Skip navigation.

Sign up | Lost password? | Help

Parenting Bringing Up Children

Child Care

Malaysia Hits

, , ,

News around the world that becomes a focus in Malaysia Hits. Give your comment on Malaysia Hits.

Click here forMalaysia Hits

Dua / Doa - Daily Dua / Doa

,

We are told to recite doa's everyday to get protected from evils.




























And this dua / doa to be recited.
































Children - Are Flowers

Son Trying To Kill Father - Got 10 Months Jail

The angry son trying to kill his own father, who up bring him from birth till he is married and got his own childrens.

He got jailed by the authority for 10 months.



Doa Untuk Elak Strok




Baca 3 kali selepas sembahyang Subuh dan Asar, insyaAllah, akan sembuh.

Ya Hussain.

Doa Untuk Elak Strok




Baca 3 kali selepas sembahyan Subuh dan Asar, insyaAllah, akan sembuh.

Ya Hussain.

Elak makan kerang, siput



KOTA KINABALU 13 Feb.2009

- Orang ramai di negeri ini dinasihatkan supaya tidak memakan kerang dan siput laut pada waktu ini, selepas kejadian air merah (red tide) dikesan di kawasan perairan Pantai Barat negeri baru-baru ini.

Pengarah Kesihatan Negeri Sabah, Dr. Marzukhi Md. Isa berkata, orang ramai juga perlu berhati-hati ketika memakan makanan laut lain dalam tempoh terdekat ini kerana dikhuatiri hidupan laut itu turut tercemar.

'''Kajian yang dijalankan mendapati kandungan toksin pada kerang seperti kupang, tiram dan lain-lain makanan siput laut meningkat.

"Kandungan toksin ini boleh menyebabkan keracunan makanan laut itu akan menyebabkan cirit-birit dan muntah yang membahayakan kepada kesihatan,'' katanya dalam satu kenyataan di sini semalam.

Menurutnya, kesan awal akibat memakan makanan laut yang tercemar ini termasuklah rasa loya, kebas, pening dan sakit kepala.


Read More

Get Slim And Fit Various Ways

,

Slimming To Fitness

http://slim-langsing.blogspot.com/

Women are trying to lose weight to look good for their partners and in reality they want to look good compare to the other women around them.

No one want to become obese, we all want to be fit at all the time. Slimming is the way to become fit and fitness will drive away diseases. If we want to stay healthy and fit we have to maintain an ideal body weight. We can check this by going through the table provided by the Body Masss Index (BMI)
[Click Here To Calculate Our BMI].

There is some ways that can help people to become healthier as excess weight can put greater strain on internal systems than a person who is a healthy weight. There are a lot of slimming and diets programs that we can choose to suit our lifestyle, personality needs and financial status. We must make the right choice.

Slimming alone is not sufficient to keep our body physically fit and healthy, we have to make sure that the intake and the discharge of carbohydrate should match. Losing weight, slimming, and discarding those unwanted pounds are one of the hardest things that people have to deal with. It is very significant for us to find ways to utilize those calories through exercise. We might like to go swimming or go to an aerobic class or other activities that fits our lifestyle and that we enjoy most.

Eventually by implementing healthy and right eating habits and exercising will give us the kind of confidence we want to get a fit and toned body. There are people who diet and take slimming pills and are sensible about weight loss, merely seeking to lose a little extra weight rather than ninety percent of their body weight. Dieting to extremes also often relies on the dieter exceeding the dose recommended for the slimming pills they are using.

It is important for us to follow the right diet program! There are a lot of dieticians that can give proper advices on diet program as a permanent solution to get slim and stay ft all through our life. Drastic weight loss tends to be followed by drastic weight gain once the diet or slimming pills are no longer utilised.

