulkanlah doanya’.” (HR.
Ibnu Majah)
Dapat dilihat bahwa hadits di atas
mengandung ‘Doa Sapu Jagat’. Doa
inilah yang dibaca ketika muslim
sedang melakukan tawaf di antara
Rukun Yamani dan Hajar Aswad.
Rukun Yamani itu sendiri
merupakan sudut (lihat Gambar 3)
sebelum muslim mencapai Hajar
Aswad jika sedang melakukan
tawaf.
5. Raudhah
Raudhah memiliki arti ‘taman’. Jika
empat tempat di atas terletak di
Mekah, tempat yang satu ini
terletak di Madinah, tepatnya
di
dalam Masjid Nabawi . Raudhah
merupakan sebuah area kecil yang
terletak di antara mimbar imam
Masjid Nabawi dengan makam Nabi
Muhammad saw, Abu Bakar As
siddiq, dan Umar bin Khatab.
Di dalam raudhah, muslim
sebaiknya melaksanakan shalat
sunnat sejumlah empat 4 rakaat
kemudian berdoa. Untuk jemaat
laki-laki, raudhah dibuka 24 jam
sehingga melaksanakan shalat
wajib berjamaah pun dapat
dilakukan di sini. Sedangkan untuk
jemaat perempuan hanya dibuka
pada waktu-waktu tertentu (ba’da
shalat subuh-pukul 11.00, ba’da
dzuhur-masuk shalat ashar, ba’da
isya-pukul 00.00).
pernah mendengar tentang waktu-
waktu yang paling baik untuk
berdoa, karena waktu itulah saat di
mana permohonan doa akan lebih
utama untuk dikabulkan, misalnya
pada sepertiga malam, antara adzan
dan iqomah, dll.
Tak hanya pada waktu-waktu
tertentu, ternyata terdapat pula
tempat-tempat yang mustajab
untuk berdoa. Tempat ini terletak
pada dua kota suci di dunia, tak lain
yaitu Mekah dan Madinah. Karena
begitu tingginya keutamaan
tesebut, banyak orang yang
direkomendasikan untuk berdoa di
tempat ini dengan harapan doanya
bisa dikabulkan. Nah, mana saja
tempat-tempat mustajab untuk
berdoa? Berikut penjelasannya.
1. Multazam
“Multazam adalah tempat
dikabulkannya doa. Tidak ada satu
pun doa seorang hamba di
Multazam kecuali akan
dikabulkan.” (HR. Ahmad)
Multazam terletak mulai dari Hajar
Aswad hingga pintu Ka’bah (lihat
Gambar 1). Terdapat perbedaan
pendapat yang menerangkan
bahwa doa yang dipanjatkan
sebaiknya dilakukan serta dengan
wajah, lengan, dan dada
ditempelkan pada multazam.
Pendapat lainnya adalah
mustajabnya doa sudah dapat
diperoleh apabila doa
dipanjatkan
sejajar dengan
multazam tanpa perlu
menyentuhnya.
2. Hijr Ismail
Hijr Ismail merupakan bagian dari
Ka’bah, berbentuk setengah
lingkaran yang berada di sisi kiri dari
pintu Ka’bah (lihat Gambar 2).
Dinamakan Hijr Ismail karena
tempat ini pernah menjadi tempat
berteduh Siti Hajar dan anaknya,
Nabi Ismail as.
Pada titik inti dari Hijr Ismail, di
atasnya terdapat talang emas
Ka’bah yang (konon) di bawah
talang emas inilah tempat paling
mustajabnya doa dari titik-titik lain
di dalam Hijr Ismail. Disunnatkan
bagi muslim untuk
shalat sunnat 2
rakaat di Hijr Ismail. Perlu
ditekankan bahwa ibadah shalat ini
tidak termasuk dalam rukun atau
syarat umroh/haji.
3. Hajar Aswad
Siapa yang tak pernah mendengar
Hajar Aswad? Hajar Aswad
merupakan batu terakhir
pemberian malaikat Jibril yang
kemudian diletakkan oleh Nabi
Ibrahim untuk menyelesaikan
pembangunan Ka’bah.
Hajar Aswad terletak di sebelah kiri
pintu Ka’bah (lihat Gambar 1).
Berdoa sembari mencium Hajar
Aswad merupakan doa yang sangat
mustajab untuk dikabulkan. Konon,
batu ini berwarna putih bersih.
Namun, akibat banyaknya umat
muslim yang menyentuhnya maka
ia berubah menjadi hitam. Hajar
Aswad pun pernah dicuri dan jatuh
hingga pecah berkeping-keping.
Oleh karena itu, Hajar Aswad yang
saat ini tertanam di Ka’bah
bukanlah sepenuhnya merupakan
Hajar Aswad. Hanya beberapa titik
batuan yang mengandung Hajar
Aswad karena ia sudah dicampur
dengan batuan lain. Maka
cermatlah bagi yang ingin
menciumnya. Pastikan bahwa ia
benar-benar Hajar Aswad, bukan
batuan lain.
4. Rukun Yamani
“Ada 70 malaikat yang memegang
rukun Yamani. Barangsiapa berdoa,
‘Ya Allah, berilah aku ampunan dan
kesehatan di dalam agama, dunia,
dan akhirat. Ya Tuhan kami, berilah
kami kebaikan di dunia dan
kebaikan di akhirat, dan jauhkanlah
diri kami dari siksa api neraka’ maka
70 malaikat tersebut akan berkata,
‘Amin, kabulkanlah doanya’.” (HR.
Ibnu Majah)
Dapat dilihat bahwa hadits di atas
mengandung ‘Doa Sapu Jagat’. Doa
inilah yang dibaca ketika muslim
sedang melakukan tawaf di antara
Rukun Yamani dan Hajar Aswad.
Rukun Yamani itu sendiri
merupakan sudut (lihat Gambar 3)
sebelum muslim mencapai Hajar
Aswad jika sedang melakukan
tawaf.
5. Raudhah
Raudhah memiliki arti ‘taman’. Jika
empat tempat di atas terletak di
Mekah, tempat yang satu ini
terletak di Madinah, tepatnya
di
dalam Masjid Nabawi . Raudhah
merupakan sebuah area kecil yang
terletak di antara mimbar imam
Masjid Nabawi dengan makam Nabi
Muhammad saw, Abu Bakar As
siddiq, dan Umar bin Khatab.
Di dalam raudhah, muslim
sebaiknya melaksanakan shalat
sunnat sejumlah empat 4 rakaat
kemudian berdoa. Untuk jemaat
laki-laki, raudhah dibuka 24 jam
sehingga melaksanakan shalat
wajib berjamaah pun dapat
dilakukan di sini. Sedangkan untuk
jemaat perempuan hanya dibuka
pada waktu-waktu tertentu (ba’da
shalat subuh-pukul 11.00, ba’da
dzuhur-masuk shalat ashar, ba’da
isya-pukul 00.00).