Note:


Diet pills are not an effective or healthy way to lose weight. They are very dangerous and can lead to serious medical problems and death. For further information, please visit the web sites listed below:

1. Ephedra (Ephedra sinica) / ma huang
Read More....


2. What is Ripped Fuel? Tufts student death linked to protein drink
Read More....


3. Fenfluramine
Read More....


4. Dangers in The Diet Pills
Read More....


5. Dark Side of Diet Pills
Read More....



Slimming To Fitness

------------

PERJUANGAN HUSAIN AS MENENTANG KEMUNGKARAN

Ya Husainku {Click here ..}

Tragedi Karbala

Inilah Husain Ahli Kisa’ Nabi
Selain Husain tiada lagi
Ibunya Sayidah dengan luka hati
Abahnya syahid ditikam belati
Hasan abangnya syahid diracuni
Kini al-Husain seorang diri

Koor: Ya Husainku, kekasih Zahra, Putra Nabiku


Umar bin Sa’ad mengepungnya
Ribuan musuh mengeroyoknya
Al-Husain terjepit tiada berdaya
Ribuan panah menghujaninya
Di tengah musuh teraniaya
Jadi sasaran jadi keroyokan


Ya Husainku, kekasih Zahra, Putra Nabiku


Panah beracun menembus lehernyaTombak bercabang membelah dadanya
Alhusain terpelanting dari kudanya
Jatuh tersungkur terbentur-terbntur


Ya Husainku, kekasih Zahra, Putra Nabiku


Inilah pewaris risalah Nabi
Terjatuh pingsan tak sadar diri
Dadanya terbelah tertembus panahKeningnya pecah bersimbah darah


Ya Husainku, kekasih Zahra, Putra Nabiku


Putra Fatimah seorang diri
Jadi tontonan dikerubuti
Bagai hujan batu ia dilempari
Ia tak sadar dan tak sadar diri


Ya Husainku, kekasih Zahra, Putra Nabiku


Pedang di tangan jadi tumpuan
Terhuyung berusaha bangun
Tubuhnya bergetar setengah sadar
Pandanganya kabur lalu tersungkur

Ya Husainku, kekasih Zahra, Putra Nabiku


Tubuh Al-Husain kini tergeletak
Jatuh terjerembab tiada bergerak
Musuh-musuh Allah bersorak-sorakMenertawakan Husain terbahak-bahak

Ya Husainku, kekasih Zahra, Putra Nabiku


Pedang di tangan siap memenggalnya
Perlahan-lahan memotong nadinya
AlHusain merintih menahan pedih
Mulutnya terbuka tak bersuara
Memanggil abahnya, memanggil ibunya

Ya Husainku, kekasih Zahra, Putra Nabiku


Makhluk terlaknat menjambak rambutnya
Mengangkat kepala dari tubuhnya
Darah mengucur dari lehernyaMatanya terbuka teteskan air mata

Ya Husainku, kekasih Zahra, Putra Nabiku


Tubuh yang sering dicium Rasul
Putera kesayangan Ummul Batul
Kini tergeletak tak dimandikan tak disolati

Ya Husainku, kekasih Zahra, Putra Nabiku

%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%

Ali Akbar bin Husain as

Ketika rombongan Imam Husein memasuki padang Karbala, terlihat barisan pasukan Ibnu Ziyad yang berbaris bagai batang-batang korma di tengah sahara. Menyadari bahwa ribuan orang bersenjata lengkap yang berada di sana berniat membantai Al-Husein dan keluarganya, Ali Akbar putra Imam Husein bertanya kepada ayahnya, “Ayah, bukankah kita berada di pihak yang benar?” Imam menjawab, “Iya.” Mendengar jawaban itu Ali Akbar berseru, “Kalau begitu tidak alasan bagi kita untuk merasa ragu dan gentar.”

Saat Ali Akbar maju ke medan tempur untuk menunjukkan kesetiaannya kepada sang ayah dan imam yang ia ikuti, Al-Husein dengan berlinang air mata memandang nanar ke arah putranya dan berkata, “Ya Allah, saksikankah pemuda yang paling mirip wajah, tutur kata dan perangainya dengan Rasul-Mu, kini maju ke medan tempur. Selama ini, kami mengobati kerinduan kepada Nabi dengan memandangnya. Ya Allah, jauhkan mereka dari barakah bumi ini dan cabik-cabiklah barisan mereka.”

Ali Akbar maju dan dengan gesit dia menari-narikan pedangnya. Beberapa orang yang menghadangnya terjerembab ke tanah terkena sabetan pedang putra Al-Husein. Tak lama kemudian, kisah kepahlawanan dan kesetiaan Ali Akbar menjadi lengkap setelah sebilah pedang mendarat di tubuhnya. Ali Akbar jatuh tersungkur dan musuh-musuh berhamburan menyambutnya dengan mendaratkan pukulan pedang bertubi-tubi ke tubuh pemuda tampan itu. Sebelum menghembuskan nafasnya yang terakhir, Ali Akbar berseru kepada ayahnya dengan mengatakan, “Ayah, Rasulullah telah memberiku air. Beliau menunggu kedatanganmu.” Cucu Rasul itu gugur syahid dengan meninggalkan pelajaran berharga tentang kesetiaan dan pengorbanan dalam membela kebenaran.
B

Hari itu tanah Karbala sedang diguyur sengatan terik mentari yang mengeringkan tenggorokan para pahlawan Karbala. Hari itu, para pejuang Islam sejati itu satu persatu bergelimpangan meninggalkan sanjungan sejatinya, Husain putera Fatimah binti Muhammad SAWW. Bintang kejora Ahlul Bait Rasul ini akhirnya menatap pemandangan sekelilingnya.

Wajahwajah setia pecinta keluarga suci Nabi itu sudah tiada. Dari para pejuang gagah berani itu yang ada hanyalah onggokan jasad tanpa nyawa. Putera Amirul Mukminin sejati itu melantunkan kata mutiaranya:
"Akulah putera Ali dari Bani Hasyim, dan cukuplah kiranya ini menjadi kebanggaan bagiku.
Fatimah adalah ibundaku, dan Muhammad adalah kakekku. Dengan perantara kamilah Allah menunjukkan kebenaran dari kesesatan. Kamilah pelitapelita Allah yang menerangi muka bumi. Kamilah pemilik telaga AlKautsar yang akan memberi minum para pecinta kami dengan cawancawan Rasul. Tak seorangpun dapat mengingkari kedudukan kami ini."

"Para pengikut kami adalah umat yang paling mulia di tengah makhluk, dan musuh-musuh kami adalah orang paling rugi pada hari kiamat. Beruntunglah hamba-hamba yang dapat berkunjung kepada kami di surga setelah kematian, surga yang keindahannya tak kunjung habis untuk disifati."[ 1 ]

Hari Asyura adalah hari pementasan duka nestapa Ahlul Bait Rasul, hari rintihan sunyi putera Fatimah, hari keterasingan putera Azzahra, hari kehausan dan jerit tangis anak keturunan Nabi. "Adakah sang penolong yang akan menolong kami? Adakah sang pelindung yang akan melindungi kami? Adakah sang pembela yang akan menjaga kehormatan Rasulullah?" Pinta putera Ali bin Abi Thalib as itu kepada umat kakeknya, Muhammad SAWW.[ 2 ]

Sekelumit Tragedy Karbala

, , ,

Setelah berusaha melakukan perlawanan sekian lama di depan pesta pembantaian itu, Imam Husain as mencoba menjauh dari pasukan lawan untuk mengatur nafas. Namun, tiba-tiba sebuah batu melayang dari arah musuh dan mengena kepala beliau. Darah pun mengucur deras lagi. Belum selesai beliau mengusap darahnya yang suci itu, dada beliau diterjang sebuah anak panah bermata tiga. Tertembus panah beracun itu, beliau berucap: "Bismillahi wa billahi wa ala millati rasulillah".

Beliau menatap langit dan berdesah lagi: "Ilahi, sesungguhnya Engkau mengetahui mereka telah membunuh seseorang di muka bumi yang tak lain adalah putera Nabi".[ 9 ]

Copy from: http://d.scribd.com/docs/aimyhoygctx47ztbvi0.pdf
Di saat beliau semakin kehabisan tenaga itu, beliau mencabut anak panah itu dari dadanya. Darah kembali menggenang. Sebagian beliau hamburkan ke atas dan sebagian yang lain beliau usapkan ke wajahnya sambil berucap: "Beginilah aku jadinya hingga aku bertemu dengan datukku Rasulullah sawaw dalam keadaan berlumuran darah, lalu aku adukan kepada beliau: '
fulan, fulan telah membunuhku'."[ 10 ]

Puas menatap pemandangan seperti ini, bala tentara musuh sejenak menghentikan kebrutalannya. Mereka terkekeh-kekeh menyaksikan Imam Husain as berdoa: "Ya Rabbi, aku bersabar atas ketetapanMu, tiada Tuhan selainMu, wahai Penolong orang-orang yang memohon pertolongan. Tiada Tuhan Pemelihara kami selainMu, tiada Tuhan Yang Patut disembah kecuali Engkau. Aku bersabar atas ketentuan (hukum)Mu, wahai Pelindung orang-orang yang tak memiliki perlindungan, wahai Zat Yang Maha Kekal dan Tak Berpenghabisan, wahai Yang Menghidupkan orang yang sudah mati, wahai Zat Yang Menghakimi setiap jiwa sesuai perbuatannya, hakimilah antara aku dan mereka, sesungguhnya Engkau adalah yang terbaik diantara para hakim".[ 11 ]


Setelah itu sempat terjadi keheningan beberapa saat. Untuk sementara waktu masih belum ada seorang pun yang berani tampil sebagai pembunuh utama cucu Rasulullah sawaw itu di depan Allah SWT kelak.

Diriwayatkan bahawa saat itu pula tiba-tiba Imam Husain as didatangi bayangan wajah datuk dan ayahnya. Wajah-wajah suci itu bertutur kepada beliau: "Cepatlah kemari, sesungguhnya kami sangat merindukanmu di surga".[ 12 ]

Keheningan itu ternyata tak berlangsung lama. Umar bin Saad kembali buas dan memerintahkan anak buahnya untuk segera menghabisi riwayat Imam Husain as. Maka tampillah Shabats sebagai orang pertama yang berani mendaratkan mata pedangnya ke kepala Imam Husain as. Namun, saat mata Imam as menatap tajam wajah Shabats, tubuh pria kurang ajar ini tiba-tiba bergemetaran lalu menggigil keras sehingga pedang yang di tangannya terhempas ke tanah.

Dengan wajah pucat pria itu berkata kepada Umar bin Sa'ad: "Hai Putera Saad, kamu tidak mau membunuh sendiri Husain agar nanti akulah yang akan dibalas. Tidak. Aku tidak mau bertanggungjawab atas darah Husain".

Syabats segera ditegur oleh seseorang bernama Sannan bin Anas. "Kenapa kamu tidak jadi membunuhnya?!" Tanya Samnan ketus.

Syabats menjawab: "Dia menatap wajahku, Sannan! Kedua matanya menyerupai mata Rasulullah sawaw. Sungguh, aku segan membunuh seseorang yang mirip dengan Rasulullah sawaw".

Sannan dengan bongkaknya berkata: "Berikan kepadaku pedangmu itu, karena akulah yang lebih patut untuk membunuhnya". Begitu pedang itu pindah ke tangannya, Sannan segera menenggerkannya di atas kepala beliau.

Imam yang sudah tak berdaya itu kembali menatap wajah orang yang berniat menghabisinya itu. Seperti yang dialami, Syabats, tubuh Sannan yang kotor itu tiba-tiba juga menggigil ketakutan setelah ditatap Imam dengan tajam.

Sannan mengambil langkah mundur sambil berucap: "Aku berlindung kepada Tuhannya Husain dari pertemuan denganNya dalam keadaan berlumuran darah Husain".

Kini tibalah giliran Syimir bin Dziljausan. Pria yang menutupi wajah dan hanya menyisakan celah untuk matanya ini menghampiri Sannan sambil mengumpat. "Semoga ibumu meratapi kematianmu, kenapa urung membunuhnya!?" Maki Syimir.

Sannan menjawab: "Tatapan matanya mengingatkanku pada keberanian ayahnya. Aku takut. Aku tak berani membunuhnya".

Sambil menyeringai Syimir berseru: "Berikan pedang itu kepadaku. Demi Allah, tak ada seorangpun yang lebih layak dariku untuk membunuh Husain. Akulah yang akan menghabisinya, walaupun dia mirip AlMustafa
ataupun AlMurtadha".

Syimir berpaling ke arah pasukannya lalu membentak: "Hai, tunggu apa lagi?! Cepat bunuh dia!!"

Tanpa basa-basi lagi, satu anak panah melesat ke arah Imam Husain as dari Hissin bin Numair. Sejurus kemudian yang lain ikut ramai-ramai menghajar Imam Husain as sehingga tak ada anggota tubuh suci cucu Rasulullah sawaw itu yang luput dari hantaman benda tajam, dan benda tumpul. Batu-batu pun bahkan ikut meremukkan tubuh beliau.

Syimir bersumbar lagi: "Ha, ha, ha, tak ada orang yang lebih patut dariku untuk membunuh Husain".

Dia bergerak mendekati Imam Husain as yang terbaring di tanah lalu menduduki dada Imam Husain as yang masih bergerak turun turun naik. Imam as mencoba membuka kedua kelopak matanya dan menatap wajah Syimir yang menyeringai di depan wajah beliau, namun tatapan beliau kali ini tak meluluhkan hati Syimir yang sudah sangat membatu.

Bukannya ketakutan, dari mulut Syimir yang tertutup kain itu malah keluar kata-kata: "Aku bukanlah seperti mereka yang mengurungkan niat untuk membunuhmu itu. Demi Allah, akulah yang akan menceraikan kepalamu dari jasadmu, walaupun aku tahu kamu adalah orang yang paling mulia karena datuk, ayah, dan ibumu itu."

"Hai siapa kamu sehingga berani menduduki tubuh yang sering diciumi oleh Rasulullah sawaw ini?"

"Aku Syimir bin Dzil Jausyan!"

"Apakah kamu tahu siapa aku?"

"Aku tahu persis, Ayahmu adalah Ali AlMurtadha, ibumu Fatimah Azzahra, datukmu Muhammad alMustafa,
dan nenekmu Khadijah AlKubra."

"Alangkah celakanya kamu. Kamu tahu siapa aku, tetapi mengapa akan membunuhku dengan cara seperti ini?"

"Supaya aku bisa mendapat imbalan besar dari Yazid bin Muawiyah".

"Kamu lebih menyukai imbalan dari Yazid daripada syafaat datukku?"

"Yah, aku lebih menyukai imbalan dari Yazid."

"Karena tidak ada pilihan lain bagimu kecuali membunuhku, maka berilah aku seteguk air."

"Oh tidak! Itu tidak mungkin, kamu tidak mungkin bisa meneguknya sebelum kamu meneguk kematian."

Syimir kemudian menyingkap dan melepas kain penutup muka yang hanya menyisakan celah untuk kedua matanya yang juling itu. Maka, nampaklah seluruh wajah Syimir yang buruk, kasar, belang, dan ditumbuhi bulu-bulu keras itu. Mulutnya ditutup oleh penutup seperti penutup mulut anjing supaya tak menggigit.

Melihat wajah Syimir, Imam Husain as segera berucap: "Benar apa yang dikatakan oleh Rasulullah."

"Apa yang dikatakan datukmu itu?!" Tanya Syimir angkuh.

"Datukku pernah berkata kepada ayahku, 'Ali: Sesungguhnya puteramu ini akan dibunuh oleh
seseorang yang berkulit belang, bermata juling, bertutup mulut seperti anjing, dan berambut
keras seperti bulu babi.'"

"Datukmu telah menyamakanku dengan anjing?! Demi Allah, aku akan memisahkan kepalamu dari lehermu".

Syimir mencabut pedang dari sarungnya dan tanpa membuang waktu lagi, lelaki bengis itu mengayunkan pedangnya sekuat-kuat hatinya ke leher cucu Rasulullah sawaw dan putera Fatimah Azzahra itu. Sekali tebas, kepala manusia mulia itu terlepas dari badannya. Terpisahnya kepala manusia suci itu disusul dengan suara takbir tiga kali dari liang mulut bala tentara Umar bin Saad yang busuk itu.

Kepala yang dulu sering diciumi oleh Rasulullah SAWAW itu ditancapkan ke hujung tombak.

Di antara mereka terdengar teriakan keras: "Bergembiralah hai Amir! Inilah Syimir yang
telah membunuh Husain!"

Langitpun kelabu. Bumi meratap pilu.


http://abatasya.net/content/category/8/47/86/ 15

Tahdzibun Nafs

Friday, 14 November 2008 08:24 abu taqy Umum

Salah satu daripada kewajiban dalam Islam adalah tahdzibun nafs (penyucian diri). Meninggalkan kewajiban ini akan menyebabkan kerugian dunia dan akhirat. Menurut pandangan Al-Quran manusia harus memerangi sifat-sifat tercela seperti sombong, bangga diri, bakhil, rakus, tamak dan sebagainya. Begitu juga pandangan Al-Quran dan riwayat-riwayat Ahlulbait (a.s.) serta ulama ilmu akhlak, tahdzibun nafs termasuk salah satu daripada bahagian kewajiban yang paling wajib (min aujabil wajibat). Dipetik dari banyak ayat bahawa kesucian hati adalah sumber segala keutamaan, sementara kekotoran hati merupakan sumber kehinaan. Ada beberapa perkara yang perlu diberi perhatian untuk melakukan tahdzibun nafs, antaranya:

1. Jika seseorang dengan usahanya tidak mampu untuk membuang sifat-sifat tercela, maka cukuplah dengan ia mengawal dan mencegah sifat-sifat tersebut.

2. Sifat dengki merupakan sifat yang sangat tercela dan hina. Meskipun sesiapa yang mempunyai sifat ini adalah satu perkara maksiat tetapi Tuhan tidak akan menghukum selagi sifat ini belum menjadi realiti. Oleh kerana itu sifat dengki merupakan antara sifat-sifat yang perlu dijauhi oleh setiap manusia. Selagi mana sifat ini tidak wujud dari segi perbuatan, perkara ini dimaafkan dan tidak merosakkan keadilan. Begitu juga dengan su'uzhan (buruk sangka) kepada orang lain, apabila terlintas su'uzhan (buruk sangka) dan tiada tindakan terhadap su'uzhan itu maka ia dimaafkan dan tidak akan merosakkan keadilan. Perkara yang sama juga berlaku kepada dosa-dosa yang serupa.

3. Mengangkat sifat-sifat tercela - walaupun tidak melakukan sifat tercela tersebut- jika seseorang memiliki kemampuan untuk mempunyai dan mengangkat sifat-sifat tercela, maka wajib muakkad (yang ditekankan) untuk meninggalkannya. Seseorang perlu memerangi sifat-sifat itu dan mencegah kemunculannya supaya tidak memberi kesan kepada dirinya. Perkara ini walaupun nampak susah untuk dilakukan tetapi perkara ini adalah sebahagian daripada kewajiban yang utama (min aujabil wajibat) dan pahalanya seperti seseorang melakukan peperangan yang besar (jihadul akbar) yang mana jihad ini lebih tinggi dan mulia daripada peperangan fizikal (jihadul asghar). Oleh sebab yang demikian di dalam riwayat Ahlulbait (a.s.) disebutkan dengan nama Jihadul Akbar.

4. Tajarri adalah satu perbuatan yang haram dilakukan dan dalam istilah fekah tajarri maknanya, menganggap haram bagi perbuatan yang tidak haram, seperti menganggap bahawa mengguna dan memakan harta sendiri adalah mengguna dan memakan harta haram atau pun bersama dengan isteri dan beranggapan isteri itu adalah wanita lain dan sebagainya. Apa yang dilakukan walaupun dari segi dasarnya adalah halal tetapi telah berlaku tajarri maka ia adalah dianggap haram.

Pimpinan Pemuda....


November 2009
M T W T F S S
October 2009December 2009
1
2 3 4 5 6 7 8
9 10 11 12 13 14 15
16 17 18 19 20 21 22
23 24 25 26 27 28 29
30